
Setelah kepulangan zefa dari Wamena, zefa banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja, menulis, mengajar dan sharing dengan teman-teman skalian murid zefa di kelas yang zefa bentuk selama berapa tahun terakhir ini
Siang ini matahari bersinar dengan megahnya
menerangi bumi dengan begitu indahnya,
Zefanya yang terbiasa jalan di bawah sinar matahari kini sedang menikmati pemandangan matarahi siang ini lewat jendela kaca tempat dia bekerja,
Tiba-tiba terdengar bunyi suara ketokan pintu dari luar,
tok.. tokk... tokk... permisi non
iaa masuk sahut zefa,, ada apa yah kamu memanggil saya, sahut zefa lagi
begini non hari ini saya mau ijin pulang lebih dulu boleh, kata salah satu karyawan di kantor itu,
ia sudah kamu boleh pulang,
makasih yah non, ucap karyawan itu, .
iaa sudah, sahut zefa lagi. setelah itu dia meninggalkan ruangan zefa
__ADS_1
dan kini tinggal Zefanya seorang diri di ruangannya
dan sambil menyedup secangkir kopi panasnya zefa terus berkutat dengan pekerjaannya,,
dia harus segera menyelesaikan pekerjaan sebelum kelas dia mulai,
dan kini waktu pukul 6 sore, waktunya zefa melanjutkan ngajar bersama anak-anak di kelas inspiratif yang dia bina selama ini,
suara ribut mulai terdengar saat zefa menyalakan camera handphonya,
hallo ibu,, halloo anak-anak, gimana kabar kalian, sapa zefa kepada mereka semua,
kami baik ibu,
hari ini zefa mendengar semua cerita dan presentasi anak-anak tentang karya-karya mereka yang mereka rajut sendiri, mulai dari menulis, membaca, bermusik, menggambar, bahkan ada yang menceritakan pengalaman hidup mereka, .
satu demi satu anak-anak menyelesaikan presentasi mereka dengan baik, dan zefa begitu bangga dengan mereka,
setelah presentasi selesai, zefa memberikan mereka ruang untuk bercerita dan saling memberikan masukan, ada yang bertanya ada yang menjawab bahkan tak ada yang bisa menahan mereka untuk berekspresi
heiiii... anak-anak tahukah kalian apa yang membuat kalian bisa bahagia? tanya zefa kepada mereka,
__ADS_1
semua terdiam, lantaran mereka semua adalah anak-anak yang kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tua mereka,
makanya zefa menerima mereka, dan mau berbagi pengalaman hidup, mengajarkan mereka untuk menjadi anak-anak hebat di masa depan.
.
semuanya tak ada yang bisa menjawab
dan zefa mulai melanjutkan menjawab, . "yang bisa membuat kita bahagia adalah bagaimana kita bisa menerima diri kita sendiri, dan mencintai diri kita sendiri, sooo bahagia itu terlahir dari diri kita buka dari orang di luar sana
..
di luar sana masih banyak orang-orang yang kelihatan banyak uang, kaya, tapi mereka tidak bisa bahagia, .
karena mencintai diri sendiri adalah belajar memaafkan masa lalu.
disini siapa lagi yang belum bisa memaafkan masa lalu, memaafkan orang tua, memaafkan orang-orang yang melukai hati kalian, kata zefa kepada mereka, .
dan ternyata masih banyak anak-anak yang belum bisa menerima kenyataan dan belum bisa memaafkan, mereka masih menyimpan marah, kebencian, luka yang belum juga sembuh,
namun zefa dengan tenang menenangkan mereka dengan mengatakan mereka semua bisa melakukannya, zefa akan selalu ada bersama dengan mereka,
__ADS_1
mungkin tidak untuk sekarang tapi pelan-pelan zefa akan terus mendidik mereka, membuat mereka berdamai dengan masa lalu, membuat mereka memaafkan dan pelan-pelan belajar untuk sama-sama mengobati luka hati mereka.
bagi Zefanya hanya mereka sendiri yang mampu menyembuhkan luka hati mereka, . hanya saja zefa harus bisa pelan-pelan membantu mereka dengan cara terus menjadi teman baik mereka