
Aku telah sampai di depan rumah ustadz Afif, sepertinya pagar rumahnya sudah terbuka, tampak banyak sendal berjejer di depan pintu.
kulihat ramai orang disana. aku pun segera menghampiri pintu depan rumahnya dan segera mengucapkan salam. Disana kulihat ustdz Afif sedang berbincang-bincang dengan beberapa rekannya yang seprofesi dengan dirinya.
"Mas ayat duduk disini" ustdz Afif nampak menggeser kursinya dan membiarkan aku duduk.
"kenalin mas, ini ustdz Arifin dan ustdz Zaenal , kita lagi membahas masalah Fiqih." ustdz Afif berusaha menjelaskan.
Aku memperhatikan apa yang mereka diskusikan. Jujur aku juga tidak terlalu paham dengan ilmu Fiqih, maka sebaiknya aku hanya menjadi pendengar yang baik saja.
Beberapa saat kemudian
" Nafiza...tolong buatkan minum ya!" perintah mas Afif pada adiknya yang ikut tinggal bersamanya.
Tak berapa lama Nafiza keluar membawa beberapa cangkir minuman dan camilan yang sudah tersaji di piring.
" Eh ada mas ayat, udah lama banget lho gak ketemu mas ayat!" timpal Nafiza sambil menyuguhkan minuman di meja.
Aku tersenyum menimpali Nafiza, ia kemudian berlalu sambil membawa beberapa cangkir kotor bekas tamu selanjutnya.
"Monggo ya di minum, saya tinggal dulu ke belakang" Nafiza berpamitan.
Aku nampak memperhatikan Nafiza dari belakang. ia gadis yang manis dan berbadan agak gemuk, namun Nafiza seorang mahasiswi yang cerdas dan hafal Al-Qur'an. ia mengambil study di IIQ Jakarta. sesuai dengan bidangnya.
Tak lama terdengar suara Nafiza seperti bercakap dengan seorang wanita muda sambil tertawa dan asyik berbincang.Ntah obrolan apa yang membuat mereka begitu akrab.
_Di dapur Ustdz Afif_
"mba kenapa kue ini gak disajikan tadi?"
"oalah aku lali sya"
"Mikirin apa sih mba ko sampai lupa,hehe"
"Ya gak mikirin apa-apa sih asli aku lupa aja" jawab Nafiza mengelak.
"Eh sya di depan ada mas ayat, orangnya ganteng dan kalem" Nafiza mulai membanggakan ayat.
"Ayat itu siapa ya?" syahira mulai tampak kebingungan.
"itu lho yang pakai kemeja merah di gulung setengah siku dan celana panjang warna hitam"
Syahira nampak memperhatikan wajahnya dari kejauhan. wajah yang begitu teduh dan terpancar sinaran wudhu,tampak ayat begitu sederhana namun memiliki daya pikat yang menakjubkan. ketawadhuannya begitu tampak dari wajahnya yang sederhana.
"hayo malah merhatiin!" Nafiza mengagetkan.
__ADS_1
"Tampan kan sya! banyak anak-anak irmas(ikatan remaja masjid) yang suka sama ayat"
"oh ya kamu tau devi kan anak pak RT yang cantik itu, dia tergila-gila sama mas ayat"
"mosok sih mba" nampak syahira keheranan.
"Ntar tak kenalin ya sya kalau ustdz Arifin sama kang zaenal udah pulang"
*******
Syahira hanya tersenyum simpul dan kembali meneruskan kembali mencuci piring-piring kotor yang sudah mulai menumpuk. wajar jika Ustadz Afif banyak tamu, selain ia pandai dalam hukum islam dan membaca kitab, ia juga seorang penghafal Qur'an atau hafidz. keluarga ustdz Afif semuanya hafal Al-Qur'an 30 juz.
Ustdz Afif empat bersaudara, dan ke empatnya hafal Al-Qur'an, begitupun istrinya ustdz Afif ustadzah zuhroh ia pun Hafizah (sebutan untuk perempuan yang hafal Al-Qur'an).
Tak heran jika hari-hari keluarganya selalu memdengarkan muratal bacaan Al-Qur'an dan rumahnya tak pernah sepi dari pengunjung atau tamu.
Tampak di ruang tamu mulai sepi, sepertinya ustdz Arifin dan zaenal sudah pamitan. tinggal ustdz Afif dan ustdzah zuhroh serta mas ayat di depan sambil berbincang-bincang akrab. sepertinya mas ayat itu sudah tampak begitu dekat dengan keluarga Ustadz Afif.
"Nafiza ...syahira...kemari!!!" teriak ustadzah zuhroh memanggil. Nafiza dan Syahira segera menghampiri mereka dan duduk bergabung untuk berbincang.
