
Lucas belum tahu dia membuat keputusan yang akan dia sesali di masa depan .
Andrea masih di culik , Andrea yang terkurung di dalam lemari dengan tali tambang yang kuat yang di ikatkan ke lengannya . Andrea berfikir dalam hati bahwa tuhan sedang bermain dengannya dan dia harus di culik untuk sementara waktu.
Namun perencana utama kali ini bukan Liana atau Dheon seperti di kehidupan sebelumnya , tetapi sang pahlawan wanita Diana . Adapun penculikan Diana terhadapnya hanya untuk menunjukan kepadanya sebuah pertunjukan yang bagus.
Andrea telah meminta Black Bai untuk memantau dengan cermat tindakan Diana . Meskipun Andrea tahu apa yang ingin Diana lakukan , dia juga memiliki kepercayaan kepada suaminya . Dan dengan senang bekerja sama menyaksikan pertunjukan wanita itu .
Segera setelah lemari di buka , Andrea di gendong dan kemudian bersandar ke dada orang di belakangnya . Dia memeluknya sangat erat sehingga Andrea bisa merasakan ketakutan orang itu melalui pakaiannya.
Meskipun Andrea dalam kondisi mata di tutup dan tidak bisa melihat siapa pihak lain , tapi aroma yang familiar membuat Andrea tahu yang memeluknya adalah Alec . Andrea tersenyum kecil dan terkekeh.
" Kenapa datang terlambat ?.."
Alec dengan lembut membuka penutup mata Andrea dan juga tali yang mengikat badanya . Melihat ruam dan sedikit lecet di bekas tali yang di ikat , mata Alec menjadi suram .
kebenciannya untuk Diana semakin bertambah .
Hari ini , wanita itu Diana membuat janji dengannya . Alec awalnya tidak berencana untuk pergi , tetapi Diana berkata dia memiliki rahasia besar tentang Alana di tanganya . Yang menggerakkan Alec untuk pergi .
Dari melihat cara wanita itu datang menghampirinya dengan cara menggoda , Alec tahu bahwa tujuan wanita itu tidak sederhana . Dia berhati-hati dengan tidak menyentuh makanan dan minuman disana tetapi dia tidak menyangka bahwa wanita itu akan mencobanya dengan parfum yang di semprotan di tubuhnya . Meskipun Bai parfum membuatnya mulai tetapi badanya tetap merasa panas secara perlahan .
Dengan marah Alec menampar wanita itu hingga membungkuk , tetapi dia segera bergegas karena khawatir dengan wanita kecilnya . Dia memiliki firasat bahwa wanita ini tidak hanya ingin berurusan dengannya tapi dengan istrinya juga . Dan benar saja Alana tidak bisa di hubungi dan menghilang .
Alec buru buru menghubungi bawahannya dan mencari lokasi Andrea . Untung saja setiap set pakaian Alana di lengkapi dengan chip pelacak sehingga dia bisa dengan cepat menemukannya . Namun sesampainya disana melihat kekasihnya di ikat di dalam lemari , membuat Alec gugup dan takut .
" Maaf Alana .. Ini semua salahku . Kecerobohan ku membuatmu menderita . Lana apakah kamu baik baik saja ?.."
alec memeluk Andrea dengan erat dan dengan hati hati memeriksa setiap jengkal tubuh kekasihnya . Andrea hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya , hanya karena dia di bius dia hanya bisa bersandar lemas di dada Alec dengan malas dan mengerutkan kening berkata dengan kesal .
" kamu memiliki bau yang tidak enak !."
Napas Alec terasa berat efek parfum pada tubuhnya belum berkurang , tetapi dia menekannya karena dia mengkhawatirkan kekasihnya . Sekarang setelah dia bertemu kekasihnya , dia merasa bahwa efek obat itu datang lebih ganas . Dengan tidak terkendali dia mencium mulut wanita itu dan untungnya bawahan Alec yang berdiri di belakang dengan langkah sunyi segera meninggalkan ruangan dan menutup pintu hingga hanya tersisa keduanya.
" Jangan terlalu keras menekannya .. Itu hmp .. "
Andrea belum selesai berkata namun mulutnya sudah di telan pria itu , pada saat ini Andrea juga menemukan sesuatu yang salah dengan kekasihnya . Meskipun dia sangat senang dengan pengendalian diri suaminya tapi dia juga sangat marah di hatinya . Dan hanya bisa melepas pakaiannya dengan koperatif .
Setelah kedua orang itu saling menindih dan menyelesaikan beberapa ronde , Alec menjadi tenang dan mendapatkan kembali kewarasannya . Andrea bersandar pada Alec ter engah-engah dan berkata dengan suara pelan .
" Apakah kamu sudah baik baik saja ?.."
__ADS_1
alec mengangguk dengan lembut mencium rambut wanitanya dan berkata .
