Menjadi Pahlawan Di Setiap Dunia

Menjadi Pahlawan Di Setiap Dunia
dunia pertama


__ADS_3

Ketika Liana melihat Andrea , hatinya gembira dalam sekejap . Kenapa dia tidak berfikir bahwa ada domba gemuk yang siap di pakai untuk menghasilkan uang .


Memikirkan Alana yang selalu patuh pada dirinya selama bertahun tahun, dia segera berkata dengan suara tertekan .


" ini bukan ibu , ini tentang kakak mu . Aku sedikit khawatir memikirkan nya ."


Andrea mengangkat alisnya.


" Ada apa dengan Kakak ? ."


Liana memandang Andrea yang bertanya padanya , dia memasang wajah murung dan menghela nafas .


" Kakak laki-laki mu ingin ber investasi dalam proyek besar , tapi dia tidak memiliki cukup uang . Sayang sekali kalau harus melepaskan kesempatan yang begitu baik ."


Andrea berkata dengan tenang saat melihat Liana yang ber akting di depannya .


" Kalau begitu Kak Dheon bisa memberi tahu Ayah , jika itu proyek yang sangat bagus . Ayah pasti akan membantunya . "


" Tidak !! .. Tidak bisa memberi tahu Ayah mu !."


Liana buru buru berdiri mendengar ucapan Andrea , merasakan dia terlalu menunjukkan kegelisahan . Dia kembali duduk dan menjelaskan kepada Andrea secara perlahan .


" Kamu tidak bisa memberi tahu Ayah mu , Kakak laki laki mu ingin membuat prestasi depan ayah tanpa bantuannya . Bagaimanapun dia masih muda dan kuat dan aku sebagai ibunya tidak bisa membuatnya merasa malu . "


Setelah Liana selesai berbicara , dia terus melirik Andrea untuk melihat ekspresinya . Dan dia merasa kesal ketika dia sudah menjelaskan dan Andrea hanya diam tidak menanggapi .


" Alana , aku ingat kamu mengatakan bahwa Alec menyarahkan dokumen tanah dan kontrak proyek pada mu kan ? ."


Andrea mengangguk dan menatap Liana untuk melanjutkan.


" Kalau begitu , bisakah kamu memberi kontrak tanah ini pada ku . Agar aku bisa membawanya ke kakak laki-laki mu untuk di jadikan hipotek olehnya . Proyek ini akan segera menghasilkan untung kembali , dan aku akan membiarkan Dheon untuk berbagi 10% keuntungan nya dengan mu . Atau bagaimana kalau 30% ? .. "


Liana menatap mata Andrea mencoba membujuknya dengan keras .


Andrea mengerutkan kening dan berkata dengan sedikit malu .


" Tapi kontrak tanah ini sangat penting , bagaimana saya bisa memberikannya pada anda untuk di jadikan jaminan hipotek . Saya tidak berani menjelaskannya kepada Alec . "


Ketika Liana melihat Andrea tidak setuju , dia langsung berkata dengan marah pada Andrea .


" Bagaimana bisa kamu tidak memiliki kepercayaan pada Kakak laki laki mu ? .. Kami pasti akan mengembalikan nya padamu . Selain itu proyek ini memiliki pengembalian yang besar dalam waktu singkat , saat itu kontrak nya pasti akan ku kembalikan padamu . Paling lama seminggu , aku akan mengembalikan kontrak itu dalam seminggu . Kalian adalah saudara , sekarang kakak mu meminta bantuan mu . Apakah kamu akan langsung menolaknya ?.."


Andrea menundukkan kepalanya ketika mendengar itu dia tampak seperti berpikir , setelah beberapa saat dia seperti menolak dan tidak , dia dengan enggan menyetujui nya .


" Oke kontrak tanah dapat di pinjamkan sementara kepada kakak laki-laki, tetapi anda harus memberikan saya sesuatu yang nilai nya sama sebagai jaminan . Terutama karna saya takut Alec akan memintanya dan saya jadi bisa menjelaskannya . Jika kamu Dheon setuju , aku akan segera meminjam kan kontrak itu . "


" Ini .. Tapi aku tidak punya apa apa untuk di janjikan sekarang. "


" Tapi bukankah ibu mempunyai beberapa properti pribadi ? .. aku ingat selain real estate dan vila kamu dan kakak memiliki lebih dari lima aset atas nama kalian . "


" Properti pribadi ini telah digadaikan ke proyek lain, sehingga tidak dapat di ambil kembali untuk sementara. "


Ketika Liana mengatakan itu wajahnya berubah menjadi suram .


Andrea mengerutkan kening berpikir sejenak ragu ragu .

__ADS_1


" Kalau begitu aku ingat bahwa kamu dan kakak laki-laki masih memiliki saham perusahaan dan properti perusahaan di tangan mu ."


