MIANHAE DONGSAENG (Proses Revisi)

MIANHAE DONGSAENG (Proses Revisi)
Part 3


__ADS_3

Seakan terlarut akan pemikirannya jungkook tak sadar bahwa ada seseorang yang berjalan kearah nya dan memegang pundaknya hal itu membuat jungkook langsung tersadar dan langsung menghapus air matanya kasar dan langsung menolehkan pandangannya kearah orang itu dan setelahnya dia hanya mengelus dada nya pelan.


"Huftt kau mengejutkan ku sehun-ah, kau seperti hantu saja yang tiba-tiba muncul" kata jungkook di selingi kata bercanda pada sehun.


"Heheh maafkan aku mengejutkan mu kook-ah habisnya kau lama sekali ke toilet nya jadi aku khawatir takut terjadi sesuatu padamu dan akhirnya aku menyusulmu saja dan aku menemukan mu sedang melamun disini dan hei... kau sepertinya habis menangis ya kook-ah?".


Sehun memberikan penjelasan pada jungkook kenapa dia bisa sampai kesini untuk menyusul jungkook dan hal yang membuat dia terkejut adalah dia melihat wajah sembab jungkook seperti habis menangis.


Jungkook yang sepertinya ketahuan habis menangis langsung gelagapan di depan sehun apalagi sekarang dia melihat sehun tengah menatapnya dengan tatapan yang menyelidik yang terlihat sangat jelas karena dia menyipitkan matanya sambil terus menatap jungkook.


"A-aku t-tidak habis m-menangis kok hun-ah hanya saja mataku kemasukkan debu dan itu terasa perih dan kau melihatku seperti habis menangis" dia berbicara sambil terbata-bata pada sehun dan tentunya dia berbohong soal kemasukkan debu itu agar sehun percaya padanya tapi sepertinya keberuntungan tidak berpihak padanya karena sepertinya sehun tidak mempercayai ucapannya terlihat sehun semakin menyipitkan matanya hingga berbentuk segaris yang membuat dia salah tingkah sendiri.


" Kau tidak bisa membohongi ku jungkook,aku yakin sekali itu habis menangis bukan karna matamu kemasukkan debu" ucap sehun sambil melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap jungkook serius.


" Dan cepat kau beri tau alasan mu mengapa menangis disini padaku se.ka.ra.ng" sambung sehun sambil memaksa jungkook agar memberitahu nya dengan menekan ucapan terakhirnya tadi.


Jungkook yang melihat itu tak mampu berkutik lagi akhirnya dengan berat hati dia memberikan penjelasan pada sehun.


"Hufftt baiklah aku akan jujur sehun-ah" kata jungkook pasrah.


"Yaa cepat beritahu aku apa yang terjadi sampai menangis seperti itu" balas sehun.

__ADS_1


"Hahhhhh aku hanya sedang merindukan orangtua ku hun-ah, aku sangat merindukkan mereka dan aku tadi melamun sambil mengingat kenangan-kenangan ku dengan mereka itu yang membuatku menangis dan juga tentang hyungdeul ku yang tidak pernah memperhatikanku lagi setelah eomma dan appa meninggal, aku hanya berpikir seandainya aku ikut bersama eomma dan appa ku kesana mungkin hyungdeul tak akan pernah berubah dan sekarang aku hanya berdoa pada tuhan agar cepat mengambil nyawaku agar aku bisa bertemu dengan orang tuaku hun-ah" jelas jungkook pada sehun dan tanpa sadar dia meneteskan air mata nya kembali.


Melihat itu sehun langsung membawa tubuh jungkook kedalam dekapannya sambil berusaha menenangkan sang sahabat, perlakuan sehun itu malah membuat nya semakin menangis bahkan sekarang sehun mendengar isak tangis sang sahabat walaupun suara teredam di dadanya karena dia menenggelamkan wajah jungkook pada dadanya membiarkan jungkook menumpahkan seluruh kesedihannya disana dan dia lakukan sekarang hanyalah mengelus punggung jungkook yang sedari tadi naik turun tak beraturan karena menangis.


" Menangislah jungkook tumpahkan semuanya agar kesedihanmu berkurang aku akan membiarkanmu meminjam dadaku untuk kau menangis" kata sehun sambil mengelus rambut jungkook.


Tak ada jawaban dari jungkook,dan sehun hanya membiarkannya saja setidaknya sampai jungkook sedikit tenang dan benar saja tak berapa lama akhirnya jungkook tenang walaupun masih terdengar isak tangis pelan darinya.


