
Semua keluarga sudah berkumpul termasuk saudara dan tetangga, tak lama Fakhira dan Putrinya datang sambil menatap ke arah rumah dengan heran karena suasana rumah yang tidak biasa.
"Bu, napa lumah kita lamai cekali, apa ada acala ulang tahun sepeti di lumah Dila?" ucap Alesa masih dengan wajah bertanya-tanya .
"Ibu juga tidak tahu, sebaiknya kita masuk,"
Keduanya pun melangkahkan kaki dan mengucap salam sebagaimana biasanya mereka lakukan, namun fokus Fakhira adalah pada keluarga pak jatmika. Selain itu suasana rumah sudah seperti acara keluarga, banyak orang yang datang dan juga makanan yang tersedia.
"Assalamualaikum, " ucap salam Fakhira dan Alesa.
"Waalaikumsallam, " sahut semua penghuni yang sedang berada di rumah Fakhira
"Kalian sudah pulang? salam dulu sama semua tamu setelah itu ganti baju," ucap bu atikah, sementara keduanya hanya mengikuti perintah saja.
Satu persatu tamu di salami oleh alesan dan Fakhira tiba dihadapan Satria tatapan keduanya bertemu ada getaran yang tidak biasa, padahal ini bukan pertama kalinya bertemu 15 tahun lalu tepatnya. Satria menyayangi Fakhira kala itu sebagai seorang adik, gadis yang cantik dan pintar membuat semua orang pasti menyukainya. Kini gadis kecil itu telah tumbuh dewasa bahkan sudah memiliki anak dan melewati suka duka kehidupan yang tidak mudah.
Tatapan mata keduanya terputus saat anak kecil yang mengikuti Fakhira dibelakang berbicara.
"Ibu, napa lama sekali? alesa sudah nunggu ini buat salim sama om danteng, " ucap gadis cilik yang memancing tawa semua orang.
"Ohh.. Maaf nak, ibu pikir kamu tidak mengikuti ibu,"
"Ishhhh ibu, napa pake lupa lupa si sama anak sendili. Anak cantik gini duga, " ocehan gadis berusia 4 tahun itu seperti hiburan bagi orang dewasa, sedangkan Fakhira merasa malu karena sudah menjadi pusat perhatian orang-orang.
__ADS_1
Saat tiba giliran Alesa menyalami Satria, wajah gadis itu seperti terpesona, karena beberapa bulan lalu saat berkunjung ke sini, alesa sedang pergi ke rumah mendiang ayahnya.
"Wahhhh om nya benelan danteng ya, Alesa mau punya ayah kaya om hihihi," ucap Alesa polos, tangan Alesa tak kunjung dilepaskan padahal Satria sudah berusaha melepasnya.
"Alesa beneran mau punya ayah kaya om ini? " tanya bu Ismayan. Sedangkan Alesa hanya menganguk. "Apa boleh?," Tanya Alesa kembali.
"Tentu saja, Nak. tapi ada syaratnya, " ucap bu Ismayan menjeda, Alesa mengernyitkan dahinya, bingung sekaligus penasaran " salatnya apa nek?" Tanya Alesa.
"Mudah ko, tidak sulit," sahut bu Ismayan.
"Iya apa nek, Salatnya? jangan buat aku penasalan, " Alesa sudah tidak sabar mendengar jawaban bu Ismayan.
"Syaratnya ibu kamu harus menikah dengan om ganteng ini," ucap bu Ismayan tanpa menyaring ucapannya, sementara Satria dan Fakhira sama-sama dengan tatapan yang tidak bisa ditebak.
"Menikah itu apa nek?," Tanya Alesa tidak mengerti.
Alesa sempat kesal dan menangis karena tidak mendapatkan jawaban yang ia inginkan, namun Fakhira berhasil membujuk putrinya untuk tenang dan tidak membuat kekacauan. Meskipun dia sendiri tidak yakin dengan apa yang terjadi sebenarnya.
