
"Uda...tolong uda percaya bahwa ini adalah anak uda,uda bisa test DNA setelah saya melahirkan"
" cukup azizah,ku kira kau perempuan suci belum pernah berhubungan dengan lelaki lain selain aku,menyesal sungguh awak menikah denganmu!"
" astaghfirullah uda....hiks..hiks..."
" pergi kau dari rumah ini perempuan jahannam!"
azizah melangkahkan kaki dan bersujud pada suaminya tapi ia malah dilemparkan, Azizah melangkahkan kakinya keluar rumah dengan membawa koper,ia tak menyangka foto ia bersama ayat ditemukan suaminya dan iapun di usir oleh keluarga suaminya.
ia takkan mungkin pulang kerumah orangtuanya,bagaimana jika ayahnya tahu ia diusir oleh suaminya sendiri,menahan rasa tamparan di pipi dan menahan rasa perut yang teramat buncit seakan mau melahirkan. tak ada jalan keluar yang ia peroleh kecuali ia menemui Nisa sahabatnya yang juga sahabat ayat,tapi jika ia ke kantor ayat tentu saja ia akan bertemu dengan ayat. tapi ia tak menghiraukan lagi,karna rasa di sakiti telah dituduh selingkuh lebih sakit daripada harus ia berrtemu ayat.
\*\*\*\*\*
~ Di Kantor ~
Jam 12 siang semua karyawan menghambur dari kantor,ada yang berhambur ke masjid,kantin ataupun tempat makan setempat. ia berusaha mencari Nisa dan belum juga menemukan nya.
" Maaf ada yang melihat nisa " tanya azizah dengan sangat lembut
"oh nisa ada di ruang media,coba kaka belok ke kiri lurus mentok ruangannya ada disebelah kanan ya ka" jawab salah seorang karyawati
" baik terimakasih ka"
azizah mulai memasuki ruangan tapi ditengah perjalanan perutnya merasa sakit seperti kontraksi. ia menahan tubuhnya di samping tangga. terasa sangat menyakitkan sekali,ia berusaha menahannya namun badannya mulai goyah untuk menahan rasa sakitnya.
"ibu nggak apa-apa kan,biar saya bantu untuk duduk ya"
"Terima...." "Ya Allah bang ayat" azizah mulai menitikkan air matanya
" Ya Allah azizah,kamu kenapa? ngapain ada disini" tanya ayat ketakutan
akupun segera menggotong tubuh azizah tanpa mempedulikkan orang lain dan aku segera membawanya ke klinik,segera keluar hubungi nisa untuk menemaniku di klinik. kulihat dokter bersiaga untuk melakukan pemeriksaan pada azizah tapi apalah daya,klinik tersebut tak dapqt menolong azizah melakukan persalinan karna klinik tersebut tidak memeliki dokter kandungan.
dengan sangat terpaksa kami membawa azizah ke rumah sakit ibu dan anak,azizah tetap terlihat manis dengan senyumnya menahan sakit.
"Zah,lo ngapain sih sendirian ke kantor gw" tanya nisa panik melebihi azizah
Azizah seperti biasa hanya senyum simpul sambil menahan perutnya
"Nanti saja ya sa aku ceritanya"
" Ya Allah zah,darah...darah...! cepet dong pak bawa mobilnya cepet!"
__ADS_1
Aku dan nisa berusaha memegang bahu azizah yang sudah sangat kesakitan, tak terperihkan bagaimana rasanya azizah harus menahan rasa sakit yang hebat itu.
" Neng sudah sampai,saya ambilkan kursi roda ya?" supir itu berlari sekencang-kencangnya.
tak berapa lama kemudian datanglah supir membawakan kursi roda,dan segera mungkin ayat menggendong azizah dan membawanya ke ruang UGD agar segera ditangani. setelah pemeriksaan azizah segera masuk ke ruang persalinan.
"Hanya boleh suaminya yang mendampingi ya,satu orang saja"
Nisa segera mendorong ku, aku hanya bisa diam,ingin menolak tapi tak kuasa melihat azizah akhirnya kuberanikan diriku untuk mendampingi azizah,sungguh ini keterpaksaan. aku takut jika nanti suaminya salah faham padaku. mendampingi mantan kekasih melahirkan rasanya antara percaya dan tidak, dan yang parahnya aku yang harus berpura-pura menjadi suaminya.
