Menjadi Antagonis

Menjadi Antagonis
09. Dia siapa?


__ADS_3

...| Gila nya dia bahkan mengalahkan Gilanya orang Gila! |...


...SELAMAT MEMBACA🌹...


...🍁🍁🍁...


Setelah sekian lama dirinya mencari letak kamarnya dengan sedikit usaha akhirnya ia menemukannya. meskipun elsa sendiri yang mendesain seluruh yang ada digedung ini namun tetap saja ia tak bisa mengingat semuanya dengan jelas. ini juga dikarenakan ia yang terlalu mementingkan pekerjaannya hingga hal sekecil ini pun tak bisa diingatnya, seperti letak letak kamar hotelnya -maksudnya kamar hotel pribadinya.


saat memasuki ruangan itu, ia disambut dengan kemewahan serta keindahan dari ruangan itu sendiri. dimana perpaduan antara black dan gold menyatu menjadi satu kesatuan. Nah ini lah dia yang disebut menakjubkan dari daerah kekuasaan elsa.



menaiki tangga itu, untuk menuju tempat peristirahatan-nya bukan peristirahatan terakhir lah ya. disambut dengan warna hitam yang lebih dominan, tidak seperti ketika dibawah tadi.



membuka masker dengan asal dan membuangnya kesembarang tempat langsung saja ia menghempaskan tubuhnya kekasur Queen size yang nampak lebih menarik dijam-jam seperti ini.


memejamkan matanya sebentar dengan menikmati kenyamanan yang diberikan kasur itu, tanpa sadar membuatnya tertidur pulas. mungkin ini dikarenakan ia yang sudah terlalu lelah.


beberapa jam lamanya ruangan itu hanya dipenuhi dengan kesuanyian.


ia mengerjapkan matanya ketika merasa terganggu dengan adanya bunyi dari alarm elektronik yang terus saja mengucapkan 'Dinner time' secara berulang-ulang.


menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang, melirik sebentar kearam benda kotak tersebut yang menunjukkan angka19:30. menghembuskan nafas ternyata ia ketiduran sudah cukup lama.


menjentikkan jarinya, seketika muncullah layar hologram transparan dihadapannya. menekan salah satu ikon dilayar itu sehingga muncullah simbol 'mic' .


"bawa makanan kekamar saya" ujarnya.


"baik nona" saut suara yang mungkin berasal dari salah satu pegawai disebrang sana.


menjentikkan kembali jarinya, seketika hologram transparan itupun menghilang. ini adalah salah satu alat canggih yang ia pasang dikamarnya begitupun dengan kamar lainnya namun dikamar lain harus menggunakan remot kecil sebagai tombol untuk memunculkan hologram tersebut.


beranjak memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri karena sejak tadi pagi ia sama sekali tak menyentuh air. beberapa saat kemudian ia pun telah usai, menuju satu room lagi yang mana merupakan walk in closed miliknya. memilih untuk menggunakan T-shirt oversize berwarna putih dipadukan dengan celana jeans pendek setelah itu ia mencepol asal rambut panjangnya.


bertepatan dengan usainya ia menyiapkan diri, seseorang mengetuk pintu kamarnya sudah dipastikan bahwa orang itu pasti karyawan yang akan membawa makan malamnya.


ceklek..


dan jawabanya benar "selamat malam nona, ini makanan yang anda pesan" ucapnya dengan sopan.


elsa mengangguk kemudian mempersilahkan pelayan itu masuk. pelayan itu mendorong meja yang sering digunakan untuk membawa makanan itu kearah meja makan, lalu menyiapkannya.


"selamat menikmati makan malamnya nona" menundukkan badan dengan sopan.


elsa tersenyum puas, dengan kesopanan karyawannya.


dengan wajah datar elsa mengucapkan terima kasih yang dibalas dengan beberapa kata-kata sopan dari karyawan itu, setelah itu ia pun pergi menyisakan elsa yang kini tengah menyantap makan malamnya sembari bermain handphone.


skipp pagi hari..


matahari yang sudah mencapai puncak peraduannya tak membuat elsa beranjak dari ranjangnya, rasanya malas sekali untuk melakukan aktivitas dipagi hari ini atau bahkan disiang hari ini?.

