Menjadi Antagonis

Menjadi Antagonis
01. Siapa aku?


__ADS_3

...Heyy disini gua cuma kasih tau kalau gua bakal revisi episode 1-9 jadi jika kalian sudah selesai membacanya harap kembali membaca ulang, sebab akan ada beberapa jalan cerita yang gua ubah!!...


...Biar kalian juga nggak bertanya-tanya(◠‿◕)...


...SELAMAT MEMBACA🌹...


...🍁🍁🍁...


"Ukhhh... apa yang terjadi padaku" gumam gadis itu sembari memegang kepalanya yang berdenyut sakit.


"Non.. Non sudah sadar" seorang wanita paruh baya tiba-tiba memekik membuat gadis itu sedikit terkejut.


namun dirinya tak menanggapi pertanyaan itu dirinya malah sibuk memperhatikan setiap sudut ruangan. cat yang serba putih, bau obat-obatan yang menyengat, kasur tipis dan keras, serta ruangan yang begitu sempit.


'rumah sakit?' tanyanya pada diri sendiri


"Non.. Nonn.. apa anda tak apa? apa ada yang sakit? jika ada tolong beritau saya! saya akan memanggilkan dokter!" cerocos wanita paruh baya itu tanpa jeda.


gadis itu mengernyit ketika melihat wanita paruh baya yang nampak bahagia akan kesadaran dirinya "kamu..... siapa??" tanyanya dengan bingung


"Hah... apa? Non tak mengenali saya?" kaget bercampur dengan sedih itulah yang dirasakan oleh wanita paruh baya itu.


sedang gadis yang dipanggilnya, Non. itu hanya menggelengkan kepalanya. karena memang ia sama sekali tak mengenalinya.


"ba.. bagaimana bisa? coba anda ingat-ingat lagi"


"siapa anda? nama? bagaimana anda bisa seperti ini? kecelakaankah?" tanyanya dengan beruntun.


mengikuti apa yang dikatakan siparuh baya gadis itupun mencoba untuk mengingat kembali namun ia sama sekali tak bisa mengingat apapun dan itu berhasil membuat kepalanya kembali berdenyut.


"No-Nona apa anda baik-baik saja?" panik wanita tersebut dengan tampang khawatir yang begitu kentara.


ia menggelengkan kepalanya.


"Ba-bagaimana bisa?"


hal itu sukses membuat si wanita paruh baya meneteskan air matanya, merasa prihatin akan keadaan nona mudanya. dengan cepat ia berlari meninggalkan ruangan putih itu dengan terburu-buru.


selang beberapa menit, wanita paruh baya itu kembali namun tidak sendiri melainkan dengan seorang dokter.


"Dokter... tolong periksa nona saya, mengapa ia tidak mengingat apapun"


Dokter wanita itu langsung saja memeriksa denyut nadi gadis itu, lalu dilanjutkan dengan mata dan seterusnya. setelah berbagai tahap pemeriksaan selesai ia langsung menjelaskan hasilnya.


"gadis ini mengalami hilang ingatan, tapi tenang saja ini tidak permanen. ia akan mengingatnya secara perlahan-lahan"


wanita paruh baya yang menemani gadis itu awalnya merasa terkejut namun saat mendengar kelanjutan dari perkataan sang dokter ia kembali bernafas lega.


"Syukurlah, Ya allah"


"kalau begitu saya permisi dulu, nanti akan ada suster yang mengantar makanan. dan malam nanti saya akan kembali untuk memeriksanya" jelas dokter wanita itu kemudian beranjak pergi.


wanita paruh baya itu tersenyum lalu mengucapkan terima kasih dan dibalas anggukan dari sang dokter.


"Nona?"


"....."


"nona apa ada yang anda butuhkan? jika ada katakan saja"


"..." tak ada jawaban sedikitpun dari sang nona membuat wanita paruh baya tersebut kembali dilanda kekhawatiran

__ADS_1


"Nona---"


"siapa?" suara parau gadis itu berhasil keluar ya meskipun terdengar sangat lemah.


"H-hah?"


"aku... siapa? keluarga?"


"oh-a.. nama anda ELSA KANANTA RAFINDRA anda memiliki dua saudara, satu laki-laki dan satu perempuan. ayah anda bernama ANDREAS RAFINDRA yaitu pemimpin salah satu perusahaan terbesar yang ada diindonesia dan ibu anda adalah DEWIYANTI yang juga merupakan seorang pemilik butik yang cukup terkenal"


"Kamu?"


