
Baca jangan setengah-setengah agar hasilnya tidak salah TEBAK".
Seorang gadis lugu yang bernama Leylasamsa Sabrina yang biasa dipanggil Leyla dengan mengambil nama depannya.
Leyla anak yang polos berhati baik suka menolong,dalam tergolong usianya yang masih muda kelas 9 duduk dibangku SMP Leyla tidak jarang menolong teman ataupun orang terdekatnya dengan bantuan sederhananya, namun kali ini Leyla menolong satu jiwa yang tersakiti hatinya.
Leyla terlahir sebagai anak ke 3 dari 5 bersaudara Leyla bukanlah anak yang beruntung karena faktor ekonomi, sejak kecil Leyla ditinggalkan oleh orang tuanya menjadi Tenaga Kerja Indonesia ke Negeri Jiran sana, sebab itu membuatnya mandiri.
__ADS_1
Nasib datang tiba-tiba, Leyla yang dititipkan dengan bibinya, sekolah sambil bekerja membantu bibinya yang berjualan minuman dingin dan nasi bungkus dipinggir jalan yang berdebu dan kering akibat gurun pasir,dingin kabut saat malam hari dan terik panas angin mendesir disiang hari,namun memiliki keindahan saat matahari terbit di dataran kaki Gunung Bromo tempat Leyla berjualan bantu bibinya,namun Leyla bukanlah anak suku Tengger, Leyla dan bibinya hanya mencari rezeki berjualan untuk menyambung hidupnya, mengharapkan tamu wisata berbelanja setiap berkunjung ke Gunung Bromo.
Dataran Gunung Bromo tempat Leyla menjajakan dagangannya.
Mendengar cerita sang kakak Leyla tertarik untuk ikut merantau ke kota mencari pengalaman baru dan keberuntungan,apalagi Leyla melihat wajah kakaknya nampak berbeda setelah tinggal dikota sejak beberapa bulan,kulit kakaknya nampak lebih bersih dari sebelumnya,rambutnya tidak kering lagi,Leyla benar-benar tertarik untuk ikut kakaknya merantau,selebihnya Leyla ingat kata orang tuanya, tidak akan mampu menyekolahkannya karena Leyla masih punya dua adik kecil laki-laki duduk di kelas 1 dan 3 SD yang dititipkan ke saudara orang tuanya yang butuh biaya,tanggungan orang tuanya kian besar hingga rela dengan terpaksa orang tuanya merantau ke Negeri Jiran, Leyla pun tidak sabar akan menunggu hasil pengumuman kelulusannya, besar harapan Leyla berharap berbekal ijazah SMP nya pergi ke kota.
__ADS_1
Dari hari senin hingga jumat Leyla menunggu akhirnya pengumuman tiba,dinyatan Leyla lulus dan impiannya untuk ke kota akan segera tiba.
Seyta kakak ke dua Leyla pun menyanggupi permintaan Leyla ikut merantau dengannya,namun Seyta pergi ke kota terlebih dahulu karena tidak mendapat ijin libur untuk berlama-lama,Leyla yang menunggu kedatangan Seyta sudah bersiap dengan memisahkan pakaian yang dimilikinya dengan tas sekolahnya yang berwarna abu-abu untuk tempat pakaiannya karena hanya tas itu yang Leyla miliki,yang bertujuan jika kakaknya datang untuk menjemputnya Leyla sudah siap untuk pergi, Ijin dari bibinya juga sudah dikantongi Leyla,namun Leyla tidaklah minta ijin dengan orang tuanya karena tidak mungkin mereka bisa bercakap karena jarak yang begitu jauh serta teknologi yang tidak mendukungnya karena faktor ekonominya yang terbilang sangat kurang mampu.
Leyla pun dengan penuh kecemasan menantikan Seyta kakaknya yang berjanji padanya bulan depan tepat di tanggal 10 November akan menjeputnya,namun tanggal 10 November sudah berlalu 3 hari Seyta belum nampak batang hidungnya.
Kesedihan Leyla makin menusuk jiwanya yang dingin. 😔
__ADS_1