Menikah Saat Masih SMA

Menikah Saat Masih SMA
part 4 Hah Dia??


__ADS_3

Sekarang keisya sudah berada di restaurant yang cukup elite bersama papah dan mamahnya.mereka masih menunggu om ridwan dan tante devi.juga anak yang akan di jodohkan dengan keisya.


Saat ini keisya merasa dirinya begitu gugup dan cemas.bagaimana tidak,dia terus saja memikirkan bagaimana calon suaminya itu.apa dia tidak sesuai sama sekali dengan yang keisya inginkan?atau bahkan dia adalah cowok cupu yang jelek,sehingga di jodohkan dengan keisya karena tidak laku.


Pemikiran itu terus berputar di kepala keisya,tapi sebisa mungkin keisya menepis pemikiran tersebut.karna tidak mungkin juga mamah dan papahnya menjodohkan dirinya dengan cowok seperti itu.


"Kei kamu kenapa?"tanya diana,yang melihat keisya sedari tadi hanya diam menundukan kepalanya.


"Enggak usah gugup gitu kei,mau ketemu calon suami."timpal perdi,sembari tersenyum jail.


"Ih papah apaan si,orang kei nggak papa ko"jawab keisya mengerucutkan bibirnya kesal.


Perdi mengusap kepala putri kesayangannya,"kei kamu tau kan alesan papah jodohin dan nikahin kamu secepat ini?"


Keisya mengagguk pelan.


"Keisya...mama tau ini terlalu cepat buat kamu,dan mungkin ini gak adil menurut kamu,tapi mamah dan papah lakuin ini semua demi kamu sayang"ucap diana,ia langsung meraih keisya kedalam pelukannya.


Sebenarnya diana juga belum sepenuhnya rela melepaskan putri kesayangannya itu.tapi ya harus bagaimana lagi,ini demi kebaikan keisya juga.


"Kei takut mah...kei takut nggak bisa mertahanin pernikahan ini"jawab keisya masih dalam pelukan mamanya.


"Kamu jangan berpikir kaya gitu kei,pasti papah yakin ko anaknya ridwan bisa bahagiain kamu dan jagain kamu dengan baik"balas perdi.


Keisya hanya mengagguk pelan merespon ucapan papanya.tidak lama dari itu sepasang suami istri menghampiri mereka.walaupun sudah berumur 40an tapi masih terlihat seperti pasangan yang serasi.


"Diana"panggil perempuan itu,dan langsung menghampiri meja diana yang sedang bersama perdi dan keisya.


"Evi apa kabar?"tanya diana antusias dan langsung cipika-cipiki bersama devi.


"Baik,kamu sendiri gimana?"


"Ya seperti yang kamu lihat"jawab diana tersenyum hangat.


Ridwan dan devi langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan.


"Ekhmm...kayanya kita udah di lupain nih per"timpal ridwan.


"Kalian dari dulu emang gak berubah,pasti kalau ketemu asik sendiri"jawab perdi.dan langsung di sambut gelak tawa oleh diana,devi dan ridwan.


Keisya sedari tadi hanya diam duduk memperhatikan mereka yang sedang cipika-cipiki.


Keisya mencari seseorang,yaitu calon suaminya.kenapa dia tidak ada?padahal orang tuanya sudah datang.apa dia tidak mau ikut karna menolak perjodohan ini?kalau benar,itu adalah kabar yang sangat gembira untuk keisya.karna kalau memang begitu pasti pernikahan ini akan dibatalkan.

__ADS_1


"Eh ini keisya kan?"tanya devi sambil melihat ke arah keisya yang sedang tersenyum kikuk.akhirnya mereka menyadari juga kehadiran keisya yang hanya diam duduk sedari tadi.


"Eh iya tante"keisya tersenyum ramah,dan langsung menyalami tangan devi dan ridwan.


"Wah keisya udah besar aja sekarang,padahal terakhir om ketemu kamu itu kamu baru umur lima tahun loh"timpal ridwan.


"Iya ya pah,keisya sekarang udah jadi gadis yang cantik banget.anak tante pasti langsung suka deh keisya kalau ketemu kamu"puji devi.membuat keisya lagi-lagi tersenyum.


"Eh vi,anak kamu mana?"tanya diana kepada evi.karna sedari tadi dia tidak melihat calon suami anaknya itu.


"Dia lagi di toilet"jawab evi.


Keisya menghela napasnya pelan,karna dugaannya ternyata salah.keisya fikir dia benar-benar tidak ikut tadinya.


Keisya yang mulai bosan dia lebih memilih memainkan ponselnya.dari pada ia mendengar ocehan-ocehan dua pasang suami istri di depannya.toh keisya juga tidak mengerti apa yang mereka obrolkan.


"Nah itu dia"kata devi.yang menunjuk sesosok cowok yang berjalan ke arah mereka.cowok bertubuh tinggi dengan kulit putih itu,pasti anak ridwan dan devi.


