
"Setelah percakapan mereka sudahi, Zefanya pun langsung berangkat menuju Bandara untuk kembali ke tempat tinggal Zefanya".
"Selama perjalanan Zefanya kembali menuliskan menulis sebait puisi yang dia tulis untuk dirinya dan cerita saat berada di sana".
"Wamena, kota yang yang selalu buat Saya rindu,
Semua yang ada di sana
akan selalu ada di hidup dan mimpiku.
Ada Cinta di Wamena
Yah...ada cinta yang tertinggal di sini
bukan hanya jatuh cinta kepada kotanya saja
tapi juga semua yang ada di sini.
Wamena akan selalu ada
dalam Lintasan pikiran dan hati,
ada hati yang tertinggal
di kota ini.
Ada salah satu dari sekian
banyak Lelaki disini
yang buat saya semakin
jatuh cinta dan susah move on dari Kota Wamena.
Lelaki yang begitu kurang Romantis
tapi memiliki senyum dan suara yang indah
dan penuh dengan kasih sayang
dan begitu banyak kesederhanaan-nya.
Yang mampu mengikat hati sa
__ADS_1
begitu banyak cinta dan
hari-hari yang terbuang percuma
untuk memikirkan-nya.
Namun semuanya harus selesai
hapus rasa walau sebenarnya
tak mudah tuk hapus
tapi semuanya harus di lakukan.
karena yang terbaik
adalah siap menerima
keputusan dan jalani
hari baru dan impian yang ada di depan sana.
Terimakasih Kota Wamena
kota yang akan selalu
buat sa selalu Rindu.
Awal cinta hadir
akhir cinta selesai
tapi Rindu takan selesai
masih ada hari esok dan tahun-tahun berikut-nya.
Kita akan bertemu
di Wamena
Dengan Cerita Cinta yang berbeda
tapi Rindu masih tetap ada Ruang
__ADS_1
untuk selalu merindu walau hanya semenit saja.
****
Mungkin seperti inilah ungkapan hati seorang Zefanya untuk semua hal yang membuat dia merasakan jatuh hati
Awal pertama kali Zefanya jatuh hati kepada seseorang yang akan membuat banyak perubahan di hidup Zefanya
"Setelah berapa jam perjalanan yang sangat membuat Zefanya lelah, kini dia telah jauh dari Kota Wamena, dan sekarang dia telah berada di Bandara Jayapura untuk segera berganti pesawat.
Zefa, " Okayy, semua akan baik-baik saja.kata Zefanya kepada diri sendiri membuat Dia terdiam,
dan mencoba meyakinkan hati bahwa smuanya akan baik-baik saja,
Pesawat terus berjalan melintasi langit biru, gumpalan awan di mana-mana terlihat begitu jelas dari belakang jendela pesawat
ciptaan Tuhan memang luar biasa,
Zefanya tertidur beberapa jam perjalanan dan kini sudah sampai di kota semarang,Zefa yang langsung memesan taxi dan langsung pergi menaiki taxi tersebut dan minta di antarkan ke alamat tempat tinggal Zefa.
"Makasih yah Pak, kata Zefa kepada sopir taxi yang mengantarkan dia dan membantu menurunkan barang-barangnya Zefa, dengan sambil tersenyum Zefa masuk ke rumah, dan sopir taxi pun berlalu dari pandangan mata.
Zefa mulai bergegas membersihkan tubuhnya dan setelah itu diapun melanjutkan waktu tersisahnya di hari itu dengan melanjutkan tidur yang masih belum selesai sedari tadi.
Baru sebentar menaruh kepala di bantal Zefanya ternyata sudah terlelap dalam tidurnya,
mungkin terlalu capek, setelah perjalanan panjang membuat zefa begitu lelah, bahkan tertidurpun begitu sangat cepat.
Tak terasa hari sudah malam, dan Zefanya masih belum juga terbangun dari tidurnya, memang benar Zefa masih berkutat dengan mimpinya,jarang-jarang Zefa tertidur dengan begitu lama,
Dalam tidur zefa mencoba membunuh semua rasa yang tertinggal di sana di dalam mimpi, namun zefa gagal karena mereka sudah hidup di hati dan ingatan zefa, begitupun dengan cinta yang lain, yang zefa telah hidupkan dalam hati zefa tanpa zefa sadari sejak awal
"Tiba-tiba nada dering handphone Zefa berbunyi, dan benar saja ada panggilan telephone,
" Halloo... Zefa, sapa seseorang di ujung panggilan sana, ternyata itu adalah suara Neneknya Zefa".
"Hallo Mam, ada apa Mam, jawab Zefa yang masih terlihat ngantuk"
"Zefa, kamu baik-baik saja kan Nak, Sang Nenek rupanya begitu kwatir dengan keadaan cucu kesayangannya itu".
" Mam, Aku baik saja, Zefanya menjawab dan sambil berusaha membuka matanya yang masih tertutup".
"Mam begitu dulu yah, Zefa mau Makan bentar nanti sambung lagi pembicaraannya yah".
__ADS_1
" Yah sudah kalau begitu, Kamu yang baik yah di sana".