Menikah Dg Kakak Kelas

Menikah Dg Kakak Kelas
4.pengganggu kecil


__ADS_3

sepulang sekolah seperti biasa Vero akan pergi ke kantor ayahnya yang suatu saat akan di berikan kepadanya.bedanya kini Vero mengantar Vania ke apartemen dulu,tidak seperti biasanya ia akan langsung ke kantor dan berganti di kamar pribadi yang ada di ruangannya.


di apartemen Vania merasa sangat bosan karna tak ada yang ia kerjakan,apalagi dirinya hanya sendiri di apartemen yang luas itu.


"gue bosan,apa gue keluar aja ya,Vero kan lagi di kantor"ucap Vania dan akan beranjak dari duduknya,tapi ia urungkan,karna tak enak jika tak izin terlebih dahulu pada Vero.


"tapi ngapain gue izin kedua,kan kita hanya menikah karna di jodohkan"ucap Vania lagi dan kali ini ia benar benar berdiri dan akanenuju ke walk in closet.


"tunggu tunggu tapi dia tadi ke kantor izin ke gue,masak gue gak izin sih ke dia"ujar Vania bingung,entah kenapa ia jadi merasa tak enak jika harus keluar tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Vero.


"mau izin gue gak punya nomor nya..aahh kesel gue"ucap Vania frustasi,dan mau tak mau Vania hanya bisa berbaring di ranjang dan memainkan hp nya.


triing


"sayang keluar yuk"isi pesan dari Axel,dan tentu Vania akan langsung setuju jika dulu ia masih sendiri.


"*maaf sayang,aku gak bisa keluar hari ini"


"kenapa?setiap kali aku ngajak kamu keluar pasti gak mau*"balas Axel yang kesa,karna memang Vania kerap kali menolak ajakan axel.


"maaf ya sayang"


tak ada balasan dari Axel,dan Axel juga tiba tiba off,Vania hanya bisa menghembuskan nafasnya,karna sudah biasa jika kemauan Axel tak di turuti ia akan marah,dan entah kenapa Vania tak ambil pusing soal itu.


...****************...


di ruangannya Vero sibuk dengan berkas berkas yang ada di mejanya,Vero ingin cepat selesai karna tak sabar ingin segera pulang,tak seperti biasanya,Vero akan menghabiskan waktunya di ruang kerjanya.


tok..tok..tok..


"masuk"ucap Vero sembari terus melihat berkas yang butuh perhatiannya.


"maaf tuan ada yang ingin bertemu dengan tuan muda"ucap lili skretaris Vero.

__ADS_1


"siapa?"tanya Vero datar,tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen.


"nona Riska tuan muda,dia putri tuan John"jawab lili,dan Vero menghentikan pekerjaannya sesaat,mengingat siapa yang di maksud oleh lili.


"maksudmu tuan John yang mengajukan kerja sama itu?"tanya Vero memastikan dan lili menjawab dengan anggukan kepalanya


"untuk apa putrinya kemari?bukankah kesepakatannya akan dilakukan besok?"tanya Vero


"saya tidak tahu tuan muda,nona Riska tidak mengatakan maksud kedatangannya"jawab. lili


"biarkan dia masuk"perintah Vero dan langsung di iyakan oleh lili,setelah lili keluar beberapa saat kemudian muncul sosok perempuan muda dengan dress yang tingginya di atas lutut,dress tersebut mencetak bentuk tubuh Riska.


Vero yang melihat itu lebih fokus pada berkas nya saja,karna melihat penampilan wanita yang di depannya itu membuat matanya sakit.


"untuk apa nona Riska kemari?bukankah kesepakatan tentang pekerjaan akan di lakukan besok?"tanya Vero tanpa basa basi,dan ia juga tak perlu repot repot menyuruh Riska untuk duduk


"saya kesini bukan untuk membahas tentang pekerjaan tuan"jawab Riska dengan nada yang di buat buat.


