
Sambil berbicara Liana berjalan ke sisi Dheon , itu jelas sepasang mata yang indah namun di dalamnya tampak beracun.
" Dheon.. Kita harus membuat semua orang berpikir bahwa Alana adalah pecandu narkoba yang suka bermain main dengan orang banyak untuk memuaskannya . Jangan lupa bagaimana ibu ****** kecil itu mati ? . Anda tidak dapat menyingkirkan masalah ini jika dia menjadi pewaris masa depan . Kami ibu dan anak hanya ingin memiliki kehidupan yang lebih baik . "
Ketika Dheon mendengar kata kata Liana dia menutup matanya , menarik nafas dalam-dalam dan akhirnya mengangguk .
" Begitu aku akan menemukan seseorang untuk mengaturnya di perjudian ."
Liana merasa lega melihat Dheon akhirnya setuju , dan senyum muncul di wajahnya . Membayangkan Alana telah menjadi tikus di jalanan dan di usir dari rumah oleh Lucas dengan putus asa .
Andrea mengerutkan keningnya saat mendengar ini . Mendengar apa yang di katakan Liana , kematian ibunya seharusnya juga ada campur tangan dari ibu dan anak itu . Itu adalah hal yang tercela sangat tercela . Tapi dengan begini dia bisa melempar umpan acak dan pihak lain dengan patuh mengambil umpan .
Di malam hari , orang tak terduga datang mengetuk pintu kamar Andrea .
Setelah mandi Andrea mendengar ketukan di pintu kamarnya , buru buru membungkus tubuhnya dengan bath robe Andrea berjalan membukanya . Dheon muncul dengan segelas susu di tanganya .
Andrea mengangkat alisnya dan melihat ke pihak lain , tapi masih menunjukan senyum . Bergeser ke samping membiarkan pihak lain masuk ke ruangan .
Dheon berjalan ke kamar yang sudah bertahun-tahun tidak dia masuki . Meletakkan susu di samping tempat tidur , Dheon duduk di kursi dengan tenang dan mengawasi Andrea .
Andrea sama sekali tidak merasa tidak nyaman , mengambil handuk lain untuk menyeka rambutnya yang basah . Bertanya sambil tersenyum.
" Kaka , mengapa kamu tiba-tiba ingat untuk mengantarkan susu kepadaku ? .."
Mata Dheon tidak bisa tidak menatap pada leher telanjang Andrea yang putih , tanpa sadar pengelihatannya beralih ke arah luka di bahu Andrea yang tidak sengaja terlihat . Saat dia masih muda , seorang pelayan tidak sengaja menumpahkan air yang baru direbus ke arah dirinya . Namun Alana berlari dan menghalangi itu .
Anak perempuan kecil yang lembut itu berteriak pada kakak laki-laki nya dan bergegas ke depannya . Bahkan jika dia akhirnya terluka karna dirinya sendiri , anak perempuan itu akan tersenyum untuk menghibur sang Kaka . Dan mengatakan bekas luka itu tidak sakit . Itu seperti seberkas cahaya di masalalu yang kelam .
Dheon yang pernah membenci status nya sebagai anak haram , dan dia cemburu kepada Alana . Saya iri karena dia di lahirkan dengan kehidupan yang luar biasa . Iri karna ibunya memiliki keluarga yang berkuasa dan kaya . Oleh karena itu dia dan ibunya berencana membunuh ibu Alana .
Tetapi ketika dia benar benar datang ke rumah ini , Dheon tidak dapat mengerti . Karena ke egoisan dan kekayaan, Liana berubah menjadi serakah dan acuh tak acuh pada dirinya . Hanya Alana kecil yang tulus pada dirinya sendiri . Tapi di bawah dorongan ibunya Dheon mulai mengasingkan Alana sedikit demi sedikit.
Dan karena dia sudah tahu bagaimana ibu Alana di bunuh . Dia tidak bisa benar-benar dekat satu sama lain. Namun baru baru ini Alana yang berperilaku baik dan cantik itu tampaknya kembali lagi .
Dheon menatap Alana dan tanpa sadar mengulurkan tanganya mencoba menyentuh bekas luka di bahunya . Tapi Alana menghindarinya dengan menoleh ke samping.
Andrea tidak suka di sentuh orang lain , dan itu menjadi reflek di alam bawah sadarnya. Baru setelah dia selesai berfikir , dia baru ingat bahwa Alec selalu mengelus kepalanya dari waktu ke waktu dan terkadang membelai pipinya . Mungkin Alec adalah pengecualian untuk dirinya sendiri.
