Menikahi Anak SMA

Menikahi Anak SMA
Bab 2. Syok Bukan Main


__ADS_3

Keluarga Andi Saputra dan Yuniar, tengah mendapat kabar buruk, perihal keadaan yang menimpa Bambang, sahabatnya. Mereka sungguh tak menyangka, jika Bambang kini tengah dalam keadaan kritis.


Andi Saputra mendapat pesan penting, jika Bambang ingin segera menikahkan putranya, sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan dunia ini. Hal ini tentu saja membuat Andi Saputra bingung bukan main. Mengingat, jika anak sulung mereka, masih bersekolah, dan tentu saja belum siap untuk menikah.


“Ini tak mungkin, Pah! Mama gak rela, kalau Vania harus menikah dini! Kenapa sih Bu Mirna itu malah mendesak kita?” Yuniar benar-benar kesal.


“Bukan mendesak, Ma. Akan tetapi, itu adalah permintaan  terakhir dari Bambang. Tentu saja Bu Mirna pasti bingung juga. Papa dulu memang pernah berjanji, akan menikahkan anak-anak kita, sebelum kita lanjut usia. Papa tak ada pilihan lain, selain menikahkan Vania dengan anak Pak Bambang secara siri. Ini akan lebih baik, dan Papa tak mengingkari janji Papa pada Bambang. Hanya pernikahan siri, Ma. Sebagai pengikat saja, dan tak akan ada hal yang merugikan Vania. Vania tetap bisa bersekolah, dan menyembunyikan status pernikahannya!”


“Kenapa tidak bertunangan saja dulu? Kenapa harus menikah yang bahkan vania saja pasti enggan melakukannya?”


“Bertunangan itu bukan ikatan yang sakral. Papa sudah membulatkan tekad, Papa akan berbicara pada Vania, dan meyakinkannya, jika semua ini akan baik-baik saja. Dia hanya tinggal bisa menerima orang baru dalam hidupnya. Anak Pak Bambang adalah seorang guru. Dia pria baik-baik, dan juga tampan. Vania tak akan menyesal menjadi istrinya. Papa pun tak mungkin sembarangan memilihkan calon untuk anak sulung kita. Mama menurut saja ya, Ma? Papa tak ada pilihan lain, selain mengiyakan permintaan terakhir Bambang,”


“Terserah! Mama tak akan ikut campur! Papa saja yang bicara pada Vania, Papa yang harus bertanggung jawab untuk semuanya! Awas ya Pa, jika Vania mengamuk, dan terjadi sesuatu yang tidak-tidak padanya!” Yuniar nampak pasrah.


“Papa akan berdoa pada Yang Maha Kuasa, agar hati Vania dilembutkan, dan mampu menerima perjodohan ini.”


Beberapa saat kemudian, Vania pulang sekolah. Wajahnya terlihat kusam dan kesal. Yuniar rasanya enggan berbicara pada Vania. Ia lebih baik diam, dan menyerahkan semuanya pada sang suami. Hal ini pasti akan membuat Vania marah besar, Yuniar yakin itu.


“Vania, ayo makan bersama. Setelah makan, Papa ingin berbicara sesuatu padamu,”


“Vania gak laper, Pah. Vania mau istirahat dulu,”


“Vania, temani Papa makan saja kalau begitu. Kamu tak perlu makan, jika tak lapar. Hanya temani Papa saja, ya?” rayu Andi.

__ADS_1


“Hmm, ada apa sih? Papa aneh banget!” 


“Temenin Papa makan, ayo!” 


“Iya deh iya,” dengan wajah cemberutnya, akhirnya Vania menemani papanya makan.


Tak ada yang aneh, ketika Andi dan anak bungsunya makan. Vania hanya memakan beberapa bakwan dan minuman dingin saja. Setelah makan selesai, Andi dan Yuniar fokus menatap Vania. Hal ini tentu saja membuat Vania keheranan. Ada apa dengan kedua orang tuanya?


