Menikah Dg Kakak Kelas

Menikah Dg Kakak Kelas
6.first kiss


__ADS_3

Sesampainya di apartemen Vania langsung menuju ke kamarnya,ia pulang terlebih dulu karna terlanjur kesal pada Axel.


"kesel banget gue,kenapa gak dari dulu gue tahu kalau Axel selingkuh sih"gerutu Vania,ia sangat kesal karna di selingkuhi,bukannya apa,Vania berpikir bahwa dirinya jelek hingga Axel selingkuh darinya.


tiba tiba terbesit pikiran Vania,kalau sampai Vero juga selingkuh darinya.


"awas ajah kalau sampai Vero selingkuh dari gue,gue akan langsung minta cerai"ungkap Vania yang semakin kesal saat memikirkan Vero memiliki wanita lain.


dan tiba tiba saja perasaan Vania sangat sakit saat memikirkan Vero bersama wanita lain.


saat pikiran Vania full dengan prasangka aneh aneh,pintu kamar terbuka dan Vero masuk kedalam.


Vania melihat ke arah Vero yang penuh dengan keringat,dan entah kenapa itu membuatnya semakin tampan.


dan lagi lagi perasaan Vania menjadi sakit saat Vero lebih memilih dengan wanita lain.


"kenapa?"tanya Vero mengerutkan keningnya,karna Vania yang sedari tadi menatapnya tanpa berkedip.


dan juga Vero cukup kaget karna Vania sudah pulang,ia pikir Vania akan pulang malam.


"gue jelek ya?"tanya Vania tanpa menjawab pertanyaan Vero.


dan mendengar pertanyaan Vania Vero semakin bingung.bukankah bohong jika ia menjawab Vania jelek.


"kenapa bertanya begitu?"tanya Vero bingung


"jawab ajah kalau Lo gak jawab berarti emang gue jelek,dan setelah itu Lo bakal ceri cewek yang lebih cantik dari gue"cerocos Vania dan Vero langsung menghampiri Vania yang masih berbicara tanpa henti.


tanpa banyak bicara lagi Vero langsung membungkam mulut Vania,ia ******* bibir Vania dengan lembut,dan sontak hal itu membuat Vania mematung,ia cukup terkejut dengan tindakan tiba tiba Vero yang mencium bibirnya.


ini adalah ciuman pertamanya,dan selama berpacaran dengan Axel,Vania tak pernah sekalipun berciuman dengan Axel,mungkin hanya berpegangan tangan saja.


Vero terus ******* bibir merah Vania,meskipun Vania tak membalasnya, Vania juga tak menolak ciuman dari Vero.


setelah puas mencium bibir Vania,Vero melepaskan tautan bibir mereka,Vero menyatukan kening mereka dengan nafas yang memburu.


hanya karna ciuman,entah kenapa hasrat Vero tersulut.

__ADS_1


"Lo cantik Van,bohong kalau gue bilang Lo jelek,dan gue gak akan cari yang lain setelah Lo ada di sisi gue,gak akan ada lagi wanita yang pantas di sisi gue"ucap Vero yang masih menyatukan keningnya dengan kening Vania.


Vania terus terdiam mendengar ucapan Vero yang entah kenapa membuat hatinya berbunga.dan jantungnya juga berdetak dengan sangat cepat.


...****************...


kini Vania sedang berada di dapur ia,sedang menyiapkan makanan untuk mereka makan malam nanti.


Vania sengaja memasak,karna Vero yang mengatakan tak akan ke perusahaan karna papanya menyuruhnya untuk fokus terhadap sekolahnya karna minggu depan sudah ujian akhir semester dan sebentar lagi Vero akan lulus sekolah,sedangkan Vania masih kurang satu tahun lagi.


di tengah memasaknya tiba tiba saja Vania teringat akan ciumannya dengan vero.dan mengingat hal itu membuat jantungnya berdebar.dan seketika pipinya bersemu merah


setelah cukup lama Vania berkutat di dapur akhirnya masakannya sudah selesai,dan Vania langsung menatanya di atas meja,dan setelah itu ia bergegas menuju ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.


di dalam kamar lagi lagi membuat jantung Vania berdebar,karna melihat Vero yang bertelanjang dada.


