
Di Jalanan Ibukota Fēng Saat Ini
" BROOOOOOM
Setelah setengah jam Jun yg sedang mengantarkan pesanan nya sudah sampai di Ibukota Fēng , dia pun melewati kediaman keluarga Bai saat ini dan mematikan motor nya untuk mampir untuk bertemu Feng dan Tang.
" TAK.....
Jun langsung memakirkan motor nya di depan gerbang villa keluarga Bai sekarang , Feng dan Tang pun menyapa nya.
" Bocah tampan sudah seminggu kita tidak bertemu haha " Ucap Feng sambil merangkul nya
" Jun lama tidak berjumpa " Ucap Tang
" Wah paman Feng rambut mu sudah tumbuh sedikit " Saut Jun
" Hahaha dasar bocah , cepat masuk " Ucap Feng
Feng dan Tang langsung mengajak Jun duduk di dekat halaman depan villa yg ada bangku dan meja untuk bersantai. Lalu , Jun memulai obrolan dengan bertanya tentang keluarga Lin yg ada di kota Shaoxing.
" Akan ku panggil kan nona muda , tunggu sebentar " Ucap Feng
" Paman , aku hanya bisa mampir sebentar disini dan aku harus mengantarkan makanan pesanan keluarga Lin dulu " Saut Jun
" Ah baiklah kalau begitu " Ucap Feng
" Jangan lupa mampir kesini lagi jika sudah menyelesaikan pekerjaan mu saudara Jun " Ucap Tang
" Ya tentu saja paman Feng , kakak Tang. Titipkan salam ku untuk Lin Er dan Bibi Yun " Ucap Jun sambil melambaikan tangan nya dan langsung menyalakan motor nya kembali
Tak memakan banyak waktu , hanya lima belas menit Jun mampir di villa keluarga Bai tersebut.
" BROOOOOOM
Jun pun langsung menuju arah yg di tuju yg tak lain adalah kediaman keluarga Lin saat ini , tapi di perjalanan nya dia merasakan ada orang yg mengikuti nya sekarang.
" Sepertinya hanya pikiran ku saja " Ucap Jun dalam hati
Dengan ucapan nya tersebut Jun langsung tidak memikirkan apa apa lagi dan fokus mengantarkan nya , karena jam yg diponsel GPS yg sekarang saat ini Jun pakai sudah menunjukkan pukul 15.30 sore.
***
Di Dekat Persimpangan Jalan Kota Shaoxing
Ada dua pria dewasa yg sedang berbincang di persimpangan tersebut , mereka berpakaian seperti ahli seni beladiri.
" Kau urus saja sendiri masalah mu , aku bisa mengatasi nya sendirian " Ucap salah satu pria berwajah sedikit seram yg ada di persimpangan tersebut.
" Ya ya ya kalau itu mau mu , selamat tinggal " Jawab pria yg sedang meninggalkan pria berwajah seram itu
" SWOOSH
" Berhati-hati lah kakak Xu , aku mempunyai firasat buruk " Ucap pria itu lagi dan langsung menghilang
__ADS_1
Di dalam persimpangan jalan itu sangat sepi , karena suasana di kota Shaoxing sangat tentram dan ada pentas opera juga di tengah kota tersebut.
Dan jalan itu juga akan di lewati oleh Jun yg saat ini sedikit lagi sampai.
Yang menunggu nya di persimpangan jalan saat ini yg seperti gang itu adalah Xu Peng , sang pembunuh bayaran yg disewa oleh keluarga Zhang.
Setelah menunggu target nya selama sepuluh menitan itu , Xu Peng mendengar suara motor dari kejauhan , dia melihat poto yg dia pegang dan melihat pengendara motor itu seperti memastikan nya.
" Ah benar memang dia " Ucap Xu Peng
" BROOOOOM
" CYIIIITT
Tiba tiba Jun menginjak rem nya secara mendadak dan melihat seseorang yg mencegat nya di tengah jalan itu.
Xu Peng berani mencegat Jun karena tidak banyak kendaraan saat ini yg sedang melintas di jalan itu , Xu Peng juga sudah tahu kondisi dari kota Shaoxing.
Kalau Xu Peng tidak mengetahui kondisi kota yg akan menjadi kuburan target nya tidak sepi seperti sekarang , dia juga sudah memakai topeng nya. Saat ini dia tidak memakai topeng tanpa perlu identitas nya diketahui.
