
Nathan terus saja menarik tangan keisya,gadis itu terus saja meronta-ronta minta di lepaskan tapi nathan sama sekali tidak mendengarkannya.
" kak lepas tangan aku sakit."keisya terus saja meneriaki nathan supaya melepaskan tangannya yang sudah terasa panas karna nathan terlalu kencang memegang pergelangannya.
Nathan sama sekali tidak memperdulikannya,dan terus saja berjalan.hingga ia berhenti tepat di depan toilet.
"kita ngapain kesini? kakak jangan macem-macem ya!"
Nathan melotot,dan ia langsung melepaskan tangan gadis itu."gak usah kegeeran jadi orang!"
"yaudah kak,terus kakak mau apa bawa aku kesini? dari pada debat gak jelas gini mening aku ke koprasi dulu deh buat ganti baju kakak yang kena tumpahan jus"keisya hendak pergi tapi tangannya di tahan oleh nathan.
"Emang gue nyuruh lo beli baju?"ucapnya dingin.
"Lah itu kan seragam kakak kotor kena jus,ya aku mau ganti yang baru buat kakak"
Nathan tertawa meremehkan"Emang duit lo cukup buat beli seragam buat gue? Gak yakin gue lo bisa beliin yang baru"
Keisya berpikir sejenak.benar juga apa kata nathan ia hanya di bekali uang 50 ribu oleh orang tuanya.dan itu pasti tidak akan cukup,mengingat ini adalah sekolahan elite dan pasti harga seragam pun mahal.
"terus aku harus gimana kak?"keisya menunduk memainkan ujung roknya.
Nathan masuk kedalam toilet dan tidak lama dari itu ia keluar dengan membawa sebuah tissue di tangannya.lalu ia menyodorkannya kepada keisya.
"Buat apa?"tanyanya polos.
"bersihin pake ini"jawab nathan sedatar mungkin.
Keisya menghembuskan nafasnya lega.ia pikir nathan tidak mau jika seragamnya hanya dibersihkan saja,tapi ternyata nathan masih berbaik hati kepadanya.dan setelah ini keisya tidak akan mencari masalah lagi dengan seorang nathan.
"Cepet bersihin sebelum gue berubah pikiran"
Dengan cepat ia langsung menyambar tissue yang ada ditangan nathan,dan langsung membersihkan seragam cowo itu.
Tak sengaja nathan menatap mimik wajah keisya disaat ia membersihakn seragamnya,entah kenapa jantung nathan berpacu lebih cepat saat gadis itu berdekatan dengannya.padahal ia tidak mengenal sama sekali gadis ini tapi mengapa jantungnya tidak bisa dikondisikan.
"Udah kak"
"Oke,lumayan bersih"nathan melihat seragamnya yang memang sudah bersih.
"Ini kak uang buat ganti jus nya,sekali lagi aku minta maaf ya ka.aku pamit ke kelas dulu"keisya menyodorkan uang dua puluhan,dan langsung pergi dari hadapan nathan.
Nathan hanya diam memperhatikan gadis itu yang mulai menjauh dari pandangannya.
💢💢💢
Keisya berjalan terburu-buru karna memang jarak toilet dan kelasnya cukup jauh,jadi ia harus cepat-cepat sampai ke kelasnya sebelum bel masuk berbunyi.
"Kei"
Gadis itu nenoleh kepada orang yang memanggil namanya dan ternyata itu adalah anna.
"Eh na,baru gue mau ke kelas"keisya tersenyum.
Anna menghiraukan ucapan keisya,yang ada dipikirannya kali ini adalah hubungan nathan dan keisya itu sebenarnya apa? Kenapa tadi nathan membawa keisya ? Dan kemana tadi nathan membawa keisya? Ah pokoknya kali ini keisya hutang penjelasan kepada anna.
"Yaudah ayo ke kelas,sebelum lo jadi buruan kakak kelas atau anak seangkatan"ucap anna seraya menarik tangan keisya.
Keisya mengangguk pelan walaupun dia tidak mengerti apa yang di ucapkan anna barusan.
