Menjadi Antagonis

Menjadi Antagonis
04. Tidak mungkinn!


__ADS_3

...|Transmigrasi? ini benar-benar Gila!!|...


...SELAMAT MEMBACA🌹...


...🍁🍁🍁...


elsa membalasnya dengan tersenyum manis, namun itu tak berlangsung lama. matanya membulat, seketika ia dibuat panik dan dengan gerakan cepat ia menukar posisi mereka.


dorr....


satu tembakan yang diluncurkan helena berhasil mengenai punggung elsa.


dorrr... dorr...


lagi, helena kembali melepas tembakan dengan membabi buta. ia seperti orang kesetanan.


adam menegang, dilihatnya wajah putrinya yang masih menampilkan senyumannya seolah ia tak merasakan sakit pada tubuhnya.


"pahhh.. e-elsa mencintaimu. sangatt" ujar elsa dengan lirih


Adam mengangguk dengan air mata yang mengalir deras.


'Tuhann... ku mohon jangan ambil putriku, aku belum membuatnya bahagia'


"Pahhh... selamat tinggal"


"ti-tidak, jangan tinggalin papa sayang, papa mohon" pintah adam lirih, ia terus saja menggeleng-gelengkan kepalanya.


elsa membalasnya dengan senyuman "I LOVE YOU pah"


satu kalimat cinta itu adalah akhir dari kehidupan QUEENELSA.


"ti-tidakkk sayang hikss, bangun. ayah bilang bangun... QUEENELSA ARISTIYA NAYAKA NASUTION ayah bilang BANGUN!" bentak adam ia terus saja menggoyang-goyangkan tubuh kaku putrinya dengan harapan putrinya akan kembali bersamanya.


Namun itu hanya tinggal harapan, seseorang yang sudah meninggalkan dunia tidak akan kembali hidup. elsa-nya, putri-nya kini sudah meninggalkannya untuk selama-lamanya!


Memang benar sebuah PENYESALAN DATANG-Nya DIAKHIR.


SELAMAT TINGGAL ELSA!!! SEMOGA ENGKAU BAHAGIA DISURGA!


-----------------


"ohh.. shit, seharusnya aku sudah meninggal tapi apa ini? aku masih hidup? bagaimana bisa? Peluru beracun itu seharusnya sudah membunuhku?" tanya elsa pada dirinya sendiri ia kemudian memukul kepalanya saat mengingat perkataan dari wanita paruh baya yang katanya pembantu dirumahnya.


"nama anda ELSA KANANTA RAFINDRA anda memiliki dua saudara, satu laki-laki dan satu perempuan. ayah anda bernama ANDREAS RAFINDRA yaitu pemimpin disalah satu perusahaan terbesar yang ada diindonesia dan ibu anda adalah DEWIYANTI yang juga merupakan seorang pemilik butik yang cukup terkenal"


"ELSA KANANTA RAFINDRA? ELSA? RAFINDRA? sepertinya aku pernah mendengar marga ini. tapi dimana? dan lagi namanya elsa? kenapa nama kami sangat mirip? haiss... sebenarnya ada apa sih dengan ku?


Ehh ehh.. tunggu apakah aku masuk ketubuh orang lain, seperti cerita dinovel-novel yang sering kubaca? perpindahan waktu? ta-tapi mana mungkin ada hal semacam itu didunia nyata seperti ini?" elsa mencubit pipinya guna memeriksa barangkali saja ia sedang bermimpi namun sepertinya ia memang tidak sedang tidur buktinya saja ia merasakan perih dipipinya tadi.


"Sial... ini nyata! lalu apa ini? bagaimana aku bisa hidup dengan tubuh orang lain tanpa ingatannya sedikitpun" keluh elsa jengkel.


elsa kemudian mengedarkan pandangannya diseluruh ruangan tempatnya berada saat ini.


deg..


elsa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, disana dihadapannya sebuah cermin yang cukup besar tengah menampilkan replika dirinya.


netra berwarna coklat jernih, hidung mancung, alis yang cukup tebal dengan bibir tipis berwarna pink alami. sangat mirip dengan tubuh aslinya, namun wajah itu tak semulus wajahnya dahulu dipipi kanan dan kirinya tumbuh beberapa jerawat serta bekas-bekas yang menghitam sepertinya pemilik tubuh ini selalu memecahkan jerawat secara manual dan lagi dihidung mancung itu dipenuhi komedo berwarna hitam. tubuhnya kurus tak terawat dengan kulit hitam terbakar. dan juga warna mata mereka berbeda, kalau dia yang asli memiliki bola mata berwarna biru kristal.


