
Leyla dan Seyta dipersilahkan untuk istirahat,masuk dirumah boss,Leyla lagi-lagi merasa kagum,baru pertama kali Leyla merasakan tahu rasanya lantai licin,pot bunga yang indah,Leyla terkesima dengan ikan yang berwarna warni berenang di dalam kaca bergelembung,"waaahhhh,...indaaahnya,..." spontan Leyla berkata.
Leyla tidak beristirahat meski semalaman tidak tidur,Leyla betah keliling melihat-lihat rumah boss barunya itu.Leyla sangat senang atas pengalamannya menemukan sesuatu yang jauh dari bayangannya serba mewah.Sebelumnya Leyla tidak pernah melihat hal mewah yang nampak di depan matanya.Sangat jauh berbeda tempat tidur kamar kapsul milik bibi Nul yang biasa di tempati oleh Leyla,hati Leyla mengembang,matanya berbinar bahwa nanti malam akan tidur di atas kasur empuk,namun geraknya kian terbatas karena belum terbiasa.Punya rasa takut untuk menyentuh sesuatu di rumah itu.
Seyta kakaknya juga merasakan hal yang sama sebelumnya,bahkan masuk ke kamar mandipun tidak mengerti untuk menggunakan peralatan kamar mandi,seperti menyalakan air panas,memencet tempat tissue dan lain-lain.Namun Leyla kali ini bertanya pada kakaknya cara menggunakannya.
Malam itu,Leyla susah tidur beradaptasi di tempat baru,begadang lagi,berbaring ke kiri ke kanan sesekali mengganggu kakaknya yang satu kamar dengannya,Leyla merasa aman disamping kakaknya lalu berusaha memejamkan mata mengosongkan pikiran,hingga terlupa dan akhirnya tertidur.
Hari demi hari Leyla terbiasa,bekerja dengan teman-teman baru yang baik,sesekali di ajak keluar ikut teman dan kakaknya sekedar nonton bioskop,makan malam dipinggiran kota,berjalan kaki nonton pameran pasar malam dan lain-lain.Leyla betah di kota dengan pengalamannya,sudah tahu makanan instan,makanan kaleng,peralatan rumah otomatis dan lain sebagainya.Leyla sangat menikmati harinya,...
PRIA BERMATA SIPIT.
Hingga suatu ketika Leyla dan temannya tidak tertinggal juga kakaknya pergi ke bioskop yang kesekian kalinya,tanpa sengaja Leyla duduk bersebelahan dengan seorang pria muda 2 tahun lebih tua darinya.Pria bermata sipit berkulit bersih itu menatap Leyla di dalam remangnya lampu bioskop,pria itu menyodorkan tangannya memperkenalkan dirinya kepada Leyla.
Hai,..
Hai,..juga...
Aku Sou Hoen,...🤝 aku Leyla.
__ADS_1
Mmmm,...Lala,...??
Bukan,...Leyla,...L e y l a.
Oh Leyla, nama yang cantik.
Ihh...bisa aja..🙈 makasih,...
Sou: Kamu mau,...ambil aja kalau mau..( menawarkan popcorn rasa vanila keju)
Leyla: Oh tidak,terima kasih..
Sou: Serius nih gak mau,..apa aku suapin...
Sou: Ya udah dech, kalau gak mau, aku kasih tante yang disebelah nich...ntr kamu nyesel...( sambil godain Leyla)
Leyla: Leyla senyum malu tersipu
Dan akhirnya popcorn ditaruh dipangkuan Leyla.
__ADS_1
Dengan rasa malu Leyla memakan sedikit popcorn pemberian Sou Hoen.
Sou: Tuh enak kan,pemberian dari aku.
Leyla: Ihh kamu tuh,..
Leyla dan Sou Hoen saling bertatap-tatapan saling lempar senyum.
Dag dig dug serrrr,....naik darah dinginnya Leyla baru pertama kalinya ada pria menatapnya penuh pesona,lampu hijau dari hatinya Leyla memberi respon, bahwa artinya perkenalannya akan melaju....
Lampu semakin redup,film mulai di tayangkan. Tiba-tiba tangan Leyla di genggam oleh Sou Hoen,ciehhh,...mereka bertatapan lagi.
Film seolah hanya pelengkap saja,Leyla di godain oleh kakak dan teman-temannya,...
Cie,...cie..ehem's
Leyla: ih apaan sich..
Tangannya pun terlepas.
__ADS_1
Sou dan Leyla mengobrol tentang alamat tempatnya bekerja,Sou pun bercerita ia bekerja sebagai seles disuatu perusahaan.
Obrolan mereka semakin nyaman tanpa terasa film telah usai,penonton beramai-ramai untuk keluar ruangan,Leyla dan Sou berpamitan dan sambil menatap penuh makna itulah cinta pertama Leyla.