" Alana..."
Dheon tidak menyangka Alana akan menghindari tangannya , mengerucutkan bibirnya dan mendekatinya lagi .
Andrea tampak termenung , tetapi diam diam menjauhkan dirinya dari Dheon . Berjalan ke lemari mengambil baju tidur dan berganti dengan cepat di kamar mandi . Setelah itu dia duduk di tempat tidur dan bertanya , menatap Dheon dengan beberapa keraguan .
__ADS_1
" Saudaraku kamu belum mengatakan apa-apa tentang kedatangan mu kemari . "
Dheon Menggelengkan kepalanya melihat rona merah di pipi Alana setelah mandi , dia secara tidak sadar tertarik oleh pihak lain. Bau sabun yang harum tercium dari tubuh pihak lain , dan setetes air mengalir ke leher Alana yang ramping .
Dheon menelan ludah dan kemudian arus hangat mengalir ke tubuhnya . Mata Dheon melebar karna terkejut dan berdiri bergegas keluar ruangan .
Andrea mengangkat alisnya melihat kepergian Dheon yang tergesa gesa , bertanya pada kucing hitam tua di benaknya .
" black Bai.. Ada apa dengan Dheon ? .. Kenapa dia datang ke kamar ku ? . "
Karena black Bai telah membuka sistem untuk melihat keadaan tubuh orang lain secara alami dia dapat mengetahui keadaan Dheon. Dia terdiam beberapa saat lalu berkata .
" Baru saja pahlawan pria , sepertinya tergoda oleh mu . "
Wajah Andrea menjadi dingin , dan sudut mulutnya berkedut . Black Bai di benaknya berkata dengan meledek .
" Rea , kamu memang berwajah cantik . Namun Dheon itu tampaknua memiliki beberapa pemikiran yang tak seharusnya kepada pemilik aslinya . Kamu bayangkan, jika dia benar benar memberi tahu mu bahwa dia menyukai mu , apa yang akan kamu lakukan ? .. "
Andrea mendengus .
" Jangan lupa tentang hubungan darah antara Dheon dan pemilik aslinya . Bahkan jika dia menyukai Alana , apakah pahlawan wanita akan diam saja ? .. Tanpa rencana ibu dan anak itu , bagaimana bisa pemilik asli terjerat perjudian dan kehilangan segalanya . Belum lagi obat obatan narkoba dan foto foto terlarang yang menghancurkan hidupnya . Jika ini menyukai, maka aku tidak sanggup menyukainya . "
Pada saat ini Dheon bergegas kembali ke kamarnya , menunjukkan senyum aneh saat dia melihat perubahan pada tubuhnya .
Ketika Dheon memikirkannya hal ini , ekspresi menjadi mengerikan . Dan kemudian dia mengingat rencananya dengan ibunya . Ya ! . Selama Alana kehilangan segalanya, dia tidak akan lagi memiliki penghalang yang bisa di andalkan dan akan mulai bergantung padanya .
Dheon berfikir dengan penuh semangat tanpa menyadari bahwa ekspresinya menjadi sedikit gila . Dia duduk di kursi dan bersandar , tangannya terulur menutupi dahinya dan tertawa sambil berbicara dengan lembut.
" Alana sayang ku.. jangan khawatir , segera kamu akan menjadi milik kakakmu sepenuhnya . Kakak akan sangat mencintai mu . Lagi pula ketika saat nya tiba , kamu hanya bisa mengandalkan kakak mu ini . "
Dalam dua hari dari hari hari damai , teman dari pergaulan masalalu Alana , Helena menelponnya . Mengatakan sudah lama tidak melihatnya dan memintanya keluar untuk bermain bersama . Andrea menolak tanpa memikirkannya , menutup telepon dan berkata dia tidak ingin berhubungan dengan mereka lagi . Dan mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan masa lalunya .
Jika Andrea biasanya tidak akan menjelaskan hal yang tidak penting kepada orang lain , tapi Helena orang ini adalah orangnya Liana . Dan Andrea tau bahwa Liana ingin menggunakan Helena untuk menjebaknya ke dalam rencananya . Namun mereka ingin berurusan dengan dirinya hanya menggunakan Helena , apa mereka pikir mereka terlalu pintar ? .