" Tidak !.. "


Liana tiba-tiba berdiri matanya melotot.


" Itu adalah hal yang Ayahmu berikan padaku , bagaimana mungkin bisa di jadikan jaminan?.."


Andrea mengangkat alisnya saat Liana berkata begitu.


" Apakah kamu lupa , bahwa aku pun anak ayah ku ? . Lebih baik hal itu di gadaikan kepada saya daripada di gadaikan ke orang luar . Selain itu kita adalah keluarga , ketika kontrak tanah telah kembali saya pasti akan mengembalikan semua properti ini padamu ."


Liana menatap lurus ke arah mata Andrea , menggertakan giginya dan akhirnya mengangguk. Di bandingkan menempatkan langsung properti perusahaan sebagai hipotek , menggadaikan nya kepada Alana lebih membuat nya nyaman .


Tapi yang lebih penting di mata Liana , sifat Alana masih sama seperti dulu . Polos dan bodoh mudah untuk di tipu .


Sore itu Liana buru buru menarik Andrea untuk menjalani prosedur transfer ekuitas dan aset , untuk memperoleh kontrak tanah .


Meskipun sebidang tanah ini di tawar untuk tahun sebelumnya, Alec tidak mengeluarkan banyak uang ketika dia membelinya . Tetapi karena berita pembangunan kawasan bisnis tersebar , nilai sebidang tanah itu meningkat tajam .


Liana memberikan semua aset di tangannya kepada Andrea hanya untuk dengan enggan mengumpulkan nilai tanah saat ini . Setelah itu , dia buru buru mengambil kontrak itu dan pergi bersama nyonya Anne untuk melanjutkan Investasinya .


Karena iming-iming keuntungan besar , seseorang dapat menghancurkan semua kekayaan bersih . Liana yakin dengan berita nyonya Anne bahwa dia telah membeli info dari orang dalam , bahwa keuntungan akan mudah cair jika smua modal terkumpul . Liana sangat ingin mengembalikan semua kekayaan yang telah dia keluarkan untuk modal itu , jadi dia tidak ragu untuk menambah uang sedikit lagi dengan kontrak itu .


Setelah semua telah dia keluarkan, dia hanya tinggal menunggu sampai semua yang dia investasi kan berhasil . Namun setelah seminggu dia menaruh semuanya , semua orang menghilang bahkan nyonya Anne pun tidak bisa di hubungi . Dia mencoba menghubungi orang penanggung jawab namun tidak ada jawaban , bahkan tempatnya pun sudah tidak ada . Liana merasa suara suara di kepalanya kosong , dia bahkan tidak bisa membedakan arah sekelilingnya .


Hilang , semua hilang


Semua aset nya sendiri bahkan kontrak tanah dari Alana hilang . Liana berdiri dengan ragu ragu tetapi menemukan bahwa tangan dan kakinya lunak . Dan dia terjatuh ke tanah seperti orang linglung .


Di sisi lain kontrak tanah yang seharusnya dicairkan , sudah kembali ke tangan Andrea secara utuh. Dalam beberapa bulan mudah bagi Andrea memiliki aset yang utuh .


Adapun tempat ber investasi palsu bawah tanah itu , itu telah di selesaikan dalam beberapa hari . Andrea memiliki cheat super yaitu black Bai , jadi dia tidak takut orang lain akan bisa mencarinya.


Dia sangat teliti dalam melakukan sesuatu jadi dia tidak akan meninggalkan bukti apapun , terlebih lagi bahkan jika itu meninggalkan jejak . Alec tidak akan ragu menghapusnya .


Kontrak saham perusahaan ayahnya atas nama Alec dan dokumen aset besar mereka dia dorong di depan Alec . Andrea duduk menyamping dan menatap Alec dengan agresif.


" Bagaimana , apakah kamu puas dengan kerjasama kita dengan mereka ? ."


Jari jari Alec mengetuk meja pelan dan menatap wanita nakal didepannya . Tersenyum dan berkata .


" Sangat puas , apakah ini mas kawin mu ?."


Andrea menyipitkan mata menarik dasi Alec dan menggigit bibir lelaki itu dengan keras .


Berkata dengan arogan .


" tidak itu adalah hadiah . "


Alec tertawa terbahak-bahak , mengunci pintu kantornya dan menindih tubuh Alana . Mereka melakukannya lagi .


Andrea dan Alec baru bersama selama seminggu . Dan rumah Alec penuh dengan kebutuhan dua orang untuk hidup bersama . Hanya saja Alec masih tidak puas karna Alana masih harus kembali kerumah keluarganya . Tidak bisa tinggal bersamanya sepanjang waktu .


