Menjadi Pahlawan Di Setiap Dunia

Menjadi Pahlawan Di Setiap Dunia
dunia kedua


__ADS_3

Menghitung usia Andrea memang lebih tua beberapa tahun dari Alec , belum lagi dia tidak tahu seberapa tua umur aslinya dari pada Alec mengingat berapa banyak dunia yang telah di lalui . Dia mengulurkan tanganya menggosok rambut pendek Alec yang kasar . Rasanya menyenangkan sesekali memanjakan pihak lain .


Black Bai menyaksikan hilangnya ketangguhan pria yang dimiliki oleh Alec , menyaksikan bagaimana pria jangkung dan kuat seperti itu membungkuk di pelukan Andrea .


Black Bai hanya ingin mengatakan ya hanya kalian berdua yang ada di dunia ini dan menebar kemesraan dimana mana . Namun suaranya tersangkut di tenggorokan .


Mendengar tawa Andrea , Alec menghela nafas lega dan menatap Andrea dengan mata cerah . Andrea semakin melebarkan senyumnya melihat Alec seperti itu . Benar benar mirip dengan anjing besar yang imut .


Kedua orang itu saling memandang dengan hangat sampai perut Andrea kembali berbunyi , Alec bergegas ke dapur memasak untuk Andrea . Andrea hanya duduk sambil menggosok pinggangnya yang sakit , dia melihat tanda ruam yang di tinggalkan kekasihnya di seluruh tubuhnya . Mengenakan gaun tidurnya dia menjilat bibirnya dan pergi mencari Alec ke dapur .


Seperti yang di harapkan melihat sosok tinggi di dapur , adegan yang begitu akrab dan sudah lama tidak dia liat . Dia masih ingat bahwa suaminya di dunia pertama juga menyiapkan makanan untuknya seperti ini setiap hari . Bahkan ketika saat itu dia sudah terlalu tua dan kelelahan , Andrea merasa kasihan padanya dan mencari orang untuk menggantikannya memasak dan membersihkan rumah . Namun karena ini suaminya marah padanya .


Dengan air di matanya Andrea menarik nafas dalam dalam dan memeluk Alec dari belakang . Alec menoleh dan mencium pipi Andrea dengan ringan .


" Pergi duduk keruang makan dan tunggu sebentar . Ini akan segera matang ."


Andrea menggelengkan kepalanya dan mengencangkan lengannya di sekitar Alec . Melihat gerakan akrab serta perhatian Alec , Andrea berbisik pelan di telinganya .


" Ingat apa yang baru saja kamu janjikan ! .. Karena kamu memilihku , maka aku tidak akan membiarkan mu pergi . Jika kamu meninggalkan ku maka aku akan mati bersama mu ."


Itu jelas adalah ancaman tapi bagi Alec itu adalah kata-kata cinta termanis untuknya . Hanya saja ketika ia ingin membalas kekasihnya dia merasakan kesemutan di bahunya .


Melihat disana kekasihnya menggigit bahunya setelah dia berbicara . Sampai terasa darah akan keluar dia melepaskannya . Andrea melihat bahu Alec merasa sedikit tertekan , mendekati bahunya dan menjilatinya Andrea mengubur kepalanya di bahu Alec dan berkata dengan datar .


" alec sekarang kita berada di negara Y , mari kita menikah nanti . "


Ketika Alec mendengar apa yang di katakan Andrea dia segera mematikan kompor dan tiba-tiba berbalik menatap Andrea , Andrea menatap Alec dengan tatapan yang tercengang menggertakan giginya dia berpura-pura terpana .


" Kenapa , apa kamu tidak menginginkannya ? . Saya katakan kamu sudah terlambat jika ingin menolaknya , kamu harus menikah dengan ku dan tidak ada kata tidak ! .."

