Mihrab Cinta Kanzul Arsy

Mihrab Cinta Kanzul Arsy
Kehidupan lain


__ADS_3

Setelah tiga bulan pernikahanku, aku dikarunia Allah untuk segera menjadi ibu, Alhamdulillah aku hamil.walau hati ini terkadang menolak ingin memiliki anak dari lelaki yang tidak kucintai. sebutlah suamiku Fikri adalah lelaki yang sangat bertanggung jawab, tampan,gagah dan memiliki harta yang berlimpah. Namun ntah mengapa hatiku terasa sangat hampa.berada dirumah sebesar,semewah dan semegah ini tak membuatku bahagia.


"larut malam sekali Uda pulang?" tanyaku sambil membukakan sepatunya.


"dug" dia malah menendang jidatku


"sudahlah awak ini perempuan banyak cakap saja!"


"maaf Uda, tapi bisakah Uda tidak berlaku kasar begitu?" aku memegang jidatku yang kesakitan.


"Sudahlah siapkan air hangat aku ingin mandi!"


aku tak mengiyakan perintahnya,namun ada rasa ketakutan dalam hati jika aku menolaknya,akupun bergegas ke dapur untuk menyalakan kompor dan merebus air. aku juga heran kenapa ia tak memasang keran otomatis air hangat dan dingin saja dari pada harus menyuruhku, belum lagi jika airnya terlalu panas atau dingin dia pasti marah padaku. Ntah nasib apa yang menimpaku begini.


"Azizah....lambat kali kau, aku sudah lapar,mana makananku!"


"maaf Uda,tadi kan aku sudah bilang kalau perutku terasa mual sekali dan aku pusing hebat sampai aku tak sanggup mencium bau masakan!" timpalku menjawab apa adanya.


"dasar bodoh kau Azizah,memang kau tak bisa memesan go food atau makanan siap antar hah!"


"maaf uda,tapi kan uda pernah bilang kalau masakan di luar tidak sesuai selera Uda. lantas aku harus bagaimana?" jawabku memelas


"apa kau katakan!! dasar perempuan bodoh!"


"Uda cukup!!!,"


aku sedang hamil ,jika uda tak mampu menghargai aku setidaknya hargai anak kita"


"hamil!!!!" ia melototkan matanya sambil menggebrak meja makan.


"lho kenapa Uda ???"


"dasar perempuan breng***!!!"

__ADS_1


"kenapa Uda marah!?"


"Tidur dengan siapa kau"


"sumpah demi Tuhan ini anak Uda,aku tidak pernah tidur dengan lelaki manapun!aku masih beriman"


"lalu siapa ayat?"


mataku mengarah padanya dan kulihat mata Uda sudah membulat dan merah. aku sungguh sangat takut


"siapa!!cepat katakan!"


"itu...i...tu teman kuliahku dulu Uda, "


"kenapa kau memanggil-manggil namanya dalam tidurmu?"


"mungkin karna aku bermimpi ia dibunuh maka aku berteriak " aku mencoba menjawab dengan gelisah, aku memang masih saja mengenang ayat hingga detik ini. tapi aku berusaha melupakan nya,semakin aku melupakannya aku malah memimpikannya.


"lihat kalau awak berbohong,tak ada ampun...faham!!!" tangannya menunjuk dahiku dan mengobrak-abrik jilbab yang ku kenakan. aku ingin berteriak rasanya. hatiku sakit sekali, aku merasakan harga diriku begitu terinjak-injak dihadapannya.


*****


"Tuhan aku ingin menjerit ,kesepian,kerinduan dan menangis."


ada rasa dendam di hatiku untuk Uda fikri,sungguh terlalu.


ku buka kotak kenanganku dengan abang ayat,ada rasa bahagia saat ku bersama dirinya,dia yang lembut dan penuh kasih sayang. tak pernah kasar padaku dan tak pernah ia memarahiku. orang yang sangat sabar dan pemaaf.aku mencintai dia,namun aku harus menikah dengan orang lain yang sama sekali tidak mencintaiku lagi.


" tok....tok....... Azizah lekas buka pintunya.!!"suara uda fikri memanggilku.


aku harus segera merapihkan kotak kenanganku kalau tidak habislah terbakar diriku dan kenangan ini.


"ya bang sebentar aku sedang merapihkan baju dulu"jawabku tergesa-gesa menyimpan kotak pada bagian lemari bawah

__ADS_1


Saat kubuka pintu kulihat wajah Uda telah memerah,matanya membulat melotot dan amarahnya hampir sajw memuncak.


"awak ini istri macam apa hah!"


"Maaf da,tapi tadi aku sedang merapihkan lemari"


"minggir!!aku ingin rebahan,cepat awak siapkan makanan!"


"tapi itu kan di meja sudah ada makanan bang" jawabku meninggi


"aku tak mau makanan dingin"


"hangatkan segera!" perintahnya sambil memakiku


"Astaghfirullah..."aku menghela nafasku dengan panjang.aku terheran dengan sosok lelaki pilihan ayahku ini, mengapa bisa lelaki seperti ini yang ia pilihkan untuk menjadi imamku. ada rasa penasaran yang sangat mendalam tentang sikap uda,aku mendapati ida fikri ketika awal berjumpa menjadi suamiku terlihat begitu lembut dan manis,tapi mengapa saat ini ia bisa jadi seperti serigala yang siap menikamku.


Aku segera menuju dapur,dan kuhangatkan masakan kembali.semoga saja uda berubah pikiran setelah melahap masakanku.


"kring...kring...kring..."ponselku berbunyi keras aku pun segera meraihnya,namun sayangnya ponselku telah diraih oleh Uda fikri lebih dahulu.


"oh iya waalaikumsalam bunda,baik bunda insyaAllah besok sore kami mengunjungi bunda!"


"iya bunda nanti fikri sampaikan salam bunda ya"


aku menghampiri Uda fikri dan mulai bertanya padanya tentang siapa yang telpon.


"Uda,maaf siapa yang telpon?


"Bunda!" uda melangkahkan kakinya menuju ruang makan,dan segera mengambil nasi dan lauknya.


"bunda bicara apa bang?"


"besok kita ketempat bunda,dan kau bersiaplah,aku akan melaporkan dirimu pada ayah!" jawaban Uda membuatku semakin bingung.

__ADS_1


aku hanya terpaku membiarkan Uda berbicara.malam ini Uda memilih tidur di ruang tamu dan membiarkan diriku tidur sendiri di kamar.ada sedikit kegelisahanku pada ucapan Uda di ruang makan,tapi kubiarkan dia dengan pikiranku yang melayang sendiri. malam ini aku ingin memanjatkan doa pada Tuhan agar aku bisa tenang,agar janinku merasa tenang juga.


**********


__ADS_2