
Seorang gadis yang cantik, duduk diranjang sambil membaca sesuatu. Di kedua tangannya ada sebuah lembaran kertas berwarna jingga. Disudut kamarnya mengalun lagu "sendiri-nya-kotak" dari Dream Band.
Astrantia Ivy, begitu nama gadis itu, menggumam "Senin sampai Kamis pake atasan dan bawahan item, khusus pria memakai jas. Jum'at bebas, Sabtu dan Minggu libur."
Ivy menggeleng-geleng. Retacle Senior High School emang anej. Peraturannya aneh bin ajaib, tapi rada bangga juga si Ivy masuk ke Retacle Senior High School, meski cuman masuk gara-gara beasiswa tapi Ivy udah bersyukur banget.
"Catatan : Dilarang mengganggu 'siswa yang mempunyai dana'!"
Ivy mengernyitkan kening.
"Apaan, nih the maksud? Tapi, gue kudu tahan, gue kan ke Jakarta nyari seseorang, jadi gue harus adepin segala halangan yang bakalan merintangi jalan gue nemuin dia!" kata Ivy mantap.
Ivy berdiri di depan Retacle Senior High School sambil melong. Gedenya Retacle Senior High School ngalah-ngalahin Stadion Gelora Bung Karno, kayaknya emang pantes banget dinobatin jadi sekolah paling keren yang ada di Indonesia.
Ivy berjalan menuju kelasnya, dengan pelan Ivy mengetuk pintu,"tok.... tok... tok"
Pak Harry, Wali kelas 2-3, setengah jengkel begitu Ivy memasuki kelas, kelas yang tadinya begitu ramai, langsung senyap.
"Masuk"
Ivy masuk dengan ragu-ragu.
"Anak-anak, hari ini kita kedatangan teman baru dari Malang. Dia pindah ke sekolah kia karena beasiswa!"
Ivy kaget, kayaknya ada penekanan khusus pada kata "....pindah ke sekolah kita karena beasiswa!"
Siswa-siswi lain langsung bergemuruh.
Ivy memandang sekeliling. Ya, ampun, gue pasti kebanting abis ma penampilan anak-anak disini, batin Ivy.
Pakaian siswa RSHG, pasti rancangan desainer terkenal, atau paling nggak yah, beli di butik. Ivy minder abizzz.
__ADS_1
eemua anaknya pake laptop, Ivy pake buku.
"Kamu, duduk di pojok belakang!" Pak Harry menunjuk bangku di paling belakang, di belakang seorang cowok berkaca mata.
Ivy berjalan dengan pelan, tiba-tiba ada kaki yang menghalangi jalan Ivy.
Ivy kehilangan keseimbangan dan......"BRUK!"
Ivy terjatuh.
Anak-anak pada ketawa.
Ivy bangun.
Ivy baru nyadar kalo tadi cowok yang rambutnya metal njegal dia. Ivy marah.
"PLAK!"
"Lo pikir, lo siapa bisa njegal gue? NI skul punya moyang lo?"
Tawa kelas 2-3 seketika lenyap.
Ivy berjalan ke bangkunya dan mulai mengikuti pelajaran.
Istirahat pertama, Ivy hanya duduk-duduk di kelas.
Dia ngakak sendirian baca poor prince yang ter baru. Di ujung pintu, Gwen dan gengnya datang menghampiri Ivy.
"JEBRAK!"
Meja Ivy dipukul dengan super keras oleh Gwen.
__ADS_1
"Kenapa lo?" tanya Ivy
" Apa maksud lo, lo nampar cowok gue?" kara Gwen penuh emosi.
Senyum Ivy punah.
"Ooooo.... jadi cowok kurang ajar yang bikin gue jatuh itu cowok lo?" kata Ivy
"Apa lo bilang? Cowok kurang ajar?"
Ivy mengangguk.
"Lo ngaca dong! Lo masuk disini tuh cuman karena beasiswa tau! Asal lo tau, lo tuh sekarang ada di lingkungan orang-orang mewah, jadi lo gak usah berlagak deh, dan sampah katak lo, pasti nggak bakalan lama bertahan disini!"
Ivy ngamuk,"Gue emang sampah, tapi lo inget, gue bisa buktiin kalo gue bisa takluin ni sekolahan," kata Ivy sambil ikut-ikutan berdiri.
"Lo liat aja nanti!"
Gwen dan gerombolannya pergi.
Ivu duduk lagi lalu meneruskan baca komiknya.
"Halo....cewek!"
Ivy menoleh, agak kaget jugaa dia. Seorang cowok lumayan manis nangkring di jendela sambil senyum.
"Halo juga!" kata Ivy
"Anak baru, yah?"
"He'eh!"
__ADS_1
"Bentar yah, gue dipanggil temen gue nih!Daaa...."