Menjadi Pahlawan Di Setiap Dunia

Menjadi Pahlawan Di Setiap Dunia
dunia pertama


__ADS_3

Andrea dalam suasana hati yang baik dan menikmati makan malam yang mewah , kemudian Andrea mengajak Rupet pergi berjalan ke taman samping . Tentu saja jangan lupakan Alec yang mengikuti sepanjang jalan .


Andrea sengaja membawa Rupet ke tempat dengan sedikit orang . Semakin lama Alec mengikuti , semakin dalam emosinya . Memikirkan bagaimana Andrea sama sekali tidak memiliki kewaspadaan . Rupet ini semakin berani , membawa Andrea ke tempat terpencil dia merasa semakin tidak nyaman melihatnya .


Melihat dua orang di depannya berhenti , Rupet membungkuk seolah ingin mencium wanita berlawanan nya . Wanita itu berdiam diri disana tampak memejamkan mata .


Melihat ini , Alec tidak tahan lagi . Berjalan cepat menghampiri mereka . Mengulurkan tanganya meninju dengan kuat wajah Rupet . Menjatuhkan tubuh Rupet ke tanah dengan keras .


" Alec !.."


Teriak Andrea lalu bergegas membantu Rupet yang jatuh di tanah , Alec merasa lebih marah ketika melihat Alana pergi melewatinya untuk membantu Rupet . Menarik lengan Alana , Alec langsung membawanya ke dalam pelukannya .


" Sialan ! .."


Maki Rupet buru buru bergegas pergi , Andrea bergerak tidak nyaman mencoba menyingkirkan kukungan Alec . Menatap Alec dengan marah dan berkata .


" Alec apa yang kamu lakukan ? . Mengapa kamu memukuli orang ."


Dia melirik Alec dari atas kebawah dengan mata menyipit .


" kamu juga mengikuti ku ! .."


Untuk sesaat Alec merasa bersalah , tetapi kemudian dia berkata terus terang.


" Aku hanya khawatir kamu akan tertipu , Rupet bukanlah orang baik ."


" Siapa bilang dia bukan orang baik , siapapun yang bersamaku adalah kebebasan ku . "


Andrea mengangkat lehernya menatap mata Alec.


Melihat tatapan Alana , Alec tidak merasakan apapun di hatinya . Jadi dia dengan sabar berusaha menjelaskan pada Alana .


" Alana kamu mungkin tertipu olehnya sehingga kamu bisa menyukainya , dia hanya mempermainkan mu . "


Andrea memerah seolah olah dia marah , dan membalas perkataan Alec .


" Saya bebas menyukai siapapun , walau dia tidak menyukai saya . Selain itu bagaimana anda bisa tahu , bahwa saya di jebak olehnya sehingga saya menyukainya ? . Saya menciumnya di kapal pesiar hari itu , bahkan sampai sekarang aku merasa jantung ku masih berdetak begitu cepat . Itu adalah ciuman pertama ku dan aku menyukainya."


" Apa dia mencium mu !! "


Mata Alec terbelalak saat mendengar ini , mencengkeram lengan Andrea dengan keras . ingin membunuh Rupet sekarang .


Andrea tampak sangat puas dengan reaksi Alec, dan di memprovokasinya tanpa rasa takut .


" Ya ! .. Di kamar gelap di kapal pesiar perjudian hari itu . Dia memelukku dan mencium ku , meskipun aku tidak tahu mengapa aku terbangun di rumah mu . Tapi dia memberitahu ku bahwa dialah yang mencium ku . Walau ruangan itu gelap dan aku tidak bisa melihat jelas , aku bisa merasakan orang yang mencium ku . Dan aku sangat menyukainya. "


Alec tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut ketika mendengar ini . Alana mengatakan bahwa dia menyukai orang yang menciumnya di kamar gelap . Tapi dialah yang menciumnya hari itu , jadi Alana menyukai ciumannya .


Kegembiraan yang dirasakannya membuat Alec bernafas dengan cepat .

__ADS_1


Meskipun dia tidak tau dari mana Rupet bisa mengetahui tentang hari itu . Saya tidak boleh membiarkan penjahat itu memanfaatkan Alana . Alec memeluk wanita itu dengan erat dan berkata dengan nada selembut mungkin.


" Alana apakah kamu benar benar menyukai orang yang mencium mu ?."


