
Sekarang jungkook telah berada di depan pintu rumahnya setelah di antar oleh sehun tadi, dan saat ini dia sedang menyiapkan mental nya untuk menghadapi hyung nya atau apapun yang terjadi saat dia masuk ke rumah nanti.
Setelah beberapa saat barulah dia memberanikan diri membuka pintu rumah dan masuk kedalam rumah.
" Hyung aku pulang!" kata jungkook sedikit berteriak saat memasuki rumah.
Dan seperti biasanya tidak ada satu pun yang merespon ucapannya dan dia hanya menghela nafas dan berlalu ke kamarnya.
Sesampainya di kamarnya dia langsung merebahkan dirinya di kasur dan memejamkan matanya menyambut pulau mimpinya.
Dan tanpa jungkook sadari bahwa ada seseorang yang memasuki kamarnya dan saat ini sedang mengamatinya dengan seksama.
" Saat tidur pun kau masih terlihat lucu kookie" monolog orang itu sambil mengambil kursi meja belajar milik jungkook yang berada di dekatnya dan menaruh nya di dekat kepala ranjang jungkook dan menduduki dirinya disana.
Sesaat dia mengamati jungkook dan setelahnya dia langsung mengusap lembut surai hitam legam milik jungkook yang membuat pemiliknya terusik.
Tak lama jungkook mengerang pelan dan membuka mata nya dan seketika netra nya membulat mendapati seseorang yang berada di sampingnya sedang tersenyum ke arahnya dengan tangan yang tak lepas dari mengusap rambut nya lembut.
" Jj-jimin hh-hyung" panggil jungkook dengan gugup pada seseorang tadi yang ternyata adalah jimin.
Jimin yang merasa terpanggil pun langsung menghentikan kegiatan nya dan menatap jungkook dalam sedangkan jungkook yang ditatap seperti itu menjadi bertambah gugup.
" Ya kenapa kookie-ah?" seketika mata jungkook memanas dan siap menumpahkan air matanya mendengar jimin memanggilnya dengan panggilan kesayangan untuknya itu.
Melihat mata jungkook berkaca-kaca membuat jimin menjadi kelabakan sendiri dan tanpa aba-aba dia langsung berpindah duduk ke atas ranjang jungkook dan setelahnya dia langsung menarik jungkook ke dalam pelukan nya.
Seketika tangis jungkook langsung pecah ketika dia bisa merasakan lagi pelukan hangat dari jimin, sedangkan jimin terus mengusap punggung jungkook dan sesekali mengusap surai nya bermaksud agar jungkook tenang dan menghentikan tangisnya.
Setelah beberapa saat barulah tangis jungkook berhenti dan jimin pun langsung mengurai kan pelukannya dan menatap wajah jungkook yang basah karna air mata.
__ADS_1
Tangan nya pun langsung bergerak menghapus jejak air mata yang ada di wajah jungkook sembari menyusuri setiap inchi wajah adik nya ini yang sudah lama tidak dia sentuh itu.
Seketika perasaan sesak menyeruak di dadanya ketika dia memegang pipi milik jungkook yang terasa menirus padahal dulu pipi jungkook itu sangat berisi sehingga ketika dia tersenyum pipi nya akan berbentuk bulat sedangkan sekarang jimin yakin bahwa tidak ada lagi pipi bulat milik jungkook jika dia tersenyum.
Hal ini membuat jimin berpikir apa kah selama di acuhkan oleh dirinya dan yang lain pola makan jungkook baik atau malah sebaliknya.
" Apa kau makan dengan benar kookie?" tanya jimin lembut sambil mengusap pelan pipi jungkook dan jungkook hanya menganggukan kepala nya pelan.
"Tapi kenapa pipi bulat kesayangan hyung sekarang sudah tidak ada lagi humm" tanya jimin lagi sambil tetap mengusap pipi jungkook.
" Mungkin karna aku semakin besar hyung, jadi pipi nya jadi tirus" balas jungkook asal yang membuat jimin hanya menggelengkan kepalanya pelan melihatnya.
Lantas setelah itu jimin langsung mengangkat sebelah tangan nya lagi ke arah wajah jungkook dan langsung menarik narik kedua pipi jungkook yang langsung menimbulkan pekikan kesakitan dari jungkook tetapi jimin enggan melepaskannya.
" Hyung! lepaskan hyung ini sakit!" rengek jungkook, bukan nya melepaskan jimin malah makin mengeratkan tarikan tangannya di kedua pipi jungkook yang membuat jungkook mendesah frustasi akan kelakuannya.
" Hyung tolong lepaskan ne, ini sakit hyung" mohon jungkook dengan mata yang berkaca-kaca sontak saja melihat itu jimin langsung melepaskan tangannya dari pipi jungkook yang kini telah memerah dibuatnya.
Setelah nya jungkook kembali bertanya pada jimin kenapa dia bisa sampai ada di kamarnya.
"Ehmm hyung sebenarnya apa tujuan mu kemari hyung?" tanya jungkook yang membuat jimin langsung berdehem pelan berupaya untuk menetralkan dirinya agar berhenti tertawa dan langsung menatap jungkook serius.
" Hahhhh, hyung kesini sebenarnya hanya ingin melihat keadaan dirimu saja kookie dan juga hyung ingin-" jimin merasa gugup lantas ia menggantungkan ucapannya yang malah membuat jungkook langsung mengernyitkan dahinya binggung saat jimin menggantungkan ucapannya.