" Apakah Kamu akan pergi lagi hari ini ? . "

__ADS_1


Alec menampilkan ekspresi cemberut dan menarik tangan Andrea . Sejak bersama Andrea Alec benar benar menghilangkan sifat gila kerjanya . Dia selalu bekerja lebih keras di kantor supaya bisa kembali kerumah dengan kekasihnya yang manis . Hanya saja pada malam hari Andrea harus pergi kembali kerumah Lucas .


Andrea menatap Alec yang cemberut sambil menyipitkan mata kepadanya . Walau matanya menyipit tapi itu penuh kesedihan karna di tinggalkan . Dan dia tertawa tanpa sadar ketika melihatnya .


" Oke .. Beri aku waktu lagi , paling lama sebulan . Dan aku akan pindah tinggal bersama mu . Aku tidak akan kembali kerumah itu lagi di masa depan . Bagaimana ?.. "


Andrea mengelus pipi Alec dengan kelembutan di matanya , Alec menggosok telapak tangan Andrea . emosinya sedikit membaik namun dia masih merasa tidak puas dengan jawaban wanitanya .


" Satu bulan masih terlalu lama . Setengah bulan , paling lama setengah bulan !.. Jika anda tidak dapat menyelesaikan urusan rumah itu , biarkan aku yang mengurusnya . Apalagi kita tidak hanya akan hidup bersama , kamu harus menikah dengan ku ! . "


" menikah ? .. "


Andrea cukup terkejut dengan pernyataan Alec , dia bisa merasakan cinta dan posesif pria itu padanya . Apakah pihak lain hanya ingin mengikat dirinya seumur hidup ? ..


Andrea menatap mata Alec , melihat kegigihan dan keseriusan di dalamnya . Dia mengerutkan alisnya .


" Tapi Alec , jika kamu ingin menikah dengan ku . Apakah kamu tidak takut ibuku akan keluar dari kuburnya dan memukuli mu ? .. "


Andrea tersenyum polos seolah-olah orang yang mengucapkan kata itu dan menggoda Alec bukanlah dirinya .


" Kamu sudah tidur dengannya sebelum kamu memikirkan itu . Dasar wanita bodoh."


Black Bai berbisik pelan di benak Andrea , merasa bahwa pengetahuannya tentang kelakuan buruk Andrea benar benar baik tingkat ke tingkat yang lebih tinggi .


" Ibu mu pasti membiarkan ku menjaga mu ."


Nada bicara Alec tegas dan dia tampaknya tidak memiliki perasaan bersalah sedikitpun


" Jadi kau hanya akan meniduri ku di tempat tidur ?"


Andrea tidak bisa menahan diri untuk tidak menggoda Alec , sepertinya kekasihnya memiliki rasa kepercayaan diri lebih banyak dari yang dia kira .


Alec terdiam untuk beberapa saat dan dia menarik nafas dalam-dalam dan berkata .


" Aku ingin menjagamu seumur hidupku . Hubungan seperti ini paling cocok untuk menjadi suami istri . Apalagi di dunia ini tidak ada yang lebih mencintai mu , lebih mencintaimu dan lebih baik memperlakukan mu sepenuh hati dari pada aku . Jadi kamu menikah dengan ku itu adalah benar . "


" Siapa maksud mu menikah dengan siapa ? ."


Andrea menarik telinga Alec dan tersenyum lebih lembut . Alec segera berkata dengan tegas .


" aku akan menikahi mu. "


Andrea mengangguk , melihat Alec sudah bertingkah patuh dan memberi jawaban memuaskan nya , dia menariknya dan memberikan ciuman yang dalam dan lama untuknya . Lalu berdiri dan pergi keluar ruangan .


Alec merasa sedikit kecewa , karena Alana tidak langsung mengiyakan ajakan menikah nya , namun dia segera tenang kembali karena masih ada hari esok . Andrea yang sudah berjalan meninggalkan nya mengambil kunci mobil , menoleh dan berteriak padanya seraya masuk kedalam mobil .


" Kalau begitu tunggulah aku kembali dengan patuh . Aku akan segera menikahi mu ? .. "


Alec tercengang dan merasakan gembira di seluruh tubuhnya .


Andrea terus tersenyum sepanjang jalan , dan tidak luntur sampai dia pergi kerumah Lucas .


Berbicara tentang menikahi Alec bukan hanya sekedar bicara biasa . Jika orang ini adalah Alec , Andrea merasa dia akan senang menghabiskan seumur hidup bersama nya .


Andrea merasa bahwa setelah melewati begitu banyak dunia , dia akhirnya bertemu dengan seseorang yang tepat di hatinya . Bagaimana nanti dia bisa menjalani kehidupan sebagai seorang istri yang panas , yah meskipun umurnya jauh lebih tua suaminya .

__ADS_1


Jika Alec benar benar mengkhianati dirinya sendiri di masa depan , dia akan membuat dunia ini hancur . Pupil mata Andrea sedikit memerah dan ada sedikit kegilaan dalam senyumnya .


__ADS_2