
Saat ini seokjin sedang berdiam diri di dalam kamarnya sedari tadi dan saat ini mood nya sedang buruk akibat insiden tadi pagi, karena setelah insiden yang terjadi di meja makan tadi pagi sejak itulah dia tidak keluar dari kamarnya dan saat ini yang dia lakukan hanya melamun sambil menatap lurus ke arah balkon kamarnya.
Tokk.....
Tokk.....
Tokk....
Lamunannya terbuyar saat ada yang mengetuk pintu kamarnya, dia pun langsung bangkit dari duduknya dan berjalan untuk membukakan pintu.
Saat pintu dibuka dia mendapati taehyung yang berdiri di depan pintu melihat itu pun dia langsung mempersilahkan taehyung untuk masuk ke kamarnya dan mereka langsung duduk di sofa yang terdapat di kamar miliknya.
" Ada perlu apa kau kesini taehyung?" tanya seokjin pada taehyung sambil duduk di sofa yang berhadapan dengan taehyung.
" Aku ingin bicara padamu tentang jungkook, hyung" ucap taehyung berusaha menjelaskan pada seokjin.
Mendengar taehyung ingin membicarakan tentang jungkook langsung saja itu membuat mood nya bertambah buruk.
" Apa yang ingin kau bicarakan tentang dia pada hyung tae?" tanya seokjin dengan malas pada taehyung.
" Sebenarnya aku ingin memperbaiki hubungan ku dengan jungkook hyung, seperti yang jimin hyung lakukan" balas taehyung berusaha berucap senormal mungkin untuk menutupi rasa takutnya terhadap seokjin.
" Terserah padamu tae!! hyung tak perduli jika kau ingin berbaikan dengan si pembawa sial itu!!!" seokjin membentak taehyung karena merasa marah karena mendengar maksud dari ucapan taehyung barusan.
Sedangkan taehyung mulai merasa emosi saat mendengar seokjin menyebut jungkook dengan kata pembawa sial.
" Kenapa hyung?!!, kenapa kau harus marah?!!" tanya taehyung yang sudah diliputi oleh emosi.
" karena kau memperdulikan si pembawa sial itu tae!!!" balas seokjin tak kalah emosi.
" Dia itu adikku hyung!!, adik kita juga kenapa kau selalu menganggap nya sebagai pembawa sial hyung?!!" ucap taehyung tak terima.
"Aku tidak pernah mau menganggap nya sebagai adik lagi!!, karena bagiku dia itu hanya pembawa sial!! dan penyebab kematian eomma dan appa!!" balas seokjin sambil berteriak pada taehyung.
Taehyung yang mendengar ucapan seokjin langsung mengepalkan kedua tangannya sampai urat-urat di tangannya terlihat sangat jelas.
"Bugh"
Tanpa banyak bicara taehyung yang telah bangkit dari duduknya langsung saja melayangkan tinjunya pada wajah seokjin.
Sedangkan seokjin langsung terjatuh dari atas sofa menuju lantai akibat pukulan taehyung yang tak main-main lain halnya dengan taehyung yang belum merasa puas memukul seokjin satu kali dan ingin memukul seokjin lagi.
Tapi belum sempat ia ingin kembali melayangkan tinjunya pada seokjin, teriakan seseorang yang teryata hoseok dari arah pintu kamar seokjin yang membuat dia langsung menghentikan tindakannya itu.
__ADS_1
"BERHENTI TAEHYUNG" teriak hoseok yang langsung menghentikan taehyung yang ingin memukul seokjin lagi.
Dan tanpa banyak bicara hoseok langsung berlari ke arah seokjin yang terduduk di lantai dengan sudut bibir yang berdarah.
"Kau tidak apa-apa hyung?" tanya hoseok pada seokjin sambil membantu seokjin untuk berdiri setelahnya dia langsung menatap taehyung tajam.
" Apa masalahmu tae?!!, kenapa kau memukul seokjin hyung?!" bentak hoseok.