"maksud nona?" tanya wanita paruh baya tersebut dengan bingung.


"Siapa"


setelah paham apa yang dimaksud nonanya dengan cepat dirinya memperkenalkan diri "Oh Ya.. saya pembantu dirumah anda, anda bisa memanggil saya bi sumi"


sejujurnya ia merasa sedih karena nona yang sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri melupakan dirinya namun ia tak bisa menunjukkan hal itu saat ini karena melihat keadaan nonanya yang tidak stabil.


elsa mengangguk lemah.


'haruskah aku menceritakan tentang keluarganya' pikir bi sumi dilema, jika diceritakan ia takut akan membuat nona-nya itu kembali sedih namun jika tidak diceritakan ia juga takut jika ingatan itu kembali akan membuat nona-nya terpuruk.


'sebaiknya tidak usah' putus bi sumi pada akhirnya, bi Sumi berharaf ini adalah pilihn terbaik.


"kalau begitu saya permisi nona, anda harus istirahat" kata bi sumi setelah itu ia beranjak keluar.


"Hmm" jawab elsa.


...____________...


Ahh.. iya, ia baru saja ingat semalam ia menerima telepon dari sang IBU TIRI bahwa ayahnya sedang kritis karena penyakit yang diderita ayahnya kembali kambuh. dirinya yang kebetulan saat itu sedang berada dikorea karena urusan perusahaan pun dengan panik terbang kembali ke indonesia.


Drrtt... Drttt...


"Hmm" gumam elsa setelah mengangkat telponnya.


"Hai anakku yang MANIS, apa kabar? Sudah MENDERITA belum? ahhh... kenapa sih kau belum mati?!" kata orang disebrang sana dengan nada mengejek.


"Cihhh... Alhamdulillah aku sehat kok IBU TIRIKU TERSAYANG" balas elsa dengan dingin.


"Ahahha... rupanya kamu masih suka menggoda ibumu ini Ya"


"Ck... Mau apa Lo?" sarkas elsa, sebenarnya ia malas sekali meladeni ular sawah satu ini.


"Wow.. wow santai aja say---"


"Langsung to the point aja sih, nggak usah basa basi gue nggak punya banyak waktu buat dengerin omong kosong Lo"


"hhaah... ternyata sikap kasarmu itu belum hilang ya, pantas saja ayahmu mengusirmu dari rumah"


"Cihh... " decak elsa jengkel, dirinya berniat untuk memutuskan sambungan telepon itu namun perkataan selanjutnya dari orang disebrang sana mengurungkan niatnya.


"apakah kau tak mau melihat ayahmu untuk yang terakhir kalinya"


"A-apa maksudmu"


"mmm.. bagaimana ya"


"KATAKAN" bentak elsa tak sabaran, kalian pikir anak mana yang tak akan panik jika mendengar perkataan yang merujuk pada sesuatu yang buruk?!.

__ADS_1


"Ayahmu kritis bodoh. mungkin sebentar lagi dia akan mati. PULANGLAH aku tak mau mengurusi mayat tua bangka itu, hahah"


tutttt...


perkataan terakhir dari orang disebrang sana membuat amarah Elsa bangkit, dirinya dengan kesal melempar handphone berlabel apel digigitnya hingga menghantam dinding kantor dengan keras.


"*H-hah a-ayahh...ba-bagaimana mungkin" setetes air mata berhasil lolos dari netra birunya nafasnya tercekat seolah kehabisan oksigen bahkan hiruk pikuk diluaran sanapun sudah tak didengarnya lagi.


seakan DUNIA-nya berhenti*.


dengan menggunakan telepon kantor, dirinya menelpon salah satu sekretarisnya.


"siapkan helikopter, saya akan terbang ke indonesia saat ini juga"


"tap---"


"5 menit dari SE-KA-RA-NG"


tutttt.... (anggap aja suara telpon dimatiin ya)


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...REVISI PADA 01 JULI 2021❣️...


...Diepisode ini nggak banyak yang gue revisi, hanya sebahagian aja sih(◠‿◕)...


...assalamualaikum sayank🖤...


...hehe.. ini aku balik lagi:)...


...namun dicerita yang berbeda LAGI....


...Yahh......


...Maaf Loh Author untuk sementara ini ngk lanjutin NOVEL 'The Prodigal Daughter Return' hehe maklumlah udah ngk punya ide😅...


...Jadi untuk sementara ini pula, author ngeluarin NoVEL baru ini. SEMOGA KALIAN SUKA JUGa😊*...

__ADS_1


__ADS_2