Menikah Muda Dengan Suami Yang Bukan Pilihan

Menikah Muda Dengan Suami Yang Bukan Pilihan
Jadi Rebutan Tukang Ojek


__ADS_3

Setiba di gubuk bibi Nul yang seorang janda,gubuk tak berlampu,hanya mengandalkan lampu sentir terbuat dari kaleng bekas,benang dari kapas yang digiling dan minyak tanah sebagai bahan bakarnya.Leyla duduk dengan bibi dan kakaknya sambil membuat kopi jahe penghangat tubuhnya,kopi hitam yang berampas serta jahe yang ditumbuk dan direbus dalam satu panci,setelah mendidih dituangkan airnya dalam gelas tanpa mengikutkan ampasnya,begitulah cara mereka membuat hidangan kopi,meneguk kopi jahe hangat sambil bercerita tentang bapak Ko Huan,dan segala kebingungannya atas ajakan bapak Ko Huan.


Setelah larut malam mereka pun masih bercerita tentang persoalan yang sama,namun Leyla tetap tidak mendapat keputusan yang tepat dari bibi Nul dan kakaknya mereka berdua menyerahkan semuanya kepada Leyla.


Suasana makin hening,kakak dan bibinya sudah tertidur,Di gubuk yang beralaskan tanah,tempat tidur beralas papan,kamar tidurnya menyerupai bentuk kapsul saking sempitnya, Leyla merasa dingin makin menusuk hati dan jiwanya dalam keraguan.Leyla pun mengambil kayu bakar yang ada di dekatnya,lalu menyalakan api di tungku milik bibinya dalam satu ruangan,..


Leyla berdoa dalam hatinya" Oh Tuhan berilah petunjukmu dalam kehangatan cahaya apimu malam ini,..."๐Ÿ™


Beberapa menit Leyla memutuskan itulah yang ada dalam pikirannya,bahwa Leyla akan ikut ke kota dengan kakaknya Seyta,Leyla lebih percaya dengan saudaranya sendiri kebanding bapak Ko Huan yang baik tetapi orang lain baginya.


Malam itu keputusannya sudah bulat,Leyla melangkah menuju tempat tidurnya,sementara besok paginya akan tiba tanggal 2 Januari ,masa berlibur kakaknya akan usai,Leyla kembali tidak bisa tidur memikirkan akan seperti apa perjalanannya ke kota dengan kakaknya yang baru pertama kalinya naik bus,...bola matanya berkedip ke kiri ke kanan,seperti penari Bali diatas panggung namun Leyla diatas tempat tidur kapsul yang tidak mengantuk sama sekali,...๐Ÿ™„


"Kuk,kuk,..kuk,..kukuruyuuuuuuk,....x 7...suara ayam mengalun sampai 7 kali dengan saling bersahutan,...."


Bertanda mentari pagi tanggal 2 Januari akan segera terbit,semalam suntuk Leyla tak tertidur,Leyla pun bangun dari tempat tidurnya dan membangunkan kakaknya untuk berkemas hendak berangkat ke kota.


"Kak taa,kak ta, bangun kak,udah pagi,...kak taaa,,bangun,..!!! Leyla membangunkan kakaknya yang beda tempat tidur.


Masih bermalas-malasan Seyta memaksa matanya berkedip,seolah mimpi dibangunkan.


Mendengar suara yang berisik,bibinya pun ikut bangun,mereka bersiap bersama,bibi Nul menyiapkan sarapannya,dengan segelas beras yang direbus di atas tungku kayu bakar sampai menjadi bubur dengan sedikit taburan garam.Hanya itu sarapan mereka kesehariannya.


Pakaian mereka sudah beres dalam tas,sarapan juga sudah,...cuci muka menggosok gigi ganti pakaian hanya itu yang dilakukannya mereka tidak pernah mandi pagi karena tidak sanggup dengan dinginnya yang berkabut menusuk tulang.Sebelum pergi mereka berdoa,dan salim pada bibinya,bibi Nul pun membekali ke 2 ponakannya tersebut dengan pesan halus penuh makna lalu mencium dahi keponakannya dengan rasa sayang bercampur sedih penuh harapan baik,bibi Nul menyodorkan uang sangu pada Leyla,enggan Leyla menerima uang dari bibi Nul bukan karena Leyla tidak suka tapi Leyla mengerti keadaan bibinya. Leyla masih punya uang sangu pemberian dari Bapak Ko Huan yang di simpannya.

