Menikah Demi Anakku

Menikah Demi Anakku
2


__ADS_3

Pak jatmika sudah tidak bisa melakukan penolakan lagi, karena apa yang dikatakan istrinya memang benar. Satria anak sulungnya kemungkinan tidak memiliki keturunan sangat besar, mengingat ia pernah jatuh dari pesawat saat bertugas dulu.


"Apa Satria akan setuju, Mama tahu bukan kalau dia anak yang sangat introver semenjak kecelakaan itu? Bapak hanya takut kalau nantinya dia akan menyakiti Fakhira, " ucap Pak jatmika


"Mama yakin kali ini Satria tidak akan menolak, dulu saat pertama kali kita bertemu dengan Fakhira bukankah dia juga antusias untuk mengadopsinya menjadi seorang adik, tapi sayang waktu itu belum berjodoh untuk menjadi seorang adik. Apa ini jawabannya kenapa Fakhira tidak Allah takdirkan menjadi anak angkat kita, melainkan menjadi anak menantu kita?" ucap bu Ismayan menggebu.


Pak jatmika hanya diam mencerna setiap apa yang dikatakan istrinya, mungkin ada benarnya juga kenapa semua ini bisa terjadi, ditengah kekurangan Satria, Fakhira hadir dengan keadaan sudah memiliki anak, apalagi anak itu adalah seorang yatim. Mereka bisa mengasihi anak Fakhira tanpa melihat darah siapa yang mengalir didalamnya.


"Lalu bagaimana cara Mama bicara dengan Satria?" Tanya pak jatmika


Saat obrolan itu berlangsung tiba-tiba putra kedua mereka datang bersama anak dan istrinya.


"Assalamualaikum. Mama, bapak," ucap salam Satya beserta anak dan istrinya.


"Waalaikumsallam, Ya ampun cucu uti sudah datang?," sahut bu Ismi sambil memeluk Ruby cucu perempuannya.


"cudah uti, uby mau main cama pakde uwa," ucap Ruby yang bicaranya belum lancar.


"Ihh kirain kangen sama uti dan abah, taunya mau ketemu Pawa," sahut uti pura-pura merajuk.


"Temarin kan kita balu beltemu diacala hajatan uti, tangen uby sama uti cudah telobati hihihi," ucap gadis berusia 3 setengah tahun yang pandai bicara meskipun masih cadel.


Semua orang yang ada diruangan itu tertawa melihat tingkah lucu Ruby.


"Oh seperti itu, baiklah. Tapi sayang Pawa nya sedang pergi keluar, tadi si bilangnya mau ketemu temannya sebentar. Tapi sampai sekarang belum pulang juga," ucap uti menjelaskan.


"Yahhhh, bunda waktu kita indak tepat datang cinih, Pawanya pelgi, " wajah Ruby semakin lucu saat merajuk .


"Sabar sayang nanti juga pulang, kamu tunggu saja ya sambil nonton kartun kesukaan kamu," sahut sang bunda.


"Iya deh, uby tunggu aja,"


Ruby sudah diantar keruang keluarga dan menonton animasi kesukaan nya. Hari minggu memang jadwal Ruby menonton televisi, ia mendapat waktu 2 jam selama satu hari.

__ADS_1


3


Setelah Ruby anteng dengan tontonannya sang bunda kembali bergabung dengan suami dan mertuanya, kebetulan mereka baru akan mulai berbicara khususnya masalah tentang perjodohan Satria.


"Mama mau bicara," ucap bu Ismayan terus terang, " semua melirik ke arah buat ismi


"Memang ada yang melarang Mama bicara? bicara saja ma" ucap Satya


"Mama dan bapak mau menjodohkan Satria dengan Fakhira. Apa menurut pendapat kalian?"


"Aku si setuju saja, tapi bagaimana dengan Mas Satria nya, dia pasti terang-terangan akan menolak," ucap Satya.