"Ingin apa hyung?" tanya jungkook penasaran yang mana membuat jimin tambah gugup untuk mengatakan tujuan ia yang sebenarnya.
"Hyunginginmintamaafpadamuuntuksemuasikapdanperilakuhyungyangjahatpadamukookie" jimin mengucapkan itu dengan satu tarikan nafas dan tanpa jeda yang membuat jungkook melongo seketika karna tidak mengerti ucapan jimin.
" Kau bilang apa hyung, aku tidak mengerti apa yang kau katakan hyung, tolong ulangi sekali lagi tapi dengan perlahan agar aku mengerti hyung" perkataan jungkook membuat jimin menganggukkan kepalanya dan menarik nafas nya sebentar untuk menormalkan nafasnya yang terengah -engah akibat bicara tanpa jeda tadi.
__ADS_1
Setelah nafasnya kembali normal barulah dia menatap jungkook dan membuka suaranya.
"Oke dengarkan hyung bicara dan jangan memotongnya" jungkook pun hanya menganggukkan kepalanya sambil terus menatap jimin."sebenarnya tujuan hyung kesini adalah ingin meminta maaf padamu atas sifat dan perilaku hyung yang tidak pantas kepadamu layak nya seorang kakak, hanya saja waktu itu hyung terlalu kalut karna berita kematian eomma dan appa akibatnya hyung lebih mementingkan ego hyung sendiri tanpa tau dan mencari tau kepastian kebenaran yang sebenarnya,hyung benar-benar minta maaf padamu kookie hyung menyesal telah melakukan itu semua hyung-" ucapan jimin terhenti karena telapak tangan jungkook telah bertengger di atas mulutnya yang membuat dia menghentikan ucapannya.
" Sssttt cukup hyung, jangan meminta maaf lagi karna itu semua sama sekali bukan salahmu tapi salahku wajar saja jika waktu itu hyung dan yang lainnya memperlakukan ku seperti itu karna memang sudah sepantasnya kudapatkan hyung" ucap jungkook yang lantas membuat jimin langsung menggeleng keras kepalanya karna tidak setuju dengan ucapan jungkook.
" Tidak kookie itu semua bukan salahmu atau salah siapapun semua itu hanya sebuah kesalahpahaman jadi stopp menyalahkan dirimu sendiri kookie" ucap jimin
" Tapi hyung kalau bukan karna ku pasti sekarang eomma dan appa masih disini bersama kita, akulah penyebab semua ini terjadi hyung bahkan kematian eomma dan appa terjadi karna ku" balas jungkook dengan suara yang parau dengan kepala yang tertunduk.
Sedangkan jimin hanya menatap iba pada jungkook yang terus-terusan menyalahkan dirinya sendiri.
Lantas jimin pun mengangkat wajah jungkook yang tertunduk agar menatap nya, setelah nya dia baru membuka suaranya.
"Dengar perkataan hyung kookie, semua ini terjadi bukan salahmu tapi hanya kesalahpahaman sama seperti kematian eomma dan appa itu juga bukan salahmu tapi itu memang sudah takdir mereka yang telah digariskan oleh tuhan, paham?" jimin mengatakan itu semua dengan suara lembut tapi sarat akan ketegasan di dalam nya.
" Dan hyung ingatkan sekali lagi padamu bahwa jangan.pernah.menyalahkan.dirimu.sendiri.lagi.paham?!" lanjut jimin yang membuat jungkook lagi dan lagi hanya mengganggukkan kepalanya seolah terhipnotis dengan semua yang jimin katakan.
Melihat jungkook menggangukkan kepalanya karna perkataan nya itu membuat jimin langsung tersenyum senang karna dia yakin bahwa jungkook paham betul dengan semua yang dia katakan.
" Bagus kalau begitu, berarti sekarang kau memaafkan hyung kan?" tanya jimin pada jungkook yang membuat jungkook hanya tersenyum padanya.
" Ya hyung aku memaafkan mu " ucap jungkook yang membuat jimin langsung tersenyum bahagia mendengarnya.
"Terimakasih kookie karna telah memaafkan hyung dan sekarang hyung ingin tidur bersamamu disini karena hyung sangat merindukanmu kookie dan ingin memelukmu saat tidur semalaman?" tanya jimin meminta persetujuan dari jungkook agar mengizinkannya menginap dikamar jungkook malam ini.
" Tentu kenapa tidak hyung" mendengar balasan jungkook langsung saja jimin mengambil tempat yang nyaman di ranjang jungkook dan membaringkan tubuhnya setelah itu dalam satu kali sentakkan kini jungkook telah terbaring di sebelahnya dan jimin pun langsung mendekap jungkook yang sangat dirindukannya itu dan memejamkan kedua matanya begitupun dengan jungkook.
Tak berselang lama akhirnya jimin dan jungkook pun tertidur dengan posisi jimin mendekap jungkook di dada nya sedangkan jungkook menyamankan posisi nya yang berada di dekapan jimin.
__ADS_1
Dan kita biarkan mereka berdua untuk menjelahi dunia mimpi mereka sepertinya mereka akan terlelap dengan sangat nyenyak.
To be countinued.................