Menjadi Pahlawan Di Setiap Dunia

Menjadi Pahlawan Di Setiap Dunia
Dunia pertama


__ADS_3

Tampaknya ciuman pertamanya , tidak bisa di dapatkan dalam waktu singkat . Tapi bagaimana pun pihak lain sengaja menghindari nya dan orang yang di rugikan saat itu bukanlah dirinya sendiri . Pikir Andrea tidak bertanggung jawab.


Karna Alec tidak berencana untuk menyadari perasaanya sekarang , lebih baik dia berurusan dengan ibu dan anak yang ingin berurusan dengannya .


Pada malam hari ketika Andrea kembali kerumah , dia melihat Dheon dan Liana tampaknya telah duduk di ruang tamu . Lucas tidak ada di rumah hari ini , jadi apakah ibu dan anak itu menunggunya disini . Mereka sungguh tidak sabaran .


" Alana kembali . "


Liana menyambut Andrea dengan antusias , Andrea hanya mengangguk santai . Dia berjalan mendekati Andrea dengan senyuman di wajahnya.


" Alana , kamu masih muda sekarang ,dan pasti sulit membantu tuan Alec . Jadi aku memberitahu Kaka laki laki mu secara khusus , agar dia punya waktu untuk mengajak mu keluar untuk relaksasi sekaligus bertemu beberapa teman . Lagipula anak muda sekarang harus memiliki lingkaran pertemanannya sendiri . "


Andrea mengangkat kepalanya dan melihat Dheon , Dheon tersenyum lembut dan mengangguk.


"Alana kebetulan besok adalah akhir pekan , aku akan berkumpul dengan teman teman ku . Jadi ayo pergi bersama . "


Andrea secara alami setuju dan kemudian naik ke atas untuk pergi masuk ke kamarnya . Setelah melihat ekspresi kegembiraan di wajah Liana , dia pergi dengan sinis di dalam hatinya .


Di dalam kamarnya , Andrea mandi dengan air panas , memikirkan Dheon dan Liana telah menemukan seseorang untuk mengaturnya mengikuti permainan di kasino , dia sudah mengetahui itu . Tetapi besok merekalah yang akan menjadi bahan lelucon besok bukan dia .


Berbaring di ranjang besar yang empuk dengan gaun tidurnya , Andrea menghela nafas merasakan rileks ditubuhnya.


Nada dering ponselnya berbunyi, Andrea mengambil ponselnya sambil mengira ngira siapa yang menghubunginya tengah malam . Membuka ponselnya dan melihat pesan yang ternyata dari Alec .


" kau sudah tidur ? "


Hanya tiga kata namun bisa membalikkan semangat Andrea , dengan senyum lebar dia segera membalas nya .


" belum ^-^ "


Melihat emoji di pesan balasanya , ekspresi Alec melembut . Alec bingung dengan tindakan Alana hari ini , dan terpaksa menghabiskan sepanjang sore untuk mengurus pekerjaan nya di tempat lain . Dia bahkan tidak berani ke perusahaan pada sore hari . Tapi ketika dia sampai di rumah setelah semua yang dia lakukan hari ini , dia merasakan kekosongan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Alec tidak suka orang lain memasuki rumahnya , jadi biasanya dia hanya sendirian di dalam rumahnya . Kecuali pekerja paruh waktu yang datang untuk memasak dan membersihkan rumah .


Terbiasa dengan sendirian namun hari ini , di rumah besar ini Alec tiba tiba merasakan sedikit kesepian di hatinya . Melihat ponselnya yang sudah lama dia pegang , tanpa sadar dia mengirim pesan untuk Alana.


Setelah terkirim Alec tersadar dan ingin menarik kembali pesan yang sudah dia tulis , tetapi baru saja dia akan menghapusnya , balasan sudah datang dari pihak lain .


Alec menggerakkan jarinya di ponselnya beberapa kali , tanpa sadar merindukan seseorang di hatinya . Tapi dia tidak tau harus membalas apa , untuk pertama kalinya dia merasa tidak berdaya dengan sifat membosankan nya . Setelah ragu ragu untuk waktu yang lama , dia akhirnya mengirimkan balasan .


" apa ada acara besok ? "


Besok adalah akhir pekan waktu beristirahat , meskipun tidak ada istirahat untuk dirinya sendiri . Alec akan tetap bekerja di rumahnya ketika akhir pekan . Tetapi dia tidak tahu apa yang di lakukan Alana pada akhir pekan .