"ini kenapa sih dengan jantung gue,berdebar Mulu deh perasaan saat bertemu Vero"gumam Vania yang masih mematung di depan pintu kamar,dan matanya masih fokus ke arah Vero.


"Vania"ujar Vero sembari memegang bahu istrinya itu,kala panggilannya tak di hiraukan


"e...eh apa?"tanya Vania gugup karna Vero tiba tiba saja sudah ada di depannya.


pasalnya ia bengong karna melihat tubuh Vero.


"ah kenapa otak gue jadi kotor gini sih"gumam Vania lagi.


"e..enggak kok,gue cuma lagi ngingat sesuatu"elak Vania


"ngingat apa?"tanya Vero penasaran.


"ciuman tadi"goda Vero dan seketika itu pula pipi Vania memerah


blushh


"enak aja,buat ngingat itu gak penting banget"ujar Vania acuh,padahal dirinya sudah sangat salah tingkah


"yakin,pipinya kok merah gitu"goda Vero lagi,entah kenapa menurut Vero Vania semakin cantik jika salah tingkah

__ADS_1


"ma..mana ada,gue cuma kepanasan doang kok,soalnya habis dari dapur"elak Vania lagi,entah kenapa dirinya menjadi sangat gugup.


"yakin"ucap Fero sembari tersenyum,dan sialnya itu membuat Vero semakin tampan di mata Vania.


"udah ah gue mau mandi,gue udah gerah banget habis masak,sana minggir"ucap Vania akhirnya karna tak ingin Vero semakin menggodanya.


setelah Vania masuk kedalam kamar mandi tawa Vero pecah,karna merasa lucu dengan tingkah istrinya itu


"menggemaskan"kekeh Vero dan setelah itu ia masuk ke walk in closet untuk memakai bajunya.


*


kini Vero dan Vania tengah menikmati makan malamnya dengan tenang,dan sesekali di antara mereka saling melirik.


berbeda dengan Vania yang tenang,kini Axel sedang marah marah karna telfonnya tak di angkat sama sekali,dan pesannya hanya centang satu,dan Axel yakin bahwa nomornya sudah di blokir oleh vania.


"sialan,kenapa Vania hari tahu sih"gerutu Axel,dan sekali lagi ia mencoba menghubungi nomor vania.dan seperti tadi nomor Vania tak aktif.


"ini bukan sepenuhnya salah aku,coba kamu bisa di ajak keluar dan mau menuruti permintaan aku,mungkin aku gak akan selingkuh dari kamu"ucap Axel sembari memandang foto Vania yang ada ponselnya.


sebenarnya Axel mencintai Vania,hanya saja Axel kesal karna Vania jarang sekali mau jika dirinya mengajaknya keluar,dan Vania selalu menolak jika Axel hendak menciumnya.


karna hal itu Axel mencari pelampiasan dengan selingkuh dari vania.dan sekarang dirinya menyesal karna Vania sudah meninggalkannya


"besok gue harus ngomong sama Vania,gue gak mau kehilangan dia,dan apapun caranya Vania harus tetap jadi milik gue"ucap Axel penuh tekad.


ia tak tahu saja jika Vania sudah mempunyai pawang yang lebih segalanya dari dirinya.


"Vania kamu milik aku,dan selamanya seperti itu,gak ada yang boleh miliki kamu selain aku"ucap Axel dengan sorot mata yang tajam sembari melihat foto Vania yang tersenyum sangat cantik.


di dalam kamar apartemen,setelah ciman tadi dan tanpa ada penolakan dari Vania,kini Vero mengulanginya lagi di atas ranjang mereka.


setelah makan malam,mereka memang memutuskan untuk langsung tidur,dan siapa sangka ketika Vania hendak memejamkan matanya,Vero mencium bibirnya dengan tiba tiba


tubuh Vania kembali tegang dan jantungnya kembali berdebar.


Vero mencium Vania dengan sangat lembut,sejakciuman pertama mereka bibir Vania menjadi candunya.

__ADS_1


lama berciuman akhirnya Vania terbuai,dan membalas lumayan Vero,meskipun terkesan kaku,karna memang ini baru baginya.


dan mendapat balasan dari istrinya,sontak membuat Vero sangat bahagia,dan ia tak menyia nyiakan kesempatan mas,ia semakin memperdalam ciumannya.


__ADS_2