Sekarang keisya dan anna sudah berada di dalam kelas,dan anna langsung menyuruh keisya untuk duduk di kursinya.
"Ada yang perlu gue bicarain sama lo kei"ucap anna serius.
"Apa?"jawab keisya.
"Lo tadi kemana sama kak nathan,terus hubungan lo apa sama kak nathan? seantreo sekolah geger gara-gara lo"
Keisya menghembuskan napasnya panjang, keitka ia mengingat kejadian memalukan di kantin tadi.ah intinya ia kesal dengan kakak kelas sialan itu.
Dengan sangat detail keisya menceritakan semuanya ke anna,ia tidak mau namanya tercemar di sekolah ini cuman gara-gara gosip receh.
"OMG,jadi lo yang bersihin seragam kak nathan kei"teriak anna heboh.
Kesya langsung membekap mulut anna."ih ngomongnya pelan-pelan na"
"Demi apapun lo beruntung banget kei,"ucap anna histeris.
Keisya melotot mendengar ucapan anna barusan,kejadian seperti tadi sangat sialan bagi keisya tapi temannya yang satu ini memang sudah gila,menyebut ini keberuntungan.
"Apanya yang beruntung si na? tuh cowok ngeselin banget,manaan sifatnya dingin banget lagi.ih gak lagi-lagi deh gue berurusan sama dia."keisya bergidik ngeri.
"Nih ya kei,cewek-cewek seantreo sekolah tuh berlomba-lomba buat dapetin hatinya kak nathan,tapi ya gitu kak nathan tuh orangnya cuek kalo ke cewe.jadi menurut gue lo tuh beruntung banget bisa dapet kesempatan dekat sama kak nathan.cuman cewe buta yang gak tergila-gila sama pesonanya kak nathan"anna melirik keisya jahil.
"Cih.ganteng si ganteng tapi sifatnya itu kaya kutub,ngeselin lagi."cerca keisya.
"Ih gue si meningan cowo dingin daripada cowo alay,ah pokonya kak nathan perfect banget"kata anna dengan gaya yang di alay-alay kan.
Keisya hanya memutar matanya malas.
"Eh tapi kei,mening lo jangan deket-deket lagi deh sama kak nathan soalnya kakak kelas sama anak seangkatan lagi pada ngeburu lo.jadi kalau lo mau sekolah dengan tenang disini,lo jangan masuk kedalam kehidupannya kak nathan."ucap anna.
"Ih lagian siapa juga si yang mau deket sama dia,ogah gue sama cowok ketus kaya gitu"jawabnya cepat.
"Gue yakin ko lama kelamaan lo juga suka sama kak nathan,secara cewe manapun gak ada yang bisa nolak pesonanya kak nathan.atau mungkin bisa aja kak nathan yang duluan suka sama lo,biasanya kak nathan tuh gak pernah perduli sama cewe dan gak pernah mau berurusan sama cewe,dan tadi seragamnya minta di bersihin sama lo kei,huh kayanya bakal ada benih-benih cinta deh"anna menggoda keisya.
__ADS_1
"Ih apaansi jangan sampe deh ya,lagian kejadian tadi kan gue yang numpahin jus di seragamnya ya pasti dia minta tanggung jawab lah dengan cara gue ngebersihin seragamnya"jawabnya keisya exited.
"Iya deh iya"pasrah anna.
Tak lama bel masuk berbunyi,ada guru yang masuk ke kelas mereka dan mengajar disana.
💢💢💢
Nathan sekarang sedang berada di rooftoop sekolah bersama dengan bara dan aldo,dia malas belajar.selalu seperti itu,baginya pembelajaran hari ini cukup menganggu sistem kinerja otaknya yang masih ingin kebebasan.
Seseorang menghampiri mereka dengan nafas yang terengah-engah,seperti habis lari marathon.
"Nathan,nama cewe itu keisya anatasya radeya,kelas sebelas ipa satu,pindahan dari bekasi,dia anak kedua dari satu bersaudara,dan dia nggak punya pacar"ucap gerry,informasi yang didapat oleh gerry kali ini lengkap,dan bisa di bilang sangat lengkap.
