
Keesokan paginya aku datang menuju tempat pemesanan rumah di perumahaan ini. Karna rumah yang dijual di sebelah rumah kami menitipkan penjualan pada pengembang perumahaan.
Didalam kantor terdapat beberapa orang yang tentu saja kenalan. Dikarenakan rumah mereka juga berada di perumahan ini.
“oh….Bima. ada apa kesini?” tanya seorang lelaki yang tidak terlalu tua daipada aku.
“itu mas. Saya mau membeli rumah yang di jual di samping rumah saya” jawabku padanya
Lelaki tersebut bernama bambang. 2 tahun lebih tua dariku. Dia bekerja memasarkan rumah di perumahan ini semenjak perumahan ini awal di bangun. Perumahan ini terbmasuk perumahan baru sehingga pekerjanya pun tidak terlalu tua.
Mas bambang kaget dengan tujuanku membeli rumah. Dia merasa tidak percaya bahwa bima yang baru bekerja selama 2 tahun sudah mau membeli rumah. Dia bertanya-tanya apakah bonus dari penjualan bank dapat bisa untuk membeli rumah dengan cepat.
“benarkah? Kamu mau membeli rumah itu?” tanya dia tidak yakin
“tentu saja mas, aku baru saja dapat rejeki sehingga dapat membeli rumah itu” jawabku
“untuk apa kamu membeli rumah lagi? Apakah rumahmu yang sekarang kurang luas, bukannya kalian hanya hidup bertiga?” bambang bertanya lagi
Bima merasa menjengkelkan untuk terus ditanya-tanya hanya untuk membeli rumah.
“iya mumpung ada rejeki saya ingin memperluas rumah. Menjadikan 2 rumah menjadi 1 bangunan. Siapa tau dapet rejeki anak kedua nanti mas” jawabku dengan sopan meski jengkel
“oh oke” jawabnya
Dia mencarikan dokemen tentang rumah tersebut. Dia memberi tahu bawah harga rumah tersebut sebesar
250jt.
Aku memikirkan harganya. Tapi tak lama aku memutuskan untuk membelinya. Karna harganyamenurutku wajar wajar saja. Lalu aku menyuruh mas bambang untuk menghubungi pemiliki rumah.
Setelah beberapa menit menelfon. Ternyata pemilik rumah menyerahkan semua proses pada mas bambang dengan demikian proses pembelian pun berjalan lancar.
__ADS_1
Sepanjang pagi hingga siang hari aku mengurus proses pembelian rumah. Lalu akhirnya aku menyerahkan uang 250jt tersebut dan mendapatkan sertifikat rumah.
Aku bergegas pulang kerumah lalu menunjukan sertifikat rumah tersebut kepada istriku. Tentu saja dia sangat bahagia. Lalu dia bergegas memasak untuk makan siang.
Setalah makan siangpun aku kembali bersantai di ruang tv bersama dengan istri yang menggedong putri kecil itu.
Aku tentu saja hanya bercandang tentang anak kedua. Masih perlu beberapa hal yang perlu di pertimbangkan untuk memiliki anak lagi.
Kami harus mempertimbangkan umur si fanny yang masih 5 bulan tentu saja sangat merepotkan jika memiliki anak yang hanya memiliki selisih umur 1 tahun, aku masih memikirkan merenovasi rumah, membeli rumah kosan untuk pemasukan tetap, dan aku ingin mengajak istriku berlibur.
Rencanaku adalah setelah mobil datang aku akan mengajak istri mengunjung orang tua ku untuk memberikan 500 juta yang sudah kita sepakati lalu pergi ke jember untuk membeli 2 rumah kosan setelah urusan di jember selesai pergi ke Surabaya mengunjungi mertua dan membeli rumah kosan juga.
Aku merasa rencanaku sangat baik. Aku tidak memberi tahu istriku tentang rencana tersebut di karenakan aku belum memberi tahu tentang mobil yang aku beli.