Andrea menutup telepon dan melihat Alec yang berada di seberang meja menatapnya . Segera tersenyum cantik dan berkata .
" Alec , apakah pekerjaan mu terganggu ? .."
Wajah Alec menunjukkan rona merah yang tidak wajar , dan dia berkata dengan batuk ringan .
" aku baru saja mendengar apa yang kamu katakan . Alana ... Aku mau mengatakan kamu telah melakukan hal yang benar ."
" Apa hal benar yang telah kulakukan ? "
__ADS_1
Andrea mengedipkan matanya dengan bingung , dan kemudian dengan cepat menyadari bahwa Alec telah mendengar dia menolak ajakan Helena .
Mungkin karena dia tidak sering memuji orang lain , nada bicara Alec agak blak blakan . Namun Andrea tahu karakter Alec dan tahu bahwa pihak lain peduli padanya . Suasana hatinya pun seketika langsung membaik .
Dia berdiri sambil tersenyum dan berjalan ke arah Alec . Lengannya mengukung Alec di tengah meja . Dari belakang , tampak seorang wanita sedang memeluk seorang pria jangkung .
Andrea menundukkan kepalanya berpura pura melihat dokumen di tangan Alec dan dengan santai berkata .
" kamu sibuk apa ?"
Jarak antara kedua orang itu sangat dekat , dan Alec bisa merasakan hembusan nafas Andrea di pipinya . Di kelilingi oleh nafas Andrea , pikiran Alec pun menjadi tidak fokus .
Alec menoleh , menatap wajah wanita itu dari dekat . Bibirnya terbuka dan tertutup , bibir merah yang basah menarik perhatiannya .
Alec merasa bahwa dia pasti sudah gila , karena dia merasa setiap sel di tubuhnya berteriak-teriak untuk mencium bibir merah itu . Wajah wanita itu penuh senyuman dan matanya yang jernih terlihat cantik .
Tapi tidak bisa seperti ini , Alana adalah anak dari saudari angkatnya . Dan Alana sudah mempercayai dirinya sepenuhnya.
Alec mengendurkan dasinya Ter engah-engah , merasa bersalah pada Alana karena pikiran jahatnya . Mengambil nafas dalam dalam untuk menjernihkan pikirannya dia berbicara dengan dingin kepada Andrea .
" ini hanya beberapa dokumen biasa , Alana kembali ketempat mu dan bekerja ! .. "
" aku hanya ingin bertanya , apa yang ingin kamu makan untuk makan siang ?. Jika kamu merasa tidak nyaman , sebenarnya kamu bisa melepaskan dasimu di kantor . "
Saat dia berbicara Andrea mengulurkan tanganya dengan lembut membuka ikatan dasi Alec , dengan ekspresi polosnya .
jari jari lentik wanita itu bergerak di lehernya , dan Alec merasa bahwa kemampuan pengendalian diri yang di banggakan nya hancur sedikit demi sedikit . Dia menundukkan kepalanya dan berkata dengan cepat .
" aku punya pertemuan yang di hadiri nanti , jadi aku tidak bisa pergi dengan mu . "
" yah baiklah ."
Andrea mengangguk dengan bijaksana , berjalan kembali ke kursinya perlahan . Dia meletakan wajahnya di tanganya dan muncul ekspresi kecewa disana.
Alec menghela nafas lega melihat Alana kembali ke mejanya , setelah melihat wanita itu menunjukkan kekecewaannya setelah mengetahui bahwa dia tidak akan makan bersamanya , dia secara tidak sadar memiliki sedikit kegembiraan di hatinya . Tetapi dia kembali menyadarkan dirinya bahwa itu tidak boleh .
Perasaan ini menyakitkan dan manis , Alec merasa wanita di depannya seperti narkoba yang beracun tapi membuat ketagihan .
Sebelum tengah hari Alec meninggalkan kantor . Melihat kepergian yang tergesa-gesa Andrea cemberut kecil . Matanya berkilat sebal dia yakin dia akan meluluhkan Alec .
Nyatanya bukan hanya Alec yang tergoda dan tertarik pada Andrea , tetapi Andrea juga tertarik padanya .
Tidak peduli penampilan atau ha lainya , Andrea merasa Alec sudah sesuai dengan keinginannya . Namun setelah berhubungan satu sama lain selama beberapa waktu , dia bahkan tidak mendapatkan ciumanya yang menurut Andrea sangat di sayangkan.
__ADS_1