Nathan menatap gerry sekilas,ia memang menyuruh gerry untuk mencari tau nama cewe itu.seperti ada dorongan dalam diri nathan untuk mengetahui nama cewe itu.
"Oke"nathan mengambil selembaran lima puluh ribuan dan diberikannya ke gerry.
"Thanks nath"
Gerry menerimanya dengan senang hati,dan kembali lagi ke kelasnya.
"Cuman mau tau nama cewe,harus nyuruh orang nath? "Tanya bara tak percaya.
Nathan menatap ke arah bara dengan menaikkan sebelah alisnya,"kenapa?"
"Kenapa lo gak kenalan sendiri aja sama tuh cewe,kan gak perlu ngeluarin duit nath gak rugi pula,"kata bara lagi.
"Gue males,nanti tuh cewe kegeeran lagi"jawab nathan.
"Kaya gak tau si nathan aja lo bar,dia kan kaku kaya robot kalau sama cewe,hidup nya tuh datar-datar aja gitu"cibir aldo kepada nathan.
Bara dan aldo tertawa menertawakan hidup nathan,kehidupan yang sangat kaku dan tidak menarik.
Nathan menatap jengah keduanya,"Berisik lo berdua"cibir nya kesal.
💢💢💢
Bel pulang berbunyi
Keisya dan anna langsung membereskan buku yang berserakan di meja dan di masukannya ke dalam tas ransel mereka.
Setelah semuanya rapih,barulah mereka keluar dari kelas menuju gerbang sekolah.
"Lo di jemput atau gimana?"tanya anna.
"Seharusnya si dijemput sama abang gue,tapi kayanya dia gak bisa jemput deh soalnya dia kuliah"jawab keisya.
"Yaudah bareng gue aja,gue naek mobil ko"ajaknya.
" nggak,gue sama kak aldo"
Keisya menaikkan sebelah alisnya,"kak aldo yang temennya cowo sialan itu?"
"Iya"
"Ada hubungan apa lo sama kak aldo? Lo lagi deket ya sama dia?"keisya menyelidik anna.
"Ih apaansi kei,gue sama kak aldo itu sepupuan gila"anna menoyor kepala keisya.
Keisya hanya nyengir tak bedosa,"ohh gue kirain lo ada hubungan sesuatu sama dia"
"Ya enggak lah"anna terkekeh.
Dan benar saja aldo sudah menunggu anna di parkiran,disana juga ada nathan dan bara yang juga sedang menyandarkan badannya di mobil masing-masing.
"Yu kei"anna menarik tangan keisya keparkiran.
Keisya hanya mengikuti kemana anna menarik tangannya.hingga anna melepaskan tangan keisya tepat di hadapan ketiga cowo itu.
Ketiganya langsung menatap keisya,dan keisya hanya menunduk karna ia takut di bilang anak baru caper(cari perhatian) oleh nathan dan teman-temannya.terlebih lagi nathan,nathan menatap nya dengan tatapan yang tajam namun datar.
"Hay kak nathan"kata anna sumringah.
Nathan hanya tersenyum singkat dan tipis ke anna,bahkan senyuman itu hampir tidak terlihat.nathan anti sekali memang yang namanya senyumin cewe,dan nathan melakukan ini hanya karna anna adalah sepupu sahabatnya yaitu aldo.
"Yu kak pulang,keisya juga ikut sama kita ya soalnya dia gak dijemput"ajak anna kepada aldo.
"Oh jadi si cantik ini namanya keisya na? Iya ayo aja kalau mau bareng mah"aldo melirik kepada nathan dengan senyuman menyindirnya.
"Makasih kak"ucap keisya.
"Hay keisya,kenalin gue bara"bara menjabat tangan keisya,ia juga sengaja menyindir nathan yang hanya ingin mengetahui nama keisya saja harus membayar orang dulu.
