Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu
Pembelaan Diri


__ADS_3

Thomas tidak pernah terpikir untuk meninggalkan Michelle lagi. Ia benar-benar berharap Michelle mengandung anaknya, tetapi kini ia pun harus kehilangan Michelle. Lagi. Ia tak bisa memiliki Michelle seutuhnya. Bahkan anak yang ia harapkan kini hanya angan-angannya saja.


“Michelle kamu harus kembali kerja atau kamu ingin berhenti bekerja?” Thomas mencoba mempertahankan Michelle agar dekat dengan dirinya namun ia tidak ingin memaksakan kehendaknya begitu saja kepada Michelle.


“Saya akan bekerja pak. Tapi mohon bapak berikan saya waktu untuk menyelesaikan masalah saya terlebih dahulu.” Thomas meninggalkannya begitu saja. Ia berharap apa yang didengarnya bukanlah bohong an belaka. Michelle pun akhirnya pulang ke rumah orang tuanya.


“Michelle kamu dari mana saja?!” Eja setengah berteriak, ia tidak ingin memicu pertengkaran di dalam keluarga ini.


“Michelle!!!” Pak Ardi dan Bu Nita memanggil Michelle serentak dan langsung menghampiri anak mereka.


“Pa ma Michelle minta maaf ga ngabari papa mama. Kak, Michelle minta maaf enggak ngabarin kakak juga”


“Enggak apa-apa nak, tapi kamu pergi kok gak bilang-bilang lagi ke papa sama mama. Kami kan jadi khawatir Chell, apalagi sudah hampir dua minggu lebih kamu baru pulang. Kami kira kamu sudah pergi bekerja lagi.” Bu Nita merangkul anak gadis nya tersebut.


“Iya ma maaf ya ma.” Michelle mencoba menenangkan mama dan papa nya, pak Ardi dan Bu Nita.


“Yauda gapapa ma pa, biarin Michelle dan Kevin istirahat dulu. tapi kakak khawatir aja katanya kamu pergi dengan bos kamu. Kakak kira kamu kerja langsung ke kota M sama bos kamu.” Eja mengambil Kevin dari gendongan Michelle. Sebenarnya Eja sangat menyayangi anak nya itu, entah muncul darimana perasaan sayang kepada darah daging nya, Kevin. Eja tau ia kini sudah menjadi seorang ayah, maka tak ada salah nya ingin melindungi dan menyayangi anak nya.

__ADS_1


“Baiklah, mama akan masak dulu ya Nak. Kamu pasti sudah lapar. Badan kamu semakin terlihat kurus dan tidak terurus sayang. Mama buatkan sup jagung kesukaan kamu ya. Nanti kita makan sama-sama di ruang makan.” Bu Nita segera beranjak ke dapur.


“Tunggu Ma. Michelle sedang tidak enak badan. Sebenarnya Michelle habis operasi karena luka operasi Michelle terbuka sedikit. Michelle makan di kamar aja Ma, makasi banyak ya Ma.” Bu Nita yang mendengar hal itu langsung kaget.


“Kamu habis operasi? Kenapa gak kasih tau Mama Papa sama Eja, Nak? Kami bisa jemput kalian di rumah sakit.”


“Gapapa Ma tadi Michelle dan Kevin di antar sama bos Michelle, pak Thomas.”


“Apa?! Jadi kamu selama dua minggu tidak pulang terus bersama Thomas?!” Eja sedikit berteriak dan membuat Kevin menangis. “Jadi benar apa kata Mama kalau kamu ada hubungan dengan lelaki lain selain saya ya!” Eja membentak dan membuat Kevin semakin menangis menjadi-jadi.


“Tunggu dulu Nak Eja. Tidak baik menuduh seseorang tanpa ada bukti. Lagian seorang atasan yang peduli dengan bawahan nya merupakan hal yang normal-normal saja.” Pak Ardi mencoba menenangkan keadaan walaupun dia sendiri terdengar kaget dengan suara gemetar seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya. Ia mencoba untuk bersikap rasional, dan hal itu benar adanya.


“Mama juga bilang kalau selama ini kamu membiarkan mama mengurus pekerjaan rumah tangga dan menyuruh-nyuruh ya bekerja selayaknya babu!” Eja berbicara setengah menjerit. Kevin pun menangis sejadi-jadinya. Bu Nita yang melihat hal itu segera mengambil Kevin dan mencoba menenangkannya dengan menimang-nimang walaupun sudut mata nya hampir mengeluarkan air mata setelah mendengar amarah yang memuncak dari menantunya. Tangan nya pun bergetar karena melihat kejadian yang tak pernah terjadi di sekitarnya.


