MENJADI TAWANAN MAFIA

MENJADI TAWANAN MAFIA
BERKEPRIBADIAN GANDA


__ADS_3

Monica melangkahkan kakinya dengan di anggun. Bak peragawati yang sedang melenggang di runway. Ia terlihat begitu mempesona.


Dari kejauhan Monica melihat Luigi berdiri tegap membelakanginya di dekat helikopter yang sudah memutar baling-baling.


Monica menatap punggung lebar laki-laki itu. Tatapan Monica begitu nanar penuh kebencian, namun seketika berubah menjadi normal kembali ketika Luigi membalikkan badannya setelah Carlo membisikkan sesuatu di telinga laki-laki itu.


Raut wajah Monica berubah menjadi lembut. Gadis itu tersenyum manis.


Sesaat Luigi terdiam menatap Monica. Ia terpanah. Gadis itu benar-benar sempurna.


"Oke...Aku sudah siap. Kau akan membawa ku kemana tuan Luigi Salvatore?", tanya Monica terdengar sangat lembut dan intim.


Nampak seringai penuh arti di sudut bibir Luigi melihat perubahan Monica malam ini padanya.


Luigi memberi isyarat agar Monica memeluk lengannya. Gadis itu tersenyum manja, menyambutnya.


Sekilas keduanya terlihat seperti pasangan sungguhan. Sangat serasi.


Monica duduk di samping Luigi yang terlihat tampan dengan setelan tuxedo klasik berwarna hitam dengan dalaman kemeja putih dilengkapi dasi kupu-kupu.


Sementara Carlo duduk di depan di samping pilot.


Luigi memasangkan headphone ketelinga Monica. Monica bisa merasakan hangatnya hembusan nafas laki-laki itu di wajahnya.


Manik biru Luigi menelisik wajah cantik Monica. Malam ini Monica begitu berbeda dengan lipstik merah menyala. "Kau sangat cantik Monica Dimitrov", bisiknya mendekat kan bibirnya ke telinga Monica, sesaat sebelum menempelkan headphone ketelinga Monica.


Monica memejamkan kedua matanya sekilas dengan debaran jantung yang bergemuruh. Hanya sesaat. Detik berikutnya gadis itu bisa menguasai dirinya lagi.


Bersikap senormal mungkin meskipun pun kini Luigi membawa tangannya keatas pahanya ketika helikopter mulai terbang.


Monica menolehkan pandangannya ke luar jendela helikopter. Di luar terlihat begitu indah. Lampu-lampu yang menerangi kota nampak begitu indah dari atas. Monic menghembuskan nafasnya, sesaat ia memejamkan matanya. Terasa begitu tenang dan damai.


"Apa kau menyukai pemandangan dari atas?".

__ADS_1


Monica merasakan tangan koko Luigi melingkar di perutnya. Nafas hangat laki-laki itu bisa Monica rasakan menerpa tengkuknya.


Monica menganggukkan kepalanya.


"Kita akan kemana?", tanya Monica terdengar begitu pelan dan lembut. Gadis itu memalingkan sedikit wajahnya menatap Luigi yang begitu dekat dengannya.


"Kita akan segera sampai, kau akan segera tahu", jawab Luigi.


Beberapa saat kemudian, helikopter mulai mendarat dengan sempurna di helipad sebuah gedung pencakar langit.


Monica melihat sekilas keluar melalui jendela.


"Kita sudah sampai", ucap Luigi memberikan tangannya pada Monica. Monic menyambutnya.


Ia tahu di mana mereka. Sebuah hotel mewah yang berada di kota fashion. Milan.


Namun Monica tidak tahu apa tujuan Luigi mengajaknya ke tempat ini.


Keduanya melangkah masuk ke dalam gedung sambil bergandengan tangan. Bak pasangan sesungguhnya.


*


Begitu melihat kedatangan Luigi, banyak yang menyapa laki-laki itu. Dari tamu yang hadir bisa di pastikan mereka bukanlah orang sembarangan.


Mengingat Monica tinggal di daerah terpencil di kepulauan Sisilia, ia yakin pasti tidak ada yang mengenalnya. Gadis itu bisa bernafas lega.


"Luigi Salvatore... akhirnya kau datang juga teman", sapa laki-laki berwajah tampan memeluk Luigi.


"Tentu saja aku tidak akan melewatkan undangan mu Tristan", jawab Luigi membalas pelukan laki-laki yang bernama Tristan.


"Wait... siapa gadis cantik ini. Apa kau tidak akan mengenalkan teman baik mu padanya?"


"Tentu saja aku akan mengenalkan kalian. Dia Monica dokter pribadi ku! Tristan Agello teman baikku, dia yang punya acara malam ini", ucap Luigi mengenalkan keduanya.

__ADS_1


Monica tersenyum ramah pada Tristan, ia menyambut uluran tangan laki-laki itu.


"Hm...kau beruntung memiliki dokter pribadi secantik Monica, Lui. Kamu harus siapkan mental mu Monica menghadapi pasien seperti teman baik ku satu ini", ucap Tristan ramah.


Monica hanya tersenyum saja mendengar perkataan Tristan.


Waktu terus bergulir..


Monica bisa menikmati suasana malam ini. Sejenak ia melupakan masalah yang ia hadapi. Terlebih Luigi berlaku manis padanya.


Monica tahu laki-laki itu hanya berakting di hadapan teman-teman dan koleganya.


Namun yang membuat Monica aneh, laki-laki itu ketika berbaur dengan teman-temannya seperti laki-laki normal pada umumnya. Ia berlaku sangat manis dan perhatian. Monica sampai lupa bahwa laki-laki itu sangat kejam.


*


Satu jam lebih penerbangan mengunakan helikopter, namun tidak seperti ketika pergi tadi. Luigi banyak bicara. Saat pulang, laki-laki itu banyak diam dan menatap keluar jendela.


Monica juga melakukan hal yang sama, menatap keluar jendela helikopter. Pikirannya berkecamuk. Gadis itu baru menyadari sepertinya mansion Luigi terletak di kota Regusa, Sisilia. Sekitar dua jam jaraknya ke desa Castelmola, tempat tinggal Monic.


Jemari tangan Monica mencengkram kuat clutch bag yang ada di pangkuan nya. Tangan itu berkeringat.


Helikopter telah mendarat kembali di helipad mansion Luigi. Luigi berjalan duluan meninggalkan Monica di belakangnya. Ia berbicara dengan Carlo yang menganggukkan kepalanya.


"Dasar laki-laki berkepribadian ganda. Semenit baik...semenit berikutnya menjadi jahat. Manusia aneh!", gerutu Monica menatap punggung Luigi yang menaiki tangga.


Bahkan laki-laki itu tak sedikit pun membalas sapaan anak buahnya yang berjaga-jaga.


Tiba di lantai dua, Monica hendak langsung menunju kamarnya, ketika Luigi menaiki tangga menuju lantai tiga. Namun laki-laki itu ternyata kembali turun.


"Ikut aku!"


...***...

__ADS_1


Dua bab dulu ya. Jika banyak yang kasih komentar baru up kembali💙 Bagi vote ya jika kalian menyukai karya ini🙏


__ADS_2