“Ada apa sih Pah? Mah? Kenapa ngeliatin Van kayak gitu? Ngeselin banget!” gerutu Vania.


“Vania, Papa mau bicara penting sama kamu.”


“Bicara penting? Apa?” Vania mengernyitkan dahinya.


Andi Saputra berbicara perlahan-lahan, mengenai perjodohan Vania. Andi juga mengatakan, jika Vania harus menikah dini dengan anak sahabatnya. Andi menjelaskan semuanya secara baik-baik, agar hati Vania mudah menerimanya.


“HAH? APA? Aku gak salah denger ini? Papa, what are you talking about, ha? It is crazy!” Vania benar-benar kaget bukan main.


“Van, jangan marah dulu. Semua ini demi kebahagiaanmu juga. Papa tak bisa membiarkanmu dekat dengan pria sembarangan. Anak sahabat Papa adalah pria baik-baik, dia juga pintar. Dia seorang sarjana, dan Papa dengar, dia kini telah menjadi seorang guru."


"Aku tak peduli sedikitpun tentangnya! Aku tak sudi menikah dini! Kau menghancurkan masa depanku, Papa!"


"Papa tak menghancurkan masa depanmu, Nak. Justru Papa ingin kau hidup bersama pria pilihan Papa. Papa tak akan salah memilihkan calon untukmu, Vania. Hanya saja, kau harus segera menikah dengannya, karena ayahnya tengah dalam kondisi kritis. Dia ingin melihat anaknya sudah memiliki pendamping hidup. Papa mohon, pernikahan ini tak akan tersebar oleh siapapun. Kami akan menyembunyikan pernikahan kalian, sampai nanti kau lulus SMA, sayang. Papa yakin, kau pasti akan bahagia dengannya. Papa menjamin hal itu …" Andi Saputra terus berusaha merayu Vania.

__ADS_1


"Enggak! Vania gak mau! Sekali gak mau, tetep gak mau! Papa dan Mama jahat! Kalian bener-bener kejam! Kalian gak pernah mikirin hati dan perasaan aku! Aarrrgghh, aku lebih baik pergi dari rumah ini! Aku lebih baik hidup sendiri, daripada aku harus menuruti keinginan gila kalian!"


BRAAAKKKK! Vania menggebrak meja, karena ia benar-benar kecewa pada kedua orang tuanya. Vania tak pernah menyadari, jika kehidupannya akan menjadi seperti ini.


Ia mengambil tas kecil miliknya, lalu berniat untuk berlari meninggalkan rumahnya. Vania menepis kedua tangan ibunya, yang berusaha untuk menahannya.


Vania tak memedulikan kedua orang tuanya. Ia berlari sekencangnya untuk meninggalkan mereka.


Baru saja Vania berada di depan pintu, saat pintu terbuka, sungguh Vania benar-benar kaget bukan main. Di depan pintu, sudah ada sosok pria dan wanita paruh baya, yang sepertinya akan mengetuk pintu.


Mata Vania terbelalak kaget, ketika melihat pria dihadapannya. Mungkinkah?


"P-Pak Reiza! Untuk apa kau ke mari?"


"Vania? Ini rumahmu?" Reiza kaget bukan main.


Deg.


"Vania, Reiza, apakah kalian sudah saling mengenal?" tanya ayah Vania, begitu ia berada di belakang Vania.


Vania dan Reiza pun jadi berpikir keras. Mereka saling lihat-lihatan. Keduanya merasa, jika perjodohan itu memang jelas untuk mereka berdua.


"J-jadi? K-kamu?" tangan Reiza gemetar hebat.

__ADS_1


"Astaga! Tidaaaaaak! Tidaaaaak mungkin! Aaaarrgghhh!" Vania langsung histeris, ketika ia mulai menyadari, jika sosok pria yang akan dijodohkan dengannya, adalah Reiza Baskara, guru PJOK, sekaligus guru BK-nya.


Oh Tuhan ….


__ADS_2