“istri, bagaimana kita akan mendekorasi rumah kita?” tanya tiba-tiba
“aku tidak tau bagaimana mendekorasi rumah. Aku hanya suka rumah-rumah di drama drama korea tersebut. Dengan warna vibe kayu, modern design dan tampak luas” jawabnya
“hmmm. Sepertinya kita perlu ke perusahaan dekorasi untuk melihat lihat design rumah”
Ternyata mereka mau unutuk mengunjungi lokasi rumahku dengan membawa berbagai design rumah.
Setelah setengah jam menunggu. Datanglah satu buah mobil yang diparkir di depan rumah. Aku merasa itu adalah karyawan perusahaan dekorasi tadi.
Keluarlah 4 orang dari dalam mobil 2 laki-laki dan 2 perempuan. Seorang perempuan menyapaku untuk menunjukan bahwa meraka adalah perusahaan dekorasi yang aku panggil.
Aku menyuruh mereka masuk dan duduk terlebih dahulu. Aku memanggil istriku untuk membuatkan minuman
untuk mereka. tentu saja aku menunjukan kesopanan karna mereka datang sendiri ke rumahku.
Mereka menunjukan berbagai design yang sudah mereka buat untuk pelanggan lain.
__ADS_1
“saya ingin menanyakan sesuatu? Sebenarnya saya akan membongkar ulang rumah ini dan rumah di sebelah saya. Saya akan menyatukan 2 rumah tersebut jika diserakan kepada perusahaan anda apa bisa?” tanyaku
“tentu saja bisa pak. dengan begitu membuat kami lebih muda untuk medesign dengan kententuan yang bapak inginkan” jawab sales wanita yang daritadi memimpin pembicaraan.
“baiklah. Permintaanku hanya bagunan 2 lantai yang nyaman. Dimana lantai pertama terdapat garasi yang dapat menampung 2 mobil, 1 taman kecil, 1 kamar tidur utama, 1 kamar tidur anak, dapur dan 1 kamar mandi. dan di lantai 2 terdapat 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan ada area luar ruangan yang akan di isi gazebo untuk bersantai. Apakah bisa?” aku menjelaskan kepada mereka.
Mereka dan istrikupun melihatku dengan heran. Permintaanku terlalu besar untuk sebuah dekorasi.
“tentu saja bisa pak, hanya saja biasa yang akan di kenakan akan besar pak” jawabnya
“untuk biaya kalian bebas menentukan berapapun, kalian bebas menganggarkan asal biaya tersebut sesuai dengan harga yang ada di pasar tidak berlebihan. Tentu saja dekorasi dan perabotan rumah akan kuserahkan
kepada kalian juga” jawabku kepada ketidak yakinan mereka.
“baik pak serakan kepada kami. kami tidak akan mengecewakan bapak. Lalu untuk dekorasi interior bapak ingin seperti apa?” tanya dia padaku
“untuk itu aku serahkan kepada istriku” jawabku
Lalu mereka berdiskusi tentang berbagai macam design interior yang semua sesuai dengan keinginan istriku.
Aku menanyakan lama waktu pembangunan. Dia menjawab kemungkin bisa 2-3 bulan. Aku memeperkirakan 2 bulan harus bisa jadi.
2 bulan akan aku manfaatkan liburan sesuai yang aku rencanakan tadi.
“sesuai dengan permintaan bapak dan ibu kami akan mendesign terlebih dahulu secara 3D dan akan memberikannya kepada bapak. Jika sesuai kami bisa langsung mengerjakan pembangunaan jika ada koreksi bapak, ibu bisa memberitahu kami. kami akan memberikannya kepada bapak besok pagi.Bagaimana?” jelasnya kepadaku
“baiklah besok aku akan melihat hasil pekerjaan kalian, semoga memuaskan” jawabku
“serahkan kepada kami pak. kami tidak akan mengecewakan bapak” jelasnya dengan tegas
Setelah itu mereka pergi dan kembali ke kantornya. Aku yakin mala mini meraka tidak akan bisa tidur. Pasti medesign rumah untukku dengan baik. Karna aku adalah pelanggan besar yang tidak memperdulikan uang
__ADS_1
yang di keluarkan.
Aku dan istrikupun tenang menunggu esok akan menjadi apa.