
" Bang ayat....bang...abang ayo bangun !!!"
"abang ini udah jam enam pagi,abang terlambat buat sholat dan kerja!"
adiku elis terus membanguncangkann tubuhku, aku yang masih tak sadarkan diri melompat dengan kaget melihat jam dinding.
"astaghfirullah elis, kenapa baru bangunin abang jam segini sih, ya Allah elis!" aku segera mengambil handuk dan bergegas mandi.
kulihat elis menggerutu sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Tepat pukul 06.30 pagi aku duduk di depan meja makan dan kulihat emak telah menyiapkan nasi uduk dan semur jengkol dan teh pahit favorit kelurgaku. namun kulihat baba tak ada di meja makan. elis adikku asyik mengemasi tas dan buku-bukunya,dan seperti biasa elis akan berangkat bersamaku ke sekolah karna kebetulan aku melewati sekolah elis.
"mak !! baba ada dimana?" tanyaku penasaran.
"oh itu tadi baba udah narik angkot pagi-pagi bener,katenye sih baba pengen ngumpulin duit buat biayain kuliah adek lo nanti."
"Ya Allah mak urusan elis biar itu urusan saya,ntar saya bantu buat biaya kuliahnya,lagi juga elis masih kelas dua SMA mak,masih lumayan setahun lagi saya ngumpulin!" tegasku pada emak.
" ayat, umur lo udah cukup buat kawin, tuh lo liat temen-temen lo itu udah pada punya anak,lah lo itu fukos bae sama biaya nikah."
lagi-lagi emak selalu menyinggung masalah pernikahan, aku sampai bingung untuk menjawabnya.
"eh itu jengkol kagak lu makan yat!"
"oh itu mak, saya mau rapat hari ini,takut bau mulutnya,hehe" jawabku sambil pamitan pada emak.
Elis yang sudah siap untuk ke sekolah menungguku di pinggir jalan. ia segera naik ke motorku dan memulai obrolan pagi yang sangat hangat.
"bang, elis mau nanya?"
"nanya apa sih lis!" jawabku sambil mengendarai motor dengan sedikit ngebut
"Abang gak pernah jatuh cinta apa bang?"tanya elis dengan wajah yang sangat serius.
__ADS_1
"pertanyaan elis aneh dah" jawabku menanggapinya
" ih abang elis nanya serius banget lho"
aku memberhentikan motor dan menjawabnya sambil melotot kan mataku padanya.
"abang juga jawab seriuuuuus banget,sumpah deh!"
"ikh abang mah!" elis memalingkan wajahnya sambil cemberut
"udah sana masuk ke sekolah nyonya,nanti telat lho!" jawabku dengan mengelus kepalanya yang berkerudung.elis pun tersenyum sambil berpamitan dan bersalaman padaku.
"dagh abang, hati-hati di jalan ya"
aku melambaikan tangan pada elis dan meng gas kembali motor kesayanganku.
Hari ini emak dan elis bertanya tentang jodoh dan rasa cintaku pada wanita, tanpa mereka tahu aku sedang dalam rasa patah hati yang luar biasa,orang yang kukagumi dan kucintai telah bersanding di pelaminan,hari ini adalah hari pernikahan azizah kekasihku. ia terpaksa harus menikah dengan pilihan orangtuanya, azizahku yang selalu kusebut sebagai fatimah, kini ia telah pergi bersanding dengan kekasih pilihan hatinya. ntah hari ini apakah aku akan sanggup menghadiri acara pernikahannya atau tidak, tapi sebaiknya aku tidak hadir.karna jika aku datang untuk hadir itu hanya menambah luka bagiku dan bagi azizah. ucapku hanya "semoga kalian sakinnah,mawaddah dan warahmah."
sepertinya hari ini akan menjadi hari terberatku dalam bekerja, semoga aku kuat.
" iya nis,kenapa?" jawabku sambil menoleh padanya
"sabar ya yat!" nisa menundukkan matanya
" ya takdir nis,mau bagaimana lagi"
"kamu sih yat,kenapa gak memperjuangkan cintamu sih!!!" jawab nisa dengan geram
" walaupun aku berusaha keras buat mempertahankan,ayah azizah gak akan setuju padaku, kamu kan tau mereka keluarga mapan, pasti melihat semua kondisiku dari bibit,bebet dan bobotnya,sedang aku gak punya apa-apa."
