
keesokan paginya Vania terbangun lebih dulu dan ia baru sadar jika semalaman posisi tidurnya terus memeluk Vero,dan Vania tak bisa berbohong jika dirinya nyaman saat memeluk Vero.
setelah cukup lama dalam posisi memeluk Vero,Vania pun bangun dan langsung membersihkan dirinya dan setelah itu menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan juga Vero.
setelah semua siap Vania pun kembali ke kamarnya untuk mengganti baju dengan seragam sekolahnya.
Vero juga sudah berada di dalam kamar mandi,jadi Vania akan langsung kemeja makan untuk menunggu Vero bersiap.
setelah selesai dengan sarapan paginya Vero dan Vania pun berangkat ke sekolah nya.dan seperti biasa Vero akan menurunkan Vania di dekat sekolah.
"bro nanti kita ada pertandingan basket"ujar Fadil ketika Vero turun dari mobilnya,dan ketiga temannya juga sudah ada di parkiran.
"ok.nanti gue ngomong dulu sama Vania"jawab Vero dan langsung mendapat sorakan dari ketiga temannya.
"gini nih kalau punya istri,apa apa harus izin dulu"cibir Arya dan di angguki oleh Fadil dan juga Ardi.
"iri bilang bos...udah ayo masuk"ejek Vero,dan melangkah masuk ke dalam sekolahnya.
...****************...
jam istirahat seperti biasa Vero akan melihat Axel yang dekat dekat dengan Vania,dan hal itu selalu membuat dirinya ingin menghajar Axel.
"sabar bro,udah nasib kalau nikah main rahasia rahasiaan"ledek Ardi dan sambut tawa oleh kedua temannya
"berisik"jawab Vero ketus.dan ia langsung melangkah ke arah meja vania.dan hal itu sontak membuat kaum perempuan yang ada di kantin iri,karna ini kedua kalinya Vero duduk di tempat Vania dan teman temannya.
beda dengan wanita yang iri,kedua sahabat Vania justru senang,karna berpikir Vero menyukai antara mereka.
"ngapain sih Lo duduk disini lagi"ucap axel ketus.
"kan udah gue bilang terserah gue,kalau Lo keberatan mending Lo pergi aja"jawab Vero santai dan Axel semakin kesal dibuatnya.
"udah mending kita lanjut makan aja"ucap Vania yang tak ingin ada keributan,apalagi semua perempuan yang ada di kantin terus melihat kearah mereka,karna Vero yang bergabung.
dan juga entah kenapa Vania jadi tak senang saat Vero terus di tatap oleh kedua sahabatnya dan juga perempuan perempuan yang ada di kantin.
tiba tiba hp Vania berbunyi dan ternyata ada pesan masuk dari nomor tak dikenal.vania melirik ke arah Vero dan ternyata Vero juga sedang menatap ke arahnya.dan tiba tiba saja Vero mengeringkan matanya dan tersenyum.ia memberi kode untuk Vania membuka hp nya.
__ADS_1
habis ini temui gue di belakang sekolah
*buat apa?
gue mau ngomong
ok*
setelah Vero beranjak berdiri dan pamit akan kekamar mandi,dan Vania tak langsung ikut berdiri karna takut Axel dan kedua sahabatnya curiga.
setelah waktunya cukup Vania pun ikut berdiri,dan pamit akan ke kamar mandi juga.sesampainya di belakang sekolah ia melihat Vero yang duduk di bangku yang ada disana.
"mau ngomong apa?"tanya Vania ketika sampai di depan Vero
"duduk dulu"pinta Vero dan langsung di turuti oleh Vania
"gue nanti pulang sekolah mau tanding basket,jadi gak bisa ngantar Lo pulang"ucap Vero,sembari melihat ke arah wajah cantik Vania
"jadi kalau Lo mau pakai mobil gue pakai aja,nanti gue bisa di antar Fadil"sambung Vero,dan Vania hanya diam mendengarkan ucapan Vero.
Vania lagi lagi merasa aneh entah kenapa setiap Vero izin kepadanya,ada perasaan aneh di hatinya.