“Tenanglah Nak, kasian Kevin menangis.” Bu Nita pun mencoba sedikit menenangkan keadaan.


Michelle yang tak bisa berkata apa-apa hanya meneteskan air mata. Ia mencoba menahan nyeri pada perutnya yang begitu hebat tetapi semuanya percuma, kini hatinya terluka lebih dalam akibat perbuatan mertuanya. Ia benar-benar mencoba memisahkan Michelle dan Eja. Ia tak habis pikir, sebagai mertua kenapa ia bisa berbicara fitnah seperti itu terhadap dirinya. Bukankah selama ini Michelle selalu berlaku baik kepadanya. Michelle tidak bisa menerima kenyataan ini. Ia pun berbicara dengan lantang.

__ADS_1


“Itu fitnah!! Aku gak pernah ya meninggalkan sedikitpun pekerjaan rumah tangga!! Mama kamu bohong!!” Michelle berteriak sambil menahan perih diperutnya, tetapi ia harus berbicara yang sebenarnya tentang hal ini. Ia tidak ingin tinggal diam Dan membiarkan dirinya difitnah lebih jauh lagi. Hanya dirinya yang bisa membela dirinya seorang diri. Michelle mengerang karena menahan sakit pada perutnya, ia pun mencoba untuk duduk tetapi luka bekas operasi nya semakin nyeri dan membuatnya hampir terjatuh pingsan menahan nyeri yang dirasakannya. Pak Ardi yang melihat hal itu langsung menahan Michelle agar tidak jatuh.


“Michelle!” Bu Nita sedikit setengah berteriak karena melihat anaknya hampir terjatuh. “Sudah hentikan pertengkaran kalian, kondisi Michelle sedang tidak baik” Bu Nita yang menggendong Kevin mendekati Michelle dan mencoba menjauhkannya dari Eja.


“Michelle mau istirahat pa” pak Ardi pun mengangguk. Ia percaya anak nya anak yang berbakti dan penurut, tidak mungkin ia berbuat jahat kepada mertuanya seperti itu. Michelle adalah anak yang rajin sedari kecil.


“Eja, sebaiknya kamu jangan membuat kegaduhan. Kesehatan Michelle lebih penting saat ini.” Eja pun hanya bisa terdiam tak percaya istrinya akan berteriak kepadanya. Ia tak mendengar apa yang diucapkan pak Ardi. Ia dibuat bingung dengan pernyataan Michelle, benarkah ibunya telah berbohong? Benarkah ibunya memfitnah Michelle istrinya? Untuk apa??? Eja bertanya dalam hati. Mungkinkah ibu nya benar-benar mencintainya selayaknya pasangan. Seharusnya ia dan ibunya tak pernah melakukan hal-hal di luar batas pikirnya sekali lagi. Apakah hubungan mereka justru menjerumuskan ia dan ibu nya ke dalam lubang kenistaan yang hina bahkan dapat mengancam keutuhan rumah tangga nya. Eja hampir yakin sepenuhnya jika Michelle tidak lah berbohong sama sekali. Akan tetapi, ia tidak memiliki bukti sehingga ia tak ingin mempercayai istrinya sepenuhnya. Eja masib menyimpan sedikit kepercayaan kepada ibunya.


Michelle pun berbaring di kasur nya dengan sedikit meringis sambil memegang perutnya.


“Kamu di sini aja ya nak sama Kevin, kamu susui Kevin aja, biar mama masak sup jagung kesukaan kamu ya. Nanti mama antar ke sini, kita makan sama-sama” pak Ardi pun mencoba memijit2 anak kesayangan nya itu. Sedangkan Bu Nita pergi ke dapur untuk memasak.


“Michelle gak papa Pa. Michelle cuma mau istirahat.”


“Baiklah, Istirahatlah kalau begitu sama Kevin ya Nak. Papa akan coba bicara sama Eja. Kamu gak usah mikir yang lain-lain. Papa tau anak papa pastilah anak yang paling baik di dunia ini” Michelle yang mendengar ucapan pak Ardi pun hanya tersenyum.


“Makasi banyak ya Pa.” Pak Ardi pun meninggalkan Michelle yang akan memberikan ASI kepada Kevin.

__ADS_1


__ADS_2