" oke bu ayo kepalanya sudah keliatan bu,ayo pasti ibu bisa" seorang dokter mengarahkan azizah untuk segera melahirkan,aku tak ingin melihat azizah dibagian bawah karna auratnya pasti terlihat,aku hanya memangku tanganku sambil tersenyum pada azizah sesekali.
" pak sini mau lihat tidak proses anaknya lahir ini kepalanya sudah terlihat lho" tanya seorang perawat
" mohon maaf saya gak berani bu"
jawabku singkat
klo gitu bapak pegang tangan ibu kuat-kuat sambil cium keningnya ya kaaih kekuatan agar ibu segera mengejan.
"haaah!"
" lho memang begitu pak,bapak ini kan suaminya gak usah malu pak"
Tuhan tolong maafkan aku jika aku salah niatku hanya ingin membantu azizah yang ada dalam masa kritis, dan aku ingin ibu dan bayinya lahir selamat.
aku mulai membisikkan azizah sesuatu di telinganya.
"Azizah kamu itu kuat seperti namamu,kamu juga hebat,aku bangga pernah menjadi bagian hidupmu,ayo azizah kamu pasti bisa melahirkan dengan selamat ya" dengan sangat terpaksa ku cium kening azizah dan tak terasa ia menitikkan air matanya dan mulai mengejan tak berapa lama seorang malaikat kecil yang bersih dan tampan lahir kedunia dengan sangat sempurna.
saat dokter selesai merapihkan malaikat kecil itu, perawat memberikan malaikat itu ke tanganku dan aku diminta untuk mengadzankan anak azizah yang sangat mungil itu.
"Allahu akbar...Allahu akbar...."tak terasa air mataku mengalir deras melihat putra azizah sambil mengikuti suaraku sambil tersenyum, andai saja ini adalah putraku mungkin saat ini adalah masa terindah yang kurasakan sebagai seorang bapak, memiliki keluarga kecil yang sangat bahagia.
"bang ayat,maafkan azizah ya, andai waktu dapat berputar,pasti akan ku tolak perjodohan itu bang" jawab azizah menyeka air matanya
"udah jangan pikir yang aneh-aneh ya,sekarang kamu harus berusaha untuk bangkit agar cepat sehat,oh ya mana no suamimu biar nisa telpon kalau aku yang telpon nanti salah faham"
azizah menggelengkan kepalanya
"tidak usah bang, biar aku hidup berdua dengan anakku saja"
" kenapa azizah,suamimu berhak tahu berita kelahiran putranya
__ADS_1
" percuma saja bang,ia pasti tak akan mengakui anak ini" sambil mencium anaknya dan menangis terisak.
"abang tolong azizah satu hal lagi ya!"
"tolong apa?"
"Tolong berikan nama yang indah untuk anak azizah"
" bagaimana kalau Aulian aziz, pemimpin yang kuat agar kelak ia bisa sekuat kamu ya"
"nama yang indah bang, terimakasih ya"
Nisa masuk kedalam ruangan kamar tempat kami berada. kemudian nisa menarikku keluar ruangan.
"kenapa sa"
" Bokapnya azizah meninggal yat"
"Innalilahi wa innailaihi raajiuun"
aku hanya terdiam
"Bokapnya kena serangan jantung yat,karna suaminya Azizah ngamuk"
"Maksudnya gimana nis"
" Jadi suaminya azizah itu menemukan foto lu berdua azizah di tangkuban perahu dan dia nyangka kalau lu itu mantannya azizah yang masih berhubungan sama dia,bahkan dia nuduh lo yang ngehamilin Azizah"
" astaghfirullah sa, pacaran aja gw takut buat cium dia apalagi ngehamilin dia"
"gw faham yat,lo kan cupu,hahaha"
"astaghfirullah yat gimana ini kasih tau azizah"
"menurut gw nggak usah kasih tau dulu sa,azizah baru banget melewati masa krisisnya setelah melahirkan jadi lebih baik kita aja ya yang ngelayat,eh lo aja kalau gw yang datang nanti bikin konflik sa"
" oke deh,sekalian gw kasih tahu keluarga nya azizah ya kalau dia udah ngelahirin di rumah sakit ini"
"oke,tapi jangan bilang gw yang dampingin ya sa,ini rahasia kita aja"
"sipch"
Aku dan Nisa berpamitan untuk ke kantor mengambil tas dan peralatan kami,dan aku ingin mengganti baju. sebab aku tak ingin pulang kerumah dengan kondisi baju berlumuran darah. khawatir emak dan keluarga panik
__ADS_1
*******