
Seminggu kemudian Leyla berjumpa seorang bapak yang nampak kelelahan selesai menunggang kuda digurun pasir Bromo yang bisa dibilang masih pagi dan membeli minuman padanya.Karena nominal uang bapak tersebut besar Leyla pun tidak memiliki kembalian,hari masih pagi pukul 10.06 WIB bapak itulah yang pertama berbelanja pada Leyla,mereka kebingungan nampaknya si bapak tersebut tidak membawa uang kecil dan minuman sudah terlanjur diteguknya,keadaan mengharuskan bapak itu berdiam sembari menunggu pembeli berikutnya berharap ada yang membayar dengan uang kecil agar bapak tersebut mendapat kembalian.Semenit dua menit menunggu diam terasa kaku lalu bapak itu pun sedikit basa basi dengan Leyla.
Leyla ditanya,
Naak.....sudah kelas berapa ??
Leyla tersenyum menjawab,
"Saya hanya lulus SMP dan tidak berlanjut sekolah".
Obrolan mereka pun berlanjut sampai -+22 menit berlalu tentu saja mereka sudah saling berkenalan nama panggilan dan mengobrol ringan,bapak itu menyebutkan nama panggilanya adalah Ko Huan,hingga percakapan mereka dipotong oleh pembeli yang datang untuk membeli nasi bungkus dan minuman pada Leyla,Uang kecilpun didapatkan olehnya,segeralah Leyla mengembalikan kembaliannya pada bapak Ko Huan.
__ADS_1
Namun apa yang terjadi,kembalian tersebut ditolak oleh bapak Ko Huan,bapak itu mulai tumbuh rasa iba dengan Leyla setelah beberapa menit mereka mengobrol. Tidak pergi begitu saja bapak Ko Huan masih memaksa agar Leyla mau mengambil kembaliannya yang sempat ditolaknya.
Leyla pun mengucap dan langsung menyebut panggilan dengan lugunya.
" Terima kasih banyak atas kebaikanmu bapak Ko,semoga bapak diberikan kesehatan dan rejeki yang melimpah".
"Tidak usah repot-repot berdoa karena saya tidak bermaksud membeli Doa mu naak..."
Leyla pun hanya senyum kering sembilu bingung,pada akhirnya Leyla memiliki jawaban yang melintas di kepalanya lalu ia pun mengatakan,...
"Saya memang berniat untuk pergi ke kota namun saya sudah memiliki janji dengan kakak perempuan saya,saya akan menunggu kakak saya karena saya tidak mau mengecewakannya nanti,mohon maaf untuk itu saya belum berani memutuskannya sendiri"
__ADS_1
Kebetulan sang bibi tidak ada saat itu,bapak Ko Huan pun mengangguk sambil berkata,...
"iya naak Leyla saya paham,boleh dipikirkan terlebih dahulu saya juga tidak memaksa,..
Mungkin tahun baru saya akan kemari lagi untuk bermain dengan cucu saya menikmati keindahan matahari terbit". Kata bapak Ko Huan dengan halus.
"Leyla hanya menunduk mendengarkan saja apa yang diucapkan bapak Ko Huan".
Keindahan Matahari terbit Gunung Bromo.
__ADS_1