
Terdengar suara sangat ramai di luar. Monica yang baru selesai mandi merasa aneh, mendengar tawa dari banyak wanita ataupun pria sepertinya sedang berpesta. Suara itu bersumber dari kolam renang.
Monica memilih pakaian dan langsung memakainya. Ia sangat penasaran ingin tahu ada apa sebenarnya di rumah ini. Tidak seperti biasanya lengang dan sepi, tiba-tiba sekarang begitu ramai.
Monica berjalan ke balkon. Dan melihat ke arah kolam renang berukuran luas berwarna biru. Benar saja, terlihat wanita-wanita seksi mengenakan bikini sedang berpesta dengan anak buah Luigi. Sementara Luigi dan Carlo tak nampak di sana.
Monica memperhatikan orang-orang itu dari balkon kamarnya di lantai dua. Ketika matanya saling bertukar pandang dengan salah satu wanita yang sangat cantik dan seksi sedang merebahkan tubuhnya di atas sofa kolam. Kacamata hitam menghiasi wajah cantiknya. Wanita itu mengangkat gelas ke arah Monica.
Cepat-cepat Monica pergi meninggalkan balkon. Ia tidak mau mengenal siapa pun di tempat ini.
"Tok..
"Tok..
"Masuk!"
Monica melihat gadis muda berpakaian seperti pelayan yang masuk membawa nampan berisi makanan.
"Selamat pagi nona Monica", sapanya ramah. "Saya membawakan nona sarapan karena di bawah jadwal wanita-wanita itu keluar. Perintah Dana, nona jangan turun", ucap gadis itu.
"Maksud mu wanita-wanita yang ada di kolam?"
"Iya nona", jawab gadis itu sambil menganggukkan kepalanya.
Gadis itu meletakkan nampan berisi makanan dan minuman ke atas meja.
"Terimakasih...
__ADS_1
"Siapa nama mu?"
"Gretta, nona", jawabnya sambil tersenyum.
"Baik. Terimakasih Gretta, kamu membawakan makanan untuk ku", ucap Monica ramah.
"Sama-sama nona Monica". Gretta hendak pergi.
"Hm... Greta apa Dana, menitip pesan untuk ku?"
Gretta nampak tidak mengerti dengan pertanyaan Monica, ia tampak ragu-ragu menggelengkan kepalanya.
"Apa aku langsung naik saja ke lantai tiga memeriksa tuan Luigi?", gumam Monica pelan.
"Tuan Luigi sudah pergi pagi-pagi sekali, nona", ucap Gretta memberi tahu Monica.
"Iya nona. Pagi-pagi sekali tuan Luigi pergi bersama Carlo. Menurut berita yang saya dengar mereka mengurus pekerjaan penting", ujar Gretta setengah berbisik seolah takut di dengar orang.
Monica menatap wajah polos gadis itu. Ia memangut-mangut.
"Hm... Gretta apa kamu tahu pekerjaan tuan Luigi apa?"
"Pengusaha yang memiliki banyak bisnis. Apa nona Monica tidak tahu?".
Monica menggelengkan kepalanya. Wajahnya menampakkan wajah sepolos mungkin.
"Tuan Luigi juga pembunuh berdarah dingin. Nona harus berhati-hati", sambung Gretta lagi.
__ADS_1
Monica memangut-mangut, dengan wajah lugu menyimak cerita gadis di hadapannya.
"Hm...apa kamu tahu seluk beluk mansion ini? Mansion ini sangat megah, aku belum sempat berkeliling. Apakah ada tamannya?", tanya Monica ingin tahu.
"Saya belum lama bekerja di sini, tapi saya tahu keadaan mansion. Nanti kalau penjagaan longgar saya akan mengajak nona berkeliling. Taman di belakang sangat indah", ujar Gretta dengan riang. Sepertinya ia merasa cocok mengobrol dengan Monica. Mereka cepat akrab.
"Lantas siapa wanita-wanita itu, Gretta?", tanya Monica pelan. Wanita itu berusaha mengambil informasi sebanyak mungkin.
"Maksud nona yang sedang berada di kolam renang sekarang?"
Monica menganggukkan kepalanya.
"Oh itu wanita-wanita tuan Luigi, nona. Setiap minggu pasti ada wanita baru yang datang kemari. Tuan hanya memakai satu kali saja wanita-wanita tersebut, setelah itu di campakkan dan anak buahnya lah yang akan memakai para sisanya. Tapi ada satu orang yang sudah lama menemani tuan Luigi. Namanya nona Sonia. Nona Sonia sangat cantik sekali jadi wajar jika tuan menyukainya", ucap Gretta sambil mempermainkan ujung rambutnya.
Monica menyipitkan matanya menatap intens gadis itu. Ia memiliki pemikiran sendiri tentangnya ketika melihat gesture Gretta ketika menyebut nama Luigi tampang polos itu mendadak menjadi dewasa.
"Ehem!"
"Apa kamu hanya menjadi pelayan saja di sini? Atau ada pekerjaan lainnya yang kamu lakukan?", tanya Monica hati-hati. Ia tidak mau menimbulkan masalah.
"Saya di persiapkan kan seperti wanita-wanita itu. Suatu hari nanti akan mendapatkan giliran melayani tuan Luigi", jawabnya dengan santai.
Kedua netra Monica terbelalak mendengar gadis yang terlihat lugu dan polos seperti Gretta, dengan santainya mengucapkan kata-kata vu*gar begitu.
"Pria macam apa Luigi itu? Dengan mudahnya menyakiti hati wanita. Bahkan menganggap mereka seperti barang mainan.."
...***...
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian ya 🙏