Menjadi Antagonis

Menjadi Antagonis
05. RAFINDRA


__ADS_3

...|Kasih sayang yang sesungguhnya tak akan pernah hilang hanya karena kesalahan kecil|...


...SELAMAT MEMBACA🌹...


...🍁🍁🍁...



sebuah taksi berhenti disebuah halaman mansion yang sangat besar dan mewah. mansion bergaya amerika itu adalah milik keluarga RAFINDRA. keluarga yang sekarang menjadi keluarga baru seorang QUEENELSA, ralat maksud saya musuh barunya!


elsa keluar dari dalam taksi tersebut disusul dengan bi sumi. diperhatikannya setiap sudut dari mansion besar itu.


'mansion papa lebih besar dari ini' komen elsa


"ini rumah kamu elsa" ujar bi sumi ia tau kalau nonanya itu sudah tidak mengingat rumahnya karena hilang ingatan.


padahal elsa ma tau!


gadis itu mengangguk mengerti lalu mereka berdua melangkah memasuki ruang utama dengan bi sumi yang memapah tubuh elsa yang masih sangat lemah.


Cklekk...


pintu utama yang terbuka berhasil membuat 4 orang manusia yang tengah asik berbincang mengalihkan pandangannya ke kedua perempuan yang baru saja masuk.


"Wihh... si jal@ng kita udah sehat to" ujar seorang wanita paruh baya, elsa menebak bahwa itu adalah ibu dari tubuh barunya ini.


tanpa memerdulikan ucapan dari wanita itu ia dengan bodo amatnya tetap melangkahkan kakinya. melihat dirinya diabaikan oleh gadis yang menurutnya pembawa sial itu membuatnya naik pitam.


"SIALAN AKU SEDANG BERBICARA DENGANMU BODOH!!" teriak wanita paruh baya itu.


dalam seketika elsa menghentikan langkahnya dan dengan ogah-ogahannya ia berbalik kemudian menatap mereka satu persatu. diujung sana seorang pria tampan sedang memperhatikan dirinya dengan dingin, kemudian disebelahnya ada seorang pria paruh baya yang tengah duduk santai dengan koran ditangannya yang nampak tak peduli setelah itu ia beralih menatap seorang wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda yang tengah menatapnya dengan datar. mereka semua melihat elsa dengan tatapan tak suka dan datar hanya satu yang tak memandangnya dengan datar dia Divina kakak elsa yang selalu membuat hidup elsa menderita, yang selalu membuat elsa terlihat jahat dimata semua orang, wanita yang selalu memandangnya dengan tatapan merendahkan.


"Alhamdulilah saya sehat" balas elsa dingin dengan menekan setiap kata yang diucapkannya.


ucapan dengan nada datar yang baru saja elsa lontarkan membuat keempat orang itu terkejut, bahkan Andreas yang sedari tadi hanya fokus ke korannya kini mengalihkan pandangan kearah elsa. bukan apa-apa elsa yang sebelumnya selalu takut untuk menjawab perkataan mereka kini dengan tanpa ragunya menjawab. oh dan apa-apaan wajah datar itu.


dari mana keberanian anak ini datang. apakah setelah mengalami kecelakaan, terbentur lalu hilang ingatan membuat dirinya mempunyai kepribadian baru?


pikir mereka secara bersamaan.


prokkk... prokkk..


"wahhh.. wahh... wahhh... ternyata hilang ingatanmu membuatmu berani seperti ini ya?" ujar Dewi sambil bertepuk tangan heboh.


elsa? ia tak menghiraukan perkataan ataupun tatapan kaget dari beberapa orang dimansion itu.

__ADS_1


Divina yang sedari hanya diam saja kini mulai melangkahkan kakinya. kearah elsa dengan tatapan mmm sedih?!


'drama baru, dimulai' batin elsa


"dek.. kamu udah nggakpapa kan sekarang? ada yang sakit nggak? kok bisa kecelakaan sih? kakak kan udah bilang bawa mobilnya pelan-pelan aja!" ucapnya dengan beruntun.


elsa mendelik dalam batin


"dek.. jawab dong. kamu marah ya sama kakak" tanya Divina dengan raut muka sedih yang dibuat-buat


'Cihhh.. drama Queen banget lo'


"Ahh.. maaf ya kakak nggk sempat untuk jengukin kamu"


'emang lu nya aja yang nggk punya niatan!'