__ADS_1


Leyla dan kakaknya harus berjalan kaki sejauh sekitar 0,25km menuju pangkalan ojek,mereka harus menaiki ojek menuju terminal bus, jadi mereka berangkat masih sangat pagi agar mendapat keberangkatan bus pertama,...tentu saja tukang ojek pangkalan berebutan melihat 2 gadis ayu calon penumpang yang lumayan jauh,semakin jauh perjalanan semakin besar pula ongkosnya,semakin jauh menumpang semakin lama boncengnya,...bonceng gadis ayu,..kali aja dikira kenalan baru๐Ÿ˜Š-v


Merasa jadi rebutan,Seyta memutuskan cepat untuk menujuk 2 tukang ojek,dipilihlah tukang ojek yang paling tua diantara mereka,dengan maksud,yang tua meski lamban tapi sopan,...ongkos bisa ditawar,..๐Ÿ˜Štukang ojek muda kalah besar,...karena pilihan Seyta tidak pernah nyasar,...


Naiklah Seyta dan Leyla dengan ojek yang berbeda.Tukang ojek yang muda lainnya merasa sedikit kecewa menyaksikan pilihan 2 gadis ayu, Ehhhh,...si bibi Nul datang dengan ngos-ngosan,....


"Naaakkk...Taaaa,....Laaaaa,....


"Taaaa,....Laaaa,....dengan lantang memanggil dua keponakannya.


Leyla dan Seyta kaget, turun dari ojeknya,...


"ada apa bi,..??? Tanya mereka berbarengan.


Senyum tukang ojek tak tertahankan akhirnya tukang ojek tertawa,...๐Ÿ˜†rasa kecewa mereka tidak dipilih oleh Seyta dan Leyla pun tidak ada artinya lagi.


Leyla dan Seyta terdiam sejenak,sambil menahan malu Leyla berbisik pada bibi Nul,


Bibi,..!!! Ih bibi malu-maluin,....mana...?


Sambil mengambil bungkusan plastik berwarna usang yang berisi pakaian dalamnya,Leyla menaruhnya di tas kecil berwarna kecoklatan yang menyerupai dompet,tempatnya menaruh pembalut,karena tas utama Leyla sudah penuh tas kecil kecoklatan yang menyerupai dompet itu di genggam sepanjang perjalanannya.


Dalam hatinya Leyla,"syukurrr dibawain kalau tidak nanti pakai apa". Tapi kenapa bibi Nul ngomongnya keras-keras,ihh gak bisa jaga perasaan...".

__ADS_1


Bibi Nul kembali mengingatkan,..


"Hati-hati naaakk,...ingat pesan bibi.


Mata bibi Nul berkaca-kaca menahan rasa antara sedih dan bahagia melihat keponakannya akan menjemput keberuntungannya di kota.


"Ya bi,bibi baik-baik dan sehat-sehat ya bi,..." kata Leyla menjawab bibinya.


Mendengar ucapan ponakannya,bibi Nul keluar air mata tanpa nada,bibi Nul segera menghapusnya.


Mereka kembali bersalim dan pamitan,..bibi Nul merunduk menyaksikan kepergian ke 2 keponakannya.


Seyta dan Leyla sudah berangkat menaiki ojek pilihannya,bibi Nul kembali pulang dengan mata berkaca-kaca sambil merunduk seoalah ia tak perduli arah kakinya karena pikirannya melayang akan kepergian 2 keponakannya.


Di perjalanan menumpangi ojek,Leyla berpikir,seperti apa kota itu,bayangannya terus memutar di kepalanya seolah-olah kota itu penuh dengan orang-orang kaya.


Bibi Nul telah sampai di gubuknya,bibi Nul duduk termenung dan menikmati air matanya mengalir di pipi keriputnya yang ia tahan sejak di pangkalan ojek.Setelah kurang dari satu jam bibi Nul melamun,bibi Nul pun teringat dengan kewajibannya dan bergegas mengemas barang yang akan di bawanya serta meja kecil miliknya,terburu-buru bibi Nul ketempat ia mengambil barang dagangannya meski sudah terlambat dari biasanya,dagangan bibi Nul seperti biasa minuman dingin nasi bungkus dan ada beberapa kacang makanan ringan sebagai pelengkapnya.Semua dagangannya itu milik orang lain ia hanya menerima upah dari hasil penjualannya.


Sesampai di tempat berjualan,bibi Nul di jumpai oleh bapak Ko Huan yang dari tadinya sudah menanti,tentu saja bapak Ko Huan menanyakan soal Leyla,mereka mengobrol dan bibi Nul menceritakan keputusan Leyla,bapak Ko Huan pun menerima keputusan Leyla yang menolak ajakannya sebagai baby sister cucunya dengan iklas seiklasnya.Itulah pertemuan bapak Ko Huan yang terakhir kalinya dengan bibi Nul untuk berbagi cerita dan pertemuan Leyla dan bapak Ko Huan pun telah berakhir.


Nah,pertemuan Leyla dan bapak Ko Huan sudah berakhir...


Kira-kira dengan siapa Leyla akan menikah....???

__ADS_1


Ikuti terus kelanjutannya iyah...๐Ÿ˜Š


__ADS_2