" besok ? .. Alec , apa kamu ingin berkencan dengan ku ? .. "


Berkencan , Alec kaget melihat balasan pesan Alana yang blak-blakan .tetapi dia juga merasakan godaan dari kata kata itu . Kebingungan bagaimana cara membalas pesan andrea, rona merah muncul di wajahnya dia meremas telepon dengan erat.


Andrea meminta black Bai untuk membuatnya bisa melihat keadaan Alec , saat ini Alec meremas ponselnya dengan wajah yang memerah sambil terbaring diam di ranjangnya . Melihat tatapan tak berdaya Alec , Andrea melepaskan wajah puasnya dan tersenyum .

__ADS_1


" hahahaha .. Bercanda , jangan takut Alec ."


Tepat ketika Alec bingung untuk membalas apa , balasan dari Andrea datang lagi .


" Ternyata itu hanya lelucon "


Alec menghela nafas lega, namun juga merasa sedikit kecewa . Tapi dia berfikir, mungkin dia dapat mengundang Alana kerumahnya . Lagipula dia masih harus mengajari Andrea untuk mengelola perusahaan , jadi pengajaran ini pasti di perlukan . Setelah menemukan alasan yang cocok untuk dirinya sendiri , Alec dengan cepat mengirimkan balasan ke Andrea .


" Alana , kamu bisa datang ke rumahku besok jika kamu mau . karena masih banyak hal yang harus kamu pelajari tentang perusahaan , kita bisa membahas tentang manajemen perusahaan besok ."


Alec menahan senyuman wajahnya dan menyeringai kecil , dengan sedikit cemas menunggu balasan dari Alana . Berfikir bahwa mungkin besok dia akan bertemu dengan wanita itu .


Andrea menopang dagunya melihat gambaran senyum Alec , dia sangat menyukai nya . Sayang sekali dia masih memiliki hal hal yang harus di lakukan besok . Jadi dia tidak bisa menemui Alec .


Jarang sekali seseorang seperti Alec , menggunakan alasan lucu seperti itu untuk bertemu dengannya , tetapi karna rencana ibu dan anak yang sangat buruk . Andrea terpaksa harus menyelesaikan mereka dahulu . Menimpakan semua kekesalannya kepada ibu dan anak itu . Andrea pun membalas pesan Alec dengan menyesal.


" Mungkin tidak bisa , besok Dheon mengundang ku untuk pergi menemui teman temannya . Jadi aku tidak bisa datang ke tempat mu . 😔 . "


Alec mengerutkan kening cemas melihat jawaban Andrea , Dheon mengundang Alana .


Apa tujuannya .


" Aku akan pergi bersama mu "


Jawaban tegas Alec seperti mendominasi , tapi membuat Andrea tidak merasa marah sama sekali . Dia sadar Alec khawatir dengannya .


" baiklah "


Ya bagaimana bisa Alana hanya berdiam diri di bawah pengawasannya sepanjang waktu , yang perlu dia lakukan hanya mendukungnya dari belakang diam diam dan mengawalnya .


Sambil menghela nafas Alec tersenyum memikirkan penampilan cemberut wanita itu .


" oke , Alana istirahat lah lebih awal , selamat malam "


" selamat malam untukmu juga 😘 "


Andrea menatap layar ponselnya sambil tersenyum , dan mengirim ciuman selamat malam tanpa malu . Memikirkan wajah memerah Alec , suasana hatinya menjadi sangat baik .


Di sisi lain , Alec merasa waspada perihal ajakan Dheon pada Alana , meskipun dia sempat terganggu dengan ciuman selamat malam Alana . Setelah menenangkan pikirannya , dia kembali ke wajah datar sebelumnya .


Mengangkat telepon dan memutar nomor panggilan sekertaris nya .


" Bary !.. Tolong kamu cari tau apa yang di lakukan Dheon dan Liana baru baru ini , juga besok tolong kirim sekelompok orang untuk melindungi Alana secara tersembunyi. "


" tsk .. Bos kamu benar-benar peduli dengan nona muda Alana , bukankah kita harusnya memiliki nyonya bos . "


Nada bicara Bary berubah dari yang biasanya formal menjadi sedikit meledek .


" Bary ! .."

__ADS_1


mendengar nada tegas di seberang telepon Bary buru buru merubah wajahnya menjadi serius .


