
" BROOOM
Kini Jun mengendarai motor nya lalu langsung menuju ke alamat pemesan pertama nya.
Tidak memakan banyak waktu Jun akhirnya menyelesaikan pesanan pertamanya yang hanya memakan waktu sekitar lima belas menit saja.
Kemudian Jun kembali menuju Foodey untuk meminta pesanan kepada Chu Fei dan ingin mengantarkan nya.
...CTAK ~ ( Suara standar motor yang diturunkan atau dinaikkan )...
" Halo kakak Chu , aku ingin mengambil pesanan berikut nya " Ucap Jun sambil menyapa Chu Fei.
" Cepat sekali kau , masih ada lima pesanan. Ambil ini " Ujar Chu Fei sambil memberikan kotak pesanan pada Jun.
" Ah rupanya dekat , aku akan mengantarkan nya dengan cepat hihihi " Jawab Jun dengan melambaikan tangan nya ke arah Chu Fei.
" BROOOOOM
Pesanan kedua kini sudah diantar oleh Jun sekarang dengan semangat di wajah nya karena setiap menyelesaikan misi dari sistem nya dia mendapatkan point untuk membeli aneka ragam skill dan seni beladiri yang dia gemari.
Selang beberapa menit motor pekerja delivery berhenti di Restauran Foodey yang tak lain itu adalah Jun.
" Kakak Chu bolehkah aku mengambil pesanan berikut nya ? tetapi sehabis itu aku ingin pulang sebentar atau mengambil istirahat beberapa jam saja " Pinta Jun dengan sedikit memohon kepada Chu Fei.
Jun memohon sebegitunya karena sudah empat hari ini dia tidak berlatih atau menaikkan kultivasi nya sendiri untuk menjadi kuat.
" Erm kalau begitu kau pulang saja nanti sehabis mengantar pesanan ini , biarkan sisa nya di antar oleh yang lain. Kau juga butuh liburan sebentar sepertinya haha " Jawab Chu Fei sambil memberikan kotak pesanan ketiga yang diantar Jun.
" Yeaaaaay kau sungguh baik kakak Chu , aku akan mengantar nya dengan cepat " Ucap Jun dengan wajah senang nya dan sambil melambaikan tangan nya.
" Ya biarkanlah dia , aku dengar dia baru menyelesaikan ujian kelulusan nya. Apakah kau tahu nilai ujian kelulusan bocah itu saudari Chu ? " Tanya Jia Li yang tiba tiba datang dan menghampiri Chu Fei.
" Ah kau mengagetkan ku saja , ya aku tahu berapa nilai ujian kelulusan bocah itu dan sebaiknya aku tidak menjelaskan nya padamu. Kau tanya saja langsung pada nya dan lihat lah dengan mata kepalamu sendiri " Ujar Chu Fei sambil memegang kening nya karena mengingat nilai ujian kelulusan yang dimiliki Jun tadi pagi.
" Akan kutunggu dia dan langsung menanyakan nya " Ucap Jia Li dengan wajah penasaran nya dan melanjutkan obrolan bersama Chu Fei saat ini.
__ADS_1
Chu Fei dan Jia Li berbincang bincang selama setengah jam lama nya di ruang kantor Jia Li yang tak lain adalah bos dari restoran tersebut.
Tak lama kemudian suara motor yang familiar terdengar dari luar Restaurant Foodey.
" BROOOOM
" Itu dia ! akan kuhampiri bocah itu sekarang haha " Ucap Jia Li yang sangat ingin menanyakan nilai ujian kelulusan Jun saat ini.
" Kau dan bocah itu sama saja " Saut Chu Fei
" Apa ? Apanya yang sama ? Hei ? " Tanya Jia Li yang kurang mendengar perkataan dari Chu Fei.
" Lupakan , cepat pergi hampiri bocah itu " Usir Chu Fei dengan gaya nya yang seperti menyuruh adik nya sendiri.
