
Alvin terbangun dari tidurnya dan melihat waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi.Saat dia ingin bangkit,ia melihat Ranti sedang nyenyak tertidur.Kemudian dengan sekuat tenaga ia memindahkan Ranti ke kamar.
Setelah menaruh Ranti di kasur,Alvin mendengar suara air dan dia mencoba keluar.Banjir menyelimuti perumahan nya.Lalu ia turun dan mengecek apakah rumahnya masuk air atau tidak.
Saat dia dipintu depan dilihatnya cuma sedikit yang masuk lalu ia mengelapnya dengan kain kering.Kemudian ia berpindah ke pintu belakang dan sama juga dengan pintu depan yang hanya masuk air sedikit.Setelah itu ia kembali ke kamar dan melihat Kiranti yang tertidur lalu mendekatinya.
"Aku beruntung bisa dimiliki kamu."Ujar Alvin mengelus rambut Kiranti lalu ia kembali belajar
"Kamu udah bangun?"Tanya Kiranti dengan suara serak khas bangun tidur
"Iya,udah dari tadi."Jawab Alvin menatap Ranti dan dengan senyuman
"Enggh jam berapa?"Tanya Kiranti membuka matanya
"Jam 9."Jawabku singkat lalu lanjut belajar
"Eh kamu ada denger suara air gak?"Tanya panik
"Ia liat tuh diluar banjir!"Ujar Alvin menunjuk ke luar
"Owh banjir,hah banjir?"Tanya Ranti panik dan langsung ke luar
"Iya,coba liat!"Ujar Alvin lalu lanjut belajar
"Tolong!!"Terima salah saat warga
Alvin terkejut dan langsung keluar lalu membuka bajunya.
"Kamu mau kemana?"Tanya Ranti menarik tangan Alvin
"Liat tuh,ada yang butuh bantuan.Lepasin Ran cepet lepas!"Ujar Alvin
"Kamu gila ya?"Itu airnya deras loh
"Nak tolongin anak saya!!"Ujar seorang wanita paruh baya di bawah sedang khawatir
"Ran,aku harus nolong anaknya."Ujar Alvin
"Gak,aku gak mau jadi janda."Ujar Ranti semakin erat memegang suaminya itu
"Percaya ama aku,aku pasti selamat."Ujar Alvin meyakinkan Kiranti
"Janji ya!"Ujar Kiranti khawatir
"Iya,tuh talinya nanti tolong tarik ya kalau udah aku tarik."Ujar Alvin lalu langsung lompat
Byurrr
Alvin berenang dengan cepatnya mengejar seorang wanita yang seumuran dengannya.
"Pegang tangan aku!"Ujar Alvin lalu wanita itu memegang tangan Alvin lalu Alvin menariknya dan menaruhnya di punggungnya
Kemudian Alvin menarik tali tadi dan Kiranti yang merasa talinya bergerak segera menarik tali itu dengan sekuat tenaga.
"Di-dingin."Ujar wanita itu tepat ditelinga Alvin
"Tahan,kita hampir sampai."Ujar Alvin ditarik oleh Kiranti dan juga Alvin berusaha berenang
Lalu mereka sampai di rumah gadis itu dan segera dibawa ke kamarnya.
"Yaudah buk,saya permisi mau pulang dulu."Ujar Alvin
"Iya nak,terimakasih banyak sudah mau menolong anak ibu."Ujar Ibu itu menangis
"Iya bu,sudah tugas saya sebagai seorang laki-laki."Ujar Alvin lalu pergi dan kembali
Kiranti pun menariknya dengan sekuat tenaga dan Alvin juga ikut memanjat dan akhirnya ia sampai dirumahnya atau tepatnya di lantai atas.