" Tentu saja aku menyukainya ."


" Kalau begitu, apakah kamu tahu kalau yang mencium mu bukan Rupet ? ..


Alec menatap wanita itu dengan cemas .


" Bagaimana bisa .. "


Andrea berhenti sejenak dan berkata.


" Bahkan jika itu bukan dia , aku tetap menyukai orang yang mencium ku . pokoknya aku suka ciuman hari itu ."


Jawaban tanpa ragu ragu Andrea menyebabkan suasana hati Alec melonjak senang . Alec menatap wanita itu lekat lekat , pipinya merah karna berbicara dan matanya cerah membuat jantungnya berdetak .


Alec tidak tahan untuk mencium mata itu , dan kemudian ketika wanita itu sedang linglung dia mendarat kan bibirnya di bibir pihak lain . Tanpa ragu dia memberikan ciuman yang dalam pada pihak lain .


Wanita muda di lengannya berjuang untuk mendorong nya pada awalnya , namun lama kelamaan dia mulai menikmatinya . Alec merasa senang dan menciumnya lebih mesra .


Setelah waktu lama , mereka akhirnya berpisah . Menempelkan kedua dahi bersama sambil ter engah-engah. Alec memeluk wanita itu dengan erat dan kembali mematuk dan menciumi bibir wanita itu . Sudut mulutnya terangkat dan dia berkata .


" Alana apakah ciuman ini terasa familiar ?.."


" Jadi akhirnya kamu mengakuinya ? .. Hm ? .."


Alec tiba tiba mengangkat kepalanya dan menatap wanita di pelukannya . Dimana rasa malu dan marah dari pihak lain , dia hanya melihat senyum percaya diri yang tak terelakan .


" Alana ?..."


Alec menelan ludah , wanita yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi . Semakin terlihat menarik di matanya .


Andrea tertawa kecil dan menghembuskan nafas ke telinga Alec , dia lelah menunggu lama untuk Alec , bersandar ke telinga pria itu dan dengan lembut berkata .


" Alec .. Malam ini kita tidur bersama , oke ?.."


Napas Alec ter engah-engah merasa semua sel di tubuhnya bergejolak , dan dia pergi dengan cepat sambil menggendong wanita itu .


Di ranjang besar di sebuah apartemen , dua orang yang baru saja mengaku satu sama lain terjerat bersama . Tidak lama Alec mengangkat dan dengan lembut mencium kening wanita itu yang penuh keringat .


" Alana apakah tidak apa apa ? .. "


Andrea mengangkat kepalanya dan melingkarkan lengannya di leher Alec , memberinya ciuman yang dalam dan penuh gairah . Menatap serius pria itu , pria yang membuatnya jatuh setelah melewati dunia yang tak terhitung jumlahnya . Menganggukkan kepalanya.


" Aku suka melakukan hal seperti ini dengan mu . Alec aku menyukai mu !.."


Mendengar kata kata cinta tersamar dari wanita itu , nafas Alec menjadi lebih berat . Dia jelas telah memikirkan cinta pertama wanita itu , tetapi pihak lain tidak menyadari dia tertarik padanya .

__ADS_1


" seperti rubah "


Alec menundukkan kepalanya , mengumpat di dalam hatinya , Alana yang seperti ini sungguh menggoda . Malam masih panjang dan hukuman bagi anak nakal masih terus berlanjut.


 Sudah lewat tengah hari ketika Andrea bangun ke keesokan harinya . Andrea membuka matanya perlahan dan menguap , Alec tidak ada di ruangan tetapi aroma harum terus tercium . Dia ingin tahu apakah pihak lain sedang menyiapkan makan siang untuk dirinya sendiri . Andrea mengulum senyum dan merenggangkan pinggang nya .


" Rea kamu baik baik saja ? ."


Tanya black Bai khawatir .


" En .. Tentu saja . "


Andrea melihat ke bawah dan menemukan jejak di tubuhnya , dia akhirnya mengerti apa yang di khawatir kan oleh black Bai. Mereka sangat intens tadi malam dan Alec kehilangan akal sehatnya pada akhirnya . Untungnya pada awal awal Alec sabar dan bertindak lembut kepadanya , dan kondisi fisiknya sudah di ubah oleh black Bai pada awalnya . Jadi itu benar benar bisa bertahan .