Keisya menerima jabatan bara,dan tersenyum ramah,"keisya kak"
Nathan yang mulai gerah dengan tingkah temannya,ia langsung mengeluarkan ponselnya dan berpura sibuk-sibuk dengan benda pipihnya itu.
"Eh nath,lo gak mau kenalan apah sama keisya? Sayang loh kalau kesempatan di lewatin gitu aja"aldo menyenggol bahu nathan.
Nathan berdecak kesal,"gue gak minat,dan gak peduli"ucapnya dingin.
Keisya merasa keadaanya sekarang makin awkard.lebih baik ia pergi saja dari tengah-tengah mereka,lagian ia tidak merasa nyaman sekali apalagi disini ada nathan,cowo yang ketusnya naudzubillah.
"Eh gue gak jadi ikut sama lo na,kayanya abang gue mau jemput.duluan ya na bye..."keisya berlari dari tengah-tengah mereka.
__ADS_1
"Loh kei....hati-hati ya"teriak anna ketika keisya sudah mulai menjauh.
Keisya mengangguk sebagai jawaban.
"Gara-gara lo sih nath,si keisya jadi pergi."protes aldo.
"Iya nih apaansi lo nath,cewe mana coba yang gak sakit hati di omong kaya gitu,coba deh nath sifat kutub lo itu cairin dulu kalau deket cewe,jadinya dia juga takut kalau liat lo ketus gitu."timpal bara
Nathan menghiraukan ocehan kedua temannya dan ia langsung masuk ke dalam mobil.
💢💢💢
Keisya sedang kebingungan bagaimana caranya ia pulang kerumah tanpa mengeluarkan biaya,sebenarnya ia tadi hanya berbohong kalau dirinya akan di jemput sean,padahal sean pulang kuliahnya sore.dan sekarang ia sangat bingung ingin pulang menggunakan apa karna uangnya sudah habis dipakai mengganti jus yang tumpah tadi kepada nathan.jika ia pulang jalan kaki,ia tidak hafal jalannya.ia ingin menelpon papahnya hendponenya lowbet.argh kenapa hari ini sungguh sial bagi seorang keisya.
Tiba-tiba ada sebuah mobil sport hitam yang berhenti tepat dihadapannya.ia pikir itu adalah orang jahat tapi ternyata si kaka kelas sialan itu.
"Kenapa lo masih disini?"tanya nathan.
"Anu...aku gak tau jalan pulang,terus aku mau naik angkutan umum tapi uang aku udah abis "jawab keisya malu.
Nathan mengambil kembali selembaran uang yang tadi di berikan keisya untuknya.
"Duit lo yang tadi,pake buat naek angkot."nathan memberikan uang tersebut,dan ia hendak menutup kaca mobilnya kembali tapi di tahan oleh keisya.
"Tapi kan uang ini buat ganti jus yang tumpah tadi kak"
"Gue bisa beli sendiri tanpa harus pake duit lo"ketus nathan.
Nathan memang selalu bisa,membuat siapapun kehabisan kata-kata jika berdebat dengannya,sepertinya nathan memang mempunyai aura tersendiri sehingga ia bisa begitu.
"Yaudah kak makasih,tapi masalahnya ini udah mau sore kak angkutan umum udah gak ada yang lewat"ucap keisya lesu.
Nathan melihat sekelilingnya,benar juga angkutan umum sudah tidak ada jika sudah mau sore begini.dan nathan bukan orang jahat yang akan meninggalkan gadis itu sendirian,dengan sangat terpaksa nathan akan mengantarkan keisya pulang.
"Cepet masuk"katanya datar.
"Ha?" Keisya tidak mengerti apa maksud ucapan nathan.
"Lo mau pulang gak?" Nathan melirik keisya.
Keisya mengagguk semangat.
"Cepet masuk,sebelum gue berubah pikiran"ucap nathan lagi.
Keisya sekarang mengerti apa maksud nathan,dan dengan cepat ia langsung masuk ke dalam mobil nathan.
