
Dari semenjak pulang sekolah tadi keisya membaringkan tubuhnya di kasur kingsize miliknya,bahkan seragamnya pun masih lengkap melekat di tubuhnya.
"Kei"panggil diana dari luar kamar keisya.
"Masuk mah gak di kunci"jawab keisya.
Diana pun masuk kedalam kamar anak bungsunya itu.
Keisya menegakkan tubuhnya dan duduk di sisi kasur"Ada apa mah?"
"Ko kamu belum mandi kei,inikan udah jam lima,pasti belum solat juga ya?"
Keisya menggeleng pelan.
"Yaudah kamu mandi dulu sana,abis itu langsung solat."
"Iya ma"keisya mengagguk patuh,dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Kalau udah kelar solat,langsung kebawah"ucap diana lagi.
"Iya"
Diana pun keluar dari kamar keisya.
Setelah mandi dan solat,keisya langsung turun menghampiri mamahnya di bawah.
Keisya mengedarkan pandangannya,ia melihat sean yang sedang memainkan handponenya,dan mamahnya yang sedang nonton televisi.
"Gimana kei jadi anak baru?"tanya sean.
Keisya duduk di samping sean.
"Ya gitu,sama aja"
"Tadi pulang di jemput siapa? atau lo naek angkot?"
"Di anterin kakak kelas"jawab keisya jujur.
"Widih baru jadi anak baru aja,udah ada yang nganterin balik lo de.senior lagi" sean menggoda keisya dan di balas tatapan tajam dari adiknya itu.
Keisya mendengus kesal,"gak jelas lo bang"
Sudah biasa bagi keisya di ledeki oleh sean,dia memang paling bisa membuat wajah keisya memerah kesal karna ulah jail nya.
Umur sean dan keisya hanya berjarak dua tahun,jadi wajar kalau mereka ngobrol bahasanya seperti dengan teman bukan seperti adik dan kakak.bahkan jika keisya kemana-mana dengan sean pun banyak yang mengira mereka itu pacaran,padahal kan adik dan kakak.
"Sean,kei ayo kita makan"ajak diana kepada kedua anaknya.
Mereka langsung menuruti perintah sang mama dan berjalan ke arah meja makan.
"Papah mana mah?"tanya keisya karna tidak melihat papahnya sedari tadi.
"Lagi keluar,ada perlu sama temennya."jawab diana.
Keisya hanya membalas jawabannya mamanya dengan ber'oh'ria.
"Sean abis magrib kamu anterin mamah ke butik ya,dan kamu juga temenin mamah pilih baju-bajunya ya kei"kata diana sambil sibuk menyendoki nasi untuk anak-anaknya.
Sean dan keisya saling menatap satu sama lain.
"Iya mah"jawab sean.
"Mamah sama bang sean aja ya,kei mau ngerjain PR"
"Nggak pokoknya kamu ikut mama juga,PR nya di kerjain abis makan aja supaya kamu nggak ada alesan lagi."
Keisya hanya mengiyakan apa yang di suruh mamahnya,lagian percuma jika ia menolak pasti mamahya akan tetap menyuruhnya ikut.
"Tumben mamah ngajakin ke butik?"ucap keisya dalam hati.
Setelah acara makan dan solat magrib berjama'ah,seperti yang di ucapkan mamahnya tadi,keisya menemaninya pergi ke butik.
💢💢💢
Keisya kini sudah berada di butik untuk menemani mamahnya,sedangkan sean ia menunggu di mobil.sebenarnya keisya sedikit malas mending ia tiduran di rumah.tapi keisya tidak bisa menolak begitu saja kalau mamanya yang meminta.
"Kei liat deh,dress yang ini bagus yah?" Tanya anna,sambil menunjuk dress berwarna peach kepada keisya.
"Iya bagus"
"Kayanya cocok deh buat kamu"ujar diana tersenyum pada keisya.