__ADS_1


Alec memegang Andrea dengan erat , wajahnya yang bersemangat memerah . Dia tidak tahan menekan Andrea ke dinding dan memberinya ciuman dalam yang penuh semangat . Baru setelah dirasa nafasnya terasa sesak dan wanitanya lemas tidak bisa berdiri Alec melepaskannya dengan sayang .


Dia menjawab dengan penuh semangat pernyataan Andrea .


" Ya .. Aku mau ! . Rea aku sangat senang ! .. Aku tidak bisa menahannya ... "


" Apa yang tidak tahan ?.. Oohh !.."


Sebelum Andrea sempat bertanya kepada pihak lain apa yang tidak bisa dia tahan . Dia di tangkap dan di cium lagi oleh pria besar itu . Pada saat yang sama Andrea jelas merasakan perubahan fisik kekasihnya sepertinya apa yang baru saja dia katakan merangsang pria itu .


Andrea mengangkat alisnya dengan senyuman di matanya ia mengulurkan tanganya mengalungkan leher Alec . Gaun tidurnya telah lama merosot karena ciuman intens keduanya dan tertahan di bagian pinggul Andrea . Baru saat itulah Alec menyadari bahwa Andrea tidak mengenakan apapun di balik gaun tidurnya . Puncak dada wanitanya yang terangsang dan kemerahan bergesekan dengan kaosnya . alec menggertakan giginya tanganya mengelus pelan ujung dada wanita itu dan memelintirnya gemas . Berkata dengan ******* pelan di telinga wanitanya .


" shh.. Sayang ku , apakah kamu sengaja memancingku ? .."


Setelah mengatakan itu Alec tidak tahan lagi dan kembali mencium Andrea tanganya menyusuri paha wanita itu kebagian terdalamnya . Mengelus pelan bunga sang kekasih yang sudah mulai basah karna godaannya . Memeras pelan dadanya dan dengan tangan yang lainya mulai memasukan satu jari ke dalam bunga kekasihnya .


" Kenapa sangat ketat sayang , bukankah semalam aku sudah melonggarkan mu . Hm .."


Alec yang sudah tidak tahan langsung mengarahkan kejantanan miliknya dan menghujam tanpa ampun bunga Andrea . Mengangkat pantat wanitanya yang lembut dalam gendongannya dia menggerakkannya dengan cepat .


" Ah .. hmm .. Engh Alec ."


Andrea mendesah kencang ketika kejantanan Alec menusuknya hingga bagian terdalam , dia merasakan seluruh bagian tubuhnya benar benar terhubung dengan pasanganya . Dengan gembira dia semakin mendesah dengan semangat dan ikut menggerakkan tubuhnya . Mereka berdua jatuh dalam kenikmatan .


Andrea terbangun di atas badan Alec dengan kedua tubuh mereka yang masih terhubung . Mereka melakukan cukup banyak pose di dapur hingga kelelahan dan tertidur di sofa , belum lagi mereka sempat berhenti di tengah untuk makan dan kembali melanjutkannya .


Andrea menatap Alec dengan ekspresi puas , dan berfikir dalam hati mungkin dia terlalu tidak tahu malu mungkin di kehidupan sebelumnya dan menghabiskan semua waktu milik kekasihnya .


Setelah beberapa saat Andrea mengangkat pelan tubuhnya dan memisahkan diri dengan Alec , dia hampir terjatuh jika tidak di tangkap oleh pria itu . Mereka berdua pun membersihkan badan dan pergi ke kamar melanjutkan istirahat dengan Alec yang secara pelan kembali memijat pinggang Andrea .

__ADS_1


Esoknya Alec bersegera menyiapkan Andrea dan menariknya ke dalam mobil untuk membuat sertifikat pernikahan . Memegang dan membelai akta nikah yang berharga , hati Alec merasa sangat penuh dan puas . Dia mencium mata Andrea dan seluruh wajahnya dengan ringan . Mulai saat ini wanita ini adalah miliknya .