Didalam perjalanan pun keisya dan nathan sama-sama tidak mengeluarkan suara.nathan pokus menyetir dan keisya sibuk melihat keramaian ibukota yang mulai macet pada sore hari.
Sudah lama mobil nathan tidak di tumpangi seorang cewe,dan keisya adalah cewe kedua yang berhasil naik di mobil nathan.bahkan mamahnya pun tak pernah menjemaah mobil nathan selama nathan punya mobil,alasaannya 'mamah gak mau ah naik mobil kamu mah nath,mobil kamu terlalu meinstream' dasar ibu-ibu.
"Rumah lo?"tanya nathan,sembari pokus menyetir.
"Maksudnya"keisya tidak mengerti apa maksud perkataan nathan tadi
Nathan mengehela nafasnya,"rumah lo dimana?"tanyanya lagi,kali ini aura nathan lebih dingin dari pada tadi.
"Jalan gatot subroto,komplek delima A no 15"jawabnya.
Nathan hanya mengaggukan kepalanya,dan melajukan mobilnya lebih cepat.
Mata keisya menangkap bingkai foto yang di pajang di dekat pengharum mobil,disana terpampang foto nathan dengan seorang perempuan cantik,yang keisya pikir umur cewe itu juga sebaya dengannya.apakah itu pacar nathan? Walaupun itu pacar nathan apa urusannya sama keisya,toh keisya tidak peduli.tapi ke kepoan keisya lebih tinggi dari pada gengsinya.
"Itu pacarnya kak nathan ya?"tunjuk keisya pada foto cewe yang bersama nathan.
"Lo bukan siapa-siapa gue,jadi gak usah kepo tentang kehidupan gue.mau dia cewe gue atauoun bukan itu bukan urusan lo"jawab nathan acuh tak acuh.
Keisya meneguk ludahnya susah payah karna jawaban nathan yang cukup membuatnya jengah,"Ya maaf,lagian kan aku cuma nanya doang kak.kan bisa ngomognya gak usah sewot gitu "ia melengoskan pandangannya kedepan lagi.
Keisya sungguh bingung dengan pola pikir nathan,hidupnya terlalu absurd.padahal niat keisya hanya basa-basi supaya ia dan nathan tidak terlalu canggung berada dalam mobil,tapi sepertinya laki-laki itu memang tidak tertarik dengan hal apapun.hidupnya terlalu datar dan tidak menarik.
Mobil nathan berhenti tepat di pekarangan rumah keisya,dan keisya langsung bersiap turun dari mobil nathan.
"Makasih ya kak,emm...mau mampir dulu kak?"ucapnya,sebelum turun.
"Gak usah basa-basi,cepet turun sana."usir nathan.
Tanpa basa-basi lagi,keisya segera turun dari mobil nathan.
"Sekali lagi makasih ya kak"teriaknya ke dalam jendela ketika ia sudah di luar.
"Hmm"nathan hanya bergumam,dan segera meninggalkan pekarangan rumah keisya dengan mobil sportnya itu.
"Dianterin pulang sama siapa sayang?"ucap diana,yang sedang menyirami tanaman di halaman rumahnya
"Kakak kelas mah"jawabnya,seraya menyalami tangan mamahnya.
"Aduh anak mamah ya udah mulai nakal,baru juga sehari jadi anak baru udah dapet gebetan aja,"diana terkekeh sambil mengusap kepala anak bungsunya.
"Ih mamah bukan itu cuman kakak kelas doang,lagian siapa juga yang mau sama orang songong kaya gitu"cibirnya kesal.
"Heh ko kamu gitu? Kan dia udah nganterin kamu pulang sayang,gak boleh gitu ah.nanti lama-lama suka loh"
"Ih amit-amit jangan sampe"keisya mengetukan tangannya ke tanah sambil bergidik ngeri.
"Iya kei,kamu emang gak boleh suka sama cowo tadi soalnya kamu udah mamah jodohin sama cowo pilihan mamah sama papah" diana terkekeh,dan langsung pergi begitu saja.
__ADS_1
Tatapan keisya melebar "Ha?!"