Menikah Demi Anakku

Menikah Demi Anakku
1


__ADS_3

Pertemuan 15 tahun lalu yang membuat kedua keluarga tak saling mengenal akhirnya mereka membuat ikatan kekeluargaan meskipun tidak ada Pertemuan secara intens. Banyak keadaan yang sudah berubah dan tanpa kesengajaan mereka semua dipertemukan kembali.


seorang pria dewasa yang tak lagi muda, usianya saat ini menginjak 35 tahun, bahkan sampai saat ini dia belum pernah menikah atau menjalin hubungan serius dengan wanita. Berbeda dengan Fakhira, diusianya yang ke 25 tahun dia sudah pernah menikah dan memiliki seorang putri berusia 5 tahun. Suami Fakhira meninggal karena sakit lambung kronis sehingga nyawanya tak tertolong.


Fakhira menjanda diusianya yang ke 21 tahun, saat usia sang putri genap berumur satu tahun. Tidak ada keinginan bagi fakhira untuk menikah lagi, baginya yang terpenting saat ini adalah kebahagiaan putrinya, namun siapa sangka kebahagiaan yang diinginkan anaknya saat ini adalah kehadiran sosok ayah.


Kepergian sang ayah lebih awal membuat Alesa tidak mengenal sosok ayah, yang ia tahu hanya beberapa figur laki-laki yang tak lain saudara laki-laki atau sepupu dari ibunya, sedangkan dari ayahnya hanya seorang kakek dan nenek selebihnya hanya seorang bibi yang merupakan adik mendiang ayahnya.


Menikah di usia 19 tahun, memiliki anak diusia 20 tahun dan menjadi janda di umurnya yang ke 21 tahun bukankah ini adalah situasi yang rumit? tentu saja, apalagi saat ini alesa sudah pandai bicara dan menanyakan sosok ayah yang sering ia dengar dari teman-temannya yang tak jarang membuatnya iri.


" Ibu, kapan ayahku datang?," Tanya Alesa sambil mengerjakan tugas sekolahnya.


Fakhira menengok sebentar pada sang putri " Dia pikir ayah bisa diorder via online?" batinnya, pertanyaan kesekian kalinya yang sudah tak ingin Fakhira jawab.


"Ibu selalu saja diam kalau aku bertanya, apa pendengaran ibu sudah mulai berkurang?," Tanya Alesa tanpa mengalihkan matanya dari mewarnai gambar yang merupakan tugas sekolahnya.


Kenapa mulut anak ini tak pernah kehabisan kata-kata untuk berbicara, apakah Fakhira memberi makan Alesa dengan kamus disertai dengan lauk pauk yang sejenis buku-bukuan?

__ADS_1


"Ibu sedih...." ucapannya terpotong oleh mulut lancip sang putri.


"Kalau aku terus membahas tentang ayah? begitu?. Aku sudah kebal dengan ucapan ibu yang bagian itu,"


"Ale kamu kan tahu kalau ibu tidak ingin menikah lagi, ibu hanya ingin berdua dengan mu selamanya. Lagi pula kalau ibu menikah lagi ibu tidak akan bertemu lagi dengan ayah mu di surga, "


"Kenapa ibu sangat percaya diri kalau ayah sedang menunggu ibu di surga? siapa tahu di sana dia sudah memiliki istri lain," ucap Alesa membuat Fakhira menggelengkan kepalanya.


" Ibu kehabisan kata-kata kalau bicara sama kamu, ada saja jawabannya untuk menyangkal. Apa kamu tidak takut berdosa? karena ucapan mu ibu bisa saja bersedih."


Pada akhirnya Fakhira menarik napasnya cukup dalam, setiap hari dia harus menghadapi putrinya yang meminta seorang ayah seperti meminta sebuah permen yang ada di warung, dilema sungguh.


***


Pertemuan tidak sengaja antara dua keluarga setelah 15 tahun lamanya membuat mereka saling bertukar cerita. Lima belas tahun lalu keluarga Fakhira serta keluarga ibu Ismayan dan bapak Jatmika dipertemukan dalam acara amal di kota Bogor yang mana keluarga bapak jatmika selaku donatur dan keluarga Fakhira penerimanya.