"dekk... maafin aku ya ya?" mohonnya sambil menggoyang-goyang tangan elsa.


"I'm so sorry" sambungnya dengan raut wajah yang semakin dibuat sedih akan tetapi elsa yakin bahwa dirinya sempat melihat perempuan ini tersenyum miring walau hanya beberapa detik saja.


Namun entah mengapa elsa merasa bahwa tempo ayunan tangan gadis itu semakin cepat lalu dengan itu pula ia menubrukan tangan elsa kedadanya dengan sengaja, mungkin karena tubrukan kuat itu menyebabkan gadis didepannya itu terjatuh kelantai.


brukkk...


Andreas tampak sangat marah karena melihat putri tersayangnya dilecehkan oleh elsa. dengan langkah penuh amarah ia menghampiri elsa yang masih berdiri dengan tenang terlihat sekali dimata elsa tak ada rasa bersalah sedikitpun -ehh tapi bukankah elsa memang tak bersalah? itukan kesalahan Divina sendiri! ngapain juga dia menjatuhkan dirinya sendiri? saraf Ni anak!.


plaakkk..


karena tubuh elsa yang saat itu masih lemah ia dengan mudahnya terjatuh dan membentur tangga sehingga membuat kepalanya pening sesaat.


meski hal ini sudah sering terjadi, namun tetap saja bi sumi khawatir. ingin sekali ia membantu nonanya itu akan tetapi ia sama sekali tak punya keberanian.


deg


tiba-tiba elsa merasa dejavu dengan yang baru saja dialaminya. ia juga pernah diperlakukan seperti ini oleh papanya, adam. saat itu ia baru saja pulang dari RS setelah 5 minggu lamanya ia koma. kalau diingat-ingat lagi usianya waktu itu kira-kira 10 tahunan. saat itu ia hanya ingin bermanja-manja dengan papanya, ya namanya juga bocah pasti jika sedang sakit sifat manjanya akan keluar. elsa berlari memeluk kaki adam, mungkin karena terkejut tanpa bisa ditahannya ia menjatuhkan dua barang yang kebetulan pada saat itu tengah dipegangnya yaitu berupa dokumen dan secangkir kopi panas. melihat dokumen pentingnya telah menyatu dengan kopi membuat adam marah dan berakhir memaki elsa tak lupa pula dilayangkannya sebuah tamparan keras tanpa memikirkan bahwa putrinya yang masih kecil.


tamparan itu adalah tamparan pertama yang didapatkan elsa dari papa-nya.


"astaga... elsa" teriak seorang pemuda dengan nada khawatir.


"Om andreas, elsa itu anak om jadi tidak seharusnya om berbuat kasar seperti ini" bentak pemuda itu, ia sudah tak bisa lagi memendam semua amarah dihatinya. selama ini ia sudah cukup bersabar untuk tidak mengeluarkan kata-kata tidak sopan untuk pria dihadapannya ini karena bagaimanapun pria ini adalah kakak dari ibunya sehingga ia masih mempelihatkan rasa hormatnya itu. namun kali ini ia sudah tak tahan lagi apalagi saat melihat adik sepupunya yang diperlakukan tidak adil oleh keluarganya sendiri. kalau saja ia tidak ingat bahwa pria itu adalah om-nya ia sudah melayangkan tinjuan mautnya kewajah datar itu saat ini juga.


"Leo, kamu jangan ikut campur!" ucap andreas dengan tampang tak bersalahnya.


"gimana leo nggak ikut campur coba, om sudah memperlakukan elsa dengan tidak baik seperti ini dan lagi kami masih keluarga, dia adik saya tentu saja sebagai kakak saya harus melindungi dia" jelas leo dengan nafas memburuh menahan amarah.

__ADS_1


"ka-kak Leo?" Lirih elsa yang masih bisa didengar oleh Leo.


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...~...


...REVISI PADA 01 JULI 2021❣️...


...Sama aja kok, disini juga gua revisinya sedikit banget◉‿◉...


...Sekeluarga emang ngga ada otak!!...

__ADS_1


__ADS_2