Sedangkan taehyung yang di bentak hoseok hanya terdiam sambil menatap datar dua orang yang berada di hadapannya ini.
" Karena memang itu sudah sepantasnya seokjin hyung dapatkan hyung" balas taehyung tenang dengan tatapan dinginnya.
" Apa maksud dari ucapan mu itu taehyung?" hoseok balik bertanya pada taehyung karena dirinya tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh taehyung.
" Tanyakan saja pada orang nya sendiri hyung, karena sekarang aku ada urusan yang lebih penting dari ini" balas taehyung dengan suara dingin.
Setelah mengucapkan itu taehyung langsung pergi keluar dari kamar milik seokjin dan meninggalkan hoseok yang menatap bingung kepergian taehyung sedangkan seokjin menatap kepergian taehyung dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Ehmm hyung, bisa kau jelaskan maksud ucapan taehyung tadi hyung?" tanya hoseok beberapa saat setelah taehyung meninggalkan kamar.
" Hoseok bisa kau tinggalkan kamar ini sekarang, saat ini hyung sedang tidak ingin di ganggu" pinta seokjin tanpa menjawab pertanyaan dari hoseok yang mana hal itu malah membuat hoseok menjadi bertambah binggung akan sikap seokjin maupun taehyung yang seolah menghindari pertanyaannya.
" Tapi hyung-" ucapan hoseok terhenti karena seokjin dengan cepat memotongnya.
" Tolong hoseok-ah hyung akan menjawab semua yang ingin kau tanyakan tapi nanti, saat ini hyung ingin sendiri dulu" jelas seokjin setelah memotong ucapan hoseok tadi.
" Baiklah hyung kalau begitu aku keluar dulu, kalau perlu bantuan kau panggil saja aku hyung" kata hoseok yang hanya di angguki oleh seokjin.
Setelah mengatakan itu hoseok langsung pergi meninggalkan seokjin sendirian di kamar milik seokjin sendiri.
Setelah melihat hoseok berjalan keluar kamar miliknya dan hilang dibalik pintu, lantas seokjin langsung bergegas berjalan ke arah pintu kamarnya dan langsung menutup bahkan mengunci rapat-rapat pintu kamar miliknya.
Dan setelahnya dia langsung berjalan kearah ranjangnya dan langsung menghempaskan dirinya di atas ranjang dengan pandangan yang lurus ke arah langit-langit kamarnya dengan pikiran yang jauh melayang entah kemana.
Seketika pikirannya berputar seperti memori dan dia bisa melihat kilasan-kilasan yang terjadi hari ini baik pertengkarannya dan jimin saat di meja makan tadi pagi, serta perdebatannya dengan taehyung beberapa saat yang lalu yang mana pada akhirnya dia menjadi korban pukulan dari taehyung.
Pusing akan kilasan-kilasan kejadian yang selalu bermunculan di pikirannya akhirnya seokjin memilih memejamkan matanya dan berusaha untuk tertidur agar segala sesuatu yang muncul di pikirannya tadi hilang dengan sendirinya.
Terbukti tidak membutuhkan waktu yang lama seokjin telah tertidur dengan damai dan bahkan telah menyelami alam mimpi miliknya.
~ Di sisi lain ~
__ADS_1
Saat ini jungkook dan jimin tengah berjalan-jalan santai sambil menikmati pemandangan sungai han yang berada di depan mereka.
Ya, sehabis sarapan tadi pagi mereka lebih memilih untuk tidak langsung pulang kerumah melainkan mereka memilih menghabiskan waktu berdua seharian mulai dari bermain game di salah satu pusat perbelanjaan, menonton film di bioskop dan yang terakhir menikmati pemandangan di sungai han yang membentang luas dihadapan mereka.
"Kookie apa kau lelah?" akhirnya salah satu dari mereka membuka suara karna sedari tadi mereka hanya berjalan dengan diam tanpa ada pembicaraan di antara mereka.