__ADS_1


sedari tadi yang dilakukannya hanya mendesah berat, memikirkan segala cara untuk memperbaiki segalanya. sebelum akhirnya dialihkan dengan sebuah hologram yang muncul tak jauh dihapannya, yang mana menampilkan wajah seorang pria muda dengan balutan pakaian khas hotel.


'selamat pagi nona, maaf mengganggu waktu bersantai anda. ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda'


"panggil kemari" perintahnya dengan nada yang datar.


'baik'


setelah itu semua kembali hening.


membuang nafas kasar lalu dengan ogah-ogahan ia pun berjalan kearah kamar mandi.


"Ahh.. rasanya tidak rela meninggalkan kasur empukku" monolognya sembari memandang kasur queen size-nya dengan sedih.


Ingin kembali bermalas-malasan namun itu sama sekali tak bisa dilakukannya karena ada banyak hal yang menunggunya diluaran sana.


dan disinilah elsa, duduk dengan anggunnya. memandang beberapa orang dihadapannya dengan tenang membuat ke-5 dokter spesialis kecantikan itu menunduk takut karena merasa terintimidasi oleh tatapan gadis remaja itu.


sebenarnya mereka sempat terkejut karena orang yang memanggil mereka adalah seorang gadis kecil? heii asal kalian tau saja ya ke-lima orang itu adalah orang-orang yang berpengaruh dalam dunia kecantikan, namun entah mengapa bisa berakhir dengan remaja yang tampak biasa saja.


'sebenarnya apa yang dipikirkan dikepala atasan bodoh itu, mengapa kita yang orang terkenal harus melanyani bocah ini' suara batin mereka bersamaan.


elsa tersenyum miring, ia tau pasti ke-5 orang ini tengah menjelekkannya didalam batin mereka masing-masing. lihat saja tatapan terkejut mereka diawal tadi, yang mana sudah menjelaskan semuanya.


"saya membayar kalian untuk merawatku bukan menunduk dan diam begitu" kan bahkan suara yang dikeluarkannya sudah membuat mereka merinding.


salah satu wanita yang memiliki wajah yang lebih tua diantara yang lainnya mencoba untuk memberanikan diri "apa yang bisa kami bantu?" tanyanya dengan tenang meskipun ia sempat gemetar ketika bersitatap dengan bola mata kelam itu.


sejenak mereka memperhatikan kondisi tubuh remaja itu, cantik memang namun sayang harus tertutupi dengan berbagai jerawat dan luka.


dengan mengangguk mengerti, mereka pun memulai segala metode untuk memperbaiki kekacauan yang ada ditubuh si gadis remaja.


‒—————————°°—————————‒


"siapa dia?" tanyanya pada dirinya sendiri.


beberapa saat lalu ia mendapatkan telepon dari manajer HOTEL NAYELQ bahwa ada seorang gadis remaja yang menginap disana dengan kartu black-gold. dia tau kartu langkah itu, kartu yang mana ia saja tak mendapatkannya padahal ia sangat dekat dengan adiknya yang notabenen pemilik hotel terbesar sedunia itu.


meskipun ia hanya sekretaris presdir, namun ia diberikan wewenang untuk ikut mengurus hotel itu. meskipun tidak semua hal yang bersangkutan harus diketahuinya.


"haruskah aku memberitaukan hal ini kepada mereka?" ucapnya lagi dengan menopang dagu.


"tapi pasti mereka akan kembali terpuruk"


mengusap wajahnya dengan kasar "akhhh... kenapa menjadi sesulit ini sih?" frustasinya.


"apa sebaiknya gua cari tau dulu? ya mungkin harus begitu" putusnya.


kembali menatap sedih kearah bingkai foto yang mana terlihat 2 orang perempuan saling berpelukan dengan tersenyum manis kearah kamera.


membuang nafas untuk menetralisir rasa sesak didadanya namun hal itu tak dapat mencegah air mata yang berjatuhan "gue kangen lo dek" lirihnya.


...~...

__ADS_1


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...REVISI PADA 02 JULI 2021❣️...


...(Hanya revisi kecil)...


...perhatian! : cerita ini bakal gua up sesuai dengan suasana hati gua. so! jangan bosan-bosan buat nunggu okeπŸ˜‰...

__ADS_1


__ADS_2