Pembukaan dan sambutan sudah disampaikan oleh perwakilan dari keluarga, sementara Fakhira terkejut dengan tujuan sebenarnya perihal kedatangan keluarga angkatnya dulu. Melamar? kenapa semuanya mendadak seperti ini? bahkan Fakhira sendiri tidak menyadari kalau dirinya adalah pemeran utama dari acara yang berlangsung hari ini.
"Bu, apa ini?," bisik Fakhira pada ibunya
"Sekarang saatnya kamu mengambil keputusan untuk masa depan mu dan juga Alesa. Ibu harap kamu membuat keputusan yang bijak, tidak ada lagi penolakan karena mereka orang yang sudah kita kenal, ibu yakin mereka tidak mempermasalahkan status kamu. Saatnya kamu memiliki kehidupan baru, kasian Alesa membutuhkan sosok ayah dalam proses tumbuh kembangnya. "
__ADS_1
"Bu...." rengek Fakhira karena merasa dijebak dalam situasi saat ini.
Tiba saatnya Satria berbicara mengutarakan maksud dan tujuan kedatangannya, lebih tepatnya tujuan sang Mama yang terpaksa harus ia iyakan karena tak ingin membuat kecewa mama nya berkali-kali, karena ini permintaan yang ke sekian kalinya.
"Assalamualaikum, berdirinya saya di sini memiliki tujuan seperti yang sudah disampaikan oleh salah satu keluarga saya yaitu untuk meminang Fakhira menjadi istri saya. Saya tidak pandai berkata-kata, namun jika Fakhira dan keluarga mengizinkan saya ingin melangkah kejenjang lebih serius yaitu pernikahan, usia saya sudah tidak muda lagi, waktu saya bukan untuk bermain-main, jika Fakhira bersedia maka dalam waktu dekat saya ingin segera menghalalkannya,"
ucapan Satria yang panjang lebar membuat keluarganya kagum, karena semenjak kecelakaan kosakata yang dimiliki Satria berguguran sama halnya pahlawan yang gugur di medan perang.
Kini giliran Fakhira menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Satria, dengan perasaan gugup dan tanpa persiapan dia sana sekali gugup dan tak tau harus bicara apa. Namun keberadaan sang Putri membawa angin segar.
"Assalamualaikum , Saya Fakhira ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga Mas satria yang sudah serius mengutarakan maksud dan tujuannya. Saya sangat menghargai pinangan dari Mas Satria, namun saya bukan lagi gadis yang sedang kasmaran, saya memiliki seorang putri yang menjadi prioritas dalam hidup saya. Kebahagiaan putri saya adalah yang utama, saya akan melakukan apapun demi dia termasuk jika memang dia menginginkan pernikahan ini..." Fakhira menjeda ucapannya dan menarik putrinya kedalam pangkuannya.
"Jika Putri saya menyetujuinya maka saya akan menerima pinangan Mas satria, tapi jika putri saya menolak makan maaf saya pun akan melakukan hal yang sama. Jadi jawaban Alesa saat ini yang menentukan ,"
Satria kebingungan harus bicara apa dengan gadis kecil yang ada dipangkuan Fakhira. Mengerti akan kegugupan sang putra, Bu Ismayan pun mengambil alih untuk berbicara dengan gadis kecil yang wajahnya sama persis dengan Fakhira itu.
"Maaf saya mengambil alih sebentar," ucap bu Ismayan dan dipersilakan.
"Anak cantik, boleh nenek menjawab pertanyaan kamu yang tadi sempat tertunda?" ucap bu Ismayan pada Alesa.
Alesa menganguk meskipun sudah tidak penasaran lagi.
"Jadi gini, om ini adalah anaknya nenek, om datang kesini untuk mengajak mama kamu menikah. Kalau alesa Tanya menikah itu apa? jawabannya adalah ibu kamu dan om hidup bersama dan ada kamu juga, kamu bisa menjadikan om ini ayah kamu asal ibu dan om satria harus menikah dan hidup bersama,"
__ADS_1
"Oh sepelti ayah dan bundana Dila ya nek, meleka belsama setiap hali? kesekolah belsama, ke mol belsama, telus kata Dila meleka juga seling tidul bertiga,"
"Iya seperti itu sayang, apa Alesa mau?,"