" Sudah lebih baik , terimakasih . Kali ini semua karena kecerobohan ku , aku pasti akan membuat wanita itu dan Lucas membayar harganya !. "
Suara Alec terdengar dingin dan dia tidak peduli menunjukan sisi kejamnya di depan kekasihnya . Dan Andrea juga sangat menyukai kekejaman Alec , kelembutan suaminya hanya untuk nya . Dan dia secara alami akan memperlakukan musuh dengan kejam .
Sepertinya apa yang pernah di katakan Black Bai tentang mereka tidak salah sama sekali . Andrea dan Alec saling melengkapi seperti cangkir dan tutupnya.
Diana dibawa kehadapan Andrea malam itu dengan di tahan oleh pengawal Alec , Andrea tersenyum sinis berjalan mendekatinya dan berbisik di telinganya dengan suara yang lembut dan tersenyum lebar .
" Apakah kamu tahu mengapa aku bekerja sama dengan penculikan mu ?... Itu untuk membuat mu mengerti . Bahwa ada beberapa orang yang tidak akan pernah pantas untuk kamu dapatkan . Pasti akan sangat menyenangkan melihat mu di lempar oleh pria yang kamu inginkan ke sekumpulan orang gila ! .."
Mendengar ucapan Alana membuat Diana merasa takut di lubuk hatinya , dan dia akhirnya mengerti bahwa dia sudah memprovokasi seseorang yang tidak bisa dia sentuh . Jika dia bisa mengulang waktu dia pasti akan bersembunyi jauh dari orang ini tapi sayang tidak ada jika di dunia ini .
Diana di lempar ke tengah tengah pecandu narkoba , Diana berteriak ngeri mencoba melarikan diri namun dia tidak bisa menghentikan orang orang itu untuk melampiaskan hasrat pada tubuhnya . Tubuhnya di langgar oleh lima orang disana , dan di ketahui salah satu dari mereka mengidap penyakit yang menular .
Dan keesokan harinya , tersiar kabar Lucas pemimpin perusahaan di ketahui membayar koki untuk meracuni dan membunuh para tetua keluarga di perjamuan . Dan bukti yang di dapatkan lebih dari selusin pun bermunculan .
Sekarang Lucas benar benar tidak bisa menghindar , bukti yang di kumpulkan sangat meyakinkan . Dan bahkan sang koki sendiri mengakui kejahatan Lucas yang merencanakan pembunuhan para tetua keluarga . Hanya tinggal menunggu masuk penjara , Lucas sudah tak bisa bebas .
Sekarang seluruh keluarga sudah di kendalikan oleh Alana , dia secara alami tidak memiliki perasaan keluarga pada Liana atau Dheon dan Alana tidak meninggalkan apapun untuk mereka .
Setelah kehilangan segalanya Liana hanya bisa tinggal di rumah kecil bersama Dheon . Dan tidak butuh waktu lama baginya terjerat dengan rentenir , karena terbiasa dengan kehidupan kaya Liana sering meminjam uang kepada lintah darat untuk memenuhi gaya hidupnya . Namun karena tidak mampu membayar Liana pun pergi membawa sebagian tabungan yang di simpan Dheon dan melarikan diri . Hanya menyisakan sejumlah besar hutang yang di warisi untuk Dheon .
Andrea sedang dalam perjalanan pulang , memikirkan suaminya yang sedang menunggunya dirumah . Dia merasa itu juga kebahagiaan untuk tinggal di dunia ini dengan cara ini dan hidup dengan damai .
Tepat saat dia sedang berjalan seorang wanita tiba tiba muncul dengan menggunakan masker dan memegang botol kaca . Wanita itu tampak sedang menunggu lama dan bergegas menuangkan cairan di dalam botol ke arah Andrea .
Namun sesosok pria tiba tiba muncul dan menahan Andrea di balik badanya dengan kuat . Dia melindungi Andrea dari cairan itu dan mengorbankan punggungnya.
Asam sulfat dalam botol tumpah dan mengenai pria itu yang ternyata adalah Dheon , kulit yang terkena asam sulfat langsung terbakar dan terkena area yang luas . Andrea menatap Dheon di depannya dengan mata terbelalak , dia sudah memperhatikan Diana dan Dheon yang mengikutinya disini .
Meskipun dia tidak tahu apa yang akan mereka lakukan tapi dengan kewaspadaan Andrea , menghindari botol asam sulfat sama sekali tidak masalah . Tetapi dia tidak menyangka Dheon akan bergegas keluar dan melindunginya .
Pengawal yang di tugaskan Alec untuk melindungi Andrea segera bergegas keluar untuk menangkap Diana yang panik . Dan Alec yang tiba tiba muncul saat ini bergegas memeluk Andrea dengan erat berulang kali memastikan dia baik baik saja .
Diana yang sudah di tahan oleh dua pria masih terus berteriak.