Tanpa ber basa basi Andrea dan Alec memutuskan untuk pergi berbulan madu dengan bahagia dan meninggalkan segala urusan . Meskipun Andrea selalu bersama kekasihnya dan menikmati perawatannya di dunia lama , namun karena dia baru saja datang ke dunia baru dia memutuskan untuk berlibur dan menikmatinya berdua dengan suaminya .


Kerja sama antara keluarga Lisbon dan Brown di serahkan pada Marie oleh Andrea dengan tenang . Meskipun kepribadian Marie terlihat sedikit berbeda , dia sebenarnya cukup bijaksana dan bodoh , jika tidak dia tidak akan menjadi kaki tangan Andrea .


Alec juga menelpon untuk menjelaskan apa yang akan di lakukan bawahannya selanjutnya . Untungnya Alec adalah bos , dan suka secara tiba-tiba menghilang bawahannya sudah tidak aneh .


Marie tidak percaya bahwa Nyonya nya tiba tiba menikah dengan pria yang hampir membunuhnya hari itu . Dengan ekspresi tertekan dia hampir menyusul nyonya ya untuk memikirkan ulang pernikahan mereka .


Andrea butuh upaya untuk menghiburnya sebelum Marie kehilangan keraguannya dan dengan enggan akhirnya menerima Alec . Tetapi Marie masih sangat yakin bahwa Nyonya nya pasti tertipu untuk bersama pria kasar dan tidak tampan itu .


Alec membelai hidungnya dan menatap Andrea yang berdiri anggun di sampingnya dengan rasa bersalah , wanita di sampingnya adalah wanita yang cantik dan juga seorang Bos besar terus terang dia merasa tidak pantas untuk disampingnya .


Tetapi Andrea mengetahuinya menangkap wajah Alec dan menciumnya , merasakan kasih sayang istrinya Alec mendapatkan keyakinannya kembali . Ya walau dia tidak sehebat istrinya tapi di dunia ini dia yang paling mencintainya .


Dengan bangga dia memeluk pihak lain dan menatap Marie yang di balas dengan tatapan marah pihak lain . Andrea yang melihat itu berfikir bahwa alec seperti anjing besar yang menunjukan kepemilikannya pada orang lain . Sangat lucu .


Alec lalu mengeluarkan dua lencana merah dari sakunya dan menyerahkannya kepada Andrea ketika dia selesai memberi pengaturan . Melihat kepala serigala yang terukir di lencana , Andrea mengangkat alisnya dan melirik Alec .


Wajah Alec memerah dan dia berkata dengan malu .


" Setelah saya pensiun dari tentara , saya membentuk kelompok tentara bayaran yang di sebut serigala perak . Meskipun saat ini skalanya tidak terlalu besar , ia memiliki banyak hubungan kerjasama dengan banyak negara . Ini adalah lencana tim kami , anda dapat membuat pesanan dengan itu . Saya telah mengirimi anda semua informasi dari kelompok tentara bayaran rahasia dalam bentuk dokumen rahasia . Jika anda butuh sesuatu hubungi mereka secara langsung dan buat pesanan . "


Andrea menggosok lencana perak di tanganya dengan senyum kecil terpancar di bibirnya .


Dia secara alami tahu Korps Mercenary serigala perak , meskipun tidak dalam skala besar sekarang .Andrea tahu melalui plot bahwa dalam waktu dekat , resimen serigala perak akan di perhitungkan dunia .


Dan ini bukan karena seberapa besar mereka tapi karena setiap anggota serigala sangat ahli dalam setiap aspek dan selalu memenuhi permintaan .

__ADS_1


Semua anggota ini adalah elit di antara elit , kemudian kepala tentara bayaran dengan kode name serigala hitam memimpin mereka untuk memonopoli semua bisnis senjata di seluruh Asia tenggara. Dan merupakan raja tak bermahkota sebenarnya di daerah setempat.


__ADS_2