"omo.. kok muka gue jelek gini sih? astaga jerawatnya banyak sekali? 1..2..3..4..10... menjijikkan!" omel elsa pada dirinya sendiri.


"gue har---" perkataannya terhenti ketika tiba-tiba saja ia merasakan sakit diarea kepalanya.

__ADS_1


berbagai macam ingatan yang saling bertabrakan bermunculan seakan mereka berlomba untuk menyampaikan apa saja yang terjadi dihidup anak ini.


plak...


tamparan


bugh...


pukulan


ctakk...


rotan


brukk...


tendangan


jalang, bicth, ...


makian


gadis jelek, menjijikkan, bau..


hinaan


fitnah


gunjingan


direndahkan


"Menyedihkan" lirih elsa. air matanya menetes karena merasa kasihan akan nasib gadis ini.


Hufttt... rasa sakit itu nyata, dadanya serasa sesak meski jiwa mereka berbeda elsa masih bisa merasakan penderitaan dari sang pemilik tubuh.


BALAS DENDAM


itulah yang akan kulakukan sebagai bayaran karena kau sudah memberikan aku tubuhmu.


PENYESALAN


hal utama yang akan kuberikan kepada manusia-manusia rendahan ini.


mereka juga harus merasa kan bagaimana pahitnya kehidupan mu dan bagaimana tersiksanya kamu.


kalau perlu kesakitan yang melebihi kesakitanmu!


ya elsa sadar keadaannya saat ini sudah merupakan bagian dari ketentuan yang maha kuasa. ia menerimanya dengan lapang dada karena bagaimanapun semuanya sudah terjadi. untuk berharap pun percuma saja.


maju berarti kedepan dan mundur berarti belakang!


kehidupan seseorang itu pastilah selalu maju dan itu berlaku untuk dirinya juga.


terus melangkah maju tanpa menoleh kebelakang maka kesuksesan pasti akan kau dapatkan!


'baiklah, karena kita mempunyai banyak kemiripan maka aku akan membantumu"


Cklekk..


pintu ruangan tempatnya dirawat selama 3 hari ini, terbuka menampilkam wajah teduh seorang wanita paruh baya.


"elsa, hari ini kau akan pulang" ujar wanita paruh baya tersebut dengan senyuman yang senantiasa menghiasi wajah keriputnya.

__ADS_1


"Ahh... benarkah bi?" tanya elsa memastikan, wajahnya kini terlihat sangat ceria jujur saja ia sangat bosan tinggal dirumah sakit ini. selama 3 hari berturut-turut yang dilakukannya hanya berbaring dan berbaring. ya sebenarnya itu wajar sih kecelakaan yang dialaminya beberapa waktu lalu sangat parah.


oh iya mengenai bi sumi yang memanggil elsa dengan namanya itu merupakan permintaan dari elsa sendiri karena ia tidak merasa nyaman dengan panggilan sesopan itu apalagi ini diucapkan oleh seorang wanita tua yang seharusnya kita hormati.


bi sumi mengangguk, ia juga merasa bahagia akan kecerian nona-nya meskipun ia sempat dibuat bingung dengan perubahan sikap nonanya.


"terima kasih ya allah karena sudah mengabulkan doa baim" dengan antusias-nya elsa menengadahkan tangannya keatas seperti sedang berdoa.


Nah... ini dia salah satu dari sekian banyaknya perubahan yang terjadi pada nonanya yaitu PETAKILAN!


meskipun begitu bi sumi tak pernah menyangkal bahwa nona-nya sangat Menggemaskan.


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...Lagi, disini juga nggak banyak yang gua rubah!...


...REVISI PADA 01 JULI 2021❣️...

__ADS_1


__ADS_2