"Emang dress itu buat siapa?"tanya keisya heran,karna tidak mungkin kalau mamahnya membeli itu untuk dia sendiri karna itu dress remaja.
"Ya buat kamu lah,masa buat mamah,yakali mamah pake dress abg"diana terkekeh.
"Nggak ah mah,dress keisya kan udah banyak di rumah.lagian kei gak terlalu suka sama dress"jawab keisya.
"Udah,pokoknya kamu mamah beliin dress ini"
"Yaudah iya terserah mamah aja"ucap keisya pasrah.
Tiba-tiba diana memanggil keisya lagi,dan keisya langsung menghampiri sang mama.
"Apa lagi mah?"
"Menurut kamu bagusan yang mana kei?"diana menunjuk dua gaun pengantin berwarna biru dan putih.
Kening keisya bergelombang,ngapain mamahnya nanya-nanya gaun pengantin?
"Kei ini bagusan yang mana?"tanya mamahnya lagi.
"Ko mamah nanyain itu si.emangnya siapa yang mau nikahan? buat calonnya bang sean ya mah?"tanya keisya ngasal.
"Ih apasi kamu,ini bukan buat calonnya sean,sean punya calon aja belum"cibir mamahnya.
"Lagian mamah ada-ada aja segala nanyain gaun pengantin,kan kei kira buat calonnya bang sean"keisya terkekeh pelan.
"Kalau buat kamu gimana?"tanya diana,membuat keisya sedikit kaget.
"Ih mamah ngawur,orang keisya masih sekolah dan pengen ngejar cita-cita dulu"
__ADS_1
"Yaudah kamu tinggal jawab ini bagusan yang mana? gitu aja repot"ucap diana.
"Menurut kei sih bagusan yang putih,soalnya lebih cocok kalau buat pernikahan"jawab keisya,karna warna putih memang lebih bagus dan cocok untuk acara pernikahan.
Mamahnya senyum-senyum tidak jelas,pas keisya bilang bagusan yang warna putih.tapi keisya memilih tidak peduli,paling mamahnya senyum-senyum gitu karna hanya pilihannya dan pilihan mamanya sama.
"Udah yu mah,keisya ngantuk"
Diana mengusap lembut kepala keisya"Yaudah kalau kamu ngantuk ke mobil duluan aja,mamah mau bayar dressnya dulu"ujar diana.
"Iya mah"keisya berjalan keluar dari butik.
💢💢💢
Kini keisya sudah siap dengan seragam sekolahnya.seperti biasa sebelum berangkat sekolah keisya sarapan terlebih dahulu bersama papah,mamah,dan kakaknya.
"Kei nanti kamu pulang sekolah langsung pulang ke rumah ya,jangan kemana-mana dulu!"saran perdi-papahnya keisya,sembari menikmati sarapannya.
"Emangnya mau ngapain?"tanya keisya bingung.
"Kamu ikut acara mamah sama papah,kita mau makan malem sama om ridwan dan tante devi."jawab diana.
"Terus kenapa kei juga ikut?"
"Ya apa salahnya kei,kan kamu anak papah sama mamah"jawab perdi.
"Kei mau ikut kalau bang sean juga ikut."rajuk keisya.
"Enggak-enggak gue gak ikut gue ada kuliah,lo aja sana ikut de"tolak sean mentah-mentah.
"Iya kei kakak kamu ada kuliah nanti malem jadi dia gak bisa ikut kita"kata perdi memberi pengertian pada keisya.
"Tapi pah...."
"Udah pokoknya kamu harus ikut,kalau enggak uang jajan kamu di potong selama satu bulan!"ancam diana.
"Ih mamah kok gitu sih!"protes keisya pada mamahnya.
"Kamu nggak akan sendiri ko kei,anaknya om ridwan sama tante devi yang seumuran kamu juga ikut"timpal perdi.
"yaudah iya kei ikut"jawab keisya pasrah,dari pada uang jajannya dipotong satu bulan.
"Nah itu baru anak papah"perdi tersenyum kepada keisya.
