
Ternyata semuanya hanya mimpi. yang terasa seperti nyata. yang menjadi teka teki adalah si Boss. Apakah dia adalah atasan suamiku, ataukah yang sedang tinggal di Bali kemarin? Entahlah semuanya terasa seperti mimpi yang begitu cepat.
Namaku Rani Fatmala. Ini ceritaku. Cerita tentang sebuah fitnah dan pengkhianatan.
__ADS_1
Aku terbangun dari dalam bus kota, kudapati semuanya ramai seperti biasa.
Sejujurnya aku sedang mengurus perceraian dengan suamiku. Aku seorang wanita biasa, berukuran 28 tahun, yang sebenarnya aku sangat menginginkan pernikahan di usia ini, tetapi karena aku telah bertemu dengan nya, seperti yang ada di dalam mimpi ku dan berperan sebagai Reza, dan nama aslinya Nidi. Kisah dalam mimpi ku tak banyak ku ingat dengan detail nya, mungkin ada yang terlupa, tapi aku berusaha untuk tidak mengingatnya. Itu hal yang tidak mengenakkan bagi ku. Sekarang aku harus turun dari bus ini dan menemui anak ku yang paling kecil. Suami macam apa yang tega meninggalkan istri dan anak baru lahir, berjuta kali aku ingin mengutuk nya, tapi rasa kasihan dan sayang mengalahkan semuanya. Ketika akan turun, aku mendapati sesosok orang yang hampir sama persis dengan dirinya. Ya pertama ku ingat sebelum naik bus, aku mendapatinya sedang bersama seorang lelaki di pinggir tangga ketika kapal hendak berlabuh. Karena aku tidak menggunakan kontak lensa dan kacamata, karena kacamata ku tertinggal di kontrakan di Depok dimana suami dan anak ku yang pertama tinggal, aku sepertinya berhalusinasi. Tidak mungkin ia meninggalkan anak ku dengan keluarga nya yg lain di Jakarta Selatan dimana ada uwak nya tinggal disana. Aku pun menepis rasa keingintahuan ku. Tapi lagi lagi sosok bayangan itu hadir ketika aku hendak menaiki bus. Saat hendak turun, aku ingin sekali melihat nya, dan ternyata benar dugaan ku, dia bukan suami ku.
__ADS_1
Ini sedikit cerita tentang ku.
Selanjutnya rencana ku terhadap kehidupan ku yang pertama sekali adalah menghadapi suami ku secara tidak langsung. Karena jika kamu bertemu, mungkin bukan kata sumpah serapah yang akan terdengar, sangat mungkin suara kebun binatang keluar semua. Dan aku yakin kalian tidak terlalu mengharapkan itu, kalian hanya ingin melihat seberapa besar cinta kami untuk satu sama lain. Aku tidak mengenalnya begitu jauh, dan sangat mungkin dia yang mengenal ku begitu jauh, aku mungkin sudah menjadi mainan bagi nya. Walau dia pikir banyak yang membersamainya, dan mungkin sekali iya, tapi aku tidak butuh banyak teman hanya untuk sekedar mendapatkannya. Ini tentang dirinya dan tanggung jawab nya kalau sebenarnya dia paham. Tapi entahlah, bila aku saja tak mampu menghandle dirinya, mungkin hanya dia yang mampu menghandle dirinya, satu firasatku, begitu besar cintanya padaku hanya untuk sekedar melindungiku. Mungkin seperti hal nya Putin dan mantan istrinya. Entahlah, cerita yang klasik tapi seperti itulah yang kurasakan dari dirinya. Cinta terakhir ku dengan mantan pacar hanyalah cerita lama yang sudah kututup rapat dan hanya kenangan. Aku pun terkadang berfikir apakah nantinya aku dan suami ku akan berakhir seperti hal nya Putin dan mantan istrinya. Tapi aku tidak suka pacaran seperti halnya Putin, presiden Rusia saat ini. Kecuali pacaran sama suami ku saat ini, tapi ini jauh sekali dari seperti pacaran. Hubungan ku dengan suami ku seperti surga dan neraka. Dan dia sudah merasakan seperti hal nya di dalam neraka sekarang kurasa. Aku hanya mengkhawatirkan anak ku yang pertama, semoga dia sehat selalu. Teruntuk suamiku yang entah dia akan berubah atau tidak, aku bukan lah istri yang baik bagi mu memang, aku tak memiliki banyak teman lelaki, aku pun tak tau bagaimana menyenangkan lelaki, di senggol laki laki lain saja aku langsung naik pitam. Hanya keberuntungan aku senang disentuh mu, rasa yg khas saat tangan kita pertama kali bersentuhan, itu langsung membekas di dalam hati, dan mungkin tidak banyak yang seperti itu, saat tangan mu basah oleh keringat dan menyentuhku, bukan lah sembarangan, dan disanalah aku merasa terhubung dengan dirimu. Entah apakah dia merasakan hal yang sama atau tidak. Itu pertemuan pertama kami, yang entah apakah akan berlanjut ke pertemuan pertemuan selanjutnya. Aku khawatir aku dan dia akan menciptakan dosa besar bila kami berzina dan bercerai. Entahlah, mungkin di seluruh belahan dunia, akan kudapati sosoknya selalu, karena kemana pun aku ada, dia pasti kan hadir dan dengan berbagai cara apapun jalan yang kupikir, dia pasti akan menghampiriku. Aku berusaha tidak melawan takdir, tapi yang kudapati aku kalah telak, sehingga ketika aku melawan takdir, yang kudapati, dia akan selalu mengejar ku. Aku harap ini pun hanya sekedar mimpi. Karena aku mengetahui dirinya bahkan lebih dari dia mengetahui tentang aku. Ini ceritaku yang tidak bisa aku jabarkan semuanya mendetail. Karena kami begitu berbeda, begitu sulit untuk berpisah dan menyakitkan bila bersama. Tak akan ada yang mengalah bila itu bukan aku.
__ADS_1