MIANHAE DONGSAENG (Proses Revisi)

MIANHAE DONGSAENG (Proses Revisi)
Part 5


__ADS_3

Disisi lain...


saat ini seokjin tengah berada di balkon kamarnya sambil menatap kearah langit sesekali melirik ponsel yang berada di genggamannya.


setelah menerima telpon dari nyonya Oh atau eomma nya sehun beberapa saat yang lalu, dia masih betah di balkon tanpa mau beranjak sedikitpun dari sana.


dia masih memikirkan ucapan nyonya Oh beberapa saat yang lalu dan sekarang ucapan itu masih terngiang-ngiang di dalam pikirannya.


"tolong beritahu juga yang lain bahwa jungkook menginap disini agar mereka tidak memarahi jungkook lagi"


walaupun nyonya Oh memelankan suaranya saat mengucapkan kalimat itu tapi entah kenapa telinga seokjin sangat peka jadi dapat mendengar ucapan nyonya Oh dengan jelas walaupun dengan nada yang sangat pelan.


entah kenapa ucapan itu membuat nya merasa tertohok dan entah kenapa gambaran gambaran ia dan yang lainnya yang tidak berlaku adil pada jungkook selama ini langsung muncul di benaknya.


apa dia sudah keterlaluan jahat terhadap jungkook?


dia rasa tidak, tapi entah kenapa hatinya berdenyut sakit ketika mendengar nyonya Oh tadi meminta izin padanya bahwa jungkook akan menginap disana dan meminta dia untuk memberitahu yang lainnya agar tidak memarahi jungkook karena ketidakpulangannya ke rumah jeon.


yang dia pikirkan kenapa harus orang lain yang melakukakan nya, kenapa tidak jungkook langsung memberitahu dia atau yang lainnya, apa begitu menakutkan dirinya dan yang lainnya di mata jungkook.


ya dia akui bahwa dia dan yang lainnya selama ini tidak pernah memperlakukan jungkook dengan baik sejak kematian orang tua mereka, dan itu mungkin bisa menjadi salah satu alasan jungkook tidak berani untuk sekedar meminta izin kepadanya atau yang lainnya.


bahkan sampai saat ini pun dia tidak pernah tau keadaan adik kecil nya itu semenjak kematian orang tua mereka, apakah jungkook makan dengan baik, bagaimana keseharian jungkook setiap harinya pun dia tidak tau.


karna dia dan yang lainnya jika ada jungkook di rumah maka mereka tidak akan keluar dari kamar masing-masing sampai jungkook pergi kesekolah ataupun pergi bersama sehun,kalau jungkook telah pergi barulah mereka satu persatu keluar dari kamar masing-masing.


dan melakukan kegiatan seperti biasanya entah itu menyiapkan sarapan ataupun bersiap untuk pergi bekerja, karena di rumah ini hanya tinggal jungkook yang masih bersekolah sedangkan yang lainnya sudah bekerja contohnya saja dia bekerja di salah satu rumah sakit yang ada di korea sebagai dokter spesialis penyakit dalam.


sekarang seokjin hanya menghembuskan nafasnya kasar dan mengacak rambutnya kasar mencoba untuk mengenyahkan pemikirannya seputar jungkook dan memilih mempertahankan ego nya bahwa dia membenci jungkook dan akan tetap akan seperti itu.


dan sepertinya dia sekarang butuh pelampiasan dari kekesalannya dan dia memilih untuk pergi ke dapur dan memasak sesuatu mungkin sebagai pelariannya dari rasa kesal dan marah.


sekarang dia telah berada di dapur dan dia setelah memikirkan apa yang akan dia masak dia pun langsung menyiapkan bahan-bahanya dan setelah itu dia langsung mengolah nya.


seakan terlarut dalam dunianya sendiri dia pun tidak sadar kalau ada seseorang yang masuk ke area dapur juga.


"eoh,kau tidak bekerja hyung?" tanya seseorang itu sambil menepuk pundak nya dan membuatnya tersentak dan langsung memutar tubuhnya kearah orang itu dan tersenyum.


"tidak jimin, soalnya hyung mengambil cuti mungkin untuk beberapa hari kedepan dan kau kenapa tidak bekerja jim, apa kau mengambil cuti juga?" balas nya sambil bertanya pada orang itu yang ternyata adalah jimin dan setelahnya dia kembali melanjutkan kegiatan memasaknya.


" ahh tidak hyung, aku sedang sedikit tidak enak badan jadi aku minta izin pada atasan ku kalau hari ini aku tidak masuk bekerja" kata jimin sembari mengambil minum dari dalam lemari es.

__ADS_1


seokjin yang mendengarnya hanya menganggukkan kepalanya sambil tetap memasak sedangkan jimin berdiri tidak jauh dari nya sambil meminum air yang diambil tadi.


" apa masih lama hyung masakannya matang" tanya jimin memecah keheningan


" sebentar lagi matang jim kenapa? sepertinya kau sudah sangat lapar" jawab seokjin sedangkan jimin hanya menganggukkan kepalanya sambil menyengir ke arahnya yang membuatnya terkekeh melihatnya.


" ya sudah kau tunggu sebentar lagi di meja makan jim, hyung akan menyusul kalau semuanya sudah siap!" perintah seokjin pada jimin tanpa mengalihkan perhatian nya sedikitpun dari masakan yang tengah dia masak.


" baik hyung" setelah mengucapkan itu jimin langsung meninggalkan dapur menuju ke meja makan seperti yang di perintah kan seokjin padanya.


.


.


.