"Nanti kamu harus pake dress yang mamah belikan semalam ya kei,kali ini gak ada protes!"ujar diana tegas,membuat keisya hanya bisa memanyunkan bibirnya pasrah.
"Kei ayo buruan udah siang nih nanti lo terlambat"ucap sean mengingatkan
"Iya bang,ayo ini kei udah siap."
Sekarang keisya diantar sekolah memang selalu oleh sean,kalau sean ada kuliah pagi ya keisya diantar papahnya sembari papahnya berangkat ke kantor.dulu saja waktu masih di bekasi iya selalu di antar jemput oleh supir pribadinya tetapi saat keisya pindah ke jakarta supir pribadinya tidak ikut di karnakan ia tidak mau meninggalkan keluarganya disana.
Keisya mencium tangan kedua orang tuanya dan langsung berjalan menuju mobil sean.
💢💢💢
Keisya melangkahkan kakinya di koridor sekolah yang sudah lumayan ramai,keisya masih sedikit kesal kepada mamah dan papahnya yang menyuruhnya ikut di acara mereka nanti malam.keisya malas jika harus ikut acara orang tua yang ujung-ujungnya pasti keisya hanya akan dicuekin oleh mereka.
Keisya menoleh ke orang yang baru saja menyenggol bahunya,dan ternyata dia lagi.
"Kalo jalan bisa santai kan kak!kan tau di sini ada orang,maen tabrak-tabrak aja!"geram keisya.
Nathan tersenyum miring mendengar ocehan gadis itu.
"Yang suruh lo jalan kaya keong gitu siapa? Yang mau masuk ke kelas bukan lo doang kali"ucap nathan cuek.
Amarah keisya makin memuncak,"kan bisa jalannya kepinggir,gak usah nyenggol-nyenggol gitu"
"Kok lo nyolot si! Lo itu Cuman kesenggol dikit udah kaya kebacok aja"ucap nathan datar,dan langsung pergi.
"Terserah" teriak keisya.
Bahkan cewe-cewe yang sedang berjalan di koridor pun melihat ke arah keisya semua,dengan tatapan tajam.mereka langsung berbisik ria membicarakan keisya.
Keisya berpikir kembali,baru saja ia berdebat dengan seorang nathan cuman gara-gara hal sepele seperti itu,bahkan keisya sekarang sudah berani kepada nathan padahal baru kemarin nathan mengantarkannya pulang,keisya sudah lupa saja.ah tidak peduli ia hutang budi atau tidak kepada kakak kelas songong itu.intinya ia tidak mau bersikap so manis lagi di depan seniornya itu.
Keisya langsung bergegas cepat ke kelasnya,sebelum cewe-cewe itu menerkamnya.
Setibanya di kelas,keisya melihat sudah banyak yang datang.ada yang ngerumpi dan ada juga yang sedang menyalin buku lebih tepatnya mencontek PR kemarin yang di berikan bu susi.
Keisya langsung duduk di bangkunya,disebelahnya sudah ada anna yang juga sedang menyontek.
"Kenapa lo?pagi-pagi muka udah kusut gitu?"tanya anna,sambil sibuk berkutat dengan pulpen ditangannya.
"Lagi kesel"
"Kesel kenapa?"tanya anna lagi.
"Kesel sama senior songong itu"jawabnya ketus.
Anna melebarkan matanya,setahu anna satu-satunya orang yang di panggil embel-embel 'songong' oleh keisya hanya nathan.dan apakah keisya badmood begini karna nathan?
"Kak nathan maksud lo? Lo kenapa lagi sama dia?"tanya anna heboh.
"Ah tau ah,intinya gue kesel banget sama tuh orang"
Anna memilih diam.ia takut jika ia bertanya lebih lanjut hanya akan membuat keisya lebih badmood.anna akan tanya lagi nanti jika mood keisya sudah kembali.
"Lo PR matematika udah kei?"anna mulai mengganti topik pembicaraan.
Keisya mengagguk.