" Jangan khawatir .. Aku sangat baik ! "


 Memikirkan apa yang terjadi tadi malam , Andrea dalam suasana hati yang baik . Jika sebelumnya dia bisa mengatakan skor untuk Alec itu 10 sekarang dia dapat mengubah nya menjadi 100 .


Setelah beberapa saat , Alec masuk dengan bubur yang sudah di masak . Melihat Andrea bangun , dia menunjukkan senyum lembut . Menambahkan bantal untuk punggung wanita itu , dia mengambil mangkuk bubur dan menyuapinya se sendok demi se sendok .


Andrea menerima suapan dengan sangat nyaman , dia merasa sangat puas dengan perlakuan Alec . Setelah selesai makan , dia menarik kerah baju Alec dan menciumnya . Alec sangat senang dengan tindakan Andrea dan tidak bisa menahan senyumnya .


Mengemasi peralatan makan untuk di bawa , Alec memeluk Andrea dan mengelus kepalanya . Berkata dengan lembut .


" Istirahat lah lagi , hari ini kamu tidak perlu pergi bekerja ."


Andrea mengangguk dan memejamkan matanya di pelukan Alec , sambil tetap meminta black Bai memantau pergerakan Dheon dan Diana . Dia tidak tau metode apa yang di gunakan Diana , sehingga dia benar benar bisa datang ketempat tidur Dheon lagi .


Dan Liana bukanlah hanya ibu rumah tangga biasa , dia menyukai uang dan sangat suka menghamburkannya . Dia selalu berkumpul dengan istri atau pun simpanan dari orang orang kaya , untuk bertaruh atau berbelanja . Andrea menggunakan koneksi Alec untuk menyuap beberapa orang yang di sebut teman bangsawan Liana . Nyonya anne dan membiarkan Rupet membantu mengaturnya .


Selama beberapa waktu di bawah pengaturan Andrea yang di sengaja , Liana sudah masuk ke dalam tipuan Andrea untuk berinvestasi saham yang cukup banyak . Dan dia hampir kehilangan seluruh harta pribadinya untuk itu .


Sepertinya dia sudah cukup lama bersantai sudah waktunya keluar untuk menonton pertunjukan bagus . Lebih baik pergi melihat langsung .


" black Bai tolong kirim pesan pada Rupet, katakan padanya dia boleh bertindak. "


Setelah tinggal bersama Alec selama sehari , Andrea berkemas dan berencana untuk pulang . Wajah Alec menjadi tak nyaman , dan dia mencoba memegangi tangan Andrea mencegah nya untuk pergi .


Andrea menepuk kepala Alec dengan lembut , tidak menyangka orang ini akan sangat lengket padanya , mengingat bagaimana sikapnya di masa lalu .


" Aku harus pulang , ada hal yang harus ku tangani . Kasino.. , kamu pasti sudah mengetahui nya . Dan aku tidak mungkin membiarkan mereka bersantai begitu saja setelah menyakiti ku seperti itu . "


Alec menatap Andrea dan akhirnya mengangguk , meskipun dia ingin memberitahu wanita itu bahwa dia sepenuhnya mampu membalaskan orang yang menyakiti wanita nya . Tetapi dia mengenal wanitanya , jadi dia tahu bahwa masalah ini harus di tangani sendiri olehnya .


Begitu Andrea sampai di rumah , dia mendengar pertengkaran antara Dheon dan Liana , mungkin Dheon sudah mengetahui bahwa Liana kehilangan seluruh hartanya karena melakukan investasi .


Melihat bagaimana Liana berbicara kepada Dheon dengan sedih , Dheon hanya membanting pintu dan pergi . Hanya Liana yang di tinggalkan sendirian di ruang tamu , mengerutkan kening dan terlihat murung .


Liana juga tahu bahwa perbuatanya sangat tidak masuk akal , tapi dia sudah kehilangan begitu banyak sehingga dia tidak bisa melepaskannya . Yang tersisa di tangannya hanyalah properti keluarga dan beberapa saham perusahaan yang telah di simpan rapat rapat olehnya . itu tidak dapat di pindahkan dalam hal apapun.

__ADS_1


Liana menundukkan kepalanya di aula dan mengerutkan kening . Pada saat ini Andrea turun ke bawah dan melihatnya dalam keadaan tertekan . dia berkata dengan perhatian.


" Apa yang terjadi ? .. "


__ADS_2