***Skipp*......


( di meja makan**)


sekarang jimin berada di meja tengah menelungkupkan kepalanya di meja dengan bertumpu pada tangannya sambil menunggu seokjin siap dengan masakan nya.


tak berapa lama dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah nya dan menarik kursi yang ada di hadapannya.


baru aja dia mau buka suara tapi langsung terpotong sama suara dan kedatangan seokjin dari dapur yang lagi bawa masakannya.


" eoh, yoongi kau pulang lebih cepat hari ini?" tanya seokjin sambil menata masakannya di meja makan.


" ya hyung, karna hari ini sekolah baru tepat ku di pindah tugas kan pulang lebih awal soalnya belum belajar dengan efektif, jadi aku pulang saja " jelas yoongi


" ahh kau benar, tapi ngomong-ngomong di sekolah mana kau di pindah tugaskan yoong?" tanya seokjin lagi


" di school of performing arts seoul (SOPA) hyung, disana aku di pindah tugas kan sebagai pelatih klub basket" jelas yoongi dan seokjin hanya menganggukk kan kepalanya mendengar itu, tapi tidak dengan jimin.


" ehm yoongi hyung, bukan kah jungkook bersekolah di tempat yang sama dengan mu kan hyung disana?" tanya jimin tiba-tiba yang membuat yoongi sedikit terkejut ."dari mana jimin mengetahui nya" pikir yoongi tapi dia dengan cepat merubah raut wajah nya sedatar mungkin.sedangkan seokjin dia sangat terkejut tapi dia mencoba untuk tidak memperdulikannya.


"benar kan hyung, jungkook bersekolah di SOPA sama seperti mu" tanya jimin lagi.


"ya jim" balas yoongi singkat. "memangnya kenapa kau menanyakan itu" lanjut nya dengan suara datar dan dingin.


" berarti benar, tapi kenapa jungkook belum pulang?, hyung bilang tadi kan seluruh siswa di pulangkan lebih awal" tanya jimin lagi yang membuat yoongi menatap nya tajam sedangkan seokjin menatap nya datar.

__ADS_1


" berhenti mengurusi pembawa sial itu jimin!!, dia pulang atau tidak aku tidak perduli,!!" kata yoongi sambil menatap tajam pada jimin


mendengar itu jimin langsung mengeraskan rahang nya dan mengepalkan tangan nya kuat dan memberikan tatapan menusuk pada yoongi.


"MEMANGNYA KENAPA!! DIA ITU ADIK KU ADIK KAU JUGA YOONGI- SSI, JADI AKU BERHAK UNTUK MENGURUSNYA!!" balas jimin sambil membentak yoongi yang membuat yoongi dan seokjin terkejut karna dia tidak pernah semarah ini.


sedangkan jimin tentu saja dia marah karna jungkook kesayangan nya di perlakukan seperti itu dia sudah muak dengan yoongi dan yang lainnya yang selalu memojokkan jungkook dan menganggap bahwa jungkook itu pembawa sial serta penyebab kematian kedua orangtua mereka, padahal tidak.


memang dia akui dia juga pernah memperlakukan jungkook seperti itu tapi tidak berlangsung lama karna setelah dia fikir bahwa kematian orangtua mereka itu tidak ada sangkut pautnya dengan jungkook.


karena dia yakin bahwa semua yang terjadi ini hanya sebuah kesalahpahaman yang harus di luruskan agar masalah nya tidak berlarut-larut, dan ucapan yoongi tadi membuat emosinya seketika memuncak.


" tapi aku tidak mau!! menganggap si pembawa sial itu sebagai adik ku!!" balas yoongi dingin yang membuat amarah jimin langsung memuncak.


" KAU-" hampir saja jimin mau melayangkan tinju nya ke arah yoongi tapi langsung di hentikan oleh seokjin.


"BERHENTI! KALIAN BERTENGKAR!!" bentak seokjin pada keduanya yang membuat mereka langsung menghentikan pertengkaran mereka.


" dan perlu kau tau jim kalau saat ini jungkook berada di rumah keluarga sehun, jadi jangan buat keributan lagi di sini" jelas seokjin pada jimin usai pertengkaran mereka mereda dan membuat jimin langsung menatap seokjin tajam seolah mengisyaratkan dari mana seokjin mengetahui nya.


seokjin yang seolah mengerti tatapan jimin seokjin langsung menjawabnya lagi. " bibi hyuna yang memberitahu ku dari telpon tadi jimin-ah"


" jadi eomma nya sehun yang memberitahu mu hyung" kata jimin yang di balas anggukan oleh seokjin


" ya dia juga bilang kalau jungkook menginap disana, jadi kau tidak usah khawatir lagi jimin-ah" balas seokjin yang membuat jimin bernafas lega.


" syukur lah kalau begitu, lebih baik dia di sana daripada harus disini tapi harus sakit hati karna ucapan sampah tak berguna tadi" jimin mengucapkan itu sambil menyindir yoongi yang membuat yoongi menatap tajam jimin lagi tapi jimin tidak memperdulikan nya.


"sudah lah, sebaiknya kita makan saja dan jangan bertengkar lagi kalian berdua, paham!!" ucap seokjin menengahi mereka berdua agar tidak bertengkar lagi.


mendengar ucapan seokjin, yoongi dan jimin hanya mengangukkan kepala nya dengan yoongi yang masih menatap tajam jimin dan tentu nya tidak jimin perdulikan dan lebih memilih mengisi piringnya dengan nasi beserta lauk dan memakan makanan nya lahap, begitu juga dengan seokjin dan yoongi.


.


.


.


.


dan setelahnya hanya keheningan yang menemani mereka bertiga dalam menikmati makan siang masing-masing

__ADS_1


To be countinued..............


__ADS_2