Anna nyengir kuda"gue boleh nyontek?"
Keisya membuka resleting tasnya dan memberikan bukunya kepada anna.
"Nih"
"Makasih"cengir anna.
"Iya"
__ADS_1
"Perpus disebelah mana si na?"tanya keisya.
"Di deket kantor,lo mau kesana?"
"Iya nanti pas jam istirahat gue mau kesana"jawab keisya.
"Yah berarti lo gak ngantin dong kei"
"Enggak deh kayanya,gue mau minjem buku aja di perpus.lo ikut gak?"
"Gak ah,mening gue makan di kantin."tolak anna.
"Yaudah"
Untuk menghilangkan rasa bosan sambil menunggu guru datang,keisya meraih buku novel yang sengaja ia bawa dari rumah dan mulai membacanya.
💢💢💢
Keisya hari ini tidak ke kantin,ia lebih memilih ke perpustakaan saja.disana ia bisa membaca novel dan meminjamnya untuk di bawa kerumah.kebetulan novel-novelnya yang di rumah sudah tamat semua jadi ia bosan sekali kalau tidak ada novel.
Keisya sudah mendapatkan buku-buku yang akan ia pinjam. Disaat ia sedang berjinjit ingin mengambil buku di rak atas,ada seseorang yang berdiri tegap di sampingnya dan dengan gampangnya orang itu malah mengambil buku yang akan keisya pinjam.
Keisya menoleh ke orang tersebut,lagi-lagi nathan.
Keisya menatap tajam nathan,"Maaf,tapi itu buku yang mau aku pinjem kak!"cibir keisya kesal.
"Lah emang ada undang-undang nya kalau buku ini cuman boleh di pinjem lo doang?" Tanya nathan enteng.
Sebenarnya nathan sama sekali tidak suka membaca,tapi entah mengapa ia suka saja menjahili gadis yang ada di hadapannya ini.
"Tapi aku dari tadi mau minjem buku itu kak! kan kakak bisa cari yang lain!"kata keisya dengan oktaf suara tinggi.
"suka-suka gue dong mau ambil yang mana,lo aja sana cari yang lain"jawab nathan dengan aura dinginnya.
"kenapa si kak nathan selalu ganggu aku!sehari aja aku gak ketemu kak nathan rasanya hidup aku bakal tenang!"
Nathan mencondongkan wajahnya ke wajah keisya,dan tertawa meremehkan. "Yang gangguin lo siapa? Gue kesini mau minjem buku.jangan kege'eran jadi orang!"
kali ini keisya sudah benar-benar kesal dengan mahkluk tampan ini.keisya melihat nathan tidak memakai sepatu ke sekolah,ia memakai sendal karna kaki sebelah kirinya di perban seperti habis cedera.keisya menyeringai melihatnya.
"Oh gitu,yaudah aku gak jadi pinjem,bukunya buat kak nathan aja"keisya menyeringai iblis,dan menjatuhkan semua buku yang ada ditangannya ke kaki nathan.
"Argghhh"nathan meringis,menahan sakit kakinya yang nyut-nyutan terkena buku-buku.
Nathan memejamkan matanya merasakan buku-buku tersebut menyentuh kakinya dan mengenai luka cedera akibat main bola.nathan menatap keisya penuh amarah.baru kali ini ada gadis yang berani kepadanya.
Keisya membekap mulut dan menahan tawanya,"eh sorry,gak sengaja tapi niat"
Keisya tertawa puas melihat nathan menahan sakit,ia langsung becir meninggalkan nathan begitu saja.
"Rasain"teriak keisya dari kejauhan.
"KEISYA! liat aja nanti.lo tunggu pembalasan gue!"teriak nathan kepada keisya.
💢💢💢
Sekarang keisya sudah pulang sekolah,dengan mood yang buruk keisya menemui mamanya yang sedang menonton televisi di ruang tengah.
"Pulang di anterin kakak kelas lagi kei?"tanya diana,setelah keisya duduk disampingnya.