" Tidak sama sekali hyung?" balas jungkook santai sedangkan jimin hanya melongo mendengar bahwa jungkook tidak merasa lelah setelah apa yang mereka lakukan hari ini padahal dirinya saja sudah sangat kelelahan dari tadi.
" Kau serius kookie-ah, kenapa kau tidak merasa lelah sedikitpun?" tanya jimin sambil membolakan matanya ke arah jungkook.
" Ya aku serius hyung, karena rasa lelah ku tidak sebanding dengan rasa senangku hari ini karena mu hyung, terimakasih karena kau sudah mau mengajakku bersenang-senang dan menghabiskan waktu bersama-sama hari ini dan aku tidak akan pernah melupakan hari ini hyung karena bagiku hari ini salah satu hari paling membahagiakan di hidupku" entah kenapa perkataan jungkook itu membuat jimin terharu dibuatnya dan entah kenapa rasa lelah yang sempat ia rasakan tadi hilang seketika hanya karena mendengar ucapan jungkook.
Bahkan tanpa sadar jimin menitikkan air matanya sedangkan jungkook yang tak sengaja melihat jimin menitikkan air mata langsung kaget dan bertanya padanya.
" Eoh hyung, kenapa kau menangis apa ada yang salah dari kata-kata ku barusan?" tanya jungkook kaget saat mendapati jimin menitikkan air mata sedangkan jimin hanya menggelengkan kepalanya sambil menghapus air mata nya dan tersenyum ke arah jungkook.
" Ah tidak kookie, hyung hanya merasa terharu karena kata-kata mu itu sangat menyentuh dan juga hyung merasa senang karena hyung bisa membuat mu merasa senang hari ini itulah sebabnya kenapa hyung sampai mengeluarkan air mata begini" jelas jimin sambil mengusap air matanya yang kembali jatuh, jungkook yang melihat nya pun hanya terkekeh kecil karena merasa lucu akan tingkah jimin.
" hahaha hyung rupanya kau ini sangat cengeng sekali hanya karena ucapan ku saja kau bisa menjadi seperti itu" ucap jungkook sambil tertawa kecil kepada jimin dan jimin pun ikut tertawa karenanya.
" Hyung bagaimana kalau kita pulang sekarang, kurasa kita sudah terlalu lama berada di luar rumah hari ini dan kau juga sudah kelelahan bukan?" mendengar ajakan jungkook jimin pun lantas menyetujui nya karena memang benar kalau mereka telah begitu lama bersenang-senang dan dia pun sudah merasa sangat lelah.
Dan akhirnya mereka pun memilih untuk berjalan ke arah mobil milik jimin yang berada tidak jauh dari tempat mereka berada dan setelahnya mereka langsung meninggalkan area sungai han dan menuju ke rumah mereka.
.
.
.
Setelah hampir 30 menit akhirnya mereka pun sampai di rumah, setelah memasukkan mobil le garasi mereka pun langsung berjalan ke arah pintu utama rumah dan membuka pintu.
Dan mereka berdua merasa terkejut karena ketika membuka pintu mereka langsung di sambut dengan taehyung yang telah berdiri di hadapan mereka yang mana taehyung memandang mereka bergantian dengan pandangan yang tajam dan sulit diartikan.
Yang mana hal itu membuat jimin merasa aneh dan bingung dengan sikap taehyung beda halnya dengan jungkook yang merasa sedikit takut dengan sikap taehyung itu apalagi taehyung masih terus menatapnya bahkan sekarang menatapnya lebih intens.
Dan pada akhirnya pun jungkook memberanikan diri untuk bertaya pada taehyung walaupun dengan suara yang sedikit terbata karena takut.
" T-Taehyung h-hyung apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya jungkook pada taehyung.
Mendengar jungkook bertanya taehyung pun makin menajamkan pandangannya pada jungkook sambil berjalan maju kearah jungkook dan berhenti tepat di hadapan jungkook dan setelahnya dia langsung membuka suaranya.
__ADS_1
" Aku-"
To be countinued............