" Ini semua gara gara kau saudari Chu , lebih baik mati daripada penasaran " Kata Jia Li dengan nada sedikit kesal dan wajah yang muram karena kelakuan Chu Fei.
Dengan kelakuan nya yang seperti anak kecil Jia Li berjalan menghampiri Jun yang berada di pintu masuk restoran nya.
***
Suasana Di Kota Shaoxing.
Hangzhou International School adalah sekolahan paling elite di kota Shaoxing yang sama seperti Huǒ Elite School tempat Jun dan Yu Xue bersekolah di kota Huǒ.
Para murid di Hangzhou International School pun tidak kalah dengan murid murid sekolah menengah atas lain , sekolahan ini juga berisikan murid murid cerdas tetapi hanya dua orang saja yang dianggap jenius di sekolahan ini. Dia adalah si kembar dari desa Guanxi Duong yang bernama Lu Bei dan Lu Xiaojun mereka juga dikenal Sang Tinju Kembar di Shaoxing karena kung fu yang mereka pelajari dan kekuatan fisik nya lebih dari kekuatan normal manusia.
Tidak hanya cerdas tetapi mereka berdua juga pintar dalam bertarung , sampai sampai tidak ada murid yang berani mengganggunya karena Lu Bei dan Lu Xiajun adalah rakyat jelata yang dipandang rendah di negri ini.
Dengan teknik bertarung yang sangat tajam akan kecepatan tinjunya , para murid yang dahulu mengganggunya langsung di hajar oleh mereka dengan tanpa basa basi.
Guru yang ada di sekolah nya pun selalu memberi mereka berdua sanksi untuk tidak mengulanginya lagi , namun apa daya dengan status dan latar belakang yang rendah guru guru pun tidak membela nya. Tetapi ada satu guru yang membela Lu Bei dan Lu Xiaojun , ia adalah guru seni beladiri di Hangzhou International School yang bernama Chen Wu.
Lalu pada hari ini semua murid di kota Shaoxing sangat antusias menunggu hasil ujian kelulusan mereka.
...TONG - TONG ~...
__ADS_1
..." Para hadirin murid sekalian yang sudah sabar menunggu nilai ujian kelulusan hari ini , sekarang saya sebagai kepala sekolah Hangzhou International School akan mengumumkan nama nama murid yang berada di sepuluh besar "...
Tegas Kepala Sekolah dengan menggunakan mic diatas panggung yang berada ditengah lapangan menghimbau kepada murid murid sekolah nya untuk bergegas ke tengah lapangan.
...HOOAAM ~ ( Suara seseorang menguap )...
..." Tidak usah berlama lama , inilah daftar sepuluh besar murid di sekolah ini "...
Ucap Kepala Sekolah dengan kemalasan nya yang sangat terkenal itu , walaupun kepala sekolah hangzhou ini pemalas tetapi dia pernah mendapatkan peringkat pertama pada saat ujian kelulusan seperti sekarang.
...Ujian Kelulusan Sekolah Menengah Atas...
1. Xiao Yun ( 97 ,8 )
2. Lu Xiaojun ( 91 , 2 )
3. Lu Bei ( 90 )
4. Chen Zhenyang ( 88 , 9 )
5. Wu Ming ( 88 , 2 )
6. Su Qingchen ( 88 )
7. Wang Guang ( 87 , 5 )
8. Qian Ruan ( 87 )
9. Du Mei Yin ( 87 )
10. Fang Yan ( 85 , 5 )
...----------------...
Nama nama murid yang menempati peringkat sepuluh besar pun sudah diumumkan oleh kepala sekolah dengan cepat , ya itu juga karena sifat dari kepala sekolah nya yang tidak ingin berlama lama di atas panggung.
__ADS_1
" Baiklah pengumuman nilai ujian kelulusan nya selesai hooaam " Ucap Kepala Sekolah sambil berjalan menuruni tangga yang berada disudut panggung tersebut.
*Bersambung