Merakit Mimpi

Merakit Mimpi
Ada cinta di wamena


__ADS_3

"Setelah percakapan mereka sudahi, Zefanya pun langsung berangkat menuju Bandara untuk kembali ke tempat tinggal Zefanya".


"Selama perjalanan Zefanya kembali menuliskan menulis sebait puisi yang dia tulis untuk dirinya dan cerita saat berada di sana".


"Wamena, kota yang yang selalu buat Saya rindu,


Semua yang ada di sana


akan selalu ada di hidup dan mimpiku.


Ada Cinta di Wamena


Yah...ada cinta yang tertinggal di sini


bukan hanya jatuh cinta kepada kotanya saja 


tapi juga semua yang ada di sini.


Wamena akan selalu ada


dalam Lintasan pikiran dan hati,


ada hati yang tertinggal 


di kota ini.


Ada salah satu dari sekian


banyak Lelaki disini


yang buat saya semakin 


jatuh cinta dan susah move on dari Kota Wamena.


Lelaki yang begitu kurang Romantis


tapi memiliki senyum dan suara yang indah


dan penuh dengan kasih sayang


dan begitu banyak kesederhanaan-nya.


Yang mampu mengikat hati sa

__ADS_1


begitu banyak cinta dan 


hari-hari yang terbuang percuma 


untuk memikirkan-nya.


Namun semuanya harus selesai


hapus rasa walau sebenarnya


tak mudah tuk hapus


tapi semuanya harus di lakukan.


karena yang terbaik 


adalah siap menerima


keputusan dan jalani


hari baru dan impian yang ada di depan sana.


Terimakasih Kota Wamena


kota yang akan selalu 


buat sa selalu Rindu.


Awal cinta hadir


akhir cinta selesai


tapi Rindu takan selesai


masih ada hari esok dan tahun-tahun berikut-nya.


Kita akan bertemu


di Wamena


Dengan Cerita Cinta yang berbeda


tapi Rindu masih tetap ada Ruang

__ADS_1


untuk selalu merindu walau hanya semenit saja.


****


Mungkin seperti inilah ungkapan hati seorang Zefanya untuk semua hal yang membuat dia merasakan jatuh hati


Awal pertama kali Zefanya jatuh hati kepada seseorang yang akan membuat banyak perubahan di hidup Zefanya


"Setelah berapa jam perjalanan yang sangat membuat Zefanya lelah, kini dia telah jauh dari Kota Wamena, dan sekarang dia telah berada di Bandara Jayapura untuk segera berganti pesawat.


Zefa, " Okayy, semua akan baik-baik saja.kata Zefanya kepada diri sendiri membuat Dia terdiam,


dan mencoba meyakinkan hati bahwa smuanya akan baik-baik saja,


Pesawat terus berjalan melintasi langit biru, gumpalan awan di mana-mana terlihat begitu jelas dari belakang jendela pesawat


ciptaan Tuhan memang luar biasa,


Zefanya tertidur beberapa jam perjalanan dan kini sudah sampai di kota semarang,Zefa yang langsung memesan taxi dan langsung pergi menaiki taxi tersebut dan minta di antarkan ke alamat tempat tinggal Zefa.


"Makasih yah Pak, kata Zefa kepada sopir taxi yang mengantarkan dia dan membantu menurunkan barang-barangnya Zefa, dengan sambil tersenyum Zefa masuk ke rumah, dan sopir taxi pun berlalu dari pandangan mata.


Zefa mulai bergegas membersihkan tubuhnya dan setelah itu diapun melanjutkan waktu tersisahnya di hari itu dengan melanjutkan tidur yang masih belum selesai sedari tadi.


Baru sebentar menaruh kepala di bantal Zefanya ternyata sudah terlelap dalam tidurnya,


mungkin terlalu capek, setelah perjalanan panjang membuat zefa begitu lelah, bahkan tertidurpun begitu sangat cepat.


Tak terasa hari sudah malam, dan Zefanya masih belum juga terbangun dari tidurnya, memang benar Zefa masih berkutat dengan mimpinya,jarang-jarang Zefa tertidur dengan begitu lama,


Dalam tidur zefa mencoba membunuh semua rasa yang tertinggal di sana di dalam mimpi, namun zefa gagal karena mereka sudah hidup di hati dan ingatan zefa, begitupun dengan cinta yang lain, yang zefa telah hidupkan dalam hati zefa tanpa zefa sadari sejak awal


"Tiba-tiba nada dering handphone Zefa berbunyi, dan benar saja ada panggilan telephone,


" Halloo... Zefa, sapa seseorang di ujung panggilan sana, ternyata itu adalah suara Neneknya Zefa".


"Hallo Mam, ada apa Mam, jawab Zefa yang masih terlihat ngantuk"


"Zefa, kamu baik-baik saja kan Nak, Sang Nenek rupanya begitu kwatir dengan keadaan cucu kesayangannya itu".


" Mam, Aku baik saja, Zefanya menjawab dan sambil berusaha membuka matanya yang masih tertutup".


"Mam begitu dulu yah, Zefa mau Makan bentar nanti sambung lagi pembicaraannya yah".

__ADS_1


" Yah sudah kalau begitu, Kamu yang baik yah di sana".


__ADS_2