Saat itu Fakhira masih berusia 10 tahun dan adiknya berusia 5 tahun. Keluarga pak jatmiko sempat ingin mengadopsi Fakhira sebagai anak angkat keluarganya, namun setelah bertanya pada alim ulama mereka tidak diperkenankan karena bukan muhrim apalagi usia Fakhira mendekati baligh atau mungkin sudah baligh. Keluarga pak jatmiko tidak memiliki anak perempuan, saat melihat Fakhira anak yang cantik, sopan dan pintar mereka tertarik mengadopsi. Namun takdir berkata lain.

__ADS_1


Fakhira memang lahir dari keluarga sederhana, ayahnya sudah meninggal saat ia berusia kurang dari lima tahun, bahkan sang adik masih berada di dalam kandungan ibunya. Ayah Fakhira pergi untuk selamanya karena komplikasi jantung dan paru-paru, jadi saat itu ibunya benar-benar berjuang seorang diri membesarkan dua orang anak. Ibunya bekerja di sebuah yayasan anak yatim tempat di mana orang-orang kaya selalu menyisihkan harta mereka untuk berbagi.


Pak jatmika dan keluarga salah satunya. Anaknya paling besar saat itu berusia 20 tahun dan sudah berhasil menjadi seorang abdi negara, sedangkan putra keduanya berusia 15 tahun memilih sekolah umum dan bercita-cita menjadi seorang pengajar.


**


Beberapa tahun silam saat menjalani tugas negara anak sulung pak jatmika yang bernama Satria Alandra Sujatmika seorang TNI AU mengalami kecelakaan, pesawat yang ia tumpangi bersama rekan lainnya terjatuh, disaat yang lain tidak terselamatkan namun keajaiban masih berpihak pada Satria, dia selamat namun mengalami beberapa luka serius termasuk kelumpuhan diarea kaki. Meskipun dokter tidak mengatakan kelumpuhan permanen namun kondisi saat itu membuat keluarga sangat bersedih.


Sejujurnya mereka sering pulang pergi Bandung Bogor, Lanud Atang Sedjaja adalah tempat yang sering mereka kunjungi selain untuk berobat sekaligus bertemu kawan seperjuangan Satria disana, namun sayang mereka tak pernah lagi berkunjung atau sekadar menghubungi via telepon pada keluarga Fakhira.


Kini setelah 15 tahun lamanya dan Satria sudah pulih meskipun tidak bisa kembali ke kesatuannya, namun baginya masih hidup dan berkumpul bersama keluarga adalah hadiah yang sangat berharga. Satria fokus pada usaha keluarga dan sesekali sering diminta mantan atasannya untuk sekadar memberi saran atau bertukar pikiran.


Kedua keluarga itu kembali bertemu banyak perubahan yang membuat satu sama lain terkejut, Fakhira yang sudah menikah bahkan sudah menjadi single parent. Fikri adik Fakhira yang saat ini berkuliah dan berminat menjadi seorang guru. Namun kekaguman bu Ismayan tetap sama pada sosok Fakhira yang semakin cantik dan dewasa, dan ia berpikiran untuk menjodohkan Fakhira dengan putra sulungnya.


"Apa Mama yakin akan menjodohkan Satria dengan Fakhira? bapak tidak yakin kalau Satria mau " ucap Pak jatmika yang meragukan rencana istrinya.


"Pak, umur Satria sudah tidak muda lagi, apalagi dia punya riwayat sakit, bapak kan tahu dokter pernah bilang kalau kecelakaan pesawat waktu itu memengaruhi kesuburan Satria, mama tidak yakin ada perempuan yang mau menikahi putra kita. Fakhira sudah memiliki anak Pak, secara tidak langsung kita sudah memiliki seorang cucu jadi sudah sepaket bukan? setuju saja ya Pak?,"

__ADS_1


__ADS_2