Menikah Muda Dengan Suami Yang Bukan Pilihan

Menikah Muda Dengan Suami Yang Bukan Pilihan
Tahun Baru Yang Di Tunggu.


__ADS_3

Tiga hari berlalu sejak pertemuannya itu Leyla penuh rasa kemelut yang mengoyah hatinya setiap malam memandangi langit seolah minta petunjuk,masih berat untuk mengambil keputusan antara menunggu sang kakak atau pergi menjadi baby sister cucu bapak itu,sedangkan bulan November sudah hampir berakhir tahun baru tidak akan lama lagi.


Hari demi hari berlalu,Leyla menjalani harinya dengan kegalauan yang mendalam,semakin dekat akhir Desember semakin berdebar jantung Leyla sedangkan keputusannya belum bulat juga, tahun baru tinggal 2hari lagi,siang terasa hampa malam tak bisa pejamkan mata itulah keadaan Leyla.


Matahari makin condong ke barat menandakan malam akan tiba dan pagi akan mengiringi tahun baru tinggal satu hari lagi,pagi pun datang Leyla ijin pada bibinya pergi ke sebuah warung kecil yang tidak jauh dari tempat tinggalnya untuk membeli sebungkus pembalut,sepintas ia melihat sosok kakaknya di seberang jalan turun dari ojek.Leyla masih belum yakin.


Ternyata itu benar Seyta kakaknya Leyla,..


"Kakak taaaaaaaaaa,........" Panggilnya dengan lantang.


Seyta menoleh mereka sama mendekat dan berpelukan.


"Lama aku menunggumu,kenapa kakak berbohong padaku,....??? Tanya Leyla.

__ADS_1


"Hal buruk terjadi di kota,pada tanggal 10 November orang kota sangat ramai menyambut Hari Pahlawan,jalan macet karena para mantan peteran ikut turun ke jalan yang dikawal oleh puluhan polisi,untuk memperingati dan menghormati Hari para perjuang,maafkan kakak,..." Seyta menjelaskan.


"Lalu kenapa kakak tidak pulang menjemputku ke esokan harinya,...??? Tanya Leyla lagi.


"Kakak berpikir bahwa tahun baru tidak lama lagi jadi kakak memutuskan untuk menjemputmu sekarang,..." jawab Seyta sambil tersenyum sedikit menggoda Leyla adiknya yang terlihat dahinya mengkerut.


Sepanjang jalan mereka mengobrol dan sampai di gubuk bibinya,yang dipanggil bibi Nul,yang memiliki nama lengkap Nulia Rahmi seorang janda tanpa anak ditinggal oleh suaminya meninggal,Bibi Nul berusia 57tahun,sesampai di teras gubuk bibi Nul,Seyta membuka tas punggung abu-abunya dan mengeluarkan 2 bungkus kembang api untuk persiapan menyambut tahun malam baru,Seyta dan Leyla sangat menikmati harinya,mereka berdua pergi membeli sesuatu untuk persiapan makan bersama pada malam tahun baru,dan menemui ke dua adik laki-lakinya yang masih duduk di kelas 1 dan kelas 5 SD yang dititip di rumah saudara ayahnya yang tidak jauh dari bibinya untuk mengajaknya merayakan tahun baru bersama.


Hari mulai senja, musik penduduk mulai bersahutan seolah tak ada yang bersedih pada hari itu,semua orang berbahagia ada yang bernyanyi dan meniru artis idola mereka sampai seorang nenek yang berkursi roda ikut menggeleng-gelengkan kepala😊.


Sang mentari menyapa dengan warna suka cita dilangit ujung bawah timur menyambut pagi tanggal 1 Januari pergantian tahun,meski tahun telah berganti pekerjaan Leyla dan bibi Nul masih tetap sama,berangkat pergi bersama bibi Nul yang di ikuti kakak ke duanya untuk berjualan minuman dingin dan nasi bungkus yang mereka ambil dari seseorang, ia tak seperti anak yang beruntung bisa menikmati tahun barunya dengan suka cita,melainkan harus berjualan mengikuti kesempatan pada tahun baru,banyak kunjungan turis dari turis kota hingga manca Negara yang datang.Leyla dan bibinya bangun pagi-pagi itulah rutinitasnya,pukul 7.00 mereka sudah tiba ditempatnya berjualan yang kali ini di barengi oleh kakaknya Seyta.


Setibanya ditempat dengan biasa mereka merapikan dagangannya diatas meja kecil yang mereka bawa,mataharipun menyambut pagi terbit dengan indahnya,dalam kesibukan mereka merapikan barang, Leyla pun kaget dengan sontaknya pada bayangan di depannya.

__ADS_1


Rupanya benar sang bapak yang di jumpainya di tempat yang sama datang kembali untuk berlibur tahun baru dengan sang anak cucu dan menantunya, namun tidak dengan istrinya karena istrinya telah meninggalkannya ke alam sana terlebih dulu karena sakit kanker ganas yang di deritanya.


Oetttttt kodok gomesss.....kau !!!!


uhhh ma,....ma,...maa..af Pak Ko Huan,...saaiaaya kaaaget !!! 🙏kata Leyla dengan gugup.


Hahahha,... Sudah saya duga!!! Kata sang bapak Ko Huan.


Mereka saling berkenalan,bibinya,kakaknya Leyla dan anak serta memantu bapak Ko Huan.Dalam obrolan mereka tentu saja bapak Ko Huan memperkenalkan cucunya yang belum memiliki baby sister sesuai yang di inginkan,jelas bapak Ko Huan menginginkan Leyla untuk mengasuh cucunya sebagai baby sisternya dan mereka mengobrol panjang kali lebar,datar kali tinggi setinggi harapan bapak Ko Huan mengajak Leyla ke kota setinggi puncak Gunung Bromo yang tandus berpasir,...😊



Tinggi tangga Gunung Bromo setinggi harapan bapak Ko Huan😊

__ADS_1


Hari pertemuan keluarga bapak Ko Huan dan keluarga Leyla telah berlarut sore dan mereka pun berpisah,bapak Ko Huan pergi ke penginapan yang ada di dataran Gunung Suku Tengger,sementara Leyla kembali ke gubuk bibi Nul tempatnya ia di titipkan oleh orang tuanya.


__ADS_2