
Setelah melalui perjalanan panjang melewati hujan badai pagi ini, Zefanya dan neneknya tiba di sekolah
"Ma,Zefa turun yah, Hati-hati yah kamu di sekolah Zefa".
" Okkay Mam, jawab Zefa "Love you Mam hati-hati juga yahh".
Begitulah interaksi zefa dan Neneknya sebelum Zefanya menuju ruang kelas nya.
***
Setelah beberapa tahun di bangku SMU kini waktunya Zefanya dan teman-temannya mendengar hasil kelulusan mereka.
Mereka berlima saling menyapa lewat panggilan vidio call di handphone mereka masing-masing
dan kini waktu itu semakin membuat mereka semakin berdebar jantung.
Bukan hanya Zefanya, Vika, Jey, Imanuel, Richard tapi semua siswa-siswa angkatan tahun ini mereka semua kwatir ada yang merasa takut dan cemas,
namun semuanya berusaha tetap tenang
dan kini gilaran semua siswa dan para orang tua murid berkumpul di Aula sekolah.
Detik-detik pengumuman kelulusan pun tiba,
__ADS_1
setelah sepata dua kata dari kepala sekolah, dan kini giliran amplop berisi nama-nama siswa yang lulus di tahun ini pun di bacakan.
Dan beruntung mereka semua lulus 100% dan ini smua berkat kerja kerasnya mereka semua yang mau belajar dengan sungguh-sungguh,
"Zefa slamat yah nak, kamu lulus dengan prestasi yang sangat bagus, Kata Nenek kepada Zefa"
"Ia Mam, Terimakasih yah Mam, ini semua juga karna Doa Mam dan usaha Mam untuk membuat Zefa rajin Belajar".
" Dan,hello Anak-anak sapa nenek buat ke Empat Sahabat Zefa di panggilan call ,Selamat yah kalian juga lulus yah".
"Mereka serempak menjawab makasih nek.. ini juga berkat Doa orang tua, dan Nenek juga yang selalu baik kepada kita".
" Yah sudah jangan menangis,kalian anak-anak pintar".
"Yah sudah dulu yah teman-temannya ntar kita lanjut lagi yah Aku sama Mama mau pulang dulu yah".
Zefa, Iaa ,Sampai jumpa lagi " Miss you kalian smua".
panggilan terputus.
.........
Kni mereka telah sampai di rumah
"Mam,Zefa boleh ngomong sama Mama".
__ADS_1
"Ada apa Zefa?
" Begini Mam, Zefa pengen menjalani hidup Zefa sesuai Mimpi Zefa boleh ngak Mam", Zefa pengen mandiri, pengen berusaha meraih Mmimpi zefa sendiri Mam".
"Zefa , kamu sudah dewasa, Mama tidak melarang kamu Nak, hanya saja kamu harus tahu, bahwa tidak semua keputusan yang kita buat bisa kita jalani, hanya saja jika kamu mampu menerima semua resikonya, setiap keputusan itu pilihan".
" Ia Mam Zefa ngerti, Zefa paham makanya ijinkan Zefa memilih yah mam".
"Zefa,Mama tidak melarang kamu".
" Pililhan apa yang akan membawah kamu ke masa depan,pilihan itu hanya bisa kamu yang rubah sayang".
"Makasih yah Mam".
" Ya sayang sama-sama, kata nenek sambil memeluk Zefa erat-erat serasa takut melepaskan Zefanya anak perempuan satu-satunya yang Nenek miliki".
Zefanya merupakan cucu yang sangat di sayangi Neneknya,bahkan Nenek tidak ingin jauh-jauh dari Zefa,hanya saja kali ini adalah pilihan yang Zefa pilih,Jadi tak bisa di cegat oleh Neneknya Zefa.
Beliau hanya bisa merestui Zefa dan teman-temannya memilih perjalanan masa depan mereka sendiri,mereka ingin merakit mimpi mereka dengan cara mereka sendiri.
Tugas Nenek dan Orang Tua dari teman-temannya Zefa hanya bisa pasrah membiarkan anak-anak mereka memilih kemana mereka akan pergi dan kemana mereka akan melanjutkan Mimpi dan Cita-cita mereka.
"Zefa dan teman-temanya itu sudah tak bisa di pisahkan lagi semenjak mereka kecil hingga mereka dewasa, mereka sudah seperti kakak beradik yang tak mau saling terpisah,karna kata Zefanya tanpa salah satu dari mereka serasa mereka tak bernyali untuk melawan dunia.
"Butuh Nyali untuk melawan dunia, butuh kebersamaan untuk melangkah, butuh kemauan untuk mengumumkan Mimpi, Tanpa Bermimpi, tanpa kerja keras, tanpa air mata, tanpa luka, Mereka tidak akan bisa berada di Masa sekarang,
__ADS_1
Masa dimana membawa mereka terus berlari menuju Masa depan yang hampir sedikit lagi Mereka Genggam di tangan Mereka".
"Banyak musim, banyak perjalanan sudah mereka lewatin, tapi masih ada begitu banyak tantangan yang sedang menanti mereka di depan sana, yang akan membuat meraka bisa bertahan atau tidak".