"Syahira ini mas ayat!" ucap ustdz afif mengenalkan.
Syahira tersenyum dengan sangat manis, Cantik, pemalu, putih bersih dan hidung mancungnya nampak tersembunyi dengan balutan kaca mata. sungguh gadis yang sangat menarik.
"Syahira tinggal disini sekarang, dia lagi proses menghafal Al-Qur'an juga, jadi dia sekolah sambil menghafal"
"Oh jadi double job ya," jawabku singkat
Syahira nampak tersenyum dan tersipu malu mendengar jawabanku.
"Ayat sendiri sekarang gimana kegiatannya? belum nikah juga nih?" ustdazah zuhroh meledek.
aku nampak menggaruk kepalaku yang tidak gatal dan mencoba mengalihkan pembicaraan ku dengan topik yang lain.
"Nafiza masih ngajar TPQ di masjid?"
"ya mas masih, soalnya kan setelah mas ayat resign ngajar belum dapat pengganti jadi ya aku aja yang gantiin" jawab nafiza menjelaskan.
"Alhamdulillah kalau begitu ya" timpalku
"kalau siapa tadi namanya sya..ki..ra atau Syafira ya? "
"Syahira" jawaban lembut dan memikat itu membuat telingaku agak berdenging dan nadiku berdenyut lebih kuat.
"oh iya maaf, itu sekolah dimana?"
__ADS_1
"Di MA Islamiyah" jawabnya yang singkat dengan merunduk
" Oh disana! sama ya dengan adik saya elis, tapi adik saya anak SMK"
Syahira hanya tersenyum sambil memperhatikan aku berbicara, jujur aku merasa sangat nyaman di keluarga ini, namun timbul rasa minder yang cukup kuat. bagaimana tidak aku berada di tengah para penghafal Al-Qur'an dan aku diiringi dengan sebaik-baik orang.
Teringat hadist " Khoirukum man ta'alamal Qur'aana wa al'lamahu"
artunya sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."
aku sungguh kagum dengan keluarga ustdz Afif, ia nampak begitu sederhana dan memukau, gaya bicara nya tidak seperti seoarang ustdz dan penampilan nya lebih pantas di sebuat pengusaha muda. karena ia balut dengan bisnis yang ia rintis.ia memulai bisnis kecilnya dengan bergabung di salah satu merk dagang terkenal CNI dan ia merintis travel dan umrah juga.
" oh ya mas ayat, ngomong-ngomong kapan mas ayat bisa gabung dengan irmas lagi ya"
ustadz Afif nampak antusias bertanya.
"Gimana ya ustdz saya bingung, kemarin-kemarin saya nampak longgar, tapi pulang kerja saya cari freelance buat tambahan adik saya sekolah"
"Oh gitu, kalau setiap dua minggu sekali bisa nggak?"
"Sepertinya sih bisa ustdz" aku meyakinkan sambil kembali mengingat jadwal-jadwal ku yang masih kosong.
"oh ya ini sudah jam berapa ya?" tanyaku pada semua
"jam 15.13 menit mas" jawab Nafiza sigap
"saya mau pamitan, ibu minta anter ke dokter jam 5 an, katanya tensi darahnya kaya mulai tinggi" jawabku menjelaskan.
" makan dulu ya mas, tadi Nafiza sama Syahira sudah masak!"timpal ustdz Afif
"loh jadi merepotkan ustdz" jawabku
"ndak apa-apa mas ayat, ini masakan syahira, dia pintar banget masak, masakannya enak, hari ini kita bikin soto lamongan lho" jawab Nafiza menimpali
Nafiza dan syahira bergegas ke dapur dan syahira segera meracik soto lamongan di mangkuk-mangkuk dan Nafiza kembali ke ruang tamu dan menghidangkan makanan disusul oleh syahira.
"enak banget lho masakannya" aku begitu lahap menyantap masakan Nafiza dan Syahira.
Syahira nampak senyum puas dengan karyanya.
"iya nih, calon istri idaman, hehe " timpal nafiza berkomentar diiringi gelak tawa dari semua. aku merasakan sesuatu yang aneh hari ini. seorang perempuan yang mulai menggoda hatiku. dan menurutku seorang perempuan yang sangat sempurna. indahnya jika perempuan seperti itu menjadi pengantin halalku.
hari mulai sore dan aku berpamitan kepada Ustdz Afif beserta keluarga nya. hari ini aku bahagia setidaknya aku bisa melupakan azizah sejenak dan mulai mengisi hatiku dengan secercah wanita yang baru ya walau itu baru sebatas kekaguman. "Syahira " nama yang sangat indah.
*******
__ADS_1