
Setelah berbincang-bincang dengan smua anak-anak kini waktunya Zefanya untuk kembali ke rumah.
"Ok anak-anak, sampai jumpa lagi".
Jam Tujuh malam jalanan kota masih nampak ramai dengan lalu lintas yang sibuk lalu lalang, di dalam mobil Zefa memejamkan matanya sebentar sampai akhirnya mobilnya sampai di depan raja Zefa.
" Non, udah sampai, Kata Bapak sopir".
Zefa terbangun, Ohh iaa Pak, makasih yah,
"Pak bisa istirahat yah".
'Non selamat malam Non'.
" Ia pak makasih yah".
Zefanya mulai masuk rumah dan langsung membaringkan badannya di tempat tidur, dan terlelap sesaat.
Di saat tengah malam Zefa terbangun karena rasa lapar yang mengganggu tidurnya, segera dia bangun dan bergegas mandi setelah itu dia mulai masak makanan buat di makan.
Zefa memang pintar masak,makanya tidak heran jika Zefa bisa memasak dalam hitungan waktu
Zefa memasak nasi goreng udang dan langsung saja mulai menyantap makanan itu selagi masih panas.
setelah kenyang dengan makan, Zefa membuat secangkir kopi untuk di minum di kamar sambil menemani dia menulis.
__ADS_1
Tak terasa waktu begitu cepat yah kata Zefa sembari duduk memegang buku dan Pena yang biasa dia pakai untuk menulis.
"Zefanya mulai menulis"
"Ada banyak cerita dalam kehidupan, ada banyak cita-cita dan impian yang ingin di raih di masa depan, namun ada banyak kegagalan dan air mata yang terjatuh dan di alami oleh sebagian besar kita manusia".
kadang kurang bersyukur dengan apa yang kita dapatkan hari ini, dan lebih banyak mengeluh dan lupa bagaimana membalas kebaikan.
Tak pernah aku bayangkan semua yang terjadi dalam hidupku, apa yang tak pernah aku alami semua terjadi dalam hidupku.
Aku merasa sangat di jauhkan dan di benci, seakan-akan yak ada yang bisa menjadi tempat curahan hati.
********
" Bunda, hanya bisa melihat orang lain sedangkan Zefa anak yang lahir dari kandungan bunda sendiri bunda lupakan dan bunda biarkan berjuang seorang diri.
'Bunda, benar sudah tidak punya hati dan perasaan semuanya sudah tertutup dengan apa yang bunda dapatkan saat ini'.
"Zefanya menangis dan terus melanjutkan kehidupannya".
"Ayah,bunda, apakah kalian melupakan aku, apa aku tidak ada artinya buat ayah dan bunda?
semuanya yang terjadi dalam kehidupan membuat Zefanya menyadari apa yang terjadi semuanya adalah kehendak Tuhan".
Setelah menyelesaikan tulisannya Zefa masih duduk memikirkan bagaimana nasib anak-anak yang lain yang di perhadapkan seperti dirinya sendiri.
__ADS_1
Zefanya berharap anak-anak itu bisa tumbuh dengan baik dan menjadi anak-anak yang sukses di masa depan,
mereka bisa mengujudkan mimpi mereka walaupun mereka terlahir dari keluarga broken home, tapi mereka juga punya kesempatan untuk merakit mimpi mereka di masa depan.
"Bunda,Zefanya sudah dewasa bunda, Zefanya berharap bunda bisa merasakan kerinduan Zefanya kepada bunda walau Zefanya tahu itu tak akan mungkin bisa mengubah perasaan bunda"
Zefanya akan buktikan kepada bunda suatu hari nanti Zefanya akan menjadi seorang anak yang hebat, sesuai mimpi Zefanya
"Tuhan Zefa kangen banget sama bunda,
Zefa kangen banget di peluk sama bunda, tapi zefa tahu itu tidak mungkin".
makanya Zefa ngomong sama Tuhan,
" Tuhan bisakah Tuhan nenjadi teman terbaik yang Zefa punya karna Zefa tak bisa ngomong ke siapa-siapa selain Tuhan".
Itulah percakapan Zefanya di dalam doa malam itu
Setelah berdoa Zefanya mematikan lampu kamar dan langsung naik ke tempat tidur, menyelimuti dirinya dan berharap bisa bertemu dengan Bunda nya di dalam mimpi.
Memejamkan mata perlahan -lahan dan mulai mengikuti mimpi yang telah hadir, Mimpi membawa Zefa ke dunia yang dia ingin kunjungi,
iaa dunia dia bersama bundanya.
Namun, mimpi itu tak pernah datang, karena yang di impikan bukanlah bunda, tapi orang lain yang hadir di mimpi Zefa.
__ADS_1