
dari kejauhan Dirga melihat cua yang sedang duduk menikmati secangkir teh bunga lily kesukaan nya itu dari dulu,Dirga melangkah dengan begitu hati-hati untuk memastikan benarkah itu cua atau hanya halusinasi nya saja saat dia ingin memanggilnya tiba-tiba ada seseorang yang lebih dulu memanggil cua.
"Cua....sudah lama sekali ya kita tidak bertemu terakhir kali aku melihatmu kau sangat kacau dan kau tahu ini adalah kenangan terindah untuk ku dari dirimu,"ucap orang tersebut.
"kak shen kau sangat baik sekali kepada ku tapi apakah ini tidak berlebihan kau mengirimkan aku kado setiap hari untuk membuat ku kembali dan teringat dengan dirimu ini,"sahut cua yang diiringi senyuman manisnya itu,Dirga yang mendengarkan percakapan mereka berdua pun semakin penasaran siapa pria yang saat ini sedang bicara dengan cua itu.
"cua kau adalah wanita yang berhasil membuat ku tergila-gila mana mungkin aku akan membiarkan wanita yang sudah berhasil melelahkan gunung es merasa kesulitan,"
"hahahaha shen kau selalu seperti itu tidak pernah berubah bagaimana kabar adier aku sangat merindukan putriku kesayangan ku,"mata Dirga terbuka lebar mendengar cua menyebutkan kata putri dan kesayangan membuat Dirga tiba-tiba merasa sesak didadanya itu.
"apakah karena aku sudah menyakiti hatinya dia begitu mudah bersama orang lain dan memiliki seorang putri mengapa hatiku menjadi sangat sakit mendengar nya cua aku hanya ingin berbicara dengan mu dan membutuhkan penjelasan mu mengapa kau meninggalkan ku dan aku ingin meminta maaf kepada mu atas semuanya,"gumam Dirga dalam batinnya itu Dirga pun meninggalkan cafe coffee tersebut.
__ADS_1
saat kepergian Dirga cua pun menengok kearah Dirga dan baginya Dirga tidak asing seperti ia mengenalinya,sebelum cua meninggalkan Indonesia cua mengalami kecelakaan yang sangat parah cua mengalami koma selama 3bulan dan setelah ia sadar dia malah lupa dengan masalalu nya itu yang dia ingat hanya kakaknya saja,chen dan arka pun memutuskan untuk tidak mengungkit tentang Dirga dan arka pun membawa cua ke Amerika untuk tinggal bersama nya,cua sering mendapatkan mimpi dari masalalu nya yaitu muncul nya Dirga membuat cua sering merasa sangat pusing.
cua pun langsung mengambil obat pereda pusing berhari-hari cua memikirkan orang yang menurutnya belum pernah dia temui itu.
"kenapa aku selalu melihat bayang-bayang seorang pria apakah dia orang yang sangat penting dalam hidupku sehingga setiap aku melihat nya kepala ku sangat sakit,"gumam cua dalam batinnya itu.
#Keesokan harinya.
cua ditugaskan untuk mewakili perusahaan dia tidak tahu jika perusahaan yang akan didatangi ternyata adalah perusahaan milik Dirga,begitu juga dengan dirga tidak tahu jika asisten definisi J adalah cua.
mata Dirga sangat fokus melihat kearah seorang wanita yang selama ini dia rindukan itu Dirga selalu memperhatikan cua sehingga membuat semua karyawan sangat bingung kenapa bos mereka begitu memperhatikan cua, begitu juga cua yang diperhatikan oleh Dirga secara diam-diam menjadi tidak sangat fokus karena cua sama sekali tidak ingat siapa itu Dirga dan bagaimana Dirga bisa seperti itu kepada nya.
__ADS_1
satu jam lewat tiga menit dan akhirnya meeting pun diakhiri semua karyawan pun memutuskan untuk kembali bekerja,ketika cua hendaklah keluar dari ruangan tersebut tiba-tiba saja Dirga menarik tangan cua.
"Azhwa muhbita tunggu jangan pergi!"teriak Dirga yang memanggil nama cua dengan begitu lengkap nya sehingga membuat cua terkejut bagaimana Dirga tahu nama aslinya itu.
"bagaimana anda tahu nama lengkap saya pak Dirga?"bukannya menjawab cua malah bertanya kepada Dirga.
"ayolah cua jangan bercanda kenapa kau menjadi seperti ini,"
"sungguh pak Dirga saya tidak mengenal anda apakah anda adalah orang yang sangat penting dalam hidup saya dimasalalu karena saya tidak ingat apapun setelah terbangun dari koma,"
Dirga yang mendengar perkataan cua menjadi sangat kaget karena ternyata selama ini cua kehilangan ingatan nya.
__ADS_1
"apa koma,"ucap Dirga yang dikalah terkejut nya.
"iya koma pak,waduh saya hampir lupa pajak Dirga maaf kan saya karena saya harus pergi untuk bertemu klien di tempat lain dan saya berterimakasih karena pak Dirga sudah mau bekerjasama dengan perusahaan kami kalo begitu saya pamit dulu assalamu'alaikum pak Dirga,"cua pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan tergesa-gesa karena tiba-tiba saja kepalanya sangat pusing saat bicara dengan Dirga.