
Sombong!
Ucapan Dexter Li itu benar-benar terlalu sombong!
Namun......
Sepertinya cukup masuk akal.
Sekalipun Julien Lu masih miskin, namun ia juga tidak mempunyai kewajiban untuk terus menjadi pelampiasan emosi Keluarga Chen secara berulang kali.
Ia lebih tidak mempunyai kewaiban untuk terus terdiam dan menahan emosi setiap kali Ivan Zhang mempersulit dirinya.
Dia adalah Dirut Terrence’s Corp., cucu dari Terrence Lei.
Yang juga merupakan pewaris Terrence’s Corp.
Hongtu's Property yang berada di belakang Ivan Zhang memang adalah salah satu perusahaan terdepan di kota G.
Namun apakah artinya semua itu di depan hadapan pewaris Terrence’s Corp. yang sudah ditetapkan secara informal?
Satu kalimat darinya itu sudah sanggup untuk mengumumkan kebangkrutan Hongtu’s Property.
Sedangkan Julien Lu terus-menerus bertumbuh besar di dalam keluarga rakyat biasa.
Ia tidak pernah menyangka bahwa sebuah kalimat dapat menentukan nasib dan masa depan seseorang.
Oleh karena itu, ucapan Dexter Li ini membantunya membuka kembali pandangannya yang lain.
Betul, benar-benar terlalu bodoh!
Tidak masuk akal ia tidak menyombongkan dirinya!
__ADS_1
Sudah bertahun-tahun lamanya.
Sejak ia berjalan mengundurkan diri dari universitas.
Ia harus menghadapi kehidupan yang menekan serta suasana sekeliling yang dingin setiap kali ia bangun setiap harinya.
Ia lebih sering memilih untuk diam dalam menghadapi banyak hal.
Satu-satunya sikapnya yang paling angkuh.
Hanya ketika ia beradu dengan pria dari departemen penjualan ketika ia membeli Land Rover yang satu ini.
Akhirnya?
Ia memenangkan pertaruhan tersebut, pihak lawan bahkan tidak mempunyai kesempatan untuk menyanjungnya.
Jika seperti apa yang Dexter Li katakan.
Lalu membiarkannya membawanya pergi.
Jika kekuatannya sedikit lebih kecil, ia bahkan mungkin saja dapat membuat pria penjualan itu selamanya kehilangan pekerjaannya.
Terrence’s Corp. itu serupa seperti burung phoenix yang terbang di tingkatan surga tertinggi.
Semua makhluk hidup itu terlihat seperti semut-semut kecil saja.
“Betul, Dexter, apa yang kamu katakan itu benar! Aku tidak akan menahan emosiku lagi kedepannya!”
Julien Lu mengepal erat tangannya, dengan tatapan yang memperlihatkan aura tajam.
“Hehe, Tuan Muda, baiklah jika kamu sudah memahaminya, kalau begitu, kemanakah kita akan pergi selanjutnya?”
__ADS_1
“Hmm, begini saja, antar gadis yang satu ini kembali ke universitas terlebih dahulu.”
Permasalahan yang harus diurusi sudah selesai diurusi.
Julien Lu awalnya menyuruh Nancy Lu untuk pergi bersama dengannya, dan berencana untuk mengantar Nancy Lu kembali ke universitas setelah selesai membantu kesulitan Keluarga Chen.
Dia pernah berkuliah di Haicheng University di Kota G selama setengah semester.
Ini juga merupakan tempat Rayne Cheng menempuh pendidikannya.
Setelah menurunkan Nancy Lu, Dexter Li pun mengendarai mobilnya pergi.
“Tuan Muda, bagaimana kalau kita kembali ke vila terlebih dahulu, Tuan Besar sudah mempersiapkan sebuah hadiah kecil untukmu,”ucap Dexter Li tiba-tiba.
“Hadiah? Hadiah apa?”
Dexter Li tersenyum misterius dan berkata,”Kamu akan tahu ketika kamu pulang nanti.”
“Baiklah, pulang saja.”
Rasa penasaran Julien Lu juga terpicu, Terrence Lei ternyata memberikan hadiah untuknya, walaupun ini juga bukanlah sebuah hal yang tidak terduga, namun Julien Lu juga sangat mengharapkannya.
Terlebih lagi, waktu juga masih pagi.
Ia kini sudah tidak perlu bersusah payah demi biaya makannya lagi, sehingga ia juga tidak tahu harus pegi kemana.
Sangat membosankan.
Dexter Li mengendari Land Rovernya menuju ke vila, ia kemudian menekan sebuah tombol pada kuncinya, pintu utama pun perlahan terbuka.
“Inilah dia kehidupan Tuan Muda dari keluarga kaya!” Julien Lu menghela nafasnya, ia bahkan tidak pernah memimpikan kehidupan seperti ini sebelumnya.
__ADS_1
“Dexter, di mana hadiah yang kamu katakan itu?”