"lalu,apakah anda hendak pergi ke club'?"tanya Vero kembali dan pandangannya sama sekali tak melihat ke arah Riska


"apa anda masih bertanya nona?pakaian anda sudah menjelaskan jika anda seperti ingin pergi ke club'"jawab Vero datar dan terkesan tak memperdulikan perasaan Riska.


"jika tidak ada yang ingin anda lakukan lebih baik anda keluar,karna saya sangat sibuk"ucap Vero,dan Riska mengepalkan tangannya melihat sikap Vero.


tanpa mengindahkan ucapan Vero riskan berjalan mendekat ke arah Vero dan meletakkan tasnya di atas meja kerja Vero


"tuan saya pulang sekolah langsung menyempatkan diri datang kesini,apakah tuan Vero tak kasihan pada saya?"tanya Riska dengan memasang wajah sedih,mendengar itu Vero mengerutkan keningnya


"untuk apa saya kasihan,bukankah ini atas kemauan anda sendiri nona,dan saya tak akan pernah peduli,jadi jaga sikap anda,atau saya akan membatalkan kerja sama dengan papa anda"ancam Vero dan Riska tentu saja takut,jika sampai Vero benar benar memutuskan kerja sama dengan ayahnya.


maka tanpa permisi Riska keluar dari ruangan Vero dengan perasaan kesal,karna kedatangan nya yang ditolak,padahal ia sudah membuat penampilannya semenarik mungkin.


...****************...

__ADS_1


jam 7 malam Vero masih belum pulang dan hal itu membuat Vania kesal,karna ia hanya sendirian di apartemen,dulu dirumahnya.


tiba tiba saja suara petir terdengar dan seperkian detik hujan turun dengan derasnya.sontak saja Vania langsung meloncat keatas tempat tidurnya dan mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya yang bergetar,karna takut tiba tiba lampu padam.


"semoga lampunya gak mati,gue cuma sendirian disini"gumam Vania,karna jujur saja ia sangat takut dengan gelap jika dirinya hanya sendiri.


baru saja Vania bergumam lampu tiba tiba saja mati..


"aaaaa"jerit Vania dan langsung menutupi tubuhnya yang sudah sangat bergetar..


"veroo pliiiss pulang gue takuttt"ujar Vania dalam hatinya dan air matanya sudah mengalir dengan derasnya.


ctarrrr


"aghrrgg"jerit Vania lagi dan tiba tiba saja pintu kamarnya di buka dengan sangat keras.


"hantuuu"teriak Vania,karna tiba tiba saja ada yang memeluknya.


"hei,,Vania ini gue Vero,Lo tenang ya"ucap Vero lembut kala tubuh Vania bergetar.


"ve..Vero ini beneran Lo kan"ucap Vania terbata dan Vero semakin mengeratkan pelukannya


"iya ini gue,Lo tenang ya,maaf gue malam pulangnya"ucap Vero merasa bersalah dan Vania hanya diam,ia semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Vero.


Vero kesal karna kedatangan Riska membuatnya telat pulang,dan ketika sampai rumah ia kaget karna lampu padamdan ia juga terkejut ketika mendengar jeritan Vania,dan tanpa memikirkan apapun Vero langsung membuka pintu dengan keras,dan Vero langsung memeluk tubuh Vania yang meringkuk di atas kasur.


Vero terus memeluk Vania yang saat ini sudah tertidur,dan Vero sama sekali tak melepaskan pelukannya,karna takut Vania akan terbangun.


dan juga Vero tak ingin menyia nyiakan kesempatan memeluk istrinya itu,karna entah kenapa Vero sangat nyaman ketika Vania memeluknya dengan erat.


***semoga gak bosan ya sama alur ceritanya...


ini karya pertama ku,mohon dukungannya ya teman teman.maaf masih banyak typo.

__ADS_1


*jangan lupa like,coment dan vote nya...


thank you**....


__ADS_2