Keisya yang terlalu asik dengan ponselnya,sehingga ia tidak menoleh sedikit pun dan lebih memilih untuk tetap bermain ponsel.


"Malam om tante"sapa cowok itu,dan menyalami tangan perdi dan diana.lalu dia segera duduk di samping ridwan,bahkan dia tidak memperhatikan keisya yang terus saja menunduk asik dengan ponselnya.


"Ternyata foto dia yang kamu kirim ke aku vi,lebih ganteng aslinya yah"tunjuk diana ke cowok itu.


"Iya ya mah,udah tinggi ganteng lagi"timpal perdi.


"Makasih om tante"cowok itu tersenyum ramah.


Keisya yang masih sibuk dengan ponselnya,terpaksa berhenti karna di sikut sang mama.


"Kei jangan main ponsel mulu dong,tuh liat calon suami kamu udah dateng"bisik diana kepada keisya.


Dengan sedikit malas keisya pun harus memalingkan pandangannya dari ponsel yang dia pegang dan melihat diana yang berada di sampingnya.


"Liat tuh kei,dia ganteng sekali"bisik diana lagi.


Keisya pun menolehkan pandangannya ke arah cowok itu.beberapa detik kemudian pandangan mereka saling bertemu.


"LO!"teriak keisya dan nathan berbarengan dan bahkan mata keisya sekarang sudah membulat sempurna.


Diana-perdi dan ridwan-devi sampai terkejut dengan teriakan mereka berdua.


"Loh kalian udah saling kenal?"tanya diana.yang hanya di balas tatapan tajam saling lempar keisya dan nathan.

__ADS_1


"Kita satu sekolah"jawab nathan cuek.


"Dia kakak kelas keisya mah"jawab keisya,dengan melirik nathan sinis.


"Bagus deh kalau kalian udah saling kenal.jadi gimana dengan perjodohannya?ucap ridwan to the point.


"Kita tanya pendapat mereka aja"usul perdi.


"Keisya kamu setujukan sayang?"tanya devi lembut.


Keisya yang di tanya tidak langsung menjawab.ia menatap papa dan mamanya yang sudah tersenyum ke arahnya sambil mengangguk.mengisyaratkan keisya untuk menerima perjodohan ini.


Keisya tidak mungkin mengecewakan papa dan mamanya dengan menolak perjodohan ini.apalagi selama ini mereka yang sudah membesarkan dan mendidik keisya dengan begitu baik.


Harapan keisya saat ini adalah nathan menolak perjodohan ini,dengan begitu maka semua ini akan dibatalkan.dan keisya akan selamat.lagian mana mungkin nathan akan menerima perjodohan ini begitu saja.mengingat apa yang di katakan anna di sekolah bahwa nathan adalah orang yang pemilih,pasti dia akan memilih wanita mapan dan cantik yang akan hidup bersamanya.tentu saja itu bukan keisya.


Keisya menghela napasnya panjang sebelum menjawab.


"Kei terserah sama kak nathannya aja"jawab keisya setenang mungkin.dan sekarang semua mata menatap ke arah nathan yang sedang duduk santai di kursinya.


"Gimana nath kamu setuju kan?"tanya devi antusias.


Nathan tampak berpikir sebelum menjawab.tiba-tiba seringainya pun muncul di bibirnya sembari terus menatap keisya lurus.keisya yang ditatap seperti itu hanya keheranan melihat nathan dengan seringaian menyebalkannya itu.


"Nathan setuju."jawab nathan mantap.


Orang tua mereka langsung tampak bahagia dan mengucapkan syukur karna keduanya menerima perjodohan ini.beda dengan keisya,ia sudah membulatkan matanya karna jawaban nathan tadi.


"Alhamdulillah.bagus kalau kalian tidak menolak,jadi kita tinggal menentukan hari pernikahan kalian.menurut saya si tidak usah bertunangan karna itu hanya akan mengulur waktu"ucap perdi,dan dibalas anggukan oleh semuanya kecuali keisya dan nathan.


"Kamu benar per,kita langsung adakan pernikahan aja.jadi kapan akan dilangsungkan pernikahannya?lebih baik kita adakan secepatnya."usul ridwan.


"Minggu depan aja"jawab diana dan devi bersamaan.


"APA?!"teriak keisya tanpa malu.


"Kamu kenapa kei?"tanya diana.


"Apa ini nggak terlalu cepat?kitakan masih sekolah"keluh keisya lagi.


"Tante rasa nggak ko kei,karna lebih cepat lebih baik"timpal devi tersenyum lembut ke arah calon menantunya itu.


Keisya hanya membuang napasnya pasrah.sedangkan nathan hanya menanggapinya dengan cuek.yang membuat keisya tambah jengah dan ingin menenggelamkannya ke laut sekarang juga.

__ADS_1


"Yaallah kalau ini mimpi cepet bangunin keisya yaallah,keisya gak mau hidup seatap sama cowok ketus nyebelin itu"mohon keisya dalam hati.


__ADS_2