" Alana , kamu yang membuatku seperti ini . Aku akan membunuhmu !! .. Aku ingin membunuhmu !. "
Cahaya dingin melintas di mata Alec , memberi isyarat pada orang-orang yang menahan Diana . Sekelompok pengawal langsung menutup mulut Diana dan membawanya pergi .
__ADS_1
" Mengapa kamu di sini ? .."
Andrea menatap Alec dengan ragu . Alec sekali lagi memastikan Andrea benar benar tidak terluka dia menghela nafas lega dan menjawab .
" Aku sedang menunggumu di rumah dan tiba tiba aku merasa tidak nyaman , jadi aku datang menyusul mu . Aku tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi . Lana jangan khawatir aku akan menangani wanita itu dengan baik , dia tidak akan ku biarkan muncul di depan mu lagi ."
Andrea mengangguk , dia memandang Dheon yang terluka dan tidak mengatakan sepatah kata pun . Dan mengerutkan bibir .
" Aku akan meminta Alec untuk membawa mu ke rumah sakit ."
" Tidak perlu .."
Dheon menggelengkan kepalanya dan menatap Andrea dalam .
" Aku akan pergi sendiri saja . Lana..,Aku .., aku mencintaimu ! . Pernahkah kamu menyukai ku walau sedikit ?.."
Setelah Andrea mendengar kata-kata Dheon , Alec memegang tanganya dengan kencang . Andrea menepuk nepuk pelan lengan Alec berusaha menenangkan . Melihat Dheon dan berkata .
" Tapi Alana tidak mencintai mu dia memperlakukan mu sebagai kakaknya dari awal hingga akhir . Tetapi apa yang telah kamu lakukan di belakangnya ?.. Apakah perlu aku mengatakan satu persatu ? .."
Apa yang Andrea katakan tentang Alana , bukan dirinya . itu hanya bertujuan untuk menjawab pertanyaan Dheon atas nama pemilik aslinya . Terlepas dari apakah perlakuan Dheon sebelumnya di sengaja atau tidak , tuan rumah asli telah hancur dan akhirnya mati dengan tragis . Dia telah lama di diskualifikasi dari hidup Alana .
Dheon menutup matanya dengan tanganya dan tersenyum masam , yah saya dari awal memang tidak mempunyai apa apa . Kenapa dia harus berjuang . Orang ini dari awal , dia benar benar tidak akan pernah mendapatkannya .
Akhirnya Dheon menatap Alana dalam dalam menoleh dan pergi , sejak itu dia tidak pernah muncul lagi . Tidak ada yang tahu kemana dia pergi .
Hanya saja di sebuah rumah kontrakan di kota kecil yang tidak di ketahui siapapun , ada pria dengan bekas luka terbakar di wajahnya . Dia akan selalu mengambil gambar seorang wanita dari waktu ke waktu , menyentuhnya dan memeriksanya berulang kali .
Berfikir bahwa jika dia tidak membantu Liana membunuh Alin ( ibu Alana ) karena cemburu . Dan tidak menggunakan cara apa pun hanya karena dia ingin mendapatkan pihak lain . Akankah wanita itu tetap di sampingnya sambil tersenyum dengan lembut dan memanggil dirinya kakak .
Setelah keluarga benar benar selesai Andrea memiliki kehidupan yang mulus dalam hidupnya . Dengan Alec dia tidak perlu khawatir hal apapun dalam hidupnya.
Alec mengumumkan pernikahannya dengan Andrea setelah mengambil alih keluarga rockefeller . Dia juga mengasuh ahli waris lebih awal dan keduanya memilih pensiun lebih awal .
Hanya saja mereka berdua tidak bepergian , setelah pensiun mereka menghargai waktu yang mereka habiskan bersama . Dan menghabiskan sebagian besar waktu di apartemen mereka yang kecil dan nyaman .
Mereka makan bersama dan berjalan jalan di siang hari , dan di malam hari saling memeluk sambil menonton film . saling bercerita tentang cinta satu sama lain dan menjalani hidup dengan penuh cinta dan kehangatan.
Bagaimanapun Alec 9 tahun lebih tua dari Andrea , meskipun dia bekerja keras untuk menjaga tubuhnya . Alec tampaknya telah mencapai batas di umur 80 tahun . Sebelum dia meninggal dia memegang tangan Andrea dengan kuat dan menatap Andrea tapi tidak mengatakan sepatah kata pun.
" Jangan khawatir ! .. Aku tidak akan membiarkan mu pergi sendirian di tempat lain . Aku akan tetap menemani mu ."
__ADS_1
Andrea tersenyum lembut mencium bibir alec , dan akhirnya Alec memejamkan matanya . Andrea dengan lembut mengusap alis Alec , dalam kehidupan ini dia puas bisa tetap tinggal dan mencintai kekasihnya . Bersandar dengan puas di pelukan Alec , Andrea pun perlahan kehilangan nafasnya .