
Beberapa hari kemudian Sou menyambangi tempat Leyla bekerja,Sou membawa sekotak donnut coklat untuk Leyla,setibanya Sou di depan warung,Sou memarkirkan motornya tepat di dedan warung tempat Leyla bekerja.
Sou bercermin di spion motornya,menyingsingkan bajunya,merapikan rambutnya.Sou mengambil donnut dan melangkah pelan menuju masuk ke warung makan itu.Sou tak melihat Leyla sama sekali perasaannya sudah tak menentu"bener gak ya ini tempatnya" pikir Sou Hoen.
Keadaan warung lumayan ramai kursi hampir penuh hingga Sou harus memutar mencari tempat duduk.Sou menemukan tempat duduk paling pojok kanan dan itu pun masih ada piring bekas orang lain di depannya,mau tak mau karena tak ada pilihan.Sou masih memegang kotak donnutnya karena nyaris tak ada tempat menaruhnya.
__ADS_1
Sou dihampiri oleh Seyta kakaknya Leyla.
"Makan apa mass ? tanya Seyta dengan sopan."Campur saja" jawab Sou sambil berpikir" sepertinya ini benar orang yang di jumpainya malam itu di bioskop.Seyta bertanya lagi "Minum apa masss ??? Seyta tak menyadari sedikitpun bahwa itu adalah kenalan adiknya di bioskop beberapa hari lalu.Sou terdiam terus berpikir melihat Seyta namun enggan untuk bertanya."saya minum es jeruk saja" kata Sou sambil menatap Seyta lagi.
Seyta pergi "kok dia natap gue segitunya sih,...aneh !!! pikir Seyta.Sou Hoen melirik-lirik ke dalam warung,Sou Hoen dihampiri oleh teman Leyla untuk membersihkan piring yang ada di meja Sou.Teman Leyla tersadar nyasar "ini orang sepertinya kenal,siapa ya" dalam pikirannya terus memutar. Sou pun mikir "ini dah benar teman Leyla yang godain gue kala itu.
__ADS_1
"Silahkan,...! nasi campur datang dan es jeruk pesanannya yang dibawakan Seyta,teman Seyta bertanya padanya sambil berjalan ke dalam, Sey,...itu sepertinya aku kenal deh,tapi entahlah dimana,kamu kenal gak Sey..? tanya Rani teman Seyta.Seyta mulai berpikir "iya juga yaa,lupa aku" jawab Seyta.
Sou Hoen memakan nasinya nyaris tanpa rasa,dia sangat yakin warung ini benar tempat Leyla bekerja,namun kenapa tidak melihat Leyla sama sekali.Sou tak menikmati makan siangnya bahkan Sou tak tahu apa lauk yang di makannya.Sekian menit sambil berpikir nasi pun habis,es jeruk tinggal es batunya saja yang sudah meleleh mencair.Sou masih tetap duduk menunggu Leyla lewat di sampingnya.Teman Leyla datang bertanya,mas sudah selesai ? "sudah"jawab Sou Hoen.Teman Leyla membersihkan mejanya.Sou merasa tak enak.
Dengan berat hati Sou bertanya "mbak disini ada yang bekerja bernama Leylasamsa Sabrina yang dipanggil Leyla,..??? "oh ada ada,..oh kamu yang ketemu malam itu ya ?? Sou mengangguk. Walahh kenapa gak ngomong dari tadi ?? Sou tersenyum. Rani memanggil Leyla, "Laaa,...ada yang nyariin nooohh,...!! Leyla keluar dari dapur dan melihat Sou,mata Leyla terpancar kaget. Oh! hanya kata itu yang keluar dari bibir Leyla.
__ADS_1
Sou tersenyum,dan berkata "Leyla tak lama waktu aku mengenalmu,aku akui aku tak pandai menepis rasa,hingga rasa sayang ini jadi milikmu,tak seorang pun bisa memiliki rasaku ini,hanyalah kau seorang.Aku mencintaimu Leyla. Sou menyodorkan donnut ke tangan Leyla, Cintaku rasa coklat yang melumuri donnut ini,jika kau menerima kotak ini artinya kau menerima cinta coklatku.Coklat lambang cinta no 1 "Sou meyakinkan Leyla sambil membungkuk di depan Leyla.