Menuju Hari H

Menuju Hari H
Sebelum Bersamamu Aku Punya Masa Lalu


__ADS_3

Jika hidup adalah sebuah perlombaan mungkin aku akan kalah..


Kerena jalanku amat lambat menujumu


Kadang tertatih dan perih


Di pertengahan jalan kadang aku singgah. kukira itu rumah ternyata hanya menerimaku sebagai tamu bukan tuannya.


Kemudian aku berjalan lagi


Menggiring rasa lelah tapi enggan untuk menyerah.


Sebelum bertemu dan memantabkan hati denganmu


Aku pernah singgah di beberapa hati yang kuanggap rumah


Dan ternyata aku salah.


Sebelum bertemu denganmu akan menempuh perjalanan panjang. Banyak hal yang membuatku tersadar;

__ADS_1


...Bahwa kekuatanku untuk berpijak di bumi Allah ini bukan semata karena hanya aku bisa, tetapi atas campur tanganNya yang menopangku untuk tetap tegak dalam kondisi apapun. ...


Dalam perjalanan ini pula aku tidak sendiri. Aku pernah merekah oleh api asmara seperti para remaja pada umumnya. Dan aku memilih untuk menautkan satu perasaan pada satu nama. Kupupuk dengan girang, kusirami penuh gelora. Sampai suatu hari aku bangun dari mimpi panjang. Yang kusangka rumah ternyata hanya menganggapku sampah. Ibarat tempat wisata, ia hanya berkunjung sementara dan tak pernah mengizinkanku untuk berbenah seperti apa yang ia mau.


Justru kini proses panjang itu menguatkanku. Bahwa apa yang kita mau tak selamanya harus kita dapatkan.


Aku sadar benar, dunia ini tidak hanya berputar di satu waktu. Tidak semuanya tentangku.


Aku mulai belajar untuk menerima dengan lapang dan menyakinkan diri saja.


...Pada akhirnya aku memilih kembali melanjutkan perjalanan menuju ke suatu hari. ...


...Suatu hari yang aku nanti setelah kisah panjang ini. ...


Dan aku akan bertanya,


"Sebelum bertemu denganku apakah kau punya masa lalu?"


Aku menunggu jawabanmu.

__ADS_1


Dan bertanya lagi,


"Apakah kita perlu saling bercerita tentang kita di masa lalu?"


Aku akan menunggu jawabanmu.


Dan bertanya lagi. Ini yang terakhir.


"Apakah kau akan menerimaku seperti aku menerimamu?"


Setelah itu kita akan melangkah. Dua kakiku bertambah dua kakimu. Sebab setiap kata yang keluar dari mulutmu sebagai jawaban atas pertanyaanku adalah bentuk usahaku untuk meyakinkan diri. Bahwa kau adalah pelabuhan terakhir dari dayungan sampanku. Bahwa kau adalah garis finish dari lomba lari yang kutempuh bertahun-tahun. Bahwa kau adalah kondektur yang akan mengemudikan kereta kehidupanku.


Sekali lagi,


Kita sama-sama pernah singgah di rumah yang salah, sampai akhirnya kita memutuskan untuk tidak menyerah.


Dan mungkin kau pun punya masa lalu. Masa lalu yang indah. Kau pernah bahagia dan menikmatinya. Jikalau pun iya, aku tak apa. Toh, kita sama-sama telah melewati perjalanan panjang yang melelahkan. Tak hanya lelah, bagian termanis pun pasti sempat kau rasakan. Ini perjalanan seorang manusia bukan semata jelajah alam. Mungkin kau pernah meminum racun dari cawan yang terbuat dari logam. Tetapi kau juga tidak boleh lupa jika pernah menenggak setetes madu yang mampu menghilangkan dahaga.


Kita pernah terjebak dalam masa-masa yang menggelikan ingatan jika direkam kembali. Justru potongan-potongan kecil itu akan membawa kita pada jalur yang berbeda. Aku bersama kisahku yang tak mungkin aku hapus begitu saja dan kau bersama bagian-bagian penting dalam hidupmu yang amat berharga.

__ADS_1


...Suatu hari nanti tak usah saling berdebat tentang apa yang sudah-sudah. Cukup kita saling tahu jika masa laluku milikku dan masa lalumu milikmu. Saat ini biarkan langkahku dan langkahmu saling berjalan di garis masing-masing yang Tuhan inginkan. ...


__ADS_2