"Kalau dia terus menolak kapan menikah nya, usianya sudah semakin tua, Mama dan bapak juga ingin melihat dia berumah tangga, "


"Yasudah Mama bicarakan saja, tapi jangan terlalu memaksakan, Mama tahu sendiri kalau putra sulung Mama rada berbeda,"


"Hussshh, bagaimana pun dia tetap kakak mu, dia hanya butuh waktu saja,"


"Aku tahu, Ma. Tapi kita juga harus bersiap untuk beberapa kemungkinan, antara dia menyetujui atau sebaliknya. Apalagi kondisinya Fakhira sudah pernah menikah dan memiliki anak, di sini yang harus dipikirkan bukan hanya ibunya saja tapi anaknya juga," ucap Satya


"Kita bicarakan lagi setelah Satria pulang, Mama tidak ingin menundanya lagi. Satria harus mengambil keputusan secepatnya syukur-syukur kalau dia setuju, Mama berharap tidak ada penolakan, "


"Mama terlalu memaksakan kehendak sendiri, untung aku sudah menikah," sahut Satya.


Salma istri Satya hanya tersenyum mendengar ocehan suaminya.


"Alahhh, kalau saja Salma tidak bertemu dengan kamu, belum tentu sekarang kamu sudah punya anak. Mama sempat khawatir kalau kamu akan membujang selamanya, apalagi saat kamu hanya fokus belajar dan mengejar gelar akademis. "


"Jodoh Ma, lagian Salma lebih ambisi dari aku dalam mengejar karir.." ucap Satya terpotong.


"Aku sudah tobat ya Mas, sekarang aku lebih banyak mengurus Ruby," Sahut salma tak terima.


"Tobat apa ambisi tercapai. Tobat tapi S3 selesai haha"

__ADS_1


"Kamu juga, apa bedanya kita," sahut Salma.


"Kalian berisik, kenapa jadi pamer gelar si! iya Mama tahu kalau kalian couple goals sama-sama sukses dalam pendidikan dan karir. Mama doakan hidup kalian selalu bahagia dan penuh keberkahan, jangan lupa secepatnya beri Mama cucu lagi,"


Pak jatmika hanya terdiam mendengar perdebatan anak, istri dan menantunya, Kalau pun dia bicara tetap tidak akan menang apalagi dengan istrinya.


"Sabar Ma, nunggu Ruby 5 tahun. Lagian salma juga masih sibuk di kampus dia masih membimbing mahasiswa yang sedang skripsi, setelah selesai kita honey moon ya yang?," ucap Satya pada sang istri.


"Bukan kah kamu yang lebih sibuk dari aku, apalagi kamu baru menjabat menjadi dekan fakultas ekonomi, yakin bisa bulan madu?,"


"Stop! Mama mau menyiapkan makan malam, kalian berisik," ucap Bu Ismayan sambil berjalan meninggalkan ketiganya.


***


Setelah makan malam selesai, Ruby pun sudah tidur di kamar milik Sayta, meskipun mereka sudah memiliki rumah namun mereka masih menyempatkan untuk menginap atau sesekali berkunjung ke rumah orangtua.


Seperti rencana awal, Mama Ismayan akan berbicara dengan putra sulungnya mengenai rencana perjodohan Satria dengan Fakhira. Mama akan berusaha meyakinkan Satria berharap anaknya menyetujui. Mama sudah meminta dukungan kepada ketiga mahluk yang sejak tadi duduk tak terpisahkan, berharap mereka menjadi kompor yang akan melancarkan rencananya.


"Sat, Mama ingin bicara," ucap bu Ismayan, Satria yang sedang fokus pada hapenya langsung menoleh.


"Bicara apa, Ma?"


"Sat, Mama harap kamu tidak memotong satu kata pun yang akan Mama ucapkan, ini semua demi kebaikan kamu,"


"Langsung saja pada intinya Ma, nggak usah muter-muter," sahut Satria


Ketiga mahluk yang menjadi pendengar setia itu terkeukeuh mendengar ucapan Satria.


"Kamu ini menyebalkannya nggak ilang-ilang!" sahut Mama Ismayan.


"Sat, Mama ingin menjodohkan kamu dengan Fakhira, gadis kecil yang dulu hampir menjadi adik angkat mu, Mama masih berharap bisa menjadikan dia bagian dari keluarga kita, selain hubungan kekeluargaan sepertinya ikatan pernikahan akan lebih memperkuat silaturahmi kita,"


Satria terdiam mendengar ucapan ibunya, dia tidak tahu harus merespon apa, belum lama saat perkumpulan bersama teman-temannya Satria menjadi bahan obrolan mengenai kapan akan menikah.

__ADS_1


***


__ADS_2