"Ayok masuk,duduk dulu ntar aku ambilin anduk."Ujar Kiranti lalu pergi mengamil anduk
__ADS_1
"Emang enak banget punya istri,biasanya kalau kayak gini aku sendiri.Tapi kali ini dilayani istri."Ujar Alvin senyum-senyum sendiri
"Nih anduk sama baju kamu,ganti tu udah basah."Ujar Kiranti berdiri lagi
"Iya,kamu mau kemana lagi?"Tanya Alvin mengeringkan badannya
"Mau buatin kamu air hangat,jangan lupa ganti baju ya."Ujar Kiranti
"Iya sayang,eh."Ucap Alvin lalu menutup mulutnya
"Apa tadi?coba ulang!"Ujar Kiranti balik badan
"Eh gak ada kok,gak ada."Ujar Alvin gelagapan
"Aduh gue ngomong apaan barusan?"Batin Alvin panik
"Hmm yaudah,aku ke dapur dulu."Ujar Kiranti lalu pergi ke dapur
"Aaaa dipanggil sayang aja udah bahagia,apalagi dia ngatain perasaannya."Batin Kiranti senyum-senyum sendiri
18:00
"Udah maghrib vin,ayo sholat!"Ajak Kiranti pada Alvin yang sedang menonton TV
"Ayo!"Ujar Alvin lalu mereka pergi ke atas untuk wudhu lalu setelah itu sholat berjamaah
Lalu Alvin duduk dan menonton film,di film itu ia melihat seorang suami yang sedang melihat istrinya memasak dan itu persis seperti Alvin.Setelah itu cowok yang di film itu memeluk isterinya.
Alvin kemudian ingin mempraktekannya kepada Kiranti yang sedang memasa.Lalu ia mendekat ke Kiranti dan jaraknya yang sangat dekat membuatnya deg-degan dan karena masih gugup,ia kembali duduk dan memutuskan untuk melakukan itu dihari lain.
Setelah makanannya masak,Kiranti membawa makanannya ke meja dan melihat Alvin yang masih bermain game Mobile Legend.
"Vin,ayo makan dulu!"Ajak Kiranti lalu mengambilkan makanan punya Alvin
"Yess menang,yuhuu akhirnya Mythic."Ujar Alvin lalu mematikan hand phonenya
"Yaudah makan dulu cepet,keburu dingin tu."Ujar Kiranti lalu memakan makanannya
"Iya ini aku mau makan."Ujar Alvin lalu berniat ingin mengambil piring namun makanannya sudah tersedia
Alvin tersenyum dan melihat Kiranti yang sudah memasak dan melayaninya sebagai istri yang baik bagi suami.
__ADS_1
"Beruntungnya aku."Ucap Alvin tak sadar
"Beruntung kenapa?"Tanya Kiranti lalu menatap Alvin
"Beruntung memiliki kamu sebagai istriku."Ujar Alvin masih tak sadar dengan omongannya
"Oooh gitu,oi sadar jangan melamun."Ujar Kiranti menepuk bahu Alvin dan ia tersenyum malu
"Hah?apaan?"Tanya Alvin lalu mengusap wajahnya
"Gak ada apa-apa,yaudah makan cepet!"Ujar Kiranti lalu melanjutkan makannya
"*Gw barusan bilang apaan,dahlah bodo amat yang jelas Ranti gak marah."Batin Alvin lega*
Setelah berniat menaruh piringnya sendiri,Kiranti mengambil piring Alvin dan Alvin cuma bisa menerima perlakuan istrinya itu.
"Kamu gak usah ikut di dapur,kamu kerja aja.Urusan dapur itu urusan ku dan urusanmu menafkahiku."Ujar Kiranti lembut lalu ia tersenyum dan pergi mencuci piring itu
"Kan suami juga boleh bantu istri."Ujar Alvin
"Ya itu yang lain,kalau sama aku beda.Nanti kalau aku butuh bantuan kamu aku pasti bilang."Ujar Kiranti sambil mencuci piring
"Kalau emang gitu yaudah deh."Ujar Alvin bahagia dengan jawaban istrinya itu
"Yaudah aku kamar dulu ya."Ujar Alvin lalu berdiri
"Iya,semangat kerjanya."Ujar Kiranti agak keras
Lalu Alvin pergi dengan perasaan berbunga-bunga dan kini dia tidak tau yang dipikirannya hanya ada Ranti,Ranti,dan Ranti.
Bersambung
Jangan Lupa like,komen,vote,dan follow ya sebanyak-banyaknya.Supaya Author lebih semangat nulisnya.
Terimakasih😊😊
__ADS_1