" ya saya salah bos , bukankah saya dan saudara saudara saya sudah menyaksikan anda dengan setia mendukung keluarga itu selama bertahun tahun. Nona muda kecil , anda tidak perlu khawatir , kami akan melindungi saudara ipar kami . Tidak sia sia anda merawat keluarga itu dengan baik . Selain itu nona Alana sangat mampu , melihat proyek yang di serahkan kepadanya beberapa waktu lalu . kemampuannya tidak kalah dengan anda . Bos Anda benar benar memilih pasangan yang bagus , melihat anda hampir 30 dan tidak ada orang yang menemani disisi anda . Bukankah kami juga menghawatirkan anda ."


" Yah , kamu terlalu banyak bicara ."


Nada suara Alec sedikit melunak dan dia merasa bangga ketika mendengar Bary memuji Alana .


" ngomong ngomong bos , Tuan besar menelpon lagi . Untuk mengingatkan mu, kapan kamu akan kembali bos ? ."


Alec menggosok alisnya dengan kesal .


" Bilang padanya , aku akan kembali setelah menyelesaikan urusan keluarga Alana ."


Tanpa menunggu Bary menjawab dia langsung menutup telepon.


Mendengar suara tutt dari telepon yang di tutup , Bary hanya bisa menghela nafas . Apa yang harus di lakukan bos ? . Sebagai bawahan dia sangat putus asa .


Andrea di seberang sedang mengobrol santai dengan Black Bai ,


" Rea .. Kamu sepertinya bahagia akhir-akhir ini ."


Dia dan Andrea telah mengalami begitu banyak dunia , dan dia telah melihat penampilan radikal dan marah Andrea. Tampaknya ini adalah pertama kalinya Andrea setenang dirinya sekarang . Black Bai menyisir bulunya bertanya dengan penasaran .


" Apakah karena anak bernama Alec itu ? "


Andrea terkejut mendengar pertanyaan Black Bai . Memikirkan Alec dia menyungging kan senyum tanpa sadar , dan merasa dia belum pernah bertemu dengan seseorang yang sesuai seleranya .


Ternyata meskipun dirinya kaku dan keras ketika menghadapi urusan keluarga , itu hanya karena dia belum menemukan seseorang yang sesuai dengan seleranya .


" Alec "


Nama pria itu terucap di mulut Andrea , mengulurkan tanganya dan mengeluarkan dasi dari bawah bantal . Dasi ini adalah dasi yang Alec lupa bawa ketika dia buru buru meninggalkan kantor hari ini .


" aku benar benar menginginkan mu lebih dan lebih . "


Black Bai melihat tuan rumahnya semakin aneh dan aneh , membuatnya berfikir . Tidak tahu apakah itu kebahagiaan atau kekhawatiran bagi Andrea untuk bertemu Alec .


Keesokan harinya sebelum Andrea bangun , Dheon datang mengetuk pintu . mengganggu mimpi Andrea yang sedang mencium Alec dengan badanya di pelukan Alec . Terbangun dengan wajah yang marah , Andrea tidak langsung membukakan pintu . setelah cukup lama akhirnya dia berjalan membuka pintu . menggosok dahinya bertanya dengan acuh tak acuh .


" ada apa ? "


Merasakan kemarahan yang terpancar keluar membuat Dheon tidak bisa untuk tidak menundukkan pandangannya . Namun dia dengan cepat ingat kembali tujuan awalnya dan mengangkat kepalanya melihat Andrea . Hanya untuk menemukan pihak lain hanya berdiri di pintu sambil menatapnya tajam .


Tidak tau kenapa Andrea bisa sangat marah , Dheon hanya bisa berkata .


" Alana , bersiaplah . Kita akan pergi menemui teman teman ku . Kali ini kita akan ke laut lepas tidak baik untuk datang terlambat . "


Tanpa menunggu jawaban dia berbalik badan dan pergi .

__ADS_1


Andrea menyipitkan matanya , memikirkan mimpinya yang indah dan membayangkan Alec sedikit . Berbalik ke kamar segera bersiap dengan cepat , memikirkan untuk menyelesaikan urusan hari ini sesegera mungkin . Dia ingin tau apakah dia punya kesempatan untuk bisa bertemu Alec malam ini .


Setelah sarapan , Andrea mengikuti Dheon dengan kapal pesiar ke laut lepas . Pada saat ini di kapal pesiar di laut lepas , ruang perjudian sepenuhnya terbuka .


__ADS_2