Nisa mengusap punggungku. dan memberikan amplop berwarna pink sambil berlalu.
"apa ini nis?" jawabku penasaran
__ADS_1
Nisa hanya tersenyum dan kembali ke meja kerjanya.
" Dear ahmad hidayat"
Kekasihku tercinta
Abang, semoga saat abang membaca surat dariku abang merasa tak kekurangan suatu hal apapun.
Abang, maafkanlah azizah yang tidak lagi menemuimu saat malam perpisahan kita di cafe seroja saat itu.
Abang, ketika azizah memilih untuk bersanding dengan pilihan ayah bukan berarti azizah tidak mencintai abang, cintaku pada abang sangatlah besar dan tak terbatas. Azizah merasa sangat nyaman dan bahagia saat bersama abang, abang ajarkan azizah banyak hal tentang kehidupan dan agama. tapi ternyata, rasa cinta tak selamanya harus bersama. abang jika abang tahu kondisi azizah saat menulis surat ini,azizah rasanya ingin berteriak dan memaki diri azizah, tapi azizah tak mampu untuk menolak keadaan ini. kondisi ayah sedang terpuruk dan bisa terkena terkena serangan jantung kapanpun. azizah juga takut kehilangan ayah. tolong ampunkan azizah abang, izinkan azizah untuk berbakti pada orangtua azizah di sisa akhir hidupnya.
azizah yang selalu mencintaimu.
Tak terasa air mataku sembab dan mengalir, aku menghela nafas dengan sangat panjang.
"aziZah......."
******
Waktu menunjukkan pukul 18.00 , semua teman kantorku bersiap untuk pulang. dan aku ingin bersiap ke masjid. aku ingin menangkan diriku untuk berdzikir malam ini di mesjid,aku ingin mengeluhkan masalahku pada Allah saja.
ku ambil air wudhu dan kurasakan sejuknya air membasahi setiap tubuhku, ada rasa yang membuatku sangat damai.
ku langkahkan kaki menuju shaf terdepan , setelah mendengar adzan berkumandang aku bersiap untuk menunaikan dua sholat sunnah sebelum melaksanakan sholat maghrib berjama'ah.
Selesai sholat berjamaah aku pindah duduk ke sebelah pojok kanan ruangan. aku ingin lebih menyendiri dan khusu dalam berdzikir. kuresapi setiap kalimat tasbihku dan lebih ku dalami "Laa illaha illallah la haula wala quwwata illa billahil a'liyil a'dzim" ku ulangi lagi dan lagi hingga aku benar-benar merasakan kedamaian yang luar biasa dalam hatiku. sejenak aku melupakan luka ku dan aku melupakan bidadariku.
Azizah aku mengingatmu, bukan saja karena parasmu yang cantik, tapi karna hatimu yang begitu lembut, kesederhanaan dirimu, dan kelembutan suaramu yang tak pernah meninggikan suaramu dihadapanku, seolah kau selalu membuatku menjadi lelaki paling sempurna untukmu. kau memang tak pernah memujiku tapi akhlak dan sikapmu membuatku yakin bahwa dirimu sangat menghargai ku sebagai seorang lelaki.
Malam ini aku akan mencoba berdamai dengan hatiku, akan kusampaikan bahwa cintaku pada azizah akan selalu bersemi pada masanya, dan masa sekarang ini adalah masaku untuk memperbaiki diri dan memantaskan hati untuk mendapat kembali bidadari terbaik yang Allah akan pilihkan untukku. fokusku saat ini adalah mengumpulkan uang untuk biaya kuliah elis dan tabungan masa depanku. bismillah aku yakin aku mampu hidup lebih baik.
aku kembali mengingat ayat Allah " Boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
__ADS_1
Setidaknya saat ini aku masih memiliki semangat untuk hidupku, untuk keluargaku, ibuku,ayahku dan adikku.