"iya gue denger kok,untuk mobil,gue nebeng ke Feli aja,soalnya nanti gue mau kemall bareng mereka,gakpapa kan gue ke mall?"tanya Vania
"sama Axel?"tanya Vero,ada perasaan tak senang saat dirinya bertanya tentang Axel
"enggak,cuma bertiga.axel ada urusan"jawab Vania polos,tanpa memikirkan perasaan Vero yang saat ini terbakar api cemburu
"emang Lo ga ada curiga sama sekali sama Axel?"tanya Vero,dan Vania mengerutkan keningnya bingung mendengar pertanyaan Vero
"curiga kenapa?"tanya Vania,dan Vero langsung menggelengkan kepalanya,ia merutuki kebodohan nya yang tiba tiba bertanya seperti itu.
"gak ada kok,ya udah gue pergi dulu ya,takut ada yang curiga"ucap Vero dan setelah itu ia langsung berdiri karna takut Vania bertanya lagi.
Vania terus memandang kepergian Vero sampai Vero tak terlihat
"aneh"ucap Vania sembari ikut berdiri,dan pergi dari sana
__ADS_1
...****************...
sepulang sekolah Vero langsung ke lapangan sekolah,dan Vania sudah pergi bersama Feli dan serli untuk jalan jalan.
"eh gue laper,kita makan dulu yuk terus cari baju"ucap serli,dan di jawab anggukan oleh Vania dan juga Feli.
"ya udah kita pergi makan dulu dan setelah itu belanja sepuasnya"jawab Feli,dan akhirnya mereka pergi ke restoran yang ada di cafe tersebut.
sampai di restoran tersebut,pandangan Feli tak sengaja melihat ke arah sosok yang dikenalnya.
"Van itu bukanya Axel ya"ucap Feli,dan Vania juga serli langsung melihat ke arah pandangan Feli.
sontak Vania terdiam melihat Axel yang saat ini sedang duduk bersama seorang wanita,ia terkejut ketika Axel mencium pipi wanita tersebut.
Vania marah karna Axel sudah membohonginya,Axel bilang bahwa dirinya akan mengantar mamanya,dan ternya ia saat ini sedang berkencan dengan selingkuhannya.
Vania teringat akan ucapan Vero,tentang dirinya yang tak menaruh curiga pada axel.apakah Vero tahu tentang perselingkuhan Axel pikir Vania.
tanpa membuat waktu Vania langsung menghampiri dua orang yang saat ini sedang bermesraan tersebut.vania langsung mengambil minuman yang ada di depan Axel dan langsung menyiram wajahnya.
sontak Axel terkejut dengan kejadia tersebut,apalagi pelaku yang menyiramnya adalah Vania.
"sa sayang aku bisa jelasin"ucap Axel gugup,dan buka jawaban yang diterima tapi sebuah tamparan mendarat di pipinya.
"brengsek,jadi ini kelakuan kamu di belakang aku,tapi aku bersyukur karna tahu lebih awal kebohongan kamu dan detik ini kita putus"jawab Vania yang sangat marah.
tapi ia sama sekali tak menangis,Vania hanya marah karna telah di bohongi,dan lagi Vania marah pada dirinya sendiri karna tak curiga sama sekali terhadap Axel.
tapi entah kenapa ada perasaan lega saat dirinya mengatakan putus,pikirannya tiba tiba saja langsung mengarah ke vero.ia seperti melepaskan beban yang sudah ia pikul sendirian.
"sa..sayang ini gak"ucap Axel terpotong karna lagi lagi wajahnya menjadi sasaran empuk untuk di siram dan kali ini pelakunya adalah serli dan Feli.
"bacot Lo Axel udah ketahuan selingkuh masih aja cari alasan"ucap Feli geram
"tahu gak tahu malu banget,asal Lo tahu aja Lo bakal menyesal karna menyia nyiakan perempuan cantik kayak Vania apalagi demi perempuan kayak dia"ucap serli sembari melihat ke arah perempuan yang sedari tadi hanya dia.
ia geram karna serlierendahkannya,tapi tak bisa berbuat apa apa.
__ADS_1
"udah yuk pergi,gak usah ladenin pria brengsek ini"ucap Vania dan langsung di setujui oleh serli dan feli.setelah kepergian ketiga wanita tersebut,Axel langsung mengacak acak rambutnya.
ia kesal karna Vania mengetahui perselingkuhan nya.sebenarnya Axel mencintai Vania,hanya saja ia kesal karna setiap kali di ajak keluar Vania selalu saja menolak.