Setelah tak ada lagi suara isak tangis dari jungkook sehun pun langsung menarik pelan kepala jungkook dari dada nya dan menegakkan kepala jungkook agar menatap matanya sebelum itu sehun terlebih dahulu menghapus jejak-jejak sisa air mata jungkook dengan tangannya setelah itu dia langsung membuka pembicaraan.


"Sudah merasa lebih baik" tanya sehun pada junnkook yang hanya direspon dengan anggukan kepala oleh jungkook.


"Baiklah kalau begitu aku hanya ingin mengatakan padamu jungkook-ah ketika kau memiliki masalah dan merasa sedih jangan memendamnya sendiri kau bisa berbagi pada orang lain agar beban mu berkurang" ucap sehun.


" Kau masih memiliki ku kook-ah sebagai sahabatmu kau bisa membagi masalah dan kesedihan mu padaku aku akan dengan senang hati mendengarkannya dan kau tak perlu sungkan ataupun merasa tidak enak padaku karena kau sudah ku anggap seperti saudara kandung ku sendiri" mendengar itu jungkook tersenyum kearah sehun dan dibalas senyuman balik oleh sehun.


Jungkook merasa bersyukur karena memiliki sahabat seperti sehun karena dia tak hanya berperan sebagai sahabat tapi juga sudah seperti kakak bagi jungkook karena selama ini sehun selalu menjaga dan menemani jungkook hampir di setiap saat, setidaknya dengan adanya sehun dia tak merasa kesepian lagi karena ada sehun di sampingnya.


"Terimakasih hun-ah aku bersyukur memiliki sahabat sepertimu kalau tak ada dirimu aku pasti akan terus kesepian" kata jungkook tersenyum kearah sehun.


"Sama-sama aku juga beruntung memiliki sahabat sepertimu kau sudah seperti adik bagiku meskipun kita hanya berbeda beberapa bulan dan aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu dan membuat mu menangis lagi , aku berjanji padamu" balas sehun.

__ADS_1


"Aku pegang janjimu sehun-ah" ujar jungkook pada sehun dan sehun hanya menganggukkan kepalanya dan tak lama sepertinya dia teringat akan satu hal.


"Ohh iya kook-ah aku lupa memberitahu mu bahwa hari ini kita bisa pulang cepat karena kita belum belajar efektif sampai 2 hari kedepan jadi kita bisa pulang sekarang kook-ah" beritahu sehun pada jungkook.


" Baiklah kalau begitu sebaiknya kita pulang saja sekarang sehun-ah, supaya aku mendapatkan bis lebih cepat karena biasanya jam segini pasti masih banyak bus yang melintas jadi aku bisa cepat pulang kerumah" balas jungkook panjang lebar.


"Ahhhh sebaiknya kau tak usah pulang kerumahmu kook-ah, sebaiknya kau menginap saja ya di rumahku sambil menemaniku di rumah" ajakan sehun itu membuat jungkook merasa dilema dia bingung, dia tak bisa menolak ajakan sehun tapi dia juga takut kalau dimarahi oleh para hyungdeul nya.


Seakan tahu apa yang ditakutkan jungkook sehun pun angkat bicara


"Kau tak perlu takut akan kemarahan hyungmu kook-ah nanti aku akan menyuruh eomma ku untuk menelpon hyung mu untuk meminta izin bahwa kau akan pulang dan menginap dirumahku jadi kau tak perlu takut ya" kata sehun berusaha membuat jungkook percaya dan akhirnya dia bisa bernafas lega ketika jungkook menganggukkan kepalanya pertanda menyetujui ajakannya.


"Baiklah kalau begitu sehun-ah aku ikut denganmu dan sebaiknya kita ambil tas kita terlebih dahulu di kelas" kata jungkook sambil mengajak sehun menuju kelas.


" Kajja kalau begitu kook-ah" kata sehun sambil berjalan beriringan dengan jungkook menuju kelas.


Setelah mengambil tas mereka langsung menuju kearah parkiran untuk mengambil motor milik sehun dan langsung meninggalkan area sekolah mereka dan menuju ke rumah sehun.


Sedangkan dari kejauhan ada sepasang mata yang sedari tadi melihat interaksi antara sehun dan jungkook yang berjalan sambil sesekali bercanda dan tertawa sewaktu sehun mengambil motornya dan pergi dengan jungkook yang berada di boncengannya.


Sepasang mata itu hanya terkekeh miris ketika melihat senyum dan tawa lepas milik jungkook tadi.

__ADS_1


"Sepertinya kau lebih merasa bahagia saat bersama dengan temanmu kookie-ah" gumam orang itu pelan


To be Countinued.............


__ADS_2