"Nggak lah mah,orang keisya naik angkot"jawab keisya seadanya.
"Kamu kenapa kok kaya orang kesel gitu?"tanya diana lembut.
"Nggakpapa,cuman lagi kesel aja sama orang"
"Kamu boleh kesel sama orang,tapi gak boleh lama-lama keselnya.gak baik."
"Iya mah"
"Yaudah sana kamu mandi,terus solat ashar,abis itu kita siap-siap buat acara nanti malem"kata diana.
"Iya mah...kei ke kamar dulu"pamit keisya.
"Eh bentar kei,mamah mau ngomong"
"Ngomong apa mah?"
Ekspresi diana berubah menjadi serius,ia menatap keisya lekat-lekat.
"Mamah sama papah udah sepakat buat jodohin kamu sama anaknya om ridwan dan tante devi"
Keisya melotot tak percaya"APA?!"
"Kei kamu gak usah teriak-teriak gitu.dan kita juga udah sepakat buat nikahin kalian bulan ini."ucap diana lagi.
"APA?!"teriak keisya lagi,tentu saja ia begitu kaget mendengar semua ini.
"Kei mamah bilang nggak usah teriak-teriak"ujar diana mulai kesal.
"Tunggu mah,ini kei nggak salah dengerkan?"tanya keisya memastikan.
"Enggak sayang.itu lebih baik,mamah nggak mau kamu salah jalan nantinya mengingat pergaulan zaman sekarang sangat buruk.mungkin dengan kamu menikah akan membuat kamu lebih mandiri nantinya kei.papah kamu sama om ridwan udah sahabatan sejak lama,mereka udah berniat dari dulu buat menjodohkan anak mereka.dan mungkin sekarang adalah waktu yang tepat kei"jelas diana meyakinkan putrinya.
"Tapi mah...keisya masih sekolah,keisya mau ngejar cita-cita keisya dulu"
"Mamah tau kei,tapi walaupun kamu menikah sekarang kamu masih bisa sekolah seperti biasa kei,karna om ridwan adalah anak dari pemilik Sma garuda,berati calon suami kamu nanti adalah cucu dari pemilik sekolah.semuanya akan di rahasiakan kei,gak bakal ada yang tau bahwa kamu sudah menikah.sekalipun memang ketahuan, pihak sekolah tidak akan mengeluarkan kamu karna suami kamu adalah cucu dari pemilik sekolah."diana memberi pengertian kepada keisya.
"Tapi mah tetep aja kei belum siap nikah sekarang,tunggu kei tamat SMA satu taun lagi aja mah,atau nunggu kei tamat kuliah mah.demi apapun kei belum siap kalau harus sekarang"jawab keisya lirih.
"Lebih cepat lebih baik kei,mamah sama papah juga lakuin ini demi kebaikan kamu,demi masa depan kamu juga kei.mamah tau anaknya om ridwan adalah orang yang tepat buat kamu kei,kamu bakal bahagia hidup bersama dia"diana mengusap puncak kepala putrinya dengan sayang.
"Tapi mah...kei kan belum kenal sama anaknya om ridwan itu,gimana kalau keisya nggak suka sama dia?"
Diana terkekeh mendengar ucapan keisya."kamu tenang aja sayang,dia ganteng kok,dan yang pasti anaknya baik.mungkin kalau mamah masih seumuran kamu mamah pasti suka sama dia dan gak bakal nolak kalau di jodohin sama dia"
"Tapi mah...."
"Mamah mohon kei,ini demi kebaikan kamu....kamu mau kan sayang?"mohon diana.
Jujur keisya kaget dengan omongan mamahnya.tapi keisya juga tidak tega melihat mamahnya sampai memohon seperti tadi.keisya pun menghembuskan napasnya kasar sebelum menjawab.
__ADS_1
"Iya kei mau"jawab keisya pasrah.tiga kata itu pun mampu membuat mamanya tersenyum hangat.