" Ada keperluan apa paman ? " Ucap Jun sambil mematikan motornya.
" Hanya satu keperluan ku , itu adalah membunuh mu " Ucap Xu Peng sambil tersenyum bengis
" SYUUUUT
'' BUUUUUUGG
" AARRGGHHH
Jun membungkuk sedikit sambil memegang perut nya dan mengusap mulut nya yg mengeluarkan darah sedikit.
Setelah mengusap mulut nya , Jun langsung memasang kuda kuda Macan Putih nya saat ini dan berbicara kepada Xu Peng.
" Aku tidak punya masalah terhadap mu , sepertinya ada orang yg menyuruh mu melakukan ini hehehe " Ucap Jun
Dengan kepintaran nya , Jun pun sudah menebak seseorang yg ada di depan nya adalah orang bayaran yg sekarang akan membunuh nya.
Tapi , Jun tidak mengetahui siapa yg menyewa pria ini. Dia juga bingung kenapa pria yg ada didepan nya bisa menyerang nya secara telak dan sampai mengeluarkan darah dari mulut nya itu.
Seketika Jun ingat dengan perkataan Shen Long saat sedang mengajari nya tentang berkultivasi kemarin malam.
" SSSZZZZTTTTHH
" Saat kau melawan kultivator yg sama seperti dirimu , sebaik nya kau keluarkan aura mu dan lihat orang yg kau lawan. Jika dia memiliki aura juga , tak salah lagi dia adalah kuktivator yg sama dengan dirimu " Ucap Shen Long saat itu.
" WOOSH
Sekarang Jun sudah mengeluarkan energi nya dan langsung melihat ke arah pria yg ada di depan nya itu.
" Ka-kau juga seorang kultivator , bagaimana bisa ? " Ucap Xu Peng sambil terkaget ketika melihat aura Jun yg sangat hitam dan gelap.
" Ya tentu saja , apakah di umur ku yg muda tidak boleh berkultivasi ? , dan terakhir siapa namamu paman kita belum berkenalan " Saut Jun sambil tersenyum
__ADS_1
" Xu Peng , itu adalah hadiah untukmu sebelum mati bocah "
" BUUUUUUG
" BUUUG
Ketika Xu Peng menyelesaikan kata kata nya , dia langsung di serang oleh Jun dengan pukulan ke arah wajah nya dan tendangan ke arah perut nya.
Xu Peng langsung terpental sedikit dan hidung nya mengeluarkan darah setelah dipukul Jun.
" Ka-kauuuuu bajingan !!! " Ucap Xu Peng
" WOOSH
" BUGGGG
" Qi Refining tingkat akhir ! " Ucap Jun sambil menangkis serangan Xu Peng
" Hahaha kau juga tahu tingkatan ku , kau adalah jenius di umur mu yg sekarang " Puji Xu Peng sambil terus menyerang Jun
Namun Jun dengan santai nya tidak terkena pukulan dari Xu Peng sama sekali , dia hanya menghindar dan menangkis sambil tersenyum.
" Ayolah paman , apakah umur mu membatasi pergerakan mu haha " Ucap Jun sambil meledek Xu Peng
Xu Peng pun kesal mendengar ucapan dari Jun , dia pun berhenti menyerang Jun dan mundur beberapa langkah.
" WUSH
" CLING
Dengan sekejap Xu Peng mengeluarkan pedang yg entah dari mana itu , Jun pun bertanya.
" Bagaimana bisa ? " Ucap Jun sambil terkaget
" Di tingkatan mu yg sepertinya sama dengan ku , kau belum tahu dengan kantong ruang bocah " Ucap Xu Peng
" Ah ya ya ya aku tahu , aku pernah mendengar nya " Jawab Jun yg tidak mengira kantong ruang yg ada di komik yg pernah dia baca juga ada di dunia ini.
" BUGGGG
" BUUGGGGGG
" BUUUUUUUGG
Setelah mereka saling membalas puluhan gerakan , Xu Peng terluka parah dan Jun hanya terluka sedikit dibagian wajah nya. Mereka pun mundur beberapa langkah.
" SYUUUT
" TAK TAK
Xu Peng pun mengambil nafas perlahan-lahan selama beberapa detik sambil memegang pedang nya dan berpikir sejenak , karena tidak menyangka bocah seumuran Jun dapat mengimbanginya bahkan memojokkan nya sekarang